Senin, 30 November 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-5

November 30, 2020 0 Comments
Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Hari ini adalah hari ke-5 menuliskan jurnal tantangan 15 hari dari zona keempat di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Kali ini,materi yang akan aku rangkum dari apa yang telah disampaikan oleh Kakawi kami di awal sebelum tantangan di mulai adalah tentang tujuan belajar.

Menurut hasil pemikiran dari Ibu Septi dan Pak Dodik, founder Ibu Profesional, tujuan belajar anak terdiri dari 4 yaitu :

1. Intellectual Curiousity
Meningkatkan rasa ingin tahu pada anak. Oleh sebabnya, orang tua bertugas untuk mendampingi dan memfasilitasi anak untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan membiarkan anak untuk menelusuri keingintahuannya tersebut serta membantu mereka untuk memahami sesuaitu dengan lebih mudah.

2. Creative Imagination
Meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi anak. Sebagai orang tua, kita tidak bisa memaksakan kreativitas yang timbul dalam diri anak, namun kita dapat memfasilitasinya.

3. Art of Discovery and Intention
Mengasah seni atau cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu. Salah satu caranya adalah dengan memberikan apresiasi atau pujian yang sesuai dengan apa yang anak lakukan serta dengan mendorong anak untuk membuat suatu karya yang dihasilkan oleh ide dan kreativitasnya sendiri.

4. Noble Attitude
Meningkatkan akhlak mulia seperti melibatkan Tuhan dalam setiap memulai dan mengakhiri aktivitas ataupun mengetahui adab-adab dalam melakukan suatu kegiatan.

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-5



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Membuat puding

Proses Kreativitas :

Menuang dan mengaduk puding

Melakukan salah satu kegiatan Exercise of Practical Life yaitu membuat puding. Mulai dari proses menuang puding yang masih serbuk, menuangkan air, mengaduk-aduk dan memasaknya di kompor. Setelahnya, menuang ke dalam cetakan dan menyimpannya di dalam kulkas.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Membuat anak ingin tahu langkah-langkah pembuatan puding.
- Membuat anak ingin melakukan kegiatan membuat puding seperti menuang puding dan air kemudian menggunakan peralatan memasak.

CI (Creative Imagination)
- Membayangkan proses perubahan puding yang berbentuk cairan berubah menjadi bentuk solid.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati perubahan bentuk puding yang awalnya cair menjadi padat setelah didiamkan beberapa saat.

NA (Noble of Attitude)
- Belajar mengambil dan mengembalikan kembali peralatan memasak yanh digunakan.
- Belajar menuang puding dan air secara hati-hati agar tidak tumpah dan masuk tepat ke dalam panci.
- Belajar mengaduk dengan pengaduk secara perlahan supaya tidak tumpah dan pusing dapat tercampur merata ke dalam air.
- Memerhatikan Mama yang sedang memasak puding dan mengerti kalau Dipta belum boleh ikut memasak.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Terutama pada saat mengaduk puding, ia melakukan kegiatan tersebut secara berulang-ulang.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike5
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Minggu, 29 November 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-4

November 29, 2020 0 Comments

Sudah memasuki hari ke-4 pembuatan jurnal tantangan mengenai Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional batch 6. Kali ini, sebagai pembuka aku akan menuliskan tentang materi ragam kecerdasan yang sebelumnya telah dibagikan.

Menurut Howard Gardner, ada 9 ragam kecerdasan pada manusia yang bisa dipelajari sejak dini. Kesembilan ragam kecerdasan tersebut adalah :

1. Intrapersonal
Mampu mengekspresikan perasaan diri sendiri dan percaya diri

2. Naturalis
Tertarik mempelajari alam dan seisinya

3. Moral
Memahami adab, cara berprilaku dan norma sosial

4. Bahasa
Kemampuan menyampaikan informasi melalui olah kata

5. Logika Matematika
Tertarik terhadap angka dan berpikir logis sebab-akibat

6. Visual dan Spasial
Mengenali objek, bentuk dan membaca denah

7. Kinestetik
Menikmati kegiatan gerak tubuh

8. Musikal
Peka terhadap nada dan irama

9. Interpersonal
Empati, memahami perasaan orang lain

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-4



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Menggunting Rambut

Proses Kreativitas :

Bunda Sayang Institut Ibu Profesional
Belajar menggunting rambut warna-warni

Menggunting gambar rambut yang ada di gambar orang-orangan yang sudah aku gambarkan di sebuah kertas.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Anak penasaran dengan bagaimana cara menggunakan gunting
- Anak penasaran untuk mencoba menggunting kertas.

CI (Creative Imagination)
- Membayangkan sedang menggunting rambut orang yang ada di dalam gambar.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati dan mengerti bahwa sebuah gunting dapat menggunting kertas dan membuatnya jadi potongan yang lebih kecil.

NA (Noble of Attitude)
- Menggunakan gunting dengan baik dan hati-hati.
- Belajar bahwa gunting dapat membayahakan sehingga harus diletakkan di tempat yang aman.
- Belajar menggunting hanya boleh dilakukan pada kertas yang sudah Mama sediakan, tidak boleh sembarangan menggunting barang-barang.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Ia penasaran sekali bagaimana caranya agar dapat menggunting kertas dengan sempurna seperti Mama dan Papanya.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike4
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Sabtu, 28 November 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-3

November 28, 2020 0 Comments

Hari ini adalah hari ke-3 dari membuat jurnal tantangan zona ke-4 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional mengenai Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas pada anak. Sebelum menuliskan jurnal tantangan hari ini, aku ingin membagikan sedikit materi yang telah disampaikan oleh Kakawi di awal petualangan zona empat ini.

Materi yang ingin aku tuliskan adalah tentang hakikat belajar dan gaya belajar pada anak-anak.

Menurut Piaget,
Learning is an active personal process. Children have real understanding only of that which they invent themselves.
Hakikat belajar ini mengingatkan kita bahwa belajar untuk memahami sesuatu itu lebih baik jika si pembelajar aktif terlibat dalam kegiatan belajar.

Namun, perlu dipahami bahwa setiap anak itu unik dan memiliki gaya belajar mereka masing-masing. Ada tiga tipe gaya belajar pada anak-anak :

Visual
Ciri dari anak yang memiliki gaya belajar visual adalah belajar dari apa yang ia lihat, mengingat apa yang dilihat dan gemar membaca dengan tekun.

Cara memfasilitasi anak yang memiliki gaya belajar visual adalah menggunakan multimedia, menggunakan buku yang memiliki ilustrasi dan menggunakan materi visual.

Auditory
Ciri anak yang memiliki gaya belajar auditory adalah mudah menyerap dari apa yang ia dengar sebelumnya, senang membaca dengan suara lantang serta pembicara yang fasih.

Kinestetik
Ciri anak yang memiliki gaya belajar kinestetik adalah mempelajari sesuatu dengan bergerak dan menyentuh. Biasanya mereka difasilitasi dengan lebih banyak belajar praktek, belajar melalui media permainan yang melibatkan aktivitas fisik dan dengan bercerita.

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-3



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Comb Painting

Proses Kreativitas :


Membuat lukisan dengan menggunakan sisir sebagai pengganti kuas.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Anak penasaran dengan bagaimana proses melukis menggunakan sisir.
- Anak penasaran untuk mencoba bereksplorasi dengan sisir dan cat air.

CI (Creative Imagination)
- Bereksplorasi dengan sisir dan cat air serta kertas untuk membuat suatu hasil karya.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati pola dan warna-warna yang terbentuk dari hasil goresan sisir serta cat air di atas kertas

NA (Noble of Attitude)
- Mengambil cat air dengan perlahan dan mengerjakan kegiatannya di atas alas kerja (kertas)
- Tidak mencoret-coret lingkungan sekitar menggunakan cat air (lantai, tembok, dan barang lainnya)
- Mengambil tissue secara mandiri dan mengelap jika ada cat air yang mengenai lantai atau benda-benda di sekitarnya

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Ia mau mencoba untuk melukis dengan sisir walaupun kemudian ia memilih untuk bereksplorasi melukis menggunakan jari-jarinya.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike3
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Jumat, 27 November 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-2

November 27, 2020 0 Comments

Memasuki hari ke-2 membuat jurnal tantangan 15 hari di zona ke-4 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional mengenai Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas. Alhamdulillah, selalu ada inspirasi untuk melakukan kegiatan bersama Dipta yang saat ini usianya menginjak 2 tahun.

Beberapa waktu yang lalu, aku sempat mengikuti workshop online bersama Bu Pritta Tyas dan Bu Damar Wijayanti tentang How to Create Montessori Inspired Program at Home. Banyak sekali ilmu yang didapat terutama tentang bagaimana melakukan kegiatan stimulasi yang sesuai dengan periode sensitivitas anak.

Dari workshop tersebut ditekankan kalau stimulasi atau kegiatan untuk anak-anak usia dini tidak perlu sesuatu yang ribet dan sukar untuk dibuat ataupuj mahal untuk dibeli. Semua hal yang ada di rumah bisa dijadikan objek untuk bereksplorasi bersama anak.

Berangkat dari pemahaman ini, aku mencoba untuk mengoptimalkan benda-benda yang ada di rumah untuk dimanfaatkan sebagai bahan untuk anakku belajar dan bereksplorasi. Tentunya, kegiatan yang dilakukan aku sesuaikan dengan minat dan usia anakku.

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-2



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Color Mixing

Proses Kreativitas :

Menuang cat dengan perlahan

Mencampurkan air berwarna merah, biru dan kuning ke dalam wadah sehingga terbentuk warna-warna baru dari ketiga warna tersebut.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Melakukan kegiatan color mixing ini membuat anak penasaran bagaimana cara mengambil air berwarna menggunakan pipet kecil.
- Membuat anak penasaran bagaimana memasukkan air berwarna ke dalam wadah (cetakan es batu).
- Membuat anak penasaran akan apa yang terjadi jika warna-warna yang ada dicampurkan menjadi satu.

CI (Creative Imagination)
- Mencari cara sendiri bagaimana memegang pipet yang benar.
- Mencari cara sendiri bagaimana menuangkan air berwarna dari dalam gelas ke dalam cetakan es batu tanpa tumpah dan berceceran.
- Bereksplorasi dengan air berwarna merah, kuning dan biru untuk menghasilkan warna-warna baru.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati warna-warna yang terbentuk dari hasil pencampuran warna.
- Mengenali tiga jenis warna dasar (primer) yaitu biru, merah dan kuning.

NA (Noble of Attitude)
- Mengambil air berwarna dengan pipet atau sendok di dalam alas kerja.
- Bekerja secara berhati-hati saat mengambil cat air dan menuangkannya ke wadah.
- Mengelap jika ada tumpahan air dari wadah.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Ia tampak sangat takjub ketika melihat timbulnya warna baru dari hasilwarna-warna primer yang ia campurkan.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike2
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Kamis, 26 November 2020

i_maesha Merambah Dunia Podcast Bersama Coffee And Pie

November 26, 2020 0 Comments

Podcast

Tentang Media Sosial

Tidak dipungkiri, kemajuan teknologi berkembang pesat seiring dengan terus berjalannya waktu. Saat ini, berbagai sosial media tersedia dengan berbagai platform untuk memfasilitasi orang-orang menggunakan sesuai dengan kesenangannya masing-masing.

Bagi mereka yang suka menulis dan berbagi melalui tulisan, memiliki blog (website) akan menjadi platform yang tepat untuk menyalurkan hobi mereka dan menampung buah pikiran mereka.

Bagi mereka yang senang mengunggah foto-foto  dengan caption yang tidak terlalu panjang, Instagram hadir dengan fitur-fitur yang saat ini semakin lengkap. Instagram juga memiliki fitur Instagram Live dan IGTV yang membuat penggunanya dapat mengunggah video-video dengan durasi yang cukup panjang.


Berbeda lagi dengan Youtube yang memberikan fasilitas bagi para content creator untuk membuat video dengan berbagai genre yang disukai oleh masyarakat. Youtube memberikan fasilitas penggunanya untuk membuat video bahkan hingga berjam-jam.

Ada pula TikTok yang belakangan kembali booming dan banyak digunakan untuk memfasilitasi mereka yang suka joged untuk bersenang-senang.

Kemudian hadir pula Podcast, platform yang memungkinkan para penggunanya mengunggah suara mereka yang sudah direkam di dunia sosial media seperti Spotify sehingga menyerupai salah satu acara siaran radio.

Makin banyak ya platform sosial media yang membuat penggunanya unjuk gigi. Munculnya beragam sosial media juga membuat mudahnya seseorang untuk mencapai kata populer.

Mudah sekali untuk menjadi viral di sosial media dan dikenal oleh banyak orang. Dua hal yang membuat seseorang populer di sosial media adalah karena karyanya atau karena sensasi yang dibuatnya.

Karya yang menarik, banyak dicari orang dan bermanfaat akan segera terindeks oleh mesin pencari dan membuat nama mereka berada di posisi teratas. Pun dengan mereka yang mencoba untuk pansos alias panjat sosial dengan membuat content yang sebenarnya sampah namun berhasil membuat perhatian masyarakat tertuju padanya dan melambungkan namanya.

Meskipun memiliki cita-cita untuk tenar ya, sebaiknya menggunakan cara yang baik-baik saja lah! Nggak perlu nge-prank dan membuat content yang mempertontonkan ketiadaan akhlak. Apa sih bangganya viral karena sensasi sesaat?! *sensi

Saat ini, berbagai platform tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai ladang untuk mencari penghasilan. Oleh sebabnya, banyak sekali bermunculan influencer, selebgram, selebtwit, selebblog dan bermacam-macam seleb yang sering mendapat cuan dari kegiatannya mengunggah konten di sosial media.

Semua orang bisa tampil dan memamerkan karyanya di sosial media. Mereka juga bisa menjadikan sosial media mereka sarana untuk memperoleh penghasilan, baik menjadikannya pendapatan utama maupun sampingan.

i_maesha Nge-Podcast

Setelah sebelum-sebelumnya aku hanya aktif seliweran di Instagram, Twitter dan Facebook, aku mencoba sesuatu yang baru yaitu dengan membuat Podcast. Haha.

Inspirasi ini datang dari Drakor Class yang lebih dulu terjun ke dunia siaran di Podcast. Teman-teman di Drakor Class itu memang pembelajar sejati dan tidak pelit ilmu. Semua mereka bagikan lewat tulisan, baik tentang blogging, menulis sesuai kaidah SEO sampai hal-hal yang baru mereka coba seperti Podcast.


Aku sendiri belum pernah join rekaman bersama mereka, mungkin karena teman-teman Drakor Class lebih sering membahas drama Korea yang sedang ongoing sementara aku jarang sekali menonton drama ongoing. Suatu hari, saat tema yang diangkat menarik rasanya aku tertarik juga ingin bergabung.

Tiba-tiba, aku terpikir untuk mengajak salah seorang teman sekolahku membuat Podcast bersama. Dia merupakan mantan penyiar radio di Serang, Banten, belasan tahun silam. Erryn namanya. Tidak perlu ditanyakan bagaimana aku dan Erryn bisa berteman, karena kami sudah kenal dan berteman sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Sembari menunggu Erryn membalas pesanku, aku menghubungi seorang teman dekatku yang lain yaitu Evita. Kami bertiga sama-sama bersekolah di SMA yang sama. Saat SMA dulu, aku dan Evita serta Erryn dan Evita tidak begitu akrab. Namun, anggaplah takdir akhirnya membawa kami bertiga bisa akrab sebagai teman bertukar cerita.

Pikirku saat itu adalah membuat Podcast bersama teman-teman rasanya pasti seru sekali. Niat awalnya hanya untuk have fun dan berbagi cerita tentang kami bertiga. Kalau ada yang mendengarkan lalu bisa mengambil manfaat dari cerita kami, itu bonus dan alhamdulillah.

Selagi menunggu kedua temanku memberikan konfirmasi, aku pun mencoba untuk membuat Podcast versi diriku sendiri. Aku mengajak suami dan anakku, yang nggak usah diajak pasti ikutan, untuk membuat acara bertiga. Haha.

i_maesha podcast
i_maesha Podcast

Episode pertama yang aku buat adalah Untuk Apa Nge-Podcast? Bisa didengarkan disini. Podcast bersama keluarga kecilku bertujuan untuk merekam kenangan kami bersama-sama, terutama saat anakku masih piyik sekarang ini. Lucu sekali rasanya kalau rekaman kami ini didengarkan bertahun-tahun yang akan datang.

Kemudian, Erryn dan Evita pun memberikan pesan kalau mereka setuju sekali dan senang dengan ideku membuat Podcast ini. Kami mencari nama yang tepat untuk Podcast kami dengan melakukan voting di Instagram dan terpilihlah nama Coffee And Pie.

Arti nama Coffee And Pie ini diharapkan dapat mewakili kisah hidup yang pahit dan manis, namun selalu dapat dinikmati.

Coffee and Pie Podcast
Dengarkan kami di Spotify ya

Akhirnya kami bertiga mencoba-coba untuk membuat rekaman dan episode 1 akan segera tayang di akhir minggu ini!

Evita dan Erryn pun membuat Podcast mereka masing-masing sila klik disini untuk mendengarkan Podcast Erryn dan klik disini untuk mendengarkan Podcast Evita.

Terima kasih sudah membaca!

Sukabumi, 26 November 2020


Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-1

November 26, 2020 0 Comments

Hari ini adalah hari pertama aku memulai kembali petualangan di zona yang baru bersama teman-teman di Pantai Bentang Petualang kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional batch 6.

Zona yang kami singgahi kali ini adalah zona ke-4. Di zona ini tantangan yang diberikan adalah tentang gaya belajar dan stimulasi kreativitas pada anak.

Setelah melewati tiga zona sebelumnya, aku cukup yakin dapat menyelesaikan zona ke-4 ini dengan baik juga.

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-1



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Follow the Trail

Proses Kreativitas :


Membaca buku berjudul Follow the Trail sambil menelusuri lintasan yang tersedia di buku tersebut.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Melakukan kegiatan follow the trail membuat anak berpikir bagaimana caranya agar berhasil melakukan tracing menggunakan jarinya dari halaman pertama buku sampai halaman terakhir.

CI (Creative Imagination)
- Membayangkan gambar pemandangan yang ada di dalam buku.
- Membayangkan peran sebagai polisi yang mencoba mengejar penjahat melewati berbagai rintangan.
- Mencari-cari cara untuk melakukan tracing dengan eksplorasi jari-jari tangan.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati gambar-gambar yang indah di buku tersebut.
- Mengenali berbagai warna yang ada dari setiap halaman.

NA (Noble of Attitude)
- Memperlakukan bukunya dengan baik dan benar.
- Mengambil baik-baik dari rak buku dan mengembalikannya kembali.
- Tidak mencopot gambar mobil polisi yang digunakan untuk tracing.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Setelah bukunya selesai dibaca dan menelusuri trail yang ada di buku tersebut ia meminta untuk mengulanginya kembali sampai beberapa kali.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike1
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Senin, 23 November 2020

Pengalaman IG Live Bersama Drakor Class

November 23, 2020 0 Comments
IG Live Drakor Class

Hari Jum'at malam tanggal 20 November yang lalu adalah hari yang membuatku demam panggung. Bagaimana tidak, setelah sekian lama tidak berbicara di depan banyak orang, pada hari tersebut aku melakukan sesi bincang-bincang di Instagram Live bersama Drakor Class.


Sejak bergabung dengan KLIP dan Drakor Class, aku memang sangat banyak belajar. Selain tentang tips seputar blogging, menulis dan mereview drama Korea dari sudut pandang yang berbeda, teman-teman Drakor Class tidak pernah berhenti meng-update ilmunya tentang hal-hal lain seperti membranding diri melalui social media, membuat Podcast dan saat ini merambah ke dunia TikTok. Haha.

Drakor Class setiap hari menghasilkan tulisan di blog yang dapat teman-teman baca, aktif juga di berbagai social media seperti Instagram, Twitter dan Facebook. Di Instagram sendiri, kami membuat talkshow kecil-kecilan berjudul "Annyeonghaseyo Chingudeul" di mana isinya teman-teman dari Drakor Class yang berbagi seputar pengalaman mereka menulis dan disambung-sambungkan dengan drama Korea tentunya.


IG Live Annyeonghaseyo Chingudeul dilaksanakan setiap hari Jum'at dengan waktu yang disesuaikan dengan jadwal teman-teman yang tampil pada hari itu. Saat ini, IG Live Drakor Class sudah menghasilkan 3 episode.

Pada episode ke-3 kemarin, aku mendapat giliran untuk tampil live bersama dengan Mbak Dea Adichita. Host IG Live Annyeonghaseyo Chingudeul tiada lain adalah Cho Sweeney alias Dwi eonnie. Tema yang dibawakan dalam IG Live hari Jum'at tanggal 20 November 2020 kemarin adalah "Drakor dan Pulih".

IG Live Drakor Class
Flyer IG Live Annyeonghaseyo Chingudeul!


Di sesi live ini, aku hadir di sesi pertama untuk menceritakan tentang antologi terbaruku yang berjudul PULIH. Selama kurang lebih 30 menit, Kak Dwi mengupas berbagai hal mengenai proses menulis antologi ini dan harapan-harapanku setelah buku ini diterbitkan.


Di akhir sesi, aku sempat menghubung-hubungkan cerita yang ada di antologi PULIH dengan drama Korea yang menurutku setipe kisahnya dengan yang dialami oleh tokoh yang diceritakan dalam beberapa cerita di buku PULIH. Aku sempat menyebut drakor It's Okay That's Love yang bercerita tentang penderita skizophrenia dan It's Okay Not to be Okay dimana beberapa cerita pasien RS. Jiwa OK mengangkat tema pengasuhan orang tua saat kecil.

IG Live Drakor Class
Berbagai ekspresi selama Live

Di sesi berikutnya, Mbak Dea lebih banyak bercerita dari sisi psikologisnya karena Mbak Dea adalah sarjana lulusan Psikologi dari Universitas Indonesia. Mbak Dea sempat menyebut-nyebut kalau cerita bertema psikologis yang diangkat ke dalam drama Korea saat ini sudah memiliki banyak kesamaan dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata.

Riset yang dibuat oleh tim sebelum membuat drama sudah cukup mendalam sehingga karakter serta penyakit-penyakit psikis yang diangkat dapat menjadi gambaran sebenarnya bagaimana penyakit tersebut terjadi dan bagaimana cara penanganannya.

Selain itu, melalui drama Korea, kampanye akan pentingnya kesehatan mental dan perlunya bantuan profesional dalam mengatasi kesehatan mental sudah cukup tersampaikan secara baik. Hal ini tentunya berdampak baik di mana akan lebih banyak orang yang aware akan isu tentang kesehatan mental ini.

Mbak Dea juga menyebut bahwa menonton drama Korea adalah salah satu bentuk katarsis dimana orang-orang dapat melepas stress dan membuat pikiran menjadi lebih rileks. Wah! Benar banget nih. Begitulah yang kurasakan setelah menonton drama Korea. Hehe.

IG Live Drakor Class
Artikelnya juga ada di www.drakorclass.com


Terima kasih Drakor Class sudah memberikan aku kesempatan untuk mengisi IG Live Annyeonghaseyo Chingudeul. Dari kegiatan ini tentunya aku belajar untuk lebih percaya diri tampil di depan umum, juga memberanikan diri untuk membranding diriku sendiri sebagai penulis buku antologi.

Bagi yang kemarin belum sempat menonton acara live Annyeonghaseyo Chingudeul episode ke-3 bisa menonton rekamannya di IGTV Drakor Class atau Youtube Channel Drakor Class.

Gomawo, chingudeul. Annyeonghaseyo!

Sukabumi, 23 November 2020

Jumat, 20 November 2020

Main Sungai di Pondok Halimun, Sukabumi

November 20, 2020 9 Comments

Pandemi yang belum kelihatan ujungnya (di Indonesia) ini membuat aku betul-betul mengurangi aktivitas bepergian keluar rumah. Kalau tidak perlu-perlu banget lebih baik berdiam diri di rumah, karena suami masih terus work from office (wfo) dan tidak pernah work from home (wfh), jadi menjaga kesehatan keluarga kecil kami sangat krusial.

Terakhir kali aku dan keluargaku pergi piknik sekejap ke Taman Salabintana saat salah satu sahabatku berkunjung ke rumah pada bulan Agustus lalu. Minggu, tanggal 8 November 2020 kemarin, aku beserta suami dan anakku akhirnya kembali piknik tipis-tipis ke destinasi wisata Pondok Halimun, Salabintana, Sukabumi.


Memilih Pondok Halimun sebagai tujuan jalan-jalan yang jarang-jarang ini bukan tanpa alasan. Pondok Halimun adalah salah satu tempat wisata di Sukabumi yang berbasis wisata alam. Harapannya, dengan sedikit berjalan-jalan menghirup udara segar dari pegunungan, pikiran yang selama ini suntuk karena di rumah aja akan lebih rileks.

Wisata alam terbuka dengan lahan yang luas juga tentunya akan memudahkan kami untuk melakukan jaga jarak dengan pengunjung yang lain. Berharap juga sih saat datang kesana tempatnya sepi aja deh! Hehe.

Selain itu, jarak dari rumah kami ke Pondok Halimun hanya sekitar 13 km dan perjalanan kesana menggunakan kendaraan bermotor hanya memakan waktu kurang lebih 39 menit. Cucok banget lah nggak usah jauh-jauh, jadi kalaupun saat disana melihat kerumunan manusia yang tidak manusiawi, kami bisa langsung putar balik. Haha.

Persiapan Sebelum Berangkat

Aku dan suamiku merencanakan keberangkatan kami di pagi hari, tujuannya agar di Pondok Halimun belum ramai dan bisa pulang sebelum siang atau terlalu sore. Sukabumi saat ini tampaknya sudah mulai memasuki musim hujan karena hujan turun hampir setiap hari mulai dari siang hingga sore hari.

Namun, kenyataannya adalah kami baru berangkat pada pukul 10 lewat. Setelah memiliki anak, tentu saja harus menyesuaikan dengan kegiatan anak kecil di pagi hari. Hari itu ia bangun siang, sehingga jadwal sarapan, mandi dan siap-siap pun munduuuur~

Aku berbagi tugas dengan suamiku untuk mempersiapkan barang-barang yang perlu dibawa. Aku mengajak anakku sarapan, mandi dan memasak bekal agar tidak perlu membeli makanan di sana. Suamiku memasukkan barang-barang seperti baju ganti, diapers, kotak bekal dan minuman ke dalam tas.


Setelah semuanya siap, akhirnya kami berangkat menuju Pondok Halimun. Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker saat bepergian.

Perjalanan Menuju Pondok Halimun

Kami mengambil rute melewati kota Sukabumi sebelum menuju ke arah Salabintana untuk mencapai Pondok Halimun. Kondisi kota saat itu cukup lengang dan tidak macet. Asyiik, bisa cepat sampai nih!

Udara mulai terasa sejuk ketika kami sudah berada di daerah Salabintana, berbeda sekali dengan udara di kota yang cukup gerah. Bahkan, kami melihat kabut yang mulai turun. Rasa khawatir pun muncul, bagaimana jika nanti turun hujan? Apakah tempat tersebut masih bisa dinikmati?

Segera aku menepis kekhawatiranku akan hujan saat melihat hamparan kebun teh membentang di sisi kanan dan kiri jalan. Wih! Serasa di lembang nih. Langsung teringat masa-masa sering touring naik motor dari Cimahi ke Lembang.

Anakku langsung heboh melihat pemandangan tersebut, ia dengan bersemangat mengatakan, "Wow!" atau "Green..." ketika melihat banyaknya tanaman teh yang hijau-hijau menyegarkan. Refreshing, deh!

Aku dan suamiku menuju Pondok Halimun dengan mengandalkan petunjuk dari Gmaps meskipun sebenarnya petunjuk arah menuju kesana cukup banyak terpasang di beberapa tempat seperti pertigaan atau perempatan jalan.

Setelah menempuh perjalanan yang menanjak dan berkelok-kelok, akhirnya kami sampai pada gerbang depan tempat wisata Pondok Halimun. Kami membayar uang parkir kendaraan sebesar Rp8.000,00 untuk motor. Jika teman-teman datang kesana dengan berjalan kaki, teman-teman tetap membayar uang retribusi sebesar Rp3.000,00 dan jika teman-teman membawa mobil, harga uang parkirnya adalah Rp15.000,00.

Aku pikir setelah masuk ke dalam gerbang tersebut, kami sudah sampai di tempat wisatanya. Ternyata belum, Ferguso! Kami masih harus mengendarai kendaraan hingga kurang lebih 2 Km untuk mencapai kantong parkir dan tiba di pintu utama tempat wisata Pondok Halimun.


Jalanan yang ditempuh untuk mencapai ke pintu utama tempat wisata Pondok Halimun bisa dikatakan zonk! Melewati hutan dengan sisian jurang dan kondisi jalan yang sangat tidak layak lah untuk menuju tempat wisata.

Berbeda dengan jalanan yang kami lewati sebelumnya, akses menuju kantong parkir Taman Halimun belum diaspal dan berbatu-batu juga berlubang-lubang. Hadeeeh~

Setelah melewati perjalanan yang cukup membuatku was-was tersebut, akhirnya kami tiba juga di kantong parkir tempat wisata Pondok Halimun. Langsung saja suamiku memarkirkan kendaraan roda dua kami persis di depan pintu masuk.

"Main Sungai" di Pondok Halimun

Sebelum masuk ke dalam tempat wisata Pondok Halimun, pengunjung harus membeli tiket masuk seharga Rp2.500,00 per orang. Mursidah banget! Karena anakku masih piyik maka tidak dihitung sehingga aku berdua suamiku membayar tiket masuk Rp5.000,00.

Di jendela tempat penjualan tiket aku membaca pengumuman "Area Wajib Mengenakan Masker dan Pengecekan Suhu Tubuh". Nyatanya, tidak ada petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh dan beberapa orang yang berlalu lalang di sana tidak mengenakan masker. Kraaaay~

Pondok Halimun Sukabumi
Gerbang Utama Pondok Halimun, Sukabumi

Hal pertama yang aku pastikan saat masuk ke dalam tempat wisata Pondok Halimun adalah, "Rame nggak, nih?" Haha. Alhamdulillah, saat itu pengunjung belum terlalu ramai meskipun gazebo-gazebo yang tersedia di sana sudah penuh terisi oleh pengunjung yang datang lebih pagi.

Salah satu alasan aku pergi ke Pondok Halimun adalah untuk mengajak anakku bermain air di sungai yang terdapat di sana. Aku yakin sekali dia akan senang dan keyakinanku ini benar adanya. Melihat air sungai yang mengalir di antara bebatuan, anakku berteriak-teriak, "Main ungai... Main ungai...".

Pemandangan di Pondok Halimun terlihat alami dan asri dimana ada sungai yang mengalir dan dikelilingi oleh pepohonan hutan yang hijau. Di satu sisi terlihat sederet gubuk-gubuk dari kayu yang isinya penjual makanan. Di sisi lain, teman-teman akan menemukan beberapa spot yang diisi dengan aneka permainan anak. Ada perosotan, ayunan dan mainan-mainan seperti yang ada di taman kanak-kanak.

Pondok halimun sukabumi
So refreshing!

Anakku yang tidak berhenti mengatakan main ungai-main ungai itu sepertinya sudah tidak sabar lagi untuk main air. Akhirnya kami memilih lapak untuk duduk dan menaruh barang-barang kami di dekat sungai yang letaknya agak paling ujung supaya bisa berjauhan dengan pengunjung lain. Kami menyewa tikar seharga Rp20.000,00 untuk sepuasnya, tikar ini dijajakan oleh para pedagang yang berdagang di gubuk-gubuk yang sebelumnya telah aku sebutkan.

Sebelum main air, kami menyantap bekal terlebih dahulu. Supaya anakku energinya kembali terisi dan tidak masuk angin karena sudah pasti air sungainya akan dingin sekali.

Pondok halimun sukabumi
Forever travel mate ❤


Akhirnya saat yang dinantikan anakku tiba, setelah makannya cukup banyak, aku mengganti bajunya dengan baju kaos dan celana pendek supaya lebih santai. Ia dan suamiku kemudian turun ke sungai dan bermain di sana.

Nggak usah ditanya lah ya bagaimana senangnya anak-anak jika diajak main air. Biarpun airnya dingin, ia betah dan tidak mau disuruh berhenti. Haha. Aliran sungai saat itu tidak terlalu deras namun tidak juga terlalu pelan. Meskipun demikian, anak-anak wajib dalam pengawasan orang tua saat bermain di sungai.

Pondok halimun sukabumi
His face shows happiness

Aku menghabiskan waktuku untuk memfoto dan merekam kegiatan anakku dan suamiku di sungai. Aku sendiri enggan untuk membasahi diri karena tidak membawa baju ganti. Selain itu, rempong dan takut juga lah pasti ganti baju di tempat umum! Suamiku sendiri menggulung celana panjangnya sehingga tidak basah terkena air sungai.

Aku menunggu mereka asyik bermain air di sungai dengan mengambil beberapa foto pemandangan di Pondok Halimun, tidak lupa juga untuk berswafoto di pinggir sungai. Hehe.

Pondok halimun sukabumi
Akhirnya punya foto selfie lagi

Setelah selesai bermain air, aku kembali mengganti pakaian anakku dan duduk-duduk santai lagi di tikar yang sudah kami sewa tadi. Tiba-tiba, hujan turun! Mulanya rintik-rintik lalu berubah menjadi deras seketika. Aku dan suamiku pun bergegas untuk mencari area teduh.

Ternyata, ibu yang menyewakan tikar pada kami menjemput kami dan mengajaknya untuk duduk di gubuk tempat ia berjualan. Kekhawatiran kembali datang, bagaimana kalau di sana ramai? Pasti semua orang ingin berteduh juga.

Pondok halimun sukabumi
Berteduh di kala hujan

Alhamdulillah, di tempat kami duduk dan berteduh tidak ada orang lain selain aku, suami, anakku dan ibu serta seorang anak perempuan yang menjaga dagangan ibunya.

Mereka menjual makanan ringan seperti gorengan dan mie kemasan dalam cup, juga berbagai minuman seperti kopi dan teh hangat. Sembari menunggu hujan reda, aku beserta suami dan anakku menyantap beberapa buah gorengan seharga Rp1.000,00 per buah.

Setelah hujan reda, tampak pengunjung yang datang ke Pondok Halimun semakin ramai dan tempat tersebut semakin padat. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.

Rekomendasi

Pondok Halimun adalah salah satu tempat wisata berbasis wisata alam yang patut untuk teman-teman kunjungi jika berkunjung ke Sukabumi. Pemandangan alamnya yang asri disertai dengan sungai yang menghiasi sepanjang Pondok Halimun membuat teman-teman bisa lebih rileks setelah menghirup segarnya udara pegunungan.

Jika teman-teman ingin berwisata ke sini, sebaiknya menyiapkan bekal sendiri dari rumah serta membawa alas duduk atau tikar milik sendiri supaya lebih hemat. Di sana, teman-teman juga bisa memilih tempat piknik di gazebo yang memiliki atap jika tidak ingin duduk di bawah atap langit langsung.

Di saat pandemi seperti ini tentunya teman-teman wajib mengenakan masker ya. Jangan lupa untuk menjaga jarak dan selalu membersihkan tangan. Sepulangnya dari Pondok Halimun, jangan malas untuk bersih-bersih diri sebelum melakukan aktivitas lain 😉

Begitulah pengalamanku berwisata ke Pondok Halimun, Sukabumi. Semoga informasinya bermanfaat bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke sini.

Terima kasih.

Sukabumi, 19 November 2020

Rabu, 18 November 2020

Pantulan Warna Zona 3 : Cerdas Emosi dan Spiritual

November 18, 2020 0 Comments

Selama 10 hari mulai dari akhir bulan Oktober hingga minggu ke-2 bulan November kemarin aku menyelesaikan tantangan kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional Batch 6 mengenai melatih kecerdasan emosi dan spiritual.

10 hari berturut-turut aku merancang proyek kecil-kecilan bersama anakku untuk melatih dirinya mengenal emosi dan mengenalkan Allah swt sebagai Tuhan dari manusia dan alam semesta.

10 hari rasanya memang sangat sebentar untuk membuatnya paham akan dua konsep tersebut. Pembelajaran mengenai cerdas emosi dan spiritual ini akan terus berlangsung hingga anakku dewasa nanti. Jadi, proyek ini sebenarnya tidak terhenti begitu saja setelah aku menyelesaikan tantangan zona ke-3 ini.

Meskipun hanya 10 hari mendokumentasikan kegiatan kami mengenal emosi dan mengenal Allah, rasanya senang sekali saat melihat respon Dipta yang gembira saat diajak untuk bermain sambil belajar.

Kemajuan demi kemajuan juga ia tunjukkan seperti bisa menyanyikan huruf hijaiyah sedikit-sedikit, bisa ikut berdo'a sebelum makan dan bersholawat sebelum tidur.

Minggu lalu, suamiku mengajak aku dan anakku untuk dine in di sebuah rumah makan Korea halal yang terletak di kota Sukabumi. Beliau ingin menyenangkan aku dan anakku yang sehari-hari berkutat dengan kegiatan di dalam rumah.

Sekalian saja aku memberikan apresiasi pada anakku atas kerjasamanya denganku dan suamiku selama ini. Untuk menyenangkan hatinya, aku memesan makanan yang enak-enak untuk dirinya.


Kami pergi ke Seoul Little yang terletak di Jl. Ahmad Yani, kecamatan Cikole, kota Sukabumi. Tempat makannya tidak terlalu besar, saat berkunjung kesana pengunjung pun tidak terlalu ramai sehingga kami dengan mudah bisa menjaga jarak dengan pengunjung lain yang juga makan di tempat.

Tepat setelah kami masuk ke dalam Seoul Little, petugas memeriksa suhu tubuh kami, kami pun dianjurkan untuk selalu menggunakan masker kecuali saat makan.

Kami memilih tempat duduk di lantai atas yang hanya berisi sekelompok pengunjung (3 orang) yang makan di satu meja bersama.

Selanjutnya, menu makanan yang kami pilih adalah beef bokkeumbab, bulgogi dan tteoppoki special. Minuman yang kami pesan adalah orange squash dan air mineral dingin untuk anakku. Sebenarnya agak gambling juga mengajak anakku ke rumah makan Korea sebab ini adalah kali pertamanya makan makanan Korea.

Setelah makanan datang, anakku menyantap beef bokkeumbab-nya dengan sangat lahap. Sangat di luar ekspektasiku. Haha. Senang sekali melihatnya makan malam hari itu. Dengan cepat ia menghabiskan makanan yang ada di piringnya bahkan nambah-nambah.

Wah! Ce-es ni sama Mama makan makanan Korea ya, Nak! Haha.

Niatnya malam itu kami pergi makan di luar rumah untuk mengapresiasi dirinya tapi rasanya seperti aku yang diapresiasi oleh dirinya dengan melihatnya senang sekali malam itu.

Love you both, Papa and Dipta ❤

Senin, 09 November 2020

Best Deals E-Ticket Jalan-Jalan yang Wajib Dibawa Pulang di Blibli Histeria

November 09, 2020 14 Comments
Blibli Histeria

Kesibukan sehari-hari sering kali menyita seluruh waktu kita. Tanpa terasa, tubuh dan pikiran terasa tidak segar lagi sehingga aktivitas sehari-hari pun jadi terhambat. Ide-ide kreatif yang seharusnya muncul saat bekerja atau menjalankan kegiatan lainnya tidak akan didapat jika terlalu lelah. Karena itu, berlibur sesekali diperlukan. Caranya bisa beragam, tergantung dari selera tiap orang. Bisa berlibur ke pantai, pegunungan, ke taman hiburan, museum, wisata kuliner menjelajahi makanan tradisional di daerah tertentu, wisata belanja dan lain-lain. Masih belum yakin mau menghabiskan liburan dengan kegiatan apa? 5 rekomendasi E-ticket jalan-jalan di bawah ini mungkin akan memberi inspirasi. Yuk, disimak!

1. Sababay Winery Tour Bali E-ticket

Blibli Histeria
Sababay Winery, Bali
(visitindonesia.com)

Berencana liburan ke Bali? Cobalah melakukan pengalaman melakukan kegiatan baru selain ke pantai dan melakukan olahraga air. Salah satunya adalah dengan mengunjungi Sababay Winery yang terletak di Gianyar, Bali. Sababay Winery menyediakan paket tour untuk dewasa berusia 21 tahun ke atas. Bagi yang suka wine khususnya, tur ini akan menjadi pengalaman unik yang jarang ditemukan di Indonesia. Dengan e-ticket ini, tamu bisa menikmati wine terlezat di Indonesia yang telah mendapat banyak penghargaan. Saksikan langsung proses pembuatan wine dan cicipi 3 jenis wine serta camilan lokal khas Bali.

2. Dunia Fantasi Tiket Masuk (1 Tempat 3 Tempat Rekreasi) Weekend

Blibli Histeria
Dunia Fantasi, Jakarta
(blibli.com)

Bagi yang menghabiskan liburan di ibu kota, mengunjungi Dufan alias Dunia Fantasi memang tidak pernah membosankan. Dufan yang merupakan theme park pertama sekaligus terbesar di Indonesia ini hadir dengan wahana permainan yang menggunakan teknologi tinggi. Dufan juga merupakan kawasan edutainment fisika paling besar di Indonesia. Di dalamnya terdapat 9 kawasan, yaitu Indonesia, Jakarta, Asia, Yunani, Amerika, Eropa, Hikayat, Kawasan Dunia Kartun dan Kereta Misteri.

3. Open Trip Pulau Pari 1 Day

Blibli Histeria
Pulau Pari, Jakarta
(beautynesia.com)

Mau berlibur ke Pulau Pari yang dekat dengan Jakarta? Cobalah liburan 1 hari di Pulau Pari. Peserta Open Trip Pulau Pari 1 Day akan bertemu di pelabuhan Muara Angke, kemudian menyebrang dengan kapal feri ke Pulau Pari. Fasilitas yang akan didapat pelanggan di paket ini adalah tiket PP naik kapal feri, asuransi penyebrangan, home stay dengan fasilitas AC, makan 3 kali, BBQ 1 kali, alat snorkeling beserta kapal dan instrukturnya, kamera di dalam laut, sepeda, dan pemandu wisata selama perjalanan. Rasakan berwisata di pulau yang terbebas dari suasana kota metropolitan untuk menyegarkan pikiran.

4. Toya Devasya Hot Spring Bali

Blibli Histeria
Toya Devasya Hot Spring, Bali
(toyadevasya.com)

Salah satu cara ampuh untuk relaksasi dan melepas lelah adalah dengan menghabiskan hari di hot spring atau pemandian air panas. Nikmati waktu bersantai di "Toya Devasya Hot Spring" yang berlokasi di Batur Tengah, Bali. Di sini para tamu bisa menikmati fasilitas kolam air panas alami yang memiliki khasiat penyembuhan dan relaksasi alami. Di dekatnya juga terdapat Danau Batur yang indah untuk melengkapi nikmatnya bersantai di Pulau Dewata.


5. Wisata Pulau Seribu 3 Island 1 Day

Blibli Histeria
Kepulauan Seribu, Jakarta
(blibli.com)

Satu lagi wisata pulau yang terkenal bagi penduduk ibu kota adalah Pulau Seribu. Di paket wisata Pulau Seribu 3 Island 1 Day ini, pelanggan bisa mengunjungi 3 pulau dalam satu hari. Ketiga pulau tersebut adalah Pulau Onrust, Pulau Kelor dan Pulau Cipir. Ketiganya memiliki pesona yang berbeda yang sama-sama indah dan sayang untuk dilewatkan!


Dapatkan e-ticket jalan-jalan di atas dengan harga miring hanya di Blibli Histeria. Jangan sampai terlewat, Blibli Histeria diadakan mulai tanggal 9 sampai 13 November 2020.

Sekian. Sampai jumpa di tulisanku berikutnya!

Sukabumi, 9 November 2020

Disapih, Welcome to the New Normal, Kid!

November 09, 2020 0 Comments
Pengalaman menyapih anak pertama

Alhamdulillah, tanggal 30 Oktober kemarin Dipta bertambah usia menjadi 2 tahun. Selama 2 tahun ini pula aku mengalami banyak perjalanan sebagai orang tua baru. Angka yang masih sedikit memang, namun rasanya luar biasa sekali bisa mendampingi seorang bocah yang tadinya hanya bisa goler-goler dan digendong kesana kemari hingga saat ini sudah bisa berlarian dan melompat-lompat.

Setelah menjadi ibu, banyak sekali pengalaman yang baru pertama kali aku rasakan. Hamil, drama trimester pertama, proses melahirkan, menyusui dan membesarkan hingga membersamai anak. What an amazing journey!


Dalam tulisan kali ini, topik yang akan aku highlight adalah tentang perjalanan menyusui selama 2 tahun hingga akhirnya menyapih anakku dengan tega cinta. Haha.

Selama 9 bulan mengandung, aku mempersiapkan diri agar bisa lancar menyusui dengan mengikuti saran dari senior-senior alias kakak iparku. Mereka mengingatkanku agar rutin membersihkan dan memijat PD supaya setelah melahirkan ASI bisa langsung keluar dan tidak tersumbat.

Hasilnya memang benar terlihat setelah aku melahirkan. Beberapa jam setelah Dipta lahir dan efek obat bius sesar hilang, PD-ku terasa sangat kencang hingga tubuhku demam dan menggigil. Setelah memompa ASI sesuai anjuran perawat, ASI-ku langsung keluar hingga botol-botol ASIP yang dibawa ke rumah sakit dari rumah tidak cukup menampung hasil pumping.

Alhamdulillah, senang sekali karena bisa langsung memberikan ASI pada anakku tercinta tanpa drama mengASIhi di awal-awal kehidupan menjadi ibu.

MengASIhi Journey

Sebagai ibu sekaligus sebagai muslimah, tentu saja aku ingin ingin sekali mengikuti anjuran menyusui sebagaimana yang tertulis dalam ayat Al-Qur'an, salah satunya :

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan,"
-Q.S. Al-Baqarah : 233

Perjalanan menyusui selama 2 tahun ternyata tidak semudah apa yang aku bayangkan sebelumnya. Tidak pernah terbayang bahwa aku akan mengalami slepless night selama berbulan-bulan, badan pegal linu karena harus menyusui dengan posisi tidur miring di malam hari dan sakit leher karena salah posisi tidur.

Belum lagi aku harus mengonsumsi makanan-makanan yang senantiasa sehat dan bergizi demi memenuhi asupan gizi anakku. Agar ia tumbuh sehat dengan sebagaimana mestinya karena selama 6 bulan pertama hidupnya hanya tergantung dari ASI yang aku berikan.

Sampai ada masa dimana aku harus memberikan tambahan susu formula kepada anakku atas anjuran dokter. Ternyata, membagi ASI dengan sufor juga bukan suatu pekerjaan mudah bagiku dan anakku. Ia yang terbiasa menyusu langsung dari pabriknya sulit sekali berpaling ke sufor dan aku harus tetap kekeuh membiasakannya minum sufor demi kebaikannya.


Meskipun perjalanan mengASIhi ini tidak mudah dan tidak sebentar, aku tidak pernah menyesal dan selalu mensyukuri nikmat Allah swt yang luar biasa ini. Dimana aku berkesempatan untuk memberikan ASI bagi anakku di 2 tahun awal kehidupannya.

Waktunya Menyapih

Saat usia Dipta menginjak 20 bulan, aku dan suamiku memulai langkah sounding bahwa saat ia berumur 2 tahun, sudah tidak ada mimik (ia menyebutnya dengan bibik) lagi.

Namun, semakin di-sounding anaknya semakin posesif. Sampai saat ia 21-22 bulan, nafsu makannya yang tadinya sudah bagus kembali menurun karena keposesifannya pada bibik. Bangun tidur harus bibik, lalu sarapan hanya dimakan sedikit dan minta bibik lagi. Begitu terus hingga makan malam. Diberikan sufor pun sering tidak habis karena maunya bibik.

Sebagai orang tua, tentu aku dan suamiku lama-lama gerah dengan sikap anakku yang ogah-ogahan makannya (again and again). Sudah nggak ada drama tumbuh gigi, nggak sakit dan sehat semua tapi tetap susah makan?! Padahal di usianya yang hampir 2 tahun tentu saja ASI tidak akan cukup untuk memenuhi gizinya.

Akhirnya kami mengambil sikap untuk memberikan jatah ASI hanya sebelum tidur siang dan saat hendak tidur malam. Mulanya, tentu saja Dipta menangis saat keinginannya untuk bibik tidak dipenuhi. Namun itu hanya berlangsung beberapa hari dan alhamdulillah tanpa drama yang aneh-aneh.

Ia mulai menurut saat harus minum susu saat waktu minum susu dan makan pada waktunya makan. Beberapa kali setelah mandi pagi ia masih mencari bibik-nya, namun sudah tidak apa-apa ketika tidak diberikan.

Ternyata, setelah di jatah demikian nafsu makan anakku mulai membaik dan ia pun mampu menghabiskan susu formula hingga 200 ml dalam sekali minum.

Pada tanggal 1 Oktober yang lalu, aku mencoba untuk mengurangi lagi pemberian ASI menjadi sekali sehari saja yaitu sebelum tidur malam. Siang harinya, aku menjelaskan kalau siang ini tidurnya tidak bibik tapi dipeluk dan dipuk-puk Mama.

Ya nangis dong langsung! Ngambek tidak mau masuk kamar. Tapi, aku mencoba konsisten dan stay cool mendengar tangisan serta bujuk rayunya tersebut. Tidak lama berselang, ia masuk kamar dan minta dipeluk lalu karena sudah mengantuk ia pun berhasil tidur tanpa bibik.

Keberhasilan di siang hari kembali aku coba di malam harinya, lagi-lagi awalnya ia menangis tapi berhasil ditenangkan dengan berbaring di atas perutku dan tidur sambil dipuk-puk.

Keberhasilan hari pertama aku lanjutkan hingga hari kedua, tiga dan seterusnya hingga sekarang. Sehingga, Dipta sudah resmi disapih sejak 1 Oktober yang lalu atau saat usianya 23 bulan.

Menurutku, kunci keberhasilan dalam menyapih anak berdasarkan pengalamanku adalah :
1. Niat dan tekad orang tua untuk menyapih anak dengan ikhlas.

2. Konsisten dalam memberikan pengertian pada anak bahwa masa ia menyusui sudah selesai demi kebaikan dirinya.

3. Tetap memberikan rasa nyaman dan mendampingi anak saat anak mulai disapih dan mencari kenyamanan baru sebagai pengganti menyusu.

4. Tidak mudah marah saat anak menangis bahkan tantrum ketika meminta mimik saat masa penyapihan. Stay calm and keep carry on 😌

Welcome to the New Normal, Kid!

Perubahan yang aku rasakan setelah menyapih anakku ternyata berefek pada kehidupan aku dan anakku.

Untuk diriku sendiri, setelah selesai masa menyusui aku bisa kembali merasakan kenikmatan tidur malam tanpa harus terbangun untuk menyusui setiap 2-3 jam. Badanku menjadi lebih segar dan fresh setelah mendapatkan istirahat yang cukup.

Aku juga tidak khawatir lagi anakku akan susah makan dan minum susu karena seharian kerjaannya hanya minta bibik. Selain kondisi fisik yang membaik, kondisi psikologisku juga semakin baik. Alhamdulillah.

Bagi anakku, ini adalah sebuah kondisi normal baru. Ia hidup sebagai individu yang sekarang benar-benar mandiri tanpa tergantung ASI dariku. Ada beberapa perubahan yang terjadi pada Dipta setelah disapih.

Pertama, tidur malamnya menjadi sangat nyenyak bahkan jadi sering bangun siang. Kedua, setelah bangun tidur ia akan langsung minta makan sarapan atau minum susu formula. Ketiga, makan dan minum susunya hampir selalu habis dan jumlah yang dihabiskan meningkat cukup drastis dari sebelum disapih.

Tentu saja ketiga hal tersebut merupakan berita baik, ya. Namun, ada juga nih perubahan yang membuatku harus memutar otak agar tidak menjadi kebiasaan buruk. Setelah disapih, anakku jadi sering tidur larut malam. Huhu.

Mungkin karena selama ini sebelum tidur ia merasa nyaman dengan menyusu, tapi karena sudah disapih ia menjadi kebingungan dan sibuk mencari-cari posisi yang membuatnya nyaman untuk tidur.

Sudah sebulan setelah disapih, jam tidurnya belum kembali normal. Biasanya jam 9 ia sudah bisa tidur dengan pulas, sekarang bisa jam 10 atau 11 malam baru tidur. Aww! Lumayan melelahkan juga membersamai anak hingga jam tersebut.

Semoga ia bisa cepat beradaptasi dan kembali ke pola tidur sebelum disapih. Tentunya tidak baik juga kan ya kalau anak tidur terlalu larut malam?

Sekian dulu ceritaku menyapih anakku yang saat ini sudah berusia 2 tahun. Aku senang sekali bisa melewati masa-masa menyusui ini dengan minim drama dan selalu diberikan kemudahan oleh Allah swt selama perjalanan menyusui. Lagi-lagi I must say alhamdulillah.

Semoga bermanfaat ya. See ya!

Sukabumi, 9 November 2020

Sabtu, 07 November 2020

Cerdas Emosi dan Spiritual, Tantangan Hari Ke-10

November 07, 2020 0 Comments
Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Waw! Hari ini sudah memasuki hari ke-10 di tantangan zona ke-3 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional batch 6. Kalau teman-teman membaca tulisan sebelum ini, tema yang diangkat adalah tentang melatih kecerdasan emosional dan spiritual.

Jika kemarin kita sudah membahas materi mengenai hal-hal yang dapat melatih kecerdasan spiritual, kali ini aku akan menuliskan resume materi yang sudah diberikan tentang hal-hal yang dapat menghalangi kita memperoleh kecerdasan spiritual tersebut.

Prasangka

Memiliki prasangka-prasangka buruk dapat menimbulkan penyakit hati yang membelenggu kita dari kecerdasan spiritual.

Prinsip dan Sudut Pandang Hidup

Hak kedua yang dapat menjadi belenggu dalam mencapai kecerdasan spiritual adalah adanya prinsip yang melawan hati nurani manusia. Misalnya percaya bahwa tidak ada persahabatan yang abadi, yang abadi adalah kepentingan masing-masing pihak.

Pengalaman Hidup

Apa yang sudah terjadi pada seseorang dalam hidupnya dapat mempengaruhi pola pikirnya terhadap lingkungan.

Kepentingan dan Prioritas

Terjebak dalam kepentingan yang salah akan membuat seseorang keliru dalam menentukan atau membuat skala prioritas dalam hidupnya.

Literatur

Apa yang dibaca oleh seseorang juga dapat mempengaruhi pola pikirnya. Sehingga, jika suatu bahan bacaan tidak dicerna dan ditelaah dengan baik, itu dapat menjadi pencetus terbentuknya belenggu dari kecerdasan spiritual.

Sehingga cara untuk mengasah kemampuan dan kecerdasan spiritual yang ada di dalam diri kita adalah dengan berusaha membebaskan diri dari belenggu yang menghalangi kita memperoleh hal tersebut.

Membebaskan diri dari belenggu-belenggu akan membuat kita lahir sebagai individu yang merdeka dan berhati bersih sehingga siap untuk menerima sifat keTuhanan.

Luar biasa ya materinya!

Sskarang, aku akan langsung mulai menuliskan jurnal hari ke-10 di tantangan zona ke-3 ini.

Cerdas Emosi dan Spiritual - Tantangan Hari Ke-10

Zona 3 Bunda Sayang IIP

Judul Project

Belajar Mengenal Konsep Allah Tuhanku

Rencana

Melibatkan Allah SWT dalam setiap aktivitas yang dilakukan bersama dengan anak dengan tujuan anak mengenal konsep ketuhanan sejak dini. Aktivitas yang dilakukan misalnya berdo'a sebelum melakukan suatu kegiatan, beribadah dan mengenal huruf hijaiyah melalui lagu dan buku.

Aktual/Kendala

Saat ini aku sedang membiasakan anakku untuk berdo'a sebelum dan setelah melakukan suatu kegiatan, salah satunya adalah makan.

Biasanya aku membacakannya do'a sebelum dan setelah makan, anakku hanya mendengarkan saja. Tapi, hari ini aku mulai mencoba untuk mengajaknya berdo'a bersama-sama karena ia sudah mulai bisa menirukan ucapan orang lain.

Awalnya ia menolak saat diminta untuk mengulang melafalkan do'a sebelum makan, setelah dicoba beberapa kali akhirnya ia mau mencoba mengucapkan do'a sebelum makan. Namun, tampaknya do'a ini masih terlalu panjang untuknya jadi di tengah-tengah ia memintaku untuk mengucapkan sisa do'anya. Hehe.


Refleksi

Membiasakan anak untuk berdo'a setiap sebelum dan setelah melakukan suatu kegiatan akan membawa dampak baik ke depannya. Ia akan senantiasa ingat dan melibatkan Tuhannya dalam apa yang ia lakukan sehari-hari.

Aku mulai membiasakan anakku untuk berdo'a minimal membaca basmallah sebelum melakukan suatu aktivitas dan membaca hamdallah setelah selesai berkegiatan. Aku harap ke depannya anakku akan selalu membawa kebiasaan baik ini dalam hidupnya.

% Antusiasme dan Pemenuhan Rencana

85% 🤩🤩🤩

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi