Kamis, 21 Januari 2021

Mengenal Reksadana Bersama Bibit x ITB Project

Januari 21, 2021 0 Comments

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat menginformasikan sebuah webinar yang membuatku langsung tertarik untuk mendaftar. Webinar ini bertajuk "Mulai Investasi di Masa Pandemi" dan diselenggarakan oleh ITB Project bersama dengan BIBIT, sebuah aplikasi investasi reksadana. Meskipun aku sendiri belum menggunakan reksadana sebagai instrumen investasi, tapi jujur saja aku tertarik untuk mempelajari seperti apa reksadana itu dan apa saja manfaatnya sebagai instrumen investasi jangka panjang.


Akhirnya bertiga dengan kawan-kawanku, Erryn dan Evita, kami mendaftar webinar yang diadakan via Zoom pada hari Jum'at, tanggal 15 Januari 2021 lalu pukul 19.00 - 21.00 WIB. Biaya pendaftaran cukup murah meriah yaitu sebesar Rp20.000,- karena kami bertiga daftar bersama sebagai grup.

Mengenal Investasi

Sumber : freepik

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai reksadana, aku akan sedikit menyinggung mengenai investasi. Secara umum, investasi merupakan penanaman modal atau dana yang dilakukan perusahaan maupun perseorangan untuk jangka waktu tertentu dan mengharapkan adanya keuntungan yang diperoleh di masa depan.

Sebelum memulai berinvestasi, seseorang hendaklah memiliki tujuan yang jelas untuk apa investasi tersebut dilakukan, memperhitungkan berapa modal yang akan dikeluarkan untuk berinvestasi dan memahami resiko dari instrumen investasi yang dipilih nantinya.

Berdasarkan waktunya, investasi terbagi menjadi investasi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Secara sederhana investasi jangka pendek adalah investasi yang dilakukan dalam kurun waktu sekitar satu tahun atau kurang, investasi jangka menengah adalah investasi yang dilakukan dalam kurun waktu satu hingga lima tahun dan investasi jangka panjang memiliki jangka waktu di atas lima tahun.

Tujuan utama dari investasi itu sendiri adalah melindungi nilai aset yang kita miliki dari inflasi yang nantinya dapat menyebabkan turunnya daya beli uang yang kita punya. Selain itu, investasi sendiri dapat memenuhi kebutuhan kita di masa yang akan mendatang.


Jujur, salah satu tujuanku berinvestasi adalah untuk menghindari sandwich generation dan tetap mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga setelah aku dan suami pensiun nanti. Disamping itu, daripada menyimpan uang dalam jumlah rupiah yang nilainya akan semakin berkurang akibat tergerus inflasi, lebih baik aku simpan dan amankan dalam bentuk instrumen investasi.

Berbagai Instrumen Investasi

Sebaiknya kita mempelajari macam-macam instrumen investasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Dengan mengenal bermacam-macam instrumen investasi, kita akan lebih mudah untuk memilih jenis instrumen investasi apa yang sesuai dengan tujuan dan modal yang kita miliki.

Beberapa instrumen investasi yang populer di Indonesia antara lain :

Deposito

Deposito ini merupakan instrumen investasi yang mirip dengan ketika teman-teman menabung di bank. Akan tetapi tingkat bunga yang diberikan jika teman-teman menyimpan uang dalam bentuk deposito lebih besar dibandingkan jika menabung biasa. Sehingga, semakin besar jumlah uang tabungan maka akan sebanding dengan return yang didapatkan.

Emas

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki resiko rendah sama halnya dengan deposito. Harga emas cenderung stabil dan terus naik di masa yang akan datang, sehingga investasi emas ini lebih cocok untuk jangka panjang.

Properti

Sama halnya dengan emas, investasi properti adalah investasi yang memiliki wujud berupa barang. Resikonya terbilang rendah dan harganya dipastikan terus naik seiring berjalannya waktu. Contoh dari investasi properti adalah dengan membeli tanah atau bangunan fisik yang sudah jadi. Akan tetapi, investasi properti harus dibarengi dengan perawatan agar aset yang kita miliki tidak cepat rusak.

Saham

Beberapa tahun belakangan banyak digaungkan jargon, "Yuk Nabung Saham!" dan saat ini sudah banyak kaum milenial yang melirik saham sebagai instrumen investasi pilihan. Investasi saham ini bisa dikatakan potensial namun beresiko tinggi. Return investasi akan kita dapatkan dari deviden serta pertumbuhan nilai saham itu sendiri.

Reksadana

Secara singkat reksadana adalah tempat kita menitipkan uang untuk dikelola oleh Manager Investasi (MI). Secara lebih detail akan dijelaskan di poin berikutnya ya, jadi baca terus!

Tentang Reksadana


Selanjutnya, kita akan masuk ke pembahasan mengenai reksadana yang dalam webinar "Mulai Investasi di Masa Pandemi" kemarin dipaparkan oleh Financial Advisor Bibit.id yaitu Virtina Thionita, supaya lebih terasa akrab aku akan menyebutnya dengan sebutan Mbak Virtina aja ya. Hehe.

Mbak Virtina membuka presentasi dengan suatu fakta bahwa ternyata hanya sebesar 1% dari total penduduk Indonesia yang sudah mulai berinvestasi. Wah, apakah teman-teman termasuk ke dalam 1% tersebut?

Secara mudah, seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa reksadana adalah kegiatan dimana kita menitipkan sejumlah aset berupa uang ke Manager Investasi untuk dikelola. Manager Investasi (MI) itu sendiri bukanlah sembarang orang, melainkan seseorang yang diamanahkan untuk mengelola portofolio investasi secara profesional, sudah terdaftar oleh OJK dan dikelola oleh Wakil Manager Investasi (WMI) yang memiliki sertifikasi dari pasar modal.

Pertanyaannya adalah mengapa investor pemula sebaiknya memilih reksadana? Alasannya ada tiga, yang pertama adalah dikelola oleh profesional dan terpercaya, modal yang dibutuhkan tidak besar (bisa mulai investasi dari Rp10.000,-) serta aset kita sudah otomatis terdiversifikasi.

Reksadana ini sendiri sebetulnya bertujuan untuk meminimalisir resiko. Sebagai contoh kita memilih produk reksadana saham, nantinya saham kita akan terdiversifikasi ke beberapa saham perusahaan sehingga apabila satu saham mengalami kerugian, saham lainnya dapat memberikan back-up.

Jenis-Jenis Reksadana

Sebelum kita mengenal jenis-jenis reksadana, yang perlu kita ketahui adalah bahwa keuntungan yang akan kita dapatkan ketika berinvestasi melalui reksadana adalah dari kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAV) per Unit. NAV (beberapa sumber menyebutnya dengan NAB) adalah nilai aset suatu reksadana dikurangi nilai kewajiban (liability) dibagi dengan jumlah unit reksadana.

Ada 4 jenis reksadana yang disampaikan oleh Mbak Virtina, yaitu :

1. Reksadana Saham

Di reksadana saham, modal investasi yang kita miliki akan ditujukan untuk pembelian saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Keuntungan yang kita dapatkan ketika berinvestasi di reksadana saham didapatkan dari kenaikan NAV yang disebabkan oleh kenaikan harga saham yang ada di dalam reksadana.

Dalam reksadana saham, tentu MI akan memilih saham-saham terbaik untuk dikombinasikan dan komposisi saham pada reksadana akan dievaluasi oleh MI setiap waktu. 

2. Reksadana Obligasi

Reksadana ini mengalokasikan modal investasi yang kita miliki pada pembelian obligasi atau surat hutang pemerintah maupun perusahaan yang memiliki jatuh tempo satu tahun.

Keuntungan yang kita peroleh ketika berinvestasi di reksadana obligasi adalah adanya kenaikan NAV obligasi yang disebabkan naiknya harga obligasi dan penerimaan bunga dari obligasi. Selain itu, adanya penerimaan bunga membuat reksadana obligasi memiliki harga yang cenderung lebih stabil dari reksadana saham.

3. Reksadana Pasar Uang

Merupakan reksadana yang 100% modal investasi kita dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Keuntungan yang kita peroleh dari investasi reksadana pasar uang (RDPU) ini adalah dari kenaikan NAV reksadana pasar uang yang disebabkan oleh kinerja return dari deposito dan obligasi jangka pendek. RDPU ini sendiri disebut-sebut sebagai reksadana yang paling stabil karena instrumen di dalamnya memiliki tenor yang pendek. 

4. Reksadana Campuran

Reksadana campuran melibatkan tiga reksadana yang sudah disebutkan di atas. Pemilihan jenis reksadana ini harus disesuaikan dengan tujuan investasi. Pastikan teman-teman sudah memiliki tujuan sebelum memulai investasi dan menentukan jangka waktu investasinya karena, setiap pilihan memiliki keuntungan dan resikonya masing-masing.

Perbandingan jenis-jenis reksadana beserta keuntungan dan resikonya
(Sumber : Webinar "Mulai Investasi di Masa Pandemi")

Aplikasi Investasi Reksadana BIBIT

Sumber : blog.bibit.id

Terkadang, seseorang bingung dan ragu-ragu untuk memulai suatu investasi. Salah satunya aku sendiri, awalnya aku hanya membaca sekilas mengenai reksadana namun masih enggan untuk memulai berinvestasi menggunakan reksadana karena bingung harus masuk ke reksadana yang mana? Selain itu, tentu ada rasa takut jika uang investasi kita dikelola oleh orang lain (MI). 

Ternyata, I'm not alone dan banyak masyarakat yang memiliki pikiran serupa.Setelah mengikuti webinar kemarin, aku sudah mulai tercerahkan tentang sistem investasi menggunakan reksadana. Selain itu, apabila kita menggunakan aplikasi BIBIT maka semua keraguan insha Allah akan sirna karena aplikasi investasi reksadana ini menampilkan fitur-fitur yang sangat memudahkan untuk para pemula.

BIBIT sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga pastinya sudah terpercaya dan nggak kalengan lah ya! Disamping itu, BIBIT didukung oleh investor-investor ternama di Indonesia, memiliki tim teknologi yang berpengalaman dan aplikasi BIBIT sendiri sudah digunakan oleh lebih dari satu juta penduduk Indonesia.

Untuk membantu investor pemula, BIBIT juga membantu menyeleksi MI yang memiliki reputasi terbaik. Kita dapat melihat profile dari masing-masing MI sehingga nantinya kita dapat berinvestasi dengan tenang.

Jika kita masih bingung juga nih, BIBIT menyediakan Robo advisor yang membantu kita memilih jenis reksadana sesuai dengan profil resiko kita sebagai investor. Buat yang pemula banget-banget, Robo advisor dapat menjadi pilihan supaya kita tidak perlu pusing-pusing memilih MI dan komposisi jenis reksadana.

Robo advisor sendiri berbasis Modern Portfolio Theory yang dapat meminimalkan resiko di setiap tingkat return yang bisa dicapai. Sehingga portofolio kita bisa diposisikan ke tingkat efficient frontier. Maafkan aku sendiri masih harus banyak membaca tentang Robo advisor ini sehingga tidak bisa membeberkan lebih banyak. Intinya Robo akan membantu kita memetakan jenis reksadana apa yang cocok dilihat dari profil resiko kita.

Mbak Virtina kemudian menjelaskan pada kami para peserta webinar bagaimana tips berinvestasi untuk pemula. Jadi, sebaiknya kita rutinkan kebiasaan menabung setiap bulan tanpa memedulikan kondisi pasar yang sedang naik atau turun. Istilah lainnya adalah Dollar Cost Averaging (DCA) yang simulasinya dapat dilihat melalui gambar di bawah ini :

Simulasi investasi menggunakan metode DCA
(Sumber : Webinar "Mulai Investasi di Masa Pandemi")

Keuntungan Berinvestasi dengan Aplikasi BIBIT

Dengan menggunakan aplikasi BIBIT, akan banyak sekali keuntungan dan kemudahan yang kita peroleh meskipun kita merupakan seseorang yang baru banget terjun ke dunia investasi reksadana. Beberapa keuntungan menggunakan aplikasi BIBIT sebagai sarana berinvestasi adalah :

1. Tidak dikenakan biaya beli, jual dan per bulan (Free of charge)
2. Bisa mulai investasi hanya dengan modal sangat terjangkau yaitu Rp100.000,-
3. Bebas pajak
4. Metode pencairan dana mudah dilakukan
5. Metode pembayaran yang mudah (disarankan menggunakan gopay, linkaja dan virtual account agar mudah untuk diverifikasi)
6. Layanan support terbaik

Keamanan aset yang kita miliki juga terjamin karena uang yang kita miliki sebenarnya tidak disimpan di BIBIT melainkan di Bank Kostudian (misalnya BCA, Mandiri, Standard Chartered). Sehingga uang tersebut hanya dapat dicairkan atas nama kita sendiri.

Jadi, Kapan Mulai Investasi?

Begitulah teman-teman sedikit cerita yang bisa aku bagikan setelah mengikuti webinar "Mulai Investasi di Masa Pandemi". Dari sekian ratus peserta yang mengikuti webinar ini, kebanyakan dari mereka adalah masih berstatus sebagai mahasiswa, loh! Ya ampun, aku sih mana kepikiran ikut seminar tentang investasi jaman baheula?! Hiks!

Oiya, satu hal lagi manfaat yang didapatkan dari aplikasi BIBIT ini adalah dia bisa menghitung berapa biaya yang butuhkan setiap bulan untuk menabung jika kita ingin memiliki tabungan sejumlah RpX di waktu yang akan datang.

Di aplikasi ini kita juga memilih tujuan investasi kita. Sebutlah dana darurat, tabungan haji, tabungan pendidikan hingga dana pensiun. Untuk mengingatkan kita agar senantiasa rajin menyisihkan pendapatan, kita juga bisa mengatur alarm kapan kita harus menabung. So helpful!

Jadi, kapan baiknya mulai berinvestasi? Semakin cepat kita mulai, maka kita akan semakin mempermudah hidup kita di masa depan nanti. Jangan sampai ada kata menyesal tidak berinvestasi semasa muda saat usia kita sudah mencapai masa pensiun nanti!

Never depend on single income. Make an investment to create a second source... - Warren Buffet 

Reksadana hanyalah salah satu instrumen investasi yang dapat dipilih. Selain itu, banyak jenis instrumen investasi lain yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan kita berinvestasi. Yuk, semangat berinvestasi for the brighter future!

Sukabumi, 20 Januari 2020

Sabtu, 16 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-10

Januari 16, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-10 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital.

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-10




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Pagi ini, aku mengajak Dipta untuk bercerita mengenai pengalaman kami naik pesawat tahun lalu. Di bulan Desember 2020 kemarin, aku bersama suamiku dan Dipta pergi ke Jogja menggunakan moda transportasi pesawat. Aku mengajaknya untuk mengingat kembali momen-momen saat kami bertiga naik pesawat.

Aku menggambarkan lagi bagaimana situasi di airport, bagaimana bentuk dan apa saja bagian-bagian dari pesawat serta cerita pada saat kami di dalam pesawat. Untuk menjelaskan bagian-bagian pesawat, aku menggunakan mainan pesawat-pesawatan sehingga ia bisa melihat bagaimana bentuk jendela, sayap hingga ekor pesawat.

Mainan pesawat, bahan cerita hari ini


Refleksi :

Di luar dugaan, Dipta ternyata masih ingat dengan cukup detail pengalaman kami saat naik pesawat. Saat naik pesawat kemarin, usia Dipta sudah 25 bulan sehingga wajib membeli kursi sendiri. Ia bisa menceritakan kembali bahwa ia duduk sendiri dan menggunakan sabuk pengaman, masker serta face shield (lucu banget ingat semua!). Ia juga bercerita naik pesawat bersama Mama dan Papa.

Dipta juga sudah hapal bagian-bagian dari pesawat seperti badan pesawat, jendela, baling-baling (mesin) pesawat hingga tempat duduk pilot dan penumpang. Ia juga bisa menyebutkan Bapak Pilot adalah seseorang yang mengemudikan pesawat.

Pengalaman bercerita seperti ini betul-betul menyenangkan karena sebelum-sebelumnya, Dipta belum bisa bercerita banyak karena perkembangan bahasanya yang masih terbatas. Namun, di usianya sekarang ia sudah bisa bercerita macam-macam bahkan bisa diajak ngobrol dan menanggapi apa yang aku ceritakan. So proud of you, kid!

#Harike-10
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Jumat, 15 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari ke-9

Januari 15, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-9 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital.

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-9




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku menceritakan tentang "gitar" pada anakku. Belakangan, selama di Jogja ini Dipta sangat tertarik dengan alat musik gitar yang ada di rumah. Terutama saat adikku memainkan gitar, maka Dipta akan memerhatikannya dengan seksama dan terlihat senang sekali. Akhirnya, aku berinisiatif untuk story telling megenai gitar pada hari ini.


Aku menjelaskan bagaimana bentuk gitar, apa warnanya, bahwa ada senar panjang yang terdapat pada badan gitar, ada lubang berbentuk bundar yang bisa menghasilkan suara pada gitar serta bagaimana cara memainkan gitar tersebut. Aku juga menjelaskan bahwa seorang yang memainkan gitar disebut dengan gitaris.

Refleksi :

Dipta tentu saja sangat bersemangat saat aku mengajaknya untuk bercerita tentang gitar. Ia dengan antusias memegang gitar yang ada di dalam kamar dan membawanya ke atas kasur untuk diberikan padaku. Ia juga sudah paham dan dapat menyebutkan lagi bagian-bagian dari gitar seperti senar, lubang yang terdapat pada badan gitar, dimana letak tangan harus diposisikan saat bermain gitar.

Dengan menyentuh secara langsung benda konkretnya, tentu anak akan lebih mudah memahami apa yang kita sampaikan.

#Harike-9
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Kamis, 14 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-8

Januari 14, 2021 0 Comments


Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-8 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital.

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-8




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Hari ini, bercerita mengenai huruf A dari buku yang berjudul Let's Learn the Alphabet. Buku ini aku beli saat ada promo BBW beberapa waktu yang lalu. Memang, sudah sekitar 2 bulan terakhir ini anakku senang sekali menyebutkan huruf-huruf mulai dari huruf A sampai Z.


Aku menceritakan bagaimana bentuk huruf A, serta benda-benda apa saja yang diawali dengan huruf A baik benda dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.

Refleksi :

Selama di Jogja, Dipta tidak punya buku miliknya sendiri dan sebelum-sebelumnya membaca buku milikku atau adikku sewaktu kami kecil. Tentu saja dengan melihat buku "Let's Learn the Alphabet" ini dia senang sekali dan antusias saat aku ceritakan ulang dengan versiku sendiri apa yang ada di dalam buku tersebut.

Dipta juga sudah bersedia menyebutkan beberapa benda yang diawali dengan huruf A seperti apple, airplane, ants dan acorn untuk kata berbahasa Inggris. Ia juga menyebutkan kata air, Aa, anjing dan anggur untuk kata berbahasa Indonesia.

#Harike-8
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Rabu, 13 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-7

Januari 13, 2021 1 Comments

 


Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-7 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Mengapa aku memilih untuk melakukan story telling selama 5 hari ini adalah karena sebelumnya, aku sudah merasakan manfaat dari kegiatan ini dan ingin terus mengulang kegiatan yang memiliki andil besar terhadap perkembangan bahasa anakku.

Dalam tulisan sebelumnya mengenai "Tahap Perkembangan dan Stimulasi Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini" aku bercerita bahwa sempat ada rasa khawatir ketika anakku belum bisa berbicara dengan lanncar di usianya yang sudah satu tahun lebih. Namun, aku terus memberikannya stimulasi salah satunya adalah dengan bercerita.

Dengan menceritakan kegiatan sehari-hari, menceritakan benda-benda yang ia lihat dan ia sentuh serta menceritakan ulang buku-buku yang sudah kami baca bersama, aku sungguh berharap ia dapat menyerap kata-kata yang aku ucapkan sehingga suatu saat bisa mengucapkannya kembali. Proses ini tentu saja tidak instan, tapi aku merasakan manfaatnya setelah ia memasuki fase ledakan bahasa.

Semua kata-kata yang pernah ia dengar ia ucapkan dengan penempatan kalimat yang tepat, misalnya "Pohon besar" dan ia benar-benar menunjuk pohon yang berukuran besar. Wah, aku cukup takjub melihat kemampuan berbahasanya saat ini karena ia pun sudah mulai bisa mengungkapkan emosi yang ia rasakan meskipun baru tahu "happy" dan "menangis karena sedih" saja.

Dari salah satu sumber yang aku baca, story telling memiliki manfaat untuk pencerita serta pendengarnya. Manfaat tersebut adalah :
Untuk Pencerita
1. Sarana komunikasi
2. Media pembelajaran
3. Membangun bonding
4. Membangun daya imajinasi dan kreativitas

Untuk Pendengar
1. Mengembangkan daya pikir dan imajinasi anak
2. Mengembangkan kemampuan berbicara anak
3. Mengembangkan daya ingat
4. Mengembangkan fantasi, empati dan berbagai jenis perasaan
5. Menumbuhkan minat membaca

Sehingga, mengerjakan project literasi dengan melakukan story telling seperti yang aku lakukan di hari ke-6 sampai hari ke-10 nanti membuatku bersemangat!

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-7




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku bercerita mengenai buah tomat. Dari Bumi Nusantara Montessori, kami diberikan kartu bergambar untuk peraga story telling lalu aku memanfaatkan kartu bergambar tersebut untuk bercerita tentang tanaman tomat dan spesifik pada buah tomat.

Aku bercerita seperti apa bentuk, warna dan rasa dari buah tomat. Aku juga bercerita pengalaman kami memakan buah tomat sebelum ini dan mengajaknya untuk mengingat kembali bagaimana pengalaman kami sewaktu memakan buah tomat dulu. Dari aktivitas ini, kosakata mengenai bagian-bagian buah kembali dikenali seperti kata tanaman, daun, batang, akar dan buah.

Cerita Pohon Tomat

Refleksi :

Dipta mau mendengarkan cerita mengenai buah tomat, serta sudah bisa mengenali buah tomat dengan menunjuk pada gambar peraga. Ia juga bisa menunjukkan yang mana bagian daun dan buah tomat. Anakku cukup tertarik dengan cerita buah tomat karena sebelum-sebelumnya ia sudah pernah melihat dan menggenggam secara langsung buah tomat.

#Harike-7
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Selasa, 12 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-6

Januari 12, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-6 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. 

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-6




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku bercerita mengenai pohon dan buah apel. Kebetulan, Dipta sedang mengikuti program belajar di rumah bersama Bumi Nusantara Montessori sehingga banyak kartu bergambar yang disediakan dari BN Montessori. Aku menggunakan salah satunya sebagai bahan untuk menceritakan tentang apel dan pohonnya.

Aku menceritakan bagian-bagian dari pohon, warna dan bagian dari buah apel, ukuran apel dimana ada apel besar dan apel kecil serta meminta Dipta untuk ikut aktif menanggapi apa yang sudah aku ceritakan padanya. Kegiatan hari ini hanya aku dokumentasikan melalui foto seperti di bawah ini :



Refleksi :

Alhamdulillah, Dipta antusias sekali mengikuti kegiatan hari ini. Dipta cepat menangkap apa yang aku ceritakan mengenai pohon dan buah apel, ia juga sudah bisa menyebutkan yang mana batang, daun, akar juga warna buah apel dan bagian-bagian dari buah apel beserta ukuran dari gambar apel yang tersedia.

#Harike-6
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Senin, 11 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-5

Januari 11, 2021 0 Comments


Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-5 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari pertama sampai ke-5 nanti, aku akan rutin membacakan dengan nyaring beberapa buku yang ada di rumah untuk Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah read aloud.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Aku akan merangkum sedikit materi yang telah diberikan sebagai dasar untuk mengerjakan tantangan di zona 5 ini.

Materi ini adalah mengenai peran orang tua dalam membangun minat literasi baca tulis serta literasi digital pada anak-anak. Terutama anak-anak usia dini yang sedang berada dalam periode sensitif terhadap bahasa, stimulasi yang optimal akan membantu anak mempermudah pembelajarannya terutama di bidang literasi kelak.

Ada beberapa cara stimulasi yang bisa orang tua lakukan pada anak-anaknya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap literasi baca tulis dan literasi digital, hal-hal tersebut adalah :

1. Read Aloud
Read aloud adalah kegiatan membaca nyaring bersama dengan anak-anak, kegiatan ini dipercaya dan sudah terbukti menumbuhkan minat literasi pada anak-anak usia dini saat usia mereka sudah memasuki tahap belajar membaca dan menulis.

2. Mendongeng atau bercerita (Story Telling)
Kegiatan ini juga salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Bedanya mendongeng atau bercerita dengan kegiatan nomor satu adalah kegiatan ini dilakukan tanpa membaca buku dan terkadang menggunakan alat peraga agar anak-anak lebih tertarik untuk menyimak.

3. Menyajikan aneka jenis buku bacaan
Pilihlah buku bacaan yang sesuai dengan usia anak-anak sehingga anak akan lebih menyerap dan menangkap apa yang ada di dalam buku bacaan dan tidak terlalu lelah.

4. Membuat karya literasi
Bisa dengan membuat cerpen, puisi maupun jurnal harian dan karya-karya literasi lainnya.

5. Menumbuhkan kebiasaan membaca buku
Bisa dimulai dengan membuat jadwal membaca per hari, per pekan dan per bulan. Hendaklah jadwal tersebut dirutinkan dan dibiasakan.


Project Literasi - Tantangan Hari Ke-5




Project :

Read Aloud

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, Dipta akan memilih sendiri buku bacaan yang akan dibacakan oleh aku sebagai pendampingnya. Kegiatan ini akan didokumentasikan melalui Podcast i_maesha.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku membacakan buku eknsiklopedia milikku saat kecil dulu berjudul Mengenal Ilmu Samudera "Suhu Samudera" yang ditulis oleh Joy Palmer dan diterbitkan oleh penerbit GROLIER.


Kegiatan read aloud hari ini aku dokumentasikan melalui rekaman podcast di link berikut ini : Read Aloud Mengenal Ilmu Samudera, Suhu Samudera.

Refleksi :

Pada awalnya Dipta sangat bersemangat untuk membaca buku, namun di tengah-tengah saat aku membaca buku Dipta mulai terlihat tidak fokus dan bosan (padahal baru sekitar 2 menit). Haha. Akhirnya, kegiatannya tidak aku teruskan dan lebih baik mencari waktu lain yang pas untuk membacakan buku lagi.

#Harike-5
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Minggu, 10 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-4

Januari 10, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-4 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari pertama sampai ke-5 nanti, aku akan rutin membacakan dengan nyaring beberapa buku yang ada di rumah untuk Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah read aloud.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Aku akan merangkum sedikit materi yang telah diberikan sebagai dasar untuk mengerjakan tantangan di zona 5 ini.

Rangkuman materi yang akan aku tuliskan sebelum mulai menulis jurnal tantangan di hari ke-4 ini adalah mengenai literasi digital. Literasi digital adalah alat pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi atau jaringan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menyikapi tantangan yang muncul di era digital saat ini, dibutuhkan keterampilan untuk menyikapi teknologi yaitu dengan cara :
1. Keluarga sebagai subjek, dan teknologi sebagai media.
2. Memberikan landasan mental dan spiritual yang kuat.
3. Memahami kelebihan, keterbatasan dan kelemahan teknologi.
4. Menetapkan fungsi dan tujuan dari penggunaan teknologi untuk pribadi dan keluarga.
5. Melatih pola pikir skeptis.


Project Literasi - Tantangan Hari Ke-4




Project :

Read Aloud

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, Dipta akan memilih sendiri buku bacaan yang akan dibacakan oleh aku sebagai pendampingnya. Kegiatan ini akan didokumentasikan melalui Podcast i_maesha.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku membacakan buku eknsiklopedia milikku saat kecil dulu berjudul Mengenal Ilmu Samudera "Makhluk Luar Biasa" yang ditulis oleh Joy Palmer dan diterbitkan oleh penerbit GROLIER.
 

Kegiatan read aloud hari ini aku dokumentasikan melalui rekaman podcast di link berikut ini : Mengenal Ilmu Samudera Makhluk Luar Biasa.

Refleksi :

Walaupun pada awalnya ada beberapa hal yang membuat Dipta tidak fokus saat aku bacakan buku, alhamdulillah kegiatan read aloud pada hari ini dapat dilakukan sampai selesai. Hari ini, Dipta cukup tertarik dengan gambar-gambar yang ada di dalam bab pembahasan 'makhluk luar biasa' seperti kepiting dan gurita. Hal ini membuat ia terus mengikuti kegiatan read aloud yang kami lakukan bersama-sama.

Semoga besok kami bisa melakukan kegiatan read aloud ini dengan lebih gembira dan seru.

#Harike-4
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Sabtu, 09 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-3

Januari 09, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-3 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari pertama sampai ke-5 nanti, aku akan rutin membacakan dengan nyaring beberapa buku yang ada di rumah untuk Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah read aloud.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Aku akan merangkum sedikit materi yang telah diberikan sebagai dasar untuk mengerjakan tantangan di zona 5 ini.

Ada dua definisi dari literasi baca tulis, pertama adalah memahami isi teks tertulis, baik yang tersirat maupun tersurat dan menggunakannya untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi diri. Sedangkan definisi kedua adalah menuangkan gagasan dan ide ke dalam tulisan dengan susunan yang baik untuk berpartisipasi di lingkungan sosial.

Sedangkan, ada pula 4 keterampilan berbahasa yang harus dilatih untuk memiliki kemampuan literasi baca tulis yang baik yaitu menyimak atau mendengar, berbicara, membaca dan menulis.

Untuk perkembangan bahasa pada anak, sebelumnya aku pernah menuliskannya di tulisan berikut : Tahap Perkembangan dan Stimulasi Kemampuan Bahasa Pada Anak Usia Dini

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-3




Project :

Read Aloud

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, Dipta akan memilih sendiri buku bacaan yang akan dibacakan oleh aku sebagai pendampingnya. Kegiatan ini akan didokumentasikan melalui Podcast i_maesha.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku membacakan buku eknsiklopedia milikku saat kecil dulu berjudul Mengenal Ilmu Samudera "Ikan". Buku ini merupakan tulisan Joy Palmer dan terbitan penerbit GROLIER.


Kegiatan read aloud hari ini aku dokumentasikan melalui rekaman podcast di link berikut ini : Read Aloud Mengenal Ilmu Samudera Ikan.

Refleksi :

Alhamdulillah, Dipta bisa mengikuti kegiatan read aloud hari ini dengan baik meskipun banyak hal yang mendistraksi dirinya saat membaca buku. It's okay karena walaupun disambi macam-macam kegiatan lain, ia masih dapat mengikuti cerita yang aku bacakan dan ikut menjawab saat ditanya.

Semoga esok hari, Dipta bisa lebih fokus lagi saat kami berdua melakukan kegiatan read aloud ini. Dalam project literasi ini, tantangan terbesarku adalah untuk membuat Dipta tertarik dengan buku-buku yang belum familiar untuknya, selain itu kebanyakan buku-buku yang tersedia di rumah Nenek Dipta adalah buku-buku untuk anak-anak usia sekolah, bukan untuk anak-anak usia dini. Sehingga, menjadi pekerjaanku juga untuk memilih bacaan yang tidak terlalu berat bagi Dipta.

#Harike-3
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Jumat, 08 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-2

Januari 08, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-2 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari pertama sampai ke-5 nanti, aku akan rutin membacakan dengan nyaring beberapa buku yang ada di rumah untuk Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah read aloud.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Aku akan merangkum sedikit materi yang telah diberikan sebagai dasar untuk mengerjakan tantangan di zona 5 ini.

Karakter sendiri merupakan nilai-nilai dan sikap hidup yang positif, yang dimiliki seseorang sehingga mempengaruhi tingkah laku, cara berpikir dan bertindak sehingga akhirnya menjadi tabiat hidup.

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang membantu anak mengalami, memperoleh dan memiliki karakter yang kuat dan diinginkan.

Literasi sendiri menurut KBBI adalah kemampuan membaca dan menulis; pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu; kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Sedangkan Gerakan Literasi Nasional (GLN), ada 6 kelompok literasi dasar yang meliputi literasi baca tulis, literasi numerasi, lierasi sains, literasi finansial, literasi digital dan literasi budaya-kewargaan.

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-2




Project :

Read Aloud

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, Dipta akan memilih sendiri buku bacaan yang akan dibacakan oleh aku sebagai pendampingnya. Kegiatan ini akan didokumentasikan melalui Podcast i_maesha.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku membacakan buku eknsiklopedia milikku saat kecil dulu berjudul Mengenal Ilmu Binatang "Burung". Buku ini ditulis oleh 
Anita Ganeri dan diterbitkan oleh penerbit GROLIER.

Ensiklopedia Mengenal Ilmu Binatang "Burung"

Kegiatan read aloud hari ini aku dokumentasikan melalui rekaman podcast di link berikut ini : Mengenal Ilmu Binatang Burung.

Refleksi :

Dipta terlihat senang sekali saat aku mengajaknya membaca buku mengenai burung. Memang saat ini, dia senang dengan hal-hal yang berkaitan dengan hewan. Ia suka menyebutkan nama-nama hewan, menyebutkan warna serta bentuk atau ukurannya.

Buku yang kami baca hari ini adalah ensiklopedia dengan halaman berjumlah 30. Buku ini sebenarnya bukan buku untuk anak-anak batita, akan tetapi berhubung tidak ada buku bacaan milik Dipta di rumah nenek, aku tetap mengajaknya membaca buku anak-anak tentang apa saja. Namun, tidak mungkin aku membaca 30 halaman dalam sekali duduk, sehingga kami memilih beberapa halaman untuk dibaca.

Berbeda dengan buku cerita rakyat nusantara kemarin, hari ini buku yang dibaca oleh Dipta menampilkan lebih banyak gambar sehingga ia bisa lebih tertarik untuk menyelesaikan bacaannya.

#Harike-2
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Kamis, 07 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-1

Januari 07, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Setelah melewati 4 zona pertama di Pantai Bentang Petualang dan berlibur akhir tahun, kali ini kami para petualang di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional kembali menjelajah Pantai Bentang Petualang dan memasuki zona ke-5 mengenai "Membangun Karakter".

Pada tantangan 15 hari kali ini, kami diminta untuk membuat Project Literasi dalam rangka melatih Praktek Stimulasi Literasi Baca Tulis dan Literasi Digital. Aku semangat sekali untuk memulai tantangan kali ini, karena membuat anakku mengenal literasi dini dan mencintai literasi adalah salah satu cita-citaku sebagai orang tua.

Pada blog ini, sudah sering aku menulis hal-hal yang berkaitan dengan literasi pada anak usia dini dan tantangan zona ke-5 ini sejalan dengan resolusi tahun 2021-ku yang ingin lebih sering lagi membersamai anak dalam membaca buku.



Project Literasi - Tantangan Hari Ke-1




Project :

Read Aloud

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, Dipta akan memilih sendiri buku bacaan yang akan dibacakan oleh aku sebagai pendampingnya. Kegiatan ini akan didokumentasikan melalui Podcast i_maesha.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku membacakan buku cerita rakyat nusantara. Dipta memilih salah satu judul cerita yaitu Asal Usul Sungai Kawat, cerita rakyat yang berasal dari Kalimantan Barat. Kegiatan read aloud hari ini aku dokumentasikan melalui rekaman podcast di link berikut ini : Read Aloud Asal Usul Sungai Kawat.

Refleksi :

Dipta cukup antusias mengikuti kegiatan read aloud di hari pertama ini meskipun buku cerita rakyat nusantara yang aku pinjam dari adikku tersebut baru pertama kali dilihatnya. Di satu hingga dua menit pertama ia masih bisa duduk manis mendengarkan aku bercerita, kemudian fokusnya mulai hilang dan ia mulai berkeliaran mencari mainan lain. Akan tetapi, ketika cerita mulai memasuki intinya, anakku kembali fokus mendengarkan ceritaku dan ikut duduk disampingku membaca buku.

Sayangnya, buku cerita yang aku bacakan hari ini masih kurang sesuai dengan usia anakku yang baru menginjak 2 tahun di akhir Oktober lalu. Buku cerita ini mengandung terlalu banyak tulisan juga bukan merupakan soft book maupun board book sehingga anakku yang belum mampu mengontrol kekuatan tangannya untuk membolak balik buku dapat menyebabkan buku tersebut sobek atau rusak.

Besok aku akan mencari alernatif buku bacaan lain yang sekiranya lebih cocok untuk dibacakan bersama dengan anakku.

#Harike-1
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Rabu, 06 Januari 2021

Resolusi Literasi 2021

Januari 06, 2021 2 Comments


Mengawali tahun 2021, pasti banyak teman-teman yang sudah mempersiapkan resolusi untuk dijalankan sepanjang tahun 2021 ini. Aku jadi teringat masa kuliah dulu, di setiap akhir tahun aku bersama dengan seorang sahabatku menuliskan resolusi kami di notes ponsel masing-masing.

Bukan hanya menuliskan resolusi pribadi, aku juga menulis resolusi atau rencana-rencana yang dibuat sahabatku untuk tahun berikutnya di ponselku dan begitu pula sebaliknya. Kami sepakat untuk memberikan reward apabila kami berhasil mengeksekusi resolusi tersebut.

Selama kuliah, resolusi yang sering kali tertulis adalah harapan agar IPK menjadi lebih baik dan supaya hilal jodoh segera terlihat. Nomor dua sebenarnya untuk lucu-lucuan saja, karena sudah bertahun-tahun kami menjadi jomblo kronis pada saat itu. Haha.

Baca tentang : Jodoh Pasti Bertemu

Tahun demi tahun berganti dan aku bersama Rhadis, sahabatku masih sering membuat resolusi untuk tahun baru. Hingga akhirnya kami lulus dan berpisah kota karena mendapat rejeki di tempat yang berjauhan. Tidak pernah lagi aku menuliskan resolusi tahun baru. Terakhir kali, aku menuliskan keinginanku untuk mendapat beasiswa sekolah S2 di Inggris di tahun terakhir kuliah.

Baca juga : Mimpi yang Berubah

Tahun 2019 akhir, aku membuat resolusi tak tertulis untuk bisa menjadi seseorang yang lebih berdaya dan produktif dari rumah. Aku ingin mengembangkan potensi yang aku miliki disamping mengembangkan skill menjadi seorang ibu dan istri yang profesional.

Harapan tersebut terjuwud ketika aku menemukan kebahagiaan dengan menulis. Menulis adalah hobi yang sejak lama aku sukai namun sering kali aku kesampingkan sampai di tahun 2020 aku membiasakan diri untuk rutin menulis.

Setelah konsisten menulis sepanjang tahun 2020, nampaknya aku belum ingin meninggalkan kebiasaan menulis ini di tahun 2021. Banyak sekali ternyata hal yang bisa dicapai melalui kegiatan menulis ini, salah satu hal terpenting tersebut adalah diriku mendapat kesenangan dan kepuasan setelah menuangkan cerita dalam tulisan.

Sehubungan dengan ada beberapa hal yang ingin aku capai di tahun 2021 ini terutama di bidang literasi, sepertinya kembali menulis resolusi menjadi hal yang tepat untuk menjadi pengingat tujuan-tujuan apa yang ingin aku capai di tahun ini.

Membaca Lebih Banyak Buku

Tahun lalu, aku banyak sekali membeli buku-buku baru. Buku seputar parenting, buku pengembangan diri hingga novel dan beberapa antologi. Belinya sih semangat banget! Apalagi ketika buku-buku tersebut mendarat di tanganku, senang sekali rasanya mencium aroma buku yang baru dibuka dari plastiknya.

Sayangnya, management waktuku kurang bagus sehingga membaca buku untuk diri sendiri menjadi hal yang belum masuk daftar prioritasku di tahun 2020 lalu. Menulis sepanjang tahun bisa, kembali menikmati me time dengan nonton drakor bisa, harusnya sih meluangkan minimal sedikit waktu untuk membaca buku juga bisa, ya.

Niatku untuk membaca lebih banyak buku di tahun 2021 ini bahkan sudah kuutarakan pada suamiku. Minimal ada pengingat ketika aku mulai oleng dan lupa akan resolusiku. Haha.

Rutin Melakukan Read Aloud

Tentang read aloud beserta manfaatnya sudah pernah aku tuliskan di blog ini. Melihat manfaat read aloud yang luar biasa bagi perkembangan otak anak, rasanya sayang sekali jika aku tidak memberikan stimulasi yang optimal di masa-masa kejayaan alias golden age anakku yang berusia 2 tahun ini.


Sejak bayi, aku memang membiasakan diri untuk membacakan buku padanya. Alhamdulillah, saat ini ia sudah bisa menikmati me time-nya dengan membaca bukunya sendiri. Meski demikian, aku tidak ingin kasih kendor dalam hal membersamai anak membaca buku ini.

Usianya masih dalam masa absorbent mind, kemampuan bahasa dan literasinya pun sedang berkembang pesat, aku ingin memanfaatkan momen ini untuk mengoptimalkan kegiatan pra-membacanya. Tak apalah di masa-masa ini aku berbusa-busa membacakan buku untuknya karena aku tidak ingin menyesal di kemudian hari.


Konsisten Menulis Sepanjang Tahun

Tahun 2021 ini aku kembali ikut Kelas Literasi Ibu Profesional demi menjaga konsistensiku dalam menulis sepanjang tahun lagi seperti tahun sebelumnya.


Biar apa sih menulis sepanjang tahun? Biar aku happy lah! Haha. Aku menulis untuk mengisi waktu luangku, aku menulis untuk membuat diriku lebih bahagia, aku menulis untuk diriku sendiri. Adalah bonus jika ternyata banyak orang yang membaca tulisanku dan dapat mengambil manfaat dari apa yang telah aku tuliskan.

Di tahun 2021 ini, aku ingin lebih merawat blog ini dengan baik. Mengisinya dengan banyak tulisan seperti tahun sebelumnya. Selain itu, aku juga ingin lebih berkontribusi mengisi blog drakorclass.com.


Harapannya, di tahun ini aku juga semakin banyak mendapatkan job menulis baik di blog ini maupun sebagai freelance content writer. Semata-mata bukan hanya untuk menambah penghasilan tapi untuk menjaga konsistensi menulisku, supaya tidak kehabisan ide menulis. Haha.

Memperdalam Ilmu Menulis Fiksi

Sepanjang tahun 2020 kemarin, tidak menyangka aku bisa berkenalan bahkan berteman dengan beberapa teman satu komunitas yang merupakan penulis. Penulis beneran loh ya, bukan penulis seperti aku begini. Haha. Beberapa dari mereka juga seorang penulis cerpen.

Membaca tulisan-tulisan mereka membuat pikiranku kembali ke masa-masa masih gemar membaca novel Harry Potter. Menciptakan karakter fiksi yang begitu nyata, mengembangkan imajinasi dan membuat plot cerita sepertinya tampak menyenangkan sekali!

Di tahun 2021 ini, selain tetap rutin menulis blog, aku juga ingin membuat cerita-cerita pendek dari hasil pemikiran dan imajinasiku sendiri. Untuk menuju kesana tentu aku harus mendalami dulu ilmu tentang menulis fiksi, mungkin aku akan mengikuti kelas-kelas menulis fiksi baik yang berbayar maupun yang free (utamakan yang gratis kalau ada :p).

Setelah tahu ilmu-ilmu minimal ilmu dasarnya, bismillah harus bisa mengatur waktu lagi nih untuk berlatih. Pratice makes perfect, yeay!

Mengikuti Project Menulis

Terakhir, di tahun 2021 ini aku ingin lebih aktif lagi dalam berbagai project menulis bersama teman-teman komunitas. Tahun 2020 kemarin, aku mengikuti dua project menulis antologi yang bertema 'Mentall Illness' dan 'Serona Lengkara'. Satu buku dari project menulis antologi tersebut telah diterbitkan dengan buku berjudul PULIH, sementara satu buku dari project 'Serona Lengkara' masih dalam progress karena baru diadakan di akhir tahun 2020 lalu.

Kedua antologi tersebut merupakan antologi berdasarkan kisah nyata (PULIH) dan antologi cerita fiksi (Serona Lengkara). Aku harap tahun ini aku bisa mengikuti lebih banyak project menulis fiksi untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitasku dalam menulis fiksi. Hehe.

Lima poin di atas adalah resolusiku di tahun 2021 dalam bidang literasi. Setelah menulis hal tersebut, rasanya aku menjadi lebih terencana dan tertantang untuk bisa mencapai apa yang menjadi tujuanku di tahun ini.

Bagaimana dengan teman-teman? Sudahkah kalian membuat resolusi untuk tahun ini? Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita untuk mencapai cita-cita kita ya!

Sukabumi, 6 Januari 2021

#HelloNewYearHelloNewMe
#RumahbelajarliterasiIPSukabumi
#KomunitasIPSukabumi

Sabtu, 02 Januari 2021

Review KDrama : Do Do Sol Sol La La Sol, Memaknai Cinta, Persahabatan dan Keluarga

Januari 02, 2021 0 Comments
Dodosolsollalasol

Annyeonghaseyo! Kembali lagi di tulisan beraroma drama Korea di blog ini. Hehe..

Di penghujung tahun 2020 kemarin, aku menonton drama Korea bergenre romance-comedy yang diwarnai musik klasik berjudul Do Do Sol Sol La La Sol. Dari judulnya sudah kelihatan ya drama ini mengangkat cerita tentang musik.

Berangkat dari lelahnya Hayati menanti drama ongoing True Beauty tayang setiap minggu, akhirnya aku mencari-cari tontonan lain yang sudah complete di Netflix dan memilih "Do Do Sol Sol La La Sol" sebagai drama penutup yang kutonton di tahun 2020. Setelah mencoba menonton episode pertamanya, ternyata menarik juga hingga akhirnya lanjut nonton sampai episode terakhir.

Cerita "Do Do Sol Sol La La Sol"

poster dodosolsollalasol
Poster drama "Do Do Sol Sol La La Sol" (soompi.com)

Gu Ra Ra (Go Ara) adalah seorang perempuan piatu yang diasuh dan dirawat oleh ayahnya yang merupakan seorang pengusaha kosmetik sukses dan kaya raya. Sejak kecil Gu Ra Ra hidup dalam kemewahan.

Ayah Ra Ra yang berasumsi bahwa puterinya memiliki bakat luar biasa dalam bermusik, meng-hire seorang guru piano yang mengajari Ra Ra agar menjadi seorang pianis handal.

Hari-hari Ra Ra pun dipenuhi dengan latihan piano. Gong Mi-Sook (Moon Hee Kyung) yang merupakan guru piano Ra Ra hampir putus asa melihat progress muridnya tersebut. Namun, ia dengan sabar dan penuh pengertian mengajari Ra Ra hingga menuntaskan studinya di sekolah musik.

Satu hal yang menarik dari Ra Ra, saat ia bermain piano di depan publik dan gugup hingga lupa dengan nada lagu yang sedang dibawakannya, ia akan mengulang-ngulang nada "do do sol sol la la sol" yang merupakan nada pembuka dari lagu Twinkle-Twinkle Little Star. Dengan melakukan hal tersebut, Ra Ra akan mendapatkan kepercayaan dirinya kembali untuk menyelesaikan permainan pianonya.


Kehidupan Ra Ra kemudian berubah total ketika ayahnya meninggal sesaat sebelum Ra Ra menikah. Calon ibu mertua serta calon suami Ra Ra kabur dan menghilang, usaha ayahnya diketahui bangkrut dan terlilit banyak hutang. Ra Ra kemudian diminta oleh sekertaris ayahnya untuk pergi meninggalkan rumahnya berbekal sejumlah uang, pakaian, mobil pribadi dan juga Mimi, anjing peliharaannya.

Petualangan Ra Ra dalam bertahan hidup dalam kondisi sulit pun dimulai. Ia terkena tipu hingga harus kehilangan seluruh uangnya juga tempat tinggal, kemudian pergi dari kota Seoul menuju Eunpo untuk menemui pengagum rahasianya yang ia harap dapat membantunya.

Sayangnya, Ra Ra harus kembali mengalami kemalangan karena mobilnya menabrak sepeda dan ia pun mengalami kecelakaan yang cukup serius. Pengendara sepeda yang ditabrak oleh Ra Ra kemudian menolong Ra Ra dan merawatnya selama ia tidak dapat menggunakan tangannya karena terluka.

Gu ra ra sunwoo jun dodosolsollalasol
Joon yang membantu Ra Ra dalam kesulitan (soompi.com)

Adalah Sunwoo Joon (Lee Jae Wook) laki-laki misterius yang ditabrak oleh Ra Ra dan kemudian menolongnya. Hubungan mereka berubah menjadi debitur serta kreditur. Ra Ra yang tidak memiliki uang terus menerus meminjam uang kepada Joon dan berkata akan menggantinya saat ia mendapatkan pekerjaan.

Joon juga menolong Ra Ra untuk mendapatkan tempat tinggal di Eunpo. Di kota kecil inilah kehidupan baru Ra Ra dimulai. Di sana ia menemukan pekerjaan baru, cinta serta sahabat rasa keluarga.

Cerita Cinta Gu Ra Ra dan Sunwoo Joon

Namanya drama romcom tentu cerita utamanya adalah tentang cinta antara first female dan lead male-nya. Dalam drama "Do Do Sol Sol La La Sol", Go Ara sebagai Gu Ra Ra dipasangkan dengan Lee Jae Wook sebagai Sunwoo Joon dengan latar belakang cerita noona romance.

Pertemuan-pertemuan antara Gu Ra Ra dan Sunwoo Joon yang terjadi secara tidak sengaja membawa mereka pada suatu keadaan di mana Gu Ra Ra mengandalkan Sunwoo Joon untuk bertahan dari kesulitan ekonomi yang sedang ia hadapi.

Ra ra joon dodosolsollalasol
Pertemuan "pertama"  (soompi.com)

Sunwoo Joon kemudian membantu Ra Ra mendirikan "LaLa Piano Land" yaitu tempat les piano kecil-kecilan di mana Ra Ra menjadi gurunya. Sunwoo Joon dengan sukarela mendaftar untuk menjadi murid les pertama Ra Ra.


Rasa nyaman diantara mereka berdua pun berubah menjadi saling suka dan sayang yang lebih dari sekedar teman atau sahabat. Namun, kisah cinta mereka tidak berjalan mulus begitu saja.

Di pertengahan episode, konflik demi konflik bermunculan. Mulai dari latar belakang keluarga Sunwoo Joon, munculnya orang ketiga dalam hubungan mereka hingga akhirnya Ra Ra dan Joon harus berpisah karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan mereka untuk bersama lagi.

Apakah kisah mereka berakhir dengan bahagia? Tonton saja ya, chingudeul! Hehe.

Selain cerita romance dari Ra Ra dan Joon, ada pula kisah cinta khas remaja ala Jin Ha Yeong (Shin Eun Soo) dan Lee Seung Gi (Yoon Jong Bin). Cerita cinta bertepuk sebelah tangan hingga friendzone akan membuat penonton tidak hanya menanti akhir cerita Ra Ra dan Joon tapi juga mereka berdua.

Tak kalah menarik adalah cerita cinta dr. Cha Eun Seok (Kim Joo Hun) dan mantan istrinya. Setelah bercerai, dr. Cha pergi meninggalkan Seoul untuk bekerja di salah satu rumah sakit di Eunpo. Di sanalah ia bertemu dengan Ra Ra dan lainnya, sementara mantan istrinya masih saja kepo dengan kehidupan mantan suaminya dan diam-diam sering mengunjungi Eunpo untuk memastikan kabar dr. Cha.

Penonton pastinya akan terhibur dengan cerita-cerita romance dari berbagai generasi tersebut. Hehe..

Cerita Persahabatan Dalam "Do Do Sol Sol La La Sol"

Selain kisah percintaan yang manis dan romantis antara Ra Ra dan Joon, drama ini juga menjual kisah persahabatan antara Ra Ra dan beberapa tokoh lainnya yang tinggal di Eunpo.

Ra Ra yang tidak memiliki tempat tinggal kemudian menyewa kamar di salah satu rumah susun yang ditinggali oleh Jin Sook Kyeong (Ye Ji Won), pemilik Jin Beauty Salon yang letaknya persis di sebelah tempat Sunwoo Joon tinggal. Jin Sook Kyeong yang tinggal berdua dengan anak perempuannya, Jin Ha Yeong, menerima Gu Ra Ra dan memperlakukan Ra Ra seperti saudara sendiri.

Dodosolsollalasol
Ra Ra dan teman-temannya di Eunpo (KBS)

Ra Ra yang memiliki karakter polos, ceria dan mudah bergaul dengan cepat beradaptasi dan menemukan teman-teman baru di Eunpo. Kisah persahabatan Ra Ra pun tidak kalah menarik untuk diikuti. Hampir semua tokoh yang terlibat selalu saling membantu dan mendukung sahabatnya satu sama lain. Cerita persahabatan mereka nggak kalah sweet dengan kisah romantis Ra Ra dan Joon.

Nuansa Kekeluargaan Dalam "Do Do Sol Sol La La Sol"

Meskipun drama ini termasuk drama slice of life yang ringan dan tidak perlu berpikir keras selama menonton, banyak pesan yang disampaikan terutama mengenai makna keluarga dalam kehidupan.

Di awal cerita, penonton akan disuguhkan dengan kisah Ra Ra dan ayahnya yang membesarkan Ra Ra seorang diri karena ibu Ra Ra yang meninggal ketika puteri mereka masih bayi. Meskipun sibuk dengan urusan pekerjaan, ayah Ra Ra masih bisa mencurahkan seluruh perhatian dan kasih sayang untuk puteri semata wayangnya.

Ra Ra pun tumbuh menjadi gadis yang ceria, polos dan selalu berpikir positif pada semua orang. Lingkungan tempat di mana Ra Ra tumbuh besar pun jauh dari kata-kata toksik. Semua orang bersikap baik padanya, seperti guru pianonya hingga sekertaris ayahnya.

Di Eunpo, Ra Ra bertemu dengan Jin Sook Kyeong yang juga membesarkan puterinya seorang diri. Berbeda dengan Ra Ra, kehidupan Jin Sook Kyeong dan Jin Ha Yeong jauh dari kata mewah, mereka hidup seadanya dan selalu bekerja keras untuk bertahan di tengah kesederhanaan. Namun demikian, mereka tetap saling menyayangi, mendukung dan hidup dengan bahagia.

Lain lagi dengan kisah kakek tua Kim Man Bok (Lee Soon Jae) yang hidup seorang diri pasca ditinggal oleh istrinya yang lebih dahulu meninggal. Kim Man Bok banyak membantu orang lain dan hidup sangat sederhana meski sebenarnya dirinya berkecukupan. Kim Man Bok juga menjadi orang yang berjasa dan berharga bagi Gu Ra Ra, Sunwoo Jun dan tokoh-tokoh lain yang diceritakan dalam drama ini.

Tidak ketinggalan juga cerita keluarga Sunwoo Joon, laki-laki misterius yang pindah ke Eunpo untuk bekerja. Joon memiliki kisahnya sendiri, berbeda dengan kisah keluarga tokoh lainnya dalam drama ini, bikin penasaran dan membuat penonton menduga-duga sendiri.

Semua saling mendukung! (KBS)

Bisa dibilang nuansa kekeluargaan di dalam drama ini begitu hangat hingga membuat penonton ingin ikut tinggal di Eunpo yang damai, dipenuhi oleh positive vibes dan jauh dari lingkungan yang toxic.

Akhir Kata Untuk "Do Do Sol Sol La La Sol"

Aku pribadi cukup terhibur oleh drama ini. Pada beberapa episode pun, suamiku ikut serta menonton (sebab ponselnya ku pinjam untuk menonton Netflix) dan ia cukup penasaran dengan ceritanya, juga ikut tertawa saat memang ada adegan-adegan yang lucu.

Mulanya aku tertarik untuk menonton drama ini karena visual Go Ara yang cantik abiiss dan juga karena berlatar belakang musikal. Episode-episode awal akan membawa penonton penasaran, alurnya yang cukup cepat membawa penonton menemukan sedikit demi sedikit jawaban dari rasa penasaran tersebut. Akan tetapi, aku sempat juga merasa bosan di pertengahan episode sebelum akhirnya semangat menonton lagi saat memasuki episode ke-13 hingga episode final.

Go Ara as Gu Ra Ra (soompi.com)

Bisa dibilang, hampir semua tokoh yang ada dalam drama "Do Do Sol Sol La La Sol" ini adalah tokoh protagonis. Hampir semua ya, ada juga tokoh antagonisnya. Meskipun begitu, konflik yang dibangun cukup menarik untuk diikuti, tidak yang receh banget karena bikin penonton bertanya-tanya bagaimana konflik tersebut akan diselesaikan.

Sebagai hiburan hari-hari, drama "Do Do Sol Sol La La Sol" ini cukup recommended. Pas untuk mengisi waktu luang untuk menonton drama yang lucu, manis dan bikin dugeun-dugeun karena sikap cuek-cuek pedulinya Sunwoo Joon. Hehe..

Sebelum semakin banyak spoiler di tulisan ini, aku akhiri dulu ya!

Sampai bertemu di review Kdrama berikutnya. Annyeong!

Sukabumi, 02 Januari 2020