Jumat, 04 Desember 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-9

Desember 04, 2020 0 Comments

   


Hari ini adalah hari ke-9 menuliskan jurnal tantangan 15 hari dari zona keempat di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Pada tulisan kali ini, aku ingin kembali merangkum materi yang baru diberikan oleh Kakawi dua hari lalu mengenai Manfaat Berpikir Kritis.

Dengan membiasakan dan melatih anak untuk berpikir kritis sejak dini, manfaat yang akan didapatkan di kemudian hari adalah sebagai berikut :

1. Membiasakan keterbukaan pada berbagai informasi pada anak.
2. Berpikir kritis adalah salah satu keterampilan di abad ke-21.
3. Anak terbiasa melakukan kegiatan yang ia tahu apa tujuan dan manfaat dari aktivitas tersebut.
4. Membiasakan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri terlebih dahulu sebelum meminta bantuan pada orang lain.
5. Memantik rasa ingin tahu anak.

Yuk, kita semangat untuk menanamkan dan membiasakan anak dalam berpikir kritis!

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-9



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Shape School (Open-ended Play)

Proses Kreativitas :

Betah sekali bermain bentuk

Hari ini, Dipta bermain menggunakan mainan bentuk (nggak tau namanya apa itu mainan). Mainan ini sebenarnya dimainkan seperti puzzle dimana kita harus memasukkan lubang yang ada pada bentuk ke dalam kayu yang sudah disusun sesuai dengan bentuknya masing-masing.

Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, aku membiarkan Dipta bermain open-ended play dimana tidak ada aturan main yang harus dilakukan dan anak dapat bermain bebas sesuai dengan kreativitas serta imajinasinya.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Penasaran ingin mengulik mainan bentuk-bentuknya dengan menjadikannya kereta-keretaan atau disusun menjadi menara dengan menumpuknya hingga tinggi.
- Penasaran apakah mainan tersebut dapat berfungsi menjadi benda lain sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

CI (Creative Imagination)
- Memikirkan dan membayangkan bagaimana caranya mainan bentuk-bentuknya tersebut dapat dijadikan berbagai macam benda yang ia bayangkan.

AD (Art of Discovery)
- Menemukan bahwa mainan bentuknya dapat dibuat menjadi kereta, menara ataupun bentuk lain sesuai dengan imajinasinya.

NA (Noble of Attitude)
- Tidak melempar-lempar mainan bentuknya.
- Memintaku untuk ikut bermain bersamanya dengan cara yang baik-baik.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Konsentrasinya panjang sekali ketika mengutak-atik mainan bentuk-bentuknya tersebut. Ia menggunakan imajinasinya untuk membentuk kereta, mobil atau menara dari mainan bentuk tersebut.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike9
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Kamis, 03 Desember 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-8

Desember 03, 2020 0 Comments

  

Hari ini adalah hari ke-8 menuliskan jurnal tantangan 15 hari dari zona keempat di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Pada tulisan kali ini, aku ingin kembali merangkum materi yang baru diberikan oleh Kakawi dua hari lalu mengenai Berpikir Kritis.

Albert Einstein pernah mengatakan kalimat yang menurutku sangat bagus dan ngena,
Curiosity is the forerunner of discovery
Adanya rasa penasaran ini akan membuat anak berpikir, berpikir dengan jalannya masing-masing dan apabila anak dapat berpikir kritis dan melihat sesuatu melalui sudut pandang yang tidak biasa, bisa jadi mereka melakukan penemuan dari buah pemikiran mereka.
 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berpikir adalah menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu atau menimbang-nimbang dalam ingatan.

Sedangkan berpikir kritis adalah suatu bentuk cara berpikir tentang sebuah subjek, isi atau permasalahan dimana pemikir berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuannya dalam memutuskan sebuah struktur baru yang memunculkan ide baru tentang apa yang dipikirkan (Paul & Elder, 2002).

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-8



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Pompom Transfering

Proses Kreativitas :


Tadi malam, Dipta memasukkan semua mainannya ke dalam ember. Pagi ini, aku mengajaknya untuk membereskan kembali mainannya ke tempatnya semula, termasuk pompom miliknya. Aku mencoba memintanya untuk memindahkan pompom dari dalam ember ke wadah lain menggunakan sendok. Ternyata ia menikmati aktivitas tersebut.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Penasaran ingin menyelesaikan misi memindahkan pompom dari dalam ember ke dalam wadah tempat pompom yang sebenarnya.
- Memilih menggunakan sendok untuk memindahkan pompom dibandingkan dengan mengambil langsung dengan tangan.

CI (Creative Imagination)
- Memikirkan dan membayangkan bagaimana caamya pompom dari dalam ember bisa dipindahkan ke wadah lain.
- Secara tidak langsung membayangkan perbedaan ukuran yaitu besar (ember) dan kecil (wadah pompom).

AD (Art of Discovery)
- Menemukan bahwa sendok bisa digunakan untuk memindahkan benda-benda selain makanan.
- Mengamati dan mencoba bahwa benda yang lebih besar-besar tidak dapat dipindahkan menggunakan sendok (misal truk mainannya).

NA (Noble of Attitude)
- Menggunakan sendok dengan baik dan benar.
- Tidak melempar-lempar barang.
- Meletakkan kembali wadah pompom ke rak mainan setelah semua pompom dipindahkan dari dalam ember.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Tanpa dipaksa ia mau melakukan kegiatan pompom transfering yang sebenarnya bertujuan untuk membereskan pompomnya ke tempat semula. Hehe.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike8
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Rabu, 02 Desember 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-7

Desember 02, 2020 0 Comments

 


Hari ini adalah hari ke-7 menuliskan jurnal tantangan 15 hari dari zona keempat di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Tidak terasa sudah setengah perjalanan untuk menuntaskan misi di zona keempat ini.

Sebagai orang tua yang sedang menghadapi anak usia 2 tahun, dimana terkenal dengan sebutan terrible two, saat ini aku merasa tertantang untuk bisa terus membersamai anakku dalam fase otonominya yang sedang luar biasa ini.

Butuh pikiran yang jernih serta merendahkan ekspektasi serendah mungkin saat mengajaknya bermain dan bereksplorasi. Aku juga masih sangat harus belajar untuk melihat apa yang sedang ia lakukan dari kacamatanya, bukan sebagai diriku orang tuanya.

Meskipun terkadang harapanku tidak sesuai dengan apa yang terjadi, namun sering juga aku menemukan anakku bisa melakukan hal-hal yang justru diluar dugaanku. Semoga aku bisa terus membersamainya di periode emasnya ini.

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-7



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Menata Sayuran

Proses Kreativitas :


Pagi ini, Dipta berinisiatif mengerjakan food preparation atau kegiatan menyusun dan menata sayuran ke dalam wadah sebelum dimasukkan dan disimpan ke dalam kulkas. Adapaun kegiatan ini ia lakukan berdasarkan inisiatifnya sendiri setelah menemani aku membeli sayur di depan rumah.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Penasaran ingin menata sayuran di dalam wadah sama seperti yang biasa aku lakukan.
- Meningkatkan rasa keingintahuannya terhadap nama-nama sayuran yang ia susun.

CI (Creative Imagination)
- Memikirkan dan membayangkan bagaimana tata letak sayuran-sayuran tersebut sehingga bisa masuk semua ke dalam wadah.
- Secara tidak langsung membayangkan bentuk dan bangun ruang.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati bentuk-bentuk sayuran tersebut, menyebutkan masing-masing nama sayurannya.
- Menemukan bagaimana posisi sayuran yang tepat agar bisa muat diletakkan di dalam wadah.

NA (Noble of Attitude)
- Meletakkan sayuran pada wadahnya dengan baik dan benar serta tidak melempar-lemparnya.
- Membuka kulkas dengan hati-hati dan memasukkan sayuran yang telah ditata ke dalam kulkas dengan baik. 

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Ia dengan gembira mengulangi kegiatan memasukkan, menata sayuran ke dalam wadah kemudian mengeluarkannya kembali. Kegiatan ini bagus untuk latihan kemandirian atau EPL.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike7
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Selasa, 01 Desember 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-6

Desember 01, 2020 0 Comments

Hari ini adalah hari ke-6 menuliskan jurnal tantangan 15 hari dari zona keempat di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Kali ini, materi yang akan aku rangkum dari apa yang telah disampaikan oleh Kakawi kami di awal sebelum tantangan di mulai adalah tentang cara berpikir kreatif.

Ada tiga cara yang dapat orang tua lakukan pada saat mendampingi anak-anak agar mereka dapat berpikir kreatif,

Pertama adalah dengan mengubah fokus dan menggeser sudut pandang kita. Ketika mendampingi anak-anak, kita butuh melihat mereka dari perspektif yang berbeda. Kita harus mencoba melihat sisi kreatif yang sedang anak-anak tunjukkan saat sedang berkegiatan.

Kedua, jangan membuat asumsi yang macam-macam. Kadang, ketika anak-anak melakukan suatu hal yang menurut kita tidak wajar atau tidak biasa, pikiran sudah melanglang buana kemana-mana. Sebaiknya, yang kita sebabagi orang tua lakukan adalah banyak bertanya untuk mengumpulkan jawaban dari pertanyaan mengapa yang ada di dalam benak kita.

Terakhir, membuka kotak pemikiran kita. Jangan membatasi kreativitas dan kegiatan anak hanya dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya. Ada baiknya kita mengikuti ide yang berasal dari pemikiran anak-anak.

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-6



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Mengenal Bentuk

Proses Kreativitas :

Semangat lompat ke dalam bentuk

Aku membuat beberapa bentuk seperti segitiga, kotak, oval, lingkaran dan persegi panjang di lantai menggunakan lakban. Kemudian, kami belajar mengenal bentuk-bentuk yang ada di lantai rumah.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Membuat anak penasaran akan ragam bentuk yang bervariasi.

CI (Creative Imagination)
- Memikirkan dan membayangkan benda-benda di rumah yang memiliki bentuk menyerupai bentuk yang ada di lantai.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati bentuk-bentuk tersebut, menyebutkan masing-masing nama bentuknya.

NA (Noble of Attitude)
- Bermain dengan mengucapkan bismillah sebelum memulai kegiatan dan mengakhirinya dengan alhamdulillah.
-  Bermain dengan tertib dan tidak melompat-lompat atau berlarian secara berlebihan sehingga membahayakan.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Selain mengenal bentuk, ia juga senang karena dapat belajar sambil bergerak aktif.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike6
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Senin, 30 November 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-5

November 30, 2020 0 Comments
Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Hari ini adalah hari ke-5 menuliskan jurnal tantangan 15 hari dari zona keempat di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Kali ini,materi yang akan aku rangkum dari apa yang telah disampaikan oleh Kakawi kami di awal sebelum tantangan di mulai adalah tentang tujuan belajar.

Menurut hasil pemikiran dari Ibu Septi dan Pak Dodik, founder Ibu Profesional, tujuan belajar anak terdiri dari 4 yaitu :

1. Intellectual Curiousity
Meningkatkan rasa ingin tahu pada anak. Oleh sebabnya, orang tua bertugas untuk mendampingi dan memfasilitasi anak untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan membiarkan anak untuk menelusuri keingintahuannya tersebut serta membantu mereka untuk memahami sesuaitu dengan lebih mudah.

2. Creative Imagination
Meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi anak. Sebagai orang tua, kita tidak bisa memaksakan kreativitas yang timbul dalam diri anak, namun kita dapat memfasilitasinya.

3. Art of Discovery and Intention
Mengasah seni atau cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan sesuatu. Salah satu caranya adalah dengan memberikan apresiasi atau pujian yang sesuai dengan apa yang anak lakukan serta dengan mendorong anak untuk membuat suatu karya yang dihasilkan oleh ide dan kreativitasnya sendiri.

4. Noble Attitude
Meningkatkan akhlak mulia seperti melibatkan Tuhan dalam setiap memulai dan mengakhiri aktivitas ataupun mengetahui adab-adab dalam melakukan suatu kegiatan.

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-5



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Membuat puding

Proses Kreativitas :

Menuang dan mengaduk puding

Melakukan salah satu kegiatan Exercise of Practical Life yaitu membuat puding. Mulai dari proses menuang puding yang masih serbuk, menuangkan air, mengaduk-aduk dan memasaknya di kompor. Setelahnya, menuang ke dalam cetakan dan menyimpannya di dalam kulkas.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Membuat anak ingin tahu langkah-langkah pembuatan puding.
- Membuat anak ingin melakukan kegiatan membuat puding seperti menuang puding dan air kemudian menggunakan peralatan memasak.

CI (Creative Imagination)
- Membayangkan proses perubahan puding yang berbentuk cairan berubah menjadi bentuk solid.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati perubahan bentuk puding yang awalnya cair menjadi padat setelah didiamkan beberapa saat.

NA (Noble of Attitude)
- Belajar mengambil dan mengembalikan kembali peralatan memasak yanh digunakan.
- Belajar menuang puding dan air secara hati-hati agar tidak tumpah dan masuk tepat ke dalam panci.
- Belajar mengaduk dengan pengaduk secara perlahan supaya tidak tumpah dan pusing dapat tercampur merata ke dalam air.
- Memerhatikan Mama yang sedang memasak puding dan mengerti kalau Dipta belum boleh ikut memasak.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Terutama pada saat mengaduk puding, ia melakukan kegiatan tersebut secara berulang-ulang.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike5
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Minggu, 29 November 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-4

November 29, 2020 0 Comments

Sudah memasuki hari ke-4 pembuatan jurnal tantangan mengenai Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional batch 6. Kali ini, sebagai pembuka aku akan menuliskan tentang materi ragam kecerdasan yang sebelumnya telah dibagikan.

Menurut Howard Gardner, ada 9 ragam kecerdasan pada manusia yang bisa dipelajari sejak dini. Kesembilan ragam kecerdasan tersebut adalah :

1. Intrapersonal
Mampu mengekspresikan perasaan diri sendiri dan percaya diri

2. Naturalis
Tertarik mempelajari alam dan seisinya

3. Moral
Memahami adab, cara berprilaku dan norma sosial

4. Bahasa
Kemampuan menyampaikan informasi melalui olah kata

5. Logika Matematika
Tertarik terhadap angka dan berpikir logis sebab-akibat

6. Visual dan Spasial
Mengenali objek, bentuk dan membaca denah

7. Kinestetik
Menikmati kegiatan gerak tubuh

8. Musikal
Peka terhadap nada dan irama

9. Interpersonal
Empati, memahami perasaan orang lain

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-4



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Menggunting Rambut

Proses Kreativitas :

Bunda Sayang Institut Ibu Profesional
Belajar menggunting rambut warna-warni

Menggunting gambar rambut yang ada di gambar orang-orangan yang sudah aku gambarkan di sebuah kertas.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Anak penasaran dengan bagaimana cara menggunakan gunting
- Anak penasaran untuk mencoba menggunting kertas.

CI (Creative Imagination)
- Membayangkan sedang menggunting rambut orang yang ada di dalam gambar.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati dan mengerti bahwa sebuah gunting dapat menggunting kertas dan membuatnya jadi potongan yang lebih kecil.

NA (Noble of Attitude)
- Menggunakan gunting dengan baik dan hati-hati.
- Belajar bahwa gunting dapat membayahakan sehingga harus diletakkan di tempat yang aman.
- Belajar menggunting hanya boleh dilakukan pada kertas yang sudah Mama sediakan, tidak boleh sembarangan menggunting barang-barang.

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Ia penasaran sekali bagaimana caranya agar dapat menggunting kertas dengan sempurna seperti Mama dan Papanya.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike4
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Sabtu, 28 November 2020

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas, Tantangan Hari Ke-3

November 28, 2020 0 Comments

Hari ini adalah hari ke-3 dari membuat jurnal tantangan zona ke-4 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional mengenai Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas pada anak. Sebelum menuliskan jurnal tantangan hari ini, aku ingin membagikan sedikit materi yang telah disampaikan oleh Kakawi di awal petualangan zona empat ini.

Materi yang ingin aku tuliskan adalah tentang hakikat belajar dan gaya belajar pada anak-anak.

Menurut Piaget,
Learning is an active personal process. Children have real understanding only of that which they invent themselves.
Hakikat belajar ini mengingatkan kita bahwa belajar untuk memahami sesuatu itu lebih baik jika si pembelajar aktif terlibat dalam kegiatan belajar.

Namun, perlu dipahami bahwa setiap anak itu unik dan memiliki gaya belajar mereka masing-masing. Ada tiga tipe gaya belajar pada anak-anak :

Visual
Ciri dari anak yang memiliki gaya belajar visual adalah belajar dari apa yang ia lihat, mengingat apa yang dilihat dan gemar membaca dengan tekun.

Cara memfasilitasi anak yang memiliki gaya belajar visual adalah menggunakan multimedia, menggunakan buku yang memiliki ilustrasi dan menggunakan materi visual.

Auditory
Ciri anak yang memiliki gaya belajar auditory adalah mudah menyerap dari apa yang ia dengar sebelumnya, senang membaca dengan suara lantang serta pembicara yang fasih.

Kinestetik
Ciri anak yang memiliki gaya belajar kinestetik adalah mempelajari sesuatu dengan bergerak dan menyentuh. Biasanya mereka difasilitasi dengan lebih banyak belajar praktek, belajar melalui media permainan yang melibatkan aktivitas fisik dan dengan bercerita.

Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas - Tantangan Hari Ke-3



Nama : Dipta

Aktivitas Hari Ini : Comb Painting

Proses Kreativitas :


Membuat lukisan dengan menggunakan sisir sebagai pengganti kuas.

Tujuan Belajar :

IC (Intelectual Curiosity)
- Anak penasaran dengan bagaimana proses melukis menggunakan sisir.
- Anak penasaran untuk mencoba bereksplorasi dengan sisir dan cat air.

CI (Creative Imagination)
- Bereksplorasi dengan sisir dan cat air serta kertas untuk membuat suatu hasil karya.

AD (Art of Discovery)
- Mengamati pola dan warna-warna yang terbentuk dari hasil goresan sisir serta cat air di atas kertas

NA (Noble of Attitude)
- Mengambil cat air dengan perlahan dan mengerjakan kegiatannya di atas alas kerja (kertas)
- Tidak mencoret-coret lingkungan sekitar menggunakan cat air (lantai, tembok, dan barang lainnya)
- Mengambil tissue secara mandiri dan mengelap jika ada cat air yang mengenai lantai atau benda-benda di sekitarnya

Refleksi :
Dipta sangat menikmati kegiatan ini. Ia mau mencoba untuk melukis dengan sisir walaupun kemudian ia memilih untuk bereksplorasi melukis menggunakan jari-jarinya.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike3
#tantangan15hari
#zona4gayabelajarstimulasikreativitas
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia