Rabu, 27 Januari 2021

Pantulan Warna Zona 5 : Project Literasi

Januari 27, 2021 0 Comments

Alhamdulillah! Satu zona kembali terlewati. Kali ini, aku berhasil menyelesaikan tantangan zona kelima mengenai "Membentuk Karakter Melalui Stimulasi Baca Tulis dan Literasi Digital". Selama 10 hari kemarin, secara berturut-turut aku melaksanakan project literasi bersama anakku yang saat ini usianya 2 tahun 2 bulan.

Ada 2 project yang aku jalankan kemarin yaitu Read Aloud dan Story Telling. Sebenarnya, di luar tantangan bersama para petualang di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional ini aku sudah sering melakukan dua kegiatan tersebut. Hanya saja selama 10 hari kemarin aku mencoba menjurnalkan kegiatan kami. Setelah membaca ulang dan mendengarkan kembali podcast i_maesha saat aku membacakan buku untuk anakku, rasanya lucu sekali ya.

Ada kalanya di mana anakku terdengar bersemangat saat dibacakan buku, ada kalanya ia jenuh dan ingin segera mengakhiri sesi membaca buku yang baru berjalan sekitar satu atau dua menit. Haha. Tidak apa, mungkin belum waktunya ia bisa duduk fokus membaca buku akan tetapi aku juga yakin bahwa kelak kami berdua akan merasakan manfaat dari kegiatan ini.

Banyak hal yang membuatku takjub dari kegiatan mengenalkan literasi sejak dini pada anakku. Sebelum bisa berbicara, awalnya ia tampak tidak antusias saat dibacakan cerita. Namun, kebiasaan membaca buku ini terus saja aku lakukan dan hasilnya terlihat saat usianya menginjak hampir satu tahun.

Anakku sudah bisa bermain-main dengan bukunya, bisa aku tinggal mandi atau masak singkat sementara ia sibuk dengan bukunya. Setelah ia bisa berbicara, ia dengan semangat bisa meminta aku atau suamiku untuk membaca buku bersama dirinya. Ia akan ikut bernyanyi ketika membaca buku "Twinkle-Twinkle Little Star" dan sudah bisa menyebutkan nama-nama tokoh atau hewan yang ada di dalam buku cerita.

Aku dan suamiku juga membiasakan untuk bercerita pada anakku, tentang apa saja. Terutama pada saat kemampuan bicaranya masih pada fase reseptif atau menyerap kata-kata yang didengarnya. Kami bercerita tentang apa yang terjadi hari itu, bagaimana perasaan kami, tentang hewan yang kami temui atau hanya sekedar tentang benda yang berada di rumah.

Hasilnya mulai bisa aku rasakan setelah ia melalui fase ledakan bahasa. Sekarang, ia sudah bisa ikut bercerita setiap malam padaku atau suamiku tentang hal-hal yang membuatnya senang, sedih atau bahkan marah. Ia bisa membedakan antara pohon yang tinggi dan pohon yang pendek, benda yang besar dan benda yang kecil. Seru sekali!

Tujuanku mengenalkan anak pada literasi dini bukan supaya ia segera bisa membaca atau menulis, bukan agar ia buru-buru mengenal alfabet atau angka tapi agar ia bisa lebih mempersiapkan dirinya di saat sudah waktunya ia belajar membaca dan menulis kelak.

Aku ingin menumbuhkan karakter cinta membaca sejak kecil, bukan hanya sekedar membaca tapi juga memahami bacaan. Bisa mengambil banyak sekali pelajaran dari apa yang dibacanya, bisa membedakan mana bacaan yang bermanfaat dan mana yang harus dicari lagi kebenarannya. Goal-nya adalah agar anakku kelak "melek" literasi dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang bisa kita lihat sendiri banyak ditimbulkan dari media terutama media online.

Tentu saja melewati masa-masa membacakan buku, bercerita serta melakukan kegiatan pra-membaca dan pra-menulis lainnya bukan hanya happy-happy saja yang aku rasakan, kadang melelahkan dan sering juga tidak mudah.

Ada kalanya aku merasa ingin, "Udah deh anak gue kasih hape aja biar diem bentar!". Tapi, karena aku lebih takut menyesal dikemudian hari dengan tidak memberikan anakku asupan stimulasi yang cukup, tidak apa bersakit-sakit dahulu baru nanti insha Allah bersenang-senang kemudian. Hehe. Aamiin.

Untuk para orang tua yang sedang membersamai anak-anaknya menuju generasi "melek" literasi, tidak apa jika sekarang anak kita tidak memperhatikan saat diajak membaca buku, atau asyik sendiri menggigit-gigit bukunya atau melengos saat diminta untuk memerhatikan gambar yang ada di buku cerita. It's okay!

Rentang konsentrasi anak usia dini memang masih sangat pendek, tidak perlu tergesa-gesa dengan memaksanya ikut duduk diam membaca buku bersama. Namun, jangan juga mudah menyerah dengan kapok membelikan anak buku bacaan atau membacakan buku untuk anak. Yuk tetap semangat demi dunia literasi Indonesia yang semakin baik di masa yang akan datang!

Sukabumi, 27 Januari 2021

Sabtu, 23 Januari 2021

Belajar di Rumah Bersama Bumi Nusantara Montessori

Januari 23, 2021 1 Comments

Sejak usia 23 bulan atau 2 tahun kurang sebulan, aku sudah mengenalkan anakku pada sekolah berbasis online. Keputusan ini tentu menimbulkan banyak tanya terutama oleh keluarga terdekat. Banyak yang menganggap ini terlalu dini, nanti anaknya akan cepat bosan saat waktunya sekolah, program pre-school hanya mencari keuntungan semata. Ya komentar semacam itu lumayan seliweran di telingaku.

Bukan tanpa alasan aku memilih untuk menyekolahkan anakku di sekolah online Montessori, sejak anakku bayi aku sudah membaca beberapa buku parenting yang menggunakan metode Montessori.

Berhubung sudah jatuh hati pada prinsip-prinsip parenting yang dipegang oleh dr. Maria Montessori, akupun membulatkan tekad untuk mengikuti workshop How to Create Montessori Inspired Program at Home yang menghadirkan Bu Damar Wijayanti dan Bu Pritta Tyas Mangestuti sebagai mentornya.


Empat minggu aku menghabiskan waktu setiap hari Sabtu untuk belajar bagaimana bisa mengadopsi dan mengaplikasikan metode Montessori di rumah bersama anakku sehari-hari. Hingga akhirnya, para orang tua diminta untuk menyelesaikan tugas yaitu membuat jadwal (ritme) kegiatan harian membersamai anak sesuai dengan periode sensitif dari masing-masing anak.

Terdengar mudah awalnya, namun ternyata aku tidak sekreatif itu untuk membuat DIY mainan anak yang dapat membantu stimulasi dan tumbuh kembangnya, ujung-ujungnya kami hanya melakukan permainan yang sama berulang-ulang hingga akhirnya anakku tampak tidak tertarik lagi dan aku pun seperti kehabisan ide untuk mengajak anakku bermain.

Jujur aku sendiri merasa sedih karena sebagai ibu kok kayak yang nggak kreatif banget buat berpikir aktivitas apa lagi untuk anakku hari ini? Selain excercise of practical life, aku nggak ada ide banget deh menciptakan aktivitas apalagi yang sekiranya tepat untuk stimulasi di usianya.

Rasanya sayang banget kalau masa-masa absorbent mind-nya ini tidak digunakan seoptimal mungkin. Huhu~


Sampai pada akhirnya aku berdiskusi dengan suamiku dan memutuskan untuk mengikuti program belajar di rumah bersama Bumi Nusantara Montessori (BN Montessori) yang founder-nya tiada lain tiada bukan adalah Bu Pritta Tyas Mangestuti, mentorku saat workshop kemarin lalu.

Sebenarnya, jika orang tua mampu mencukupi kebutuhan stimulasi anak secara optimal tanpa bermitra dengan profesional sepertinya tidak menyekolahkan anak sejak dini juga tidak apa-apa. Dalam hal ini, jujur aku merasa kurang capable untuk memenuhi kebutuhan stimulasi anakku tanpa bantuan profesional (sekolah). I feel so guilty jika tidak membangun fondasi yang kuat pada anakku di usianya yang memang sangat butuh untuk distimulasi.

Apalagi selama masa pandemi ini, kebutuhan akan gerak kami terbatas. Tidak bisa sembarangan main di luar rumah, tidak bisa sering-sering pergi ke taman ketika jenuh, tidak berani main sama anak-anak tetangga. Makin bingung aja gue seharian di rumah ama bocah ngapain aja?! Haha~

Allah dan suamiku mempercayakan pengasuhan anak 100% padaku dan aku pun ingin mengasuh dan mendidik anak secara profesional dan tidak main-main. Jadi, yaweslah aku nggak berani mengambil resiko dengan hanya modal percaya diri saja. Daripada aku kepikiran terus masalah stimulasi anak ini, lebih baik aku ikut program belajar di rumah dengan kegiatan yang sudah disusun dan disiapkan sesuai dengan kebutuhan stimulasi anak di usianya. Udah tuh gue kagak usah mikir-mikir lagi yekan?!

Program Belajar di Rumah bersama Bumi Nusantara Montessori


Bumi Nusantara Montessori
(Instagram @bnmontessori)

Tentu aku mempelajari terlebih dahulu mengenai paket belajar yang disediakan oleh BN Montessori. Di setiap bulan, akan ada tema besar yang akan diangkat sebagai materi belajar. Sebut saja saat pertama aku ikut program belajar ini di bulan Oktober, temanya adalah "Transportasi Darat".

Saat mendaftar di bulan Oktober lalu, aku dikenakan biaya sebesar kurang lebih Rp500.000,- untuk paket belajar selama sebulan. Ini sistemnya lepasan ya, jadi tidak seperti sekolah yang harus bayar uang pangkal lalu SPP setiap bulan. Jika mau lanjut bulan selanjutnya boleh, tidak pun tidak mengapa.

Biaya yang dibebankan tersebut sudah termasuk untuk beragam alat dan bahan aktivitas, konsultasi dengan psikolog anak (Bu Pritta) dan pertemuan orang tua melalui Zoom yang membahas berbagai issue seputar parenting.

Oiya ada dua kelas yang tersedia yaitu kelas Bumi untuk anak usia 1-2.5 tahun dan kelas Angkasa untuk anak usia 2.5-5 tahun. Berhubung saat itu Dipta masih berusia 23 bulan maka ia bergabung dengan kelas Bumi.

Beberapa hari sebelum pembelajaran di mulai, BN Montessori mengirimkan sepaket alat dan bahan untuk aktivitas dan orang tua diundang untuk masuk ke grup Whatsapp.

Paket Belajar di Rumah
(Dokumentasi Pribadi)

Paket belajar ini berisi macam-macam alat dan bahan yang memfasilitasi kegiatan yang berhubungan dengan keterampilan hidup, sensori dan dasar matematika, motorik kasar, dasar menulis hingga aktivitas seni rupa.

Lengkap banget kan?! Sungguh kegalauan hatiku musnah seketika melihat isi paket belajar dari BN Montessori. Haha!

Aktivitas Pembelajaran Bersama Bumi Nusantara Montessori


Di dalam grup Whatsapp, orang tua akan dikirimkan jadwal aktivitas harian yang dapat dilakukan bersama anak. Biasanya kegiatan akan dimulai pada hari Selasa hingga Kamis. Setiap hari Kamis, akan ada pertemuan online bersama-sama dengan teman kelas Bumi dan Bu Guru.

Melalui WAG, orang tua juga akan mendapatkan video pembelajaran yang berisi demo aktivitas belajar di rumah, story telling, kegiatan menyanyi dan menari. Orang tua juga akan mendapatkan lembar observasi untuk diisi secara mandiri.

Poin menyenangkan dari kegiatan berbasis Montessori ini, anak tidak diharuskan untuk menyelesaikan setiap aktivitas dengan sempurna. Orang tua cukup menyediakan dan memberikan contoh bagaimana cara kerjanya kemudian biarkan anak bereksplorasi sendiri.

Dari Instagram @bnmontessori

Orang tua bertindak sebagai observer dan hanya bertugas untuk mengamati apa yang dilakukan anak-anaknya. Sebisa mungkin orang tua menahan diri untuk menginterupsi kegiatan yang sedang dilakukan oleh anak-anak.

Dari Instagram @bnmontessori

Prinsipnya adalah follow the child, berikan anak kebebasan untuk bereksplorasi namun jangan lupakan ground rules sehingga freedom with limitation perlu diterapkan. Apabila anak-anak belum bersedia untuk memainkan aktivitas tersebut, selow aja dan tidak perlu memaksa. Anak-anak bisa diajak untuk melakukan aktivitas tersebut di lain waktu.

Pengalaman Pertama Belajar Bersama Bumi Nusantara Montessori


Saat pertama paket belajar tiba di rumah, ya jelas seperti biasa anakku senang bukan main menerima paket. Prinsipnya dia sih, paket buatnya atau bukan tetap gembira. Haha. Dia pun tidak sabar untuk segera meng-unboxing paketnya.

Saat pembelajaran dimulai, aku menunjukkan pada anakku cara bermainnya dan membiarkan ia memainkan dengan caranya sendiri sampai puas. Ia juga antusias sekali mendengarkan cerita Bu Guru saat story telling dan menyanyi serta menari.

Video Bu Guru yang diberikan sangat minim animasi dan bahasa yang digunakan oleh Bu Guru saat bercerita seolah-olah sedang mengajak anak-anak berbicara sehingga diharapkan anak tetap merasa diajak berinteraksi meskipun sedang menonton video.

Hari pertama sekolah online, anakku hanya betah di beberapa menit pertama. Sekolah di mulai pukul 10.00 dan dibuka dengan berdo'a bersama, menyanyi, menari kemudian story telling.

Salah satu momen mendengarkan story telling (Dokumentasi Pribadi)

Setelah berdo'a, menyanyi dan menari, anakku sibuk berlarian kesana kemari mengitari rumah dan menolak untuk ikut mendengarkan Bu Guru saat story telling. It's okay, tidak usah dipaksakan karena aku ingin anakku menganggap belajar itu suatu hal yang menyenangkan dan bukan paksaan.

Dari Instagram @bnmontessori

Baru saat Bu Guru mencontohkan kegiatan permainan, anakku mau lagi duduk di depan laptop dan ikut memainkan aktivitas seperti yang dicontohkan oleh Bu Guru.

Kemudian ada sesi di mana Bu Guru akan mengunjungi muridnya satu per satu dan mengajak ngobrol mereka. Namun, ketika anakku diajak ngobrol oleh Bu Guru, ia masih sangat fokus (atau jaim) mengerjakan aktivitasnya dan tidak menghiraukan Bu Guru. Haha!

Suka serius banget gitu anaknya, Bun!
(Dokumentasi Pribadi)

Di akhir sesi, anak-anak kembali berdo'a dan menyanyi lagu khas anak-anak yang mau pulang sekolah kemudian berfoto bersama.

Kesan Belajar Bersama Bumi Nusantara Montessori


Kesan pertama yang aku tangkap dari anakku, ia cukup senang mengikuti kelas online ini meskipun rentang konsentrasinya masih terbatas sekali. Aku pun membiasakannya untuk ikut kelas online di minggu-minggu berikutnya.

Sekarang, setelah 3 bulan (Oktober dan November 2020, serta Januari 2021) mengikuti program belajar di rumah bersama Bumi Nusantara Montessori, anakku sudah hafal dengan suara dan wajah Bu Gurunya sehingga antusias jika menonton dan mendengarkan video Bu Guru. Sering kali ia duluan yang minta bermain dengan paket belajarnya dengan berkata, "Yok, sekolah dulu yok!".

Salah satu portofolio si kecil
(Dokumentasi Pribadi)

Ia juga menanti-nanti saat hari Kamis tiba dan semangat membantuku mempersiapkan laptop dan peralatan lainnya untuk sekolah. Ia tampak lebih luwes dan akrab saat melihat Bu Guru dan teman-temannya secara langsung lewat layar laptop, semangat menyanyi, menari, ikut kegiatan story telling dan lebih mau melakukan aktivitas bersama Bu Guru meskipun ya masih suka kabur-kaburan juga.


Orang-orang terdekatku pun sudah tidak lagi mempermasalahkan anakku yang masih batita sudah aku ikutkan pre-school, karena mungkin melihat perkembangan anakku. Hehe.

Penutup


Tidak ada kewajiban orang tua untuk menyekolahkan anaknya sejak dini, baik itu pre-school ataupun playgroup selama kebutuhan stimulasi anak-anak terpenuhi dengan optimal.

Sejatinya memang pendidikan utama anak adalah dari lingkungan rumah dengan kedua orang tuanya sebagai pendamping sekaligus gurunya. Akan tetapi, bagi yang mungkin bingung dan ragu-ragu dengan stimulasi seperti apa yang tepat untuk anak-anak di usianya, meminta bantuan profesional seperti sekolah juga tidak apa-apa.

Seperti aku contohnya, sebelumnya meskipun sudah ikut workshop ini itu tetap merasa aku butuh pendampingan dari profesional untuk membersamai anakku dalam melakukan stimulasi di periode-periode sensitifnya ini. Setelah mengikuti program belajar bersama Bumi Nusantara Montessori, aku jadi tidak terlalu khawatir dan merasa on track dalam melakukan stimulasi untuk anakku.

Dalam sebulan, Bu Pritta juga mengadakan pertemuan orang tua via Zoom yang isinya membahas seputar parenting. Setiap setelah diadakannya sharing session bersama Bu Pritta, yang aku rasakan adalah pikiranku menjadi lebih terbuka akan proses pendampingan tumbuh kembang anak itu ternyata lebih dalam dari apa yang aku pikirkan. Aku juga merasa tidak boleh malas dan harus terus belajar lagi dan lagi agar bisa menjadi pendamping serta guru yang terbaik bagi anakku.

Bersyukur sekali bisa diberikan kesempatan dan rejeki untuk bergabung di program belajar bersama Bumi Nusantara Montessori ini. Sekian dulu ceritaku.

Yogyakarta, 23 Januari 2021

Kamis, 21 Januari 2021

Mengenal Reksadana Bersama Bibit x ITB Project

Januari 21, 2021 36 Comments

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat menginformasikan sebuah webinar yang membuatku langsung tertarik untuk mendaftar. Webinar ini bertajuk "Mulai Investasi di Masa Pandemi" dan diselenggarakan oleh ITB Project bersama dengan BIBIT, sebuah aplikasi investasi reksadana. Meskipun aku sendiri belum menggunakan reksadana sebagai instrumen investasi, tapi jujur saja aku tertarik untuk mempelajari seperti apa reksadana itu dan apa saja manfaatnya sebagai instrumen investasi jangka panjang.


Akhirnya bertiga dengan kawan-kawanku, Erryn dan Evita, kami mendaftar webinar yang diadakan via Zoom pada hari Jum'at, tanggal 15 Januari 2021 lalu pukul 19.00 - 21.00 WIB. Biaya pendaftaran cukup murah meriah yaitu sebesar Rp20.000,- karena kami bertiga daftar bersama sebagai grup.

Mengenal Investasi

Sumber : freepik

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai reksadana, aku akan sedikit menyinggung mengenai investasi. Secara umum, investasi merupakan penanaman modal atau dana yang dilakukan perusahaan maupun perseorangan untuk jangka waktu tertentu dan mengharapkan adanya keuntungan yang diperoleh di masa depan.

Sebelum memulai berinvestasi, seseorang hendaklah memiliki tujuan yang jelas untuk apa investasi tersebut dilakukan, memperhitungkan berapa modal yang akan dikeluarkan untuk berinvestasi dan memahami resiko dari instrumen investasi yang dipilih nantinya.

Berdasarkan waktunya, investasi terbagi menjadi investasi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Secara sederhana investasi jangka pendek adalah investasi yang dilakukan dalam kurun waktu sekitar satu tahun atau kurang, investasi jangka menengah adalah investasi yang dilakukan dalam kurun waktu satu hingga lima tahun dan investasi jangka panjang memiliki jangka waktu di atas lima tahun.

Tujuan utama dari investasi itu sendiri adalah melindungi nilai aset yang kita miliki dari inflasi yang nantinya dapat menyebabkan turunnya daya beli uang yang kita punya. Selain itu, investasi sendiri dapat memenuhi kebutuhan kita di masa yang akan mendatang.


Jujur, salah satu tujuanku berinvestasi adalah untuk menghindari sandwich generation dan tetap mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga setelah aku dan suami pensiun nanti. Disamping itu, daripada menyimpan uang dalam jumlah rupiah yang nilainya akan semakin berkurang akibat tergerus inflasi, lebih baik aku simpan dan amankan dalam bentuk instrumen investasi.

Berbagai Instrumen Investasi

Sebaiknya kita mempelajari macam-macam instrumen investasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Dengan mengenal bermacam-macam instrumen investasi, kita akan lebih mudah untuk memilih jenis instrumen investasi apa yang sesuai dengan tujuan dan modal yang kita miliki.

Beberapa instrumen investasi yang populer di Indonesia antara lain :

Deposito

Deposito ini merupakan instrumen investasi yang mirip dengan ketika teman-teman menabung di bank. Akan tetapi tingkat bunga yang diberikan jika teman-teman menyimpan uang dalam bentuk deposito lebih besar dibandingkan jika menabung biasa. Sehingga, semakin besar jumlah uang tabungan maka akan sebanding dengan return yang didapatkan.

Emas

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki resiko rendah sama halnya dengan deposito. Harga emas cenderung stabil dan terus naik di masa yang akan datang, sehingga investasi emas ini lebih cocok untuk jangka panjang.

Properti

Sama halnya dengan emas, investasi properti adalah investasi yang memiliki wujud berupa barang. Resikonya terbilang rendah dan harganya dipastikan terus naik seiring berjalannya waktu. Contoh dari investasi properti adalah dengan membeli tanah atau bangunan fisik yang sudah jadi. Akan tetapi, investasi properti harus dibarengi dengan perawatan agar aset yang kita miliki tidak cepat rusak.

Saham

Beberapa tahun belakangan banyak digaungkan jargon, "Yuk Nabung Saham!" dan saat ini sudah banyak kaum milenial yang melirik saham sebagai instrumen investasi pilihan. Investasi saham ini bisa dikatakan potensial namun beresiko tinggi. Return investasi akan kita dapatkan dari deviden serta pertumbuhan nilai saham itu sendiri.

Reksadana

Secara singkat reksadana adalah tempat kita menitipkan uang untuk dikelola oleh Manager Investasi (MI). Secara lebih detail akan dijelaskan di poin berikutnya ya, jadi baca terus!

Tentang Reksadana


Selanjutnya, kita akan masuk ke pembahasan mengenai reksadana yang dalam webinar "Mulai Investasi di Masa Pandemi" kemarin dipaparkan oleh Financial Advisor Bibit.id yaitu Virtina Thionita, supaya lebih terasa akrab aku akan menyebutnya dengan sebutan Mbak Virtina aja ya. Hehe.

Mbak Virtina membuka presentasi dengan suatu fakta bahwa ternyata hanya sebesar 1% dari total penduduk Indonesia yang sudah mulai berinvestasi. Wah, apakah teman-teman termasuk ke dalam 1% tersebut?

Secara mudah, seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa reksadana adalah kegiatan dimana kita menitipkan sejumlah aset berupa uang ke Manager Investasi untuk dikelola. Manager Investasi (MI) itu sendiri bukanlah sembarang orang, melainkan seseorang yang diamanahkan untuk mengelola portofolio investasi secara profesional, sudah terdaftar oleh OJK dan dikelola oleh Wakil Manager Investasi (WMI) yang memiliki sertifikasi dari pasar modal.

Pertanyaannya adalah mengapa investor pemula sebaiknya memilih reksadana? Alasannya ada tiga, yang pertama adalah dikelola oleh profesional dan terpercaya, modal yang dibutuhkan tidak besar (bisa mulai investasi dari Rp10.000,-) serta aset kita sudah otomatis terdiversifikasi.

Reksadana ini sendiri sebetulnya bertujuan untuk meminimalisir resiko. Sebagai contoh kita memilih produk reksadana saham, nantinya saham kita akan terdiversifikasi ke beberapa saham perusahaan sehingga apabila satu saham mengalami kerugian, saham lainnya dapat memberikan back-up.

Jenis-Jenis Reksadana

Sebelum kita mengenal jenis-jenis reksadana, yang perlu kita ketahui adalah bahwa keuntungan yang akan kita dapatkan ketika berinvestasi melalui reksadana adalah dari kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAV) per Unit. NAV (beberapa sumber menyebutnya dengan NAB) adalah nilai aset suatu reksadana dikurangi nilai kewajiban (liability) dibagi dengan jumlah unit reksadana.

Ada 4 jenis reksadana yang disampaikan oleh Mbak Virtina, yaitu :

1. Reksadana Saham

Di reksadana saham, modal investasi yang kita miliki akan ditujukan untuk pembelian saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Keuntungan yang kita dapatkan ketika berinvestasi di reksadana saham didapatkan dari kenaikan NAV yang disebabkan oleh kenaikan harga saham yang ada di dalam reksadana.

Dalam reksadana saham, tentu MI akan memilih saham-saham terbaik untuk dikombinasikan dan komposisi saham pada reksadana akan dievaluasi oleh MI setiap waktu. 

2. Reksadana Obligasi

Reksadana ini mengalokasikan modal investasi yang kita miliki pada pembelian obligasi atau surat hutang pemerintah maupun perusahaan yang memiliki jatuh tempo satu tahun.

Keuntungan yang kita peroleh ketika berinvestasi di reksadana obligasi adalah adanya kenaikan NAV obligasi yang disebabkan naiknya harga obligasi dan penerimaan bunga dari obligasi. Selain itu, adanya penerimaan bunga membuat reksadana obligasi memiliki harga yang cenderung lebih stabil dari reksadana saham.

3. Reksadana Pasar Uang

Merupakan reksadana yang 100% modal investasi kita dialokasikan ke instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka dan obligasi yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Keuntungan yang kita peroleh dari investasi reksadana pasar uang (RDPU) ini adalah dari kenaikan NAV reksadana pasar uang yang disebabkan oleh kinerja return dari deposito dan obligasi jangka pendek. RDPU ini sendiri disebut-sebut sebagai reksadana yang paling stabil karena instrumen di dalamnya memiliki tenor yang pendek. 

4. Reksadana Campuran

Reksadana campuran melibatkan tiga reksadana yang sudah disebutkan di atas. Pemilihan jenis reksadana ini harus disesuaikan dengan tujuan investasi. Pastikan teman-teman sudah memiliki tujuan sebelum memulai investasi dan menentukan jangka waktu investasinya karena, setiap pilihan memiliki keuntungan dan resikonya masing-masing.

Perbandingan jenis-jenis reksadana beserta keuntungan dan resikonya
(Sumber : Webinar "Mulai Investasi di Masa Pandemi")

Aplikasi Investasi Reksadana BIBIT

Sumber : blog.bibit.id

Terkadang, seseorang bingung dan ragu-ragu untuk memulai suatu investasi. Salah satunya aku sendiri, awalnya aku hanya membaca sekilas mengenai reksadana namun masih enggan untuk memulai berinvestasi menggunakan reksadana karena bingung harus masuk ke reksadana yang mana? Selain itu, tentu ada rasa takut jika uang investasi kita dikelola oleh orang lain (MI). 

Ternyata, I'm not alone dan banyak masyarakat yang memiliki pikiran serupa.Setelah mengikuti webinar kemarin, aku sudah mulai tercerahkan tentang sistem investasi menggunakan reksadana. Selain itu, apabila kita menggunakan aplikasi BIBIT maka semua keraguan insha Allah akan sirna karena aplikasi investasi reksadana ini menampilkan fitur-fitur yang sangat memudahkan untuk para pemula.

BIBIT sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga pastinya sudah terpercaya dan nggak kalengan lah ya! Disamping itu, BIBIT didukung oleh investor-investor ternama di Indonesia, memiliki tim teknologi yang berpengalaman dan aplikasi BIBIT sendiri sudah digunakan oleh lebih dari satu juta penduduk Indonesia.

Untuk membantu investor pemula, BIBIT juga membantu menyeleksi MI yang memiliki reputasi terbaik. Kita dapat melihat profile dari masing-masing MI sehingga nantinya kita dapat berinvestasi dengan tenang.

Jika kita masih bingung juga nih, BIBIT menyediakan Robo advisor yang membantu kita memilih jenis reksadana sesuai dengan profil resiko kita sebagai investor. Buat yang pemula banget-banget, Robo advisor dapat menjadi pilihan supaya kita tidak perlu pusing-pusing memilih MI dan komposisi jenis reksadana.

Robo advisor sendiri berbasis Modern Portfolio Theory yang dapat meminimalkan resiko di setiap tingkat return yang bisa dicapai. Sehingga portofolio kita bisa diposisikan ke tingkat efficient frontier. Maafkan aku sendiri masih harus banyak membaca tentang Robo advisor ini sehingga tidak bisa membeberkan lebih banyak. Intinya Robo akan membantu kita memetakan jenis reksadana apa yang cocok dilihat dari profil resiko kita.

Mbak Virtina kemudian menjelaskan pada kami para peserta webinar bagaimana tips berinvestasi untuk pemula. Jadi, sebaiknya kita rutinkan kebiasaan menabung setiap bulan tanpa memedulikan kondisi pasar yang sedang naik atau turun. Istilah lainnya adalah Dollar Cost Averaging (DCA) yang simulasinya dapat dilihat melalui gambar di bawah ini :

Simulasi investasi menggunakan metode DCA
(Sumber : Webinar "Mulai Investasi di Masa Pandemi")

Keuntungan Berinvestasi dengan Aplikasi BIBIT

Dengan menggunakan aplikasi BIBIT, akan banyak sekali keuntungan dan kemudahan yang kita peroleh meskipun kita merupakan seseorang yang baru banget terjun ke dunia investasi reksadana. Beberapa keuntungan menggunakan aplikasi BIBIT sebagai sarana berinvestasi adalah :

1. Tidak dikenakan biaya beli, jual dan per bulan (Free of charge)
2. Bisa mulai investasi hanya dengan modal sangat terjangkau yaitu Rp100.000,-
3. Bebas pajak
4. Metode pencairan dana mudah dilakukan
5. Metode pembayaran yang mudah (disarankan menggunakan gopay, linkaja dan virtual account agar mudah untuk diverifikasi)
6. Layanan support terbaik

Keamanan aset yang kita miliki juga terjamin karena uang yang kita miliki sebenarnya tidak disimpan di BIBIT melainkan di Bank Kostudian (misalnya BCA, Mandiri, Standard Chartered). Sehingga uang tersebut hanya dapat dicairkan atas nama kita sendiri.

Jadi, Kapan Mulai Investasi?

Begitulah teman-teman sedikit cerita yang bisa aku bagikan setelah mengikuti webinar "Mulai Investasi di Masa Pandemi". Dari sekian ratus peserta yang mengikuti webinar ini, kebanyakan dari mereka adalah masih berstatus sebagai mahasiswa, loh! Ya ampun, aku sih mana kepikiran ikut seminar tentang investasi jaman baheula?! Hiks!

Oiya, satu hal lagi manfaat yang didapatkan dari aplikasi BIBIT ini adalah dia bisa menghitung berapa biaya yang butuhkan setiap bulan untuk menabung jika kita ingin memiliki tabungan sejumlah RpX di waktu yang akan datang.

Di aplikasi ini kita juga memilih tujuan investasi kita. Sebutlah dana darurat, tabungan haji, tabungan pendidikan hingga dana pensiun. Untuk mengingatkan kita agar senantiasa rajin menyisihkan pendapatan, kita juga bisa mengatur alarm kapan kita harus menabung. So helpful!

Jadi, kapan baiknya mulai berinvestasi? Semakin cepat kita mulai, maka kita akan semakin mempermudah hidup kita di masa depan nanti. Jangan sampai ada kata menyesal tidak berinvestasi semasa muda saat usia kita sudah mencapai masa pensiun nanti!

Never depend on single income. Make an investment to create a second source... - Warren Buffet 

Reksadana hanyalah salah satu instrumen investasi yang dapat dipilih. Selain itu, banyak jenis instrumen investasi lain yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan kita berinvestasi. Yuk, semangat berinvestasi for the brighter future!

Sukabumi, 20 Januari 2020

Sabtu, 16 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-10

Januari 16, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-10 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital.

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-10




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Pagi ini, aku mengajak Dipta untuk bercerita mengenai pengalaman kami naik pesawat tahun lalu. Di bulan Desember 2020 kemarin, aku bersama suamiku dan Dipta pergi ke Jogja menggunakan moda transportasi pesawat. Aku mengajaknya untuk mengingat kembali momen-momen saat kami bertiga naik pesawat.

Aku menggambarkan lagi bagaimana situasi di airport, bagaimana bentuk dan apa saja bagian-bagian dari pesawat serta cerita pada saat kami di dalam pesawat. Untuk menjelaskan bagian-bagian pesawat, aku menggunakan mainan pesawat-pesawatan sehingga ia bisa melihat bagaimana bentuk jendela, sayap hingga ekor pesawat.

Mainan pesawat, bahan cerita hari ini


Refleksi :

Di luar dugaan, Dipta ternyata masih ingat dengan cukup detail pengalaman kami saat naik pesawat. Saat naik pesawat kemarin, usia Dipta sudah 25 bulan sehingga wajib membeli kursi sendiri. Ia bisa menceritakan kembali bahwa ia duduk sendiri dan menggunakan sabuk pengaman, masker serta face shield (lucu banget ingat semua!). Ia juga bercerita naik pesawat bersama Mama dan Papa.

Dipta juga sudah hapal bagian-bagian dari pesawat seperti badan pesawat, jendela, baling-baling (mesin) pesawat hingga tempat duduk pilot dan penumpang. Ia juga bisa menyebutkan Bapak Pilot adalah seseorang yang mengemudikan pesawat.

Pengalaman bercerita seperti ini betul-betul menyenangkan karena sebelum-sebelumnya, Dipta belum bisa bercerita banyak karena perkembangan bahasanya yang masih terbatas. Namun, di usianya sekarang ia sudah bisa bercerita macam-macam bahkan bisa diajak ngobrol dan menanggapi apa yang aku ceritakan. So proud of you, kid!

#Harike-10
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Jumat, 15 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari ke-9

Januari 15, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-9 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital.

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-9




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku menceritakan tentang "gitar" pada anakku. Belakangan, selama di Jogja ini Dipta sangat tertarik dengan alat musik gitar yang ada di rumah. Terutama saat adikku memainkan gitar, maka Dipta akan memerhatikannya dengan seksama dan terlihat senang sekali. Akhirnya, aku berinisiatif untuk story telling megenai gitar pada hari ini.


Aku menjelaskan bagaimana bentuk gitar, apa warnanya, bahwa ada senar panjang yang terdapat pada badan gitar, ada lubang berbentuk bundar yang bisa menghasilkan suara pada gitar serta bagaimana cara memainkan gitar tersebut. Aku juga menjelaskan bahwa seorang yang memainkan gitar disebut dengan gitaris.

Refleksi :

Dipta tentu saja sangat bersemangat saat aku mengajaknya untuk bercerita tentang gitar. Ia dengan antusias memegang gitar yang ada di dalam kamar dan membawanya ke atas kasur untuk diberikan padaku. Ia juga sudah paham dan dapat menyebutkan lagi bagian-bagian dari gitar seperti senar, lubang yang terdapat pada badan gitar, dimana letak tangan harus diposisikan saat bermain gitar.

Dengan menyentuh secara langsung benda konkretnya, tentu anak akan lebih mudah memahami apa yang kita sampaikan.

#Harike-9
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Kamis, 14 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-8

Januari 14, 2021 0 Comments


Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-8 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital.

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-8




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Hari ini, bercerita mengenai huruf A dari buku yang berjudul Let's Learn the Alphabet. Buku ini aku beli saat ada promo BBW beberapa waktu yang lalu. Memang, sudah sekitar 2 bulan terakhir ini anakku senang sekali menyebutkan huruf-huruf mulai dari huruf A sampai Z.


Aku menceritakan bagaimana bentuk huruf A, serta benda-benda apa saja yang diawali dengan huruf A baik benda dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.

Refleksi :

Selama di Jogja, Dipta tidak punya buku miliknya sendiri dan sebelum-sebelumnya membaca buku milikku atau adikku sewaktu kami kecil. Tentu saja dengan melihat buku "Let's Learn the Alphabet" ini dia senang sekali dan antusias saat aku ceritakan ulang dengan versiku sendiri apa yang ada di dalam buku tersebut.

Dipta juga sudah bersedia menyebutkan beberapa benda yang diawali dengan huruf A seperti apple, airplane, ants dan acorn untuk kata berbahasa Inggris. Ia juga menyebutkan kata air, Aa, anjing dan anggur untuk kata berbahasa Indonesia.

#Harike-8
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Rabu, 13 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-7

Januari 13, 2021 1 Comments

 


Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-7 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Mengapa aku memilih untuk melakukan story telling selama 5 hari ini adalah karena sebelumnya, aku sudah merasakan manfaat dari kegiatan ini dan ingin terus mengulang kegiatan yang memiliki andil besar terhadap perkembangan bahasa anakku.

Dalam tulisan sebelumnya mengenai "Tahap Perkembangan dan Stimulasi Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini" aku bercerita bahwa sempat ada rasa khawatir ketika anakku belum bisa berbicara dengan lanncar di usianya yang sudah satu tahun lebih. Namun, aku terus memberikannya stimulasi salah satunya adalah dengan bercerita.

Dengan menceritakan kegiatan sehari-hari, menceritakan benda-benda yang ia lihat dan ia sentuh serta menceritakan ulang buku-buku yang sudah kami baca bersama, aku sungguh berharap ia dapat menyerap kata-kata yang aku ucapkan sehingga suatu saat bisa mengucapkannya kembali. Proses ini tentu saja tidak instan, tapi aku merasakan manfaatnya setelah ia memasuki fase ledakan bahasa.

Semua kata-kata yang pernah ia dengar ia ucapkan dengan penempatan kalimat yang tepat, misalnya "Pohon besar" dan ia benar-benar menunjuk pohon yang berukuran besar. Wah, aku cukup takjub melihat kemampuan berbahasanya saat ini karena ia pun sudah mulai bisa mengungkapkan emosi yang ia rasakan meskipun baru tahu "happy" dan "menangis karena sedih" saja.

Dari salah satu sumber yang aku baca, story telling memiliki manfaat untuk pencerita serta pendengarnya. Manfaat tersebut adalah :
Untuk Pencerita
1. Sarana komunikasi
2. Media pembelajaran
3. Membangun bonding
4. Membangun daya imajinasi dan kreativitas

Untuk Pendengar
1. Mengembangkan daya pikir dan imajinasi anak
2. Mengembangkan kemampuan berbicara anak
3. Mengembangkan daya ingat
4. Mengembangkan fantasi, empati dan berbagai jenis perasaan
5. Menumbuhkan minat membaca

Sehingga, mengerjakan project literasi dengan melakukan story telling seperti yang aku lakukan di hari ke-6 sampai hari ke-10 nanti membuatku bersemangat!

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-7




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku bercerita mengenai buah tomat. Dari Bumi Nusantara Montessori, kami diberikan kartu bergambar untuk peraga story telling lalu aku memanfaatkan kartu bergambar tersebut untuk bercerita tentang tanaman tomat dan spesifik pada buah tomat.

Aku bercerita seperti apa bentuk, warna dan rasa dari buah tomat. Aku juga bercerita pengalaman kami memakan buah tomat sebelum ini dan mengajaknya untuk mengingat kembali bagaimana pengalaman kami sewaktu memakan buah tomat dulu. Dari aktivitas ini, kosakata mengenai bagian-bagian buah kembali dikenali seperti kata tanaman, daun, batang, akar dan buah.

Cerita Pohon Tomat

Refleksi :

Dipta mau mendengarkan cerita mengenai buah tomat, serta sudah bisa mengenali buah tomat dengan menunjuk pada gambar peraga. Ia juga bisa menunjukkan yang mana bagian daun dan buah tomat. Anakku cukup tertarik dengan cerita buah tomat karena sebelum-sebelumnya ia sudah pernah melihat dan menggenggam secara langsung buah tomat.

#Harike-7
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Selasa, 12 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-6

Januari 12, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-6 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari keenam sampai hari ke sepuluh nanti, aku akan rutin melakukan kegiatan bercerita atau story telling bersama Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah story telling.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. 

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-6




Project :

Story Telling

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, aku akan melakukan kegiatan story telling dimana dengan menggunakan peraga (buku atau gambar) aku akan menceritakan hal yang berkaitan dengan peraga tersebut.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya. Bisa juga bersumber dari gambar yang dapat dijadikan bahan untuk bercerita.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku bercerita mengenai pohon dan buah apel. Kebetulan, Dipta sedang mengikuti program belajar di rumah bersama Bumi Nusantara Montessori sehingga banyak kartu bergambar yang disediakan dari BN Montessori. Aku menggunakan salah satunya sebagai bahan untuk menceritakan tentang apel dan pohonnya.

Aku menceritakan bagian-bagian dari pohon, warna dan bagian dari buah apel, ukuran apel dimana ada apel besar dan apel kecil serta meminta Dipta untuk ikut aktif menanggapi apa yang sudah aku ceritakan padanya. Kegiatan hari ini hanya aku dokumentasikan melalui foto seperti di bawah ini :



Refleksi :

Alhamdulillah, Dipta antusias sekali mengikuti kegiatan hari ini. Dipta cepat menangkap apa yang aku ceritakan mengenai pohon dan buah apel, ia juga sudah bisa menyebutkan yang mana batang, daun, akar juga warna buah apel dan bagian-bagian dari buah apel beserta ukuran dari gambar apel yang tersedia.

#Harike-6
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Senin, 11 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-5

Januari 11, 2021 0 Comments


Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-5 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari pertama sampai ke-5 nanti, aku akan rutin membacakan dengan nyaring beberapa buku yang ada di rumah untuk Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah read aloud.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Aku akan merangkum sedikit materi yang telah diberikan sebagai dasar untuk mengerjakan tantangan di zona 5 ini.

Materi ini adalah mengenai peran orang tua dalam membangun minat literasi baca tulis serta literasi digital pada anak-anak. Terutama anak-anak usia dini yang sedang berada dalam periode sensitif terhadap bahasa, stimulasi yang optimal akan membantu anak mempermudah pembelajarannya terutama di bidang literasi kelak.

Ada beberapa cara stimulasi yang bisa orang tua lakukan pada anak-anaknya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap literasi baca tulis dan literasi digital, hal-hal tersebut adalah :

1. Read Aloud
Read aloud adalah kegiatan membaca nyaring bersama dengan anak-anak, kegiatan ini dipercaya dan sudah terbukti menumbuhkan minat literasi pada anak-anak usia dini saat usia mereka sudah memasuki tahap belajar membaca dan menulis.

2. Mendongeng atau bercerita (Story Telling)
Kegiatan ini juga salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Bedanya mendongeng atau bercerita dengan kegiatan nomor satu adalah kegiatan ini dilakukan tanpa membaca buku dan terkadang menggunakan alat peraga agar anak-anak lebih tertarik untuk menyimak.

3. Menyajikan aneka jenis buku bacaan
Pilihlah buku bacaan yang sesuai dengan usia anak-anak sehingga anak akan lebih menyerap dan menangkap apa yang ada di dalam buku bacaan dan tidak terlalu lelah.

4. Membuat karya literasi
Bisa dengan membuat cerpen, puisi maupun jurnal harian dan karya-karya literasi lainnya.

5. Menumbuhkan kebiasaan membaca buku
Bisa dimulai dengan membuat jadwal membaca per hari, per pekan dan per bulan. Hendaklah jadwal tersebut dirutinkan dan dibiasakan.


Project Literasi - Tantangan Hari Ke-5




Project :

Read Aloud

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, Dipta akan memilih sendiri buku bacaan yang akan dibacakan oleh aku sebagai pendampingnya. Kegiatan ini akan didokumentasikan melalui Podcast i_maesha.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku membacakan buku eknsiklopedia milikku saat kecil dulu berjudul Mengenal Ilmu Samudera "Suhu Samudera" yang ditulis oleh Joy Palmer dan diterbitkan oleh penerbit GROLIER.


Kegiatan read aloud hari ini aku dokumentasikan melalui rekaman podcast di link berikut ini : Read Aloud Mengenal Ilmu Samudera, Suhu Samudera.

Refleksi :

Pada awalnya Dipta sangat bersemangat untuk membaca buku, namun di tengah-tengah saat aku membaca buku Dipta mulai terlihat tidak fokus dan bosan (padahal baru sekitar 2 menit). Haha. Akhirnya, kegiatannya tidak aku teruskan dan lebih baik mencari waktu lain yang pas untuk membacakan buku lagi.

#Harike-5
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Minggu, 10 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-4

Januari 10, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-4 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari pertama sampai ke-5 nanti, aku akan rutin membacakan dengan nyaring beberapa buku yang ada di rumah untuk Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah read aloud.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Aku akan merangkum sedikit materi yang telah diberikan sebagai dasar untuk mengerjakan tantangan di zona 5 ini.

Rangkuman materi yang akan aku tuliskan sebelum mulai menulis jurnal tantangan di hari ke-4 ini adalah mengenai literasi digital. Literasi digital adalah alat pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi atau jaringan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menyikapi tantangan yang muncul di era digital saat ini, dibutuhkan keterampilan untuk menyikapi teknologi yaitu dengan cara :
1. Keluarga sebagai subjek, dan teknologi sebagai media.
2. Memberikan landasan mental dan spiritual yang kuat.
3. Memahami kelebihan, keterbatasan dan kelemahan teknologi.
4. Menetapkan fungsi dan tujuan dari penggunaan teknologi untuk pribadi dan keluarga.
5. Melatih pola pikir skeptis.


Project Literasi - Tantangan Hari Ke-4




Project :

Read Aloud

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, Dipta akan memilih sendiri buku bacaan yang akan dibacakan oleh aku sebagai pendampingnya. Kegiatan ini akan didokumentasikan melalui Podcast i_maesha.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku membacakan buku eknsiklopedia milikku saat kecil dulu berjudul Mengenal Ilmu Samudera "Makhluk Luar Biasa" yang ditulis oleh Joy Palmer dan diterbitkan oleh penerbit GROLIER.
 

Kegiatan read aloud hari ini aku dokumentasikan melalui rekaman podcast di link berikut ini : Mengenal Ilmu Samudera Makhluk Luar Biasa.

Refleksi :

Walaupun pada awalnya ada beberapa hal yang membuat Dipta tidak fokus saat aku bacakan buku, alhamdulillah kegiatan read aloud pada hari ini dapat dilakukan sampai selesai. Hari ini, Dipta cukup tertarik dengan gambar-gambar yang ada di dalam bab pembahasan 'makhluk luar biasa' seperti kepiting dan gurita. Hal ini membuat ia terus mengikuti kegiatan read aloud yang kami lakukan bersama-sama.

Semoga besok kami bisa melakukan kegiatan read aloud ini dengan lebih gembira dan seru.

#Harike-4
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia

Sabtu, 09 Januari 2021

Project Literasi, Tantangan Hari Ke-3

Januari 09, 2021 0 Comments

Halo teman-teman petualang!

Hari ini memasuki hari ke-3 tantangan zona 5 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional untuk project literasi. Rencananya di hari pertama sampai ke-5 nanti, aku akan rutin membacakan dengan nyaring beberapa buku yang ada di rumah untuk Dipta.

Usia Dipta saat ini 2 tahun, sehingga kegiatan pra-membaca yang tepat untuk anak seusianya salah satunya adalah read aloud.

Di zona 5 kali ini, fokusnya adalah tentang pembentukan karakter melalui stimulasi baca tulis dan literasi digital. Aku akan merangkum sedikit materi yang telah diberikan sebagai dasar untuk mengerjakan tantangan di zona 5 ini.

Ada dua definisi dari literasi baca tulis, pertama adalah memahami isi teks tertulis, baik yang tersirat maupun tersurat dan menggunakannya untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi diri. Sedangkan definisi kedua adalah menuangkan gagasan dan ide ke dalam tulisan dengan susunan yang baik untuk berpartisipasi di lingkungan sosial.

Sedangkan, ada pula 4 keterampilan berbahasa yang harus dilatih untuk memiliki kemampuan literasi baca tulis yang baik yaitu menyimak atau mendengar, berbicara, membaca dan menulis.

Untuk perkembangan bahasa pada anak, sebelumnya aku pernah menuliskannya di tulisan berikut : Tahap Perkembangan dan Stimulasi Kemampuan Bahasa Pada Anak Usia Dini

Project Literasi - Tantangan Hari Ke-3




Project :

Read Aloud

Nama : Dipta
Kelompok Usia Pondok : 0 - 6 tahun

Rencana Project :

Setiap hari selama 5 hari ke depan, Dipta akan memilih sendiri buku bacaan yang akan dibacakan oleh aku sebagai pendampingnya. Kegiatan ini akan didokumentasikan melalui Podcast i_maesha.

Sumber Referensi dan Media Digital :

Buku cerita atau buku bergambar untuk anak-anak yang ada di rumah nenek karena saat ini Dipta sedang berada di rumah neneknya.

Aktivitas Harian :

Hari ini, aku membacakan buku eknsiklopedia milikku saat kecil dulu berjudul Mengenal Ilmu Samudera "Ikan". Buku ini merupakan tulisan Joy Palmer dan terbitan penerbit GROLIER.


Kegiatan read aloud hari ini aku dokumentasikan melalui rekaman podcast di link berikut ini : Read Aloud Mengenal Ilmu Samudera Ikan.

Refleksi :

Alhamdulillah, Dipta bisa mengikuti kegiatan read aloud hari ini dengan baik meskipun banyak hal yang mendistraksi dirinya saat membaca buku. It's okay karena walaupun disambi macam-macam kegiatan lain, ia masih dapat mengikuti cerita yang aku bacakan dan ikut menjawab saat ditanya.

Semoga esok hari, Dipta bisa lebih fokus lagi saat kami berdua melakukan kegiatan read aloud ini. Dalam project literasi ini, tantangan terbesarku adalah untuk membuat Dipta tertarik dengan buku-buku yang belum familiar untuknya, selain itu kebanyakan buku-buku yang tersedia di rumah Nenek Dipta adalah buku-buku untuk anak-anak usia sekolah, bukan untuk anak-anak usia dini. Sehingga, menjadi pekerjaanku juga untuk memilih bacaan yang tidak terlalu berat bagi Dipta.

#Harike-3
#Tantangan15hari
#Zona5MembangunKarakter
#StimulasiLiterasiBacaTulis
#StimulasiLiterasiDigital
#PantaiBentangPetualang
#InstitutIbuProfesional
#PetualangBahagia