Minggu, 30 Agustus 2020

Tentang Antologi PULIH

Agustus 30, 2020 0 Comments

Di awal tahun 2020 ini, aku tidak membuat resolusi dengan target yang terlalu muluk. Hanya sekedar ingin menjadi individu yang lebih produktif lagi, bukan sekedar menjadi istri dan ibu dengan segala urusan rumah tangga.

Peran sebagai istri dan ibu itu jelas sangat penting di rumah. Tapi, as a human being, aku juga ingin menjadi diri sendiri, mengerjakan hal lain yang aku sukai disamping bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Singkat cerita aku memilih untuk kembali berkomunitas dan menghidupkan kembali blog ini yang sudah lama hiatus, sambil melemaskan jari jemari untuk kembali menekuni hobi menulis.

Ternyata, dari komunitas aku mendapatkan banyak kesempatan untuk mengembangkan diri sebagai seorang individu. Aku mendapat teman-teman baru yang sehobi, mendapat pekerjaan dari nge-blog dan menulis sebagai freelancer hingga menjadi kontributor dalam proyek antologi.
Saat ada informasi mengenai pendaftaran untuk proyek menulis antologi bersama komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), aku langsung tertarik untuk mengikutinya setelah melihat tema yang ditawarkan. Mental Illness. Sebuah issue yang sedang marak diperbincangkan namun sering dianggap sepele oleh sebagian orang.

Kisahnya ditulis berdasarkan kisah nyata. Kalimat yang membuatku semakin tertantang untuk terjun ke dalam proyek antologi ini. Antologi ini digarap dengan tidak main-main, menghadirkan langsung seorang pakar kesehatan mental untuk mendampingi penulis selama proyek ini berlangsung.
Setelah mendapatkan inspirasi kisah untuk ditulis, aku memberanikan diri mendaftar untuk ikut seleksi dalam antologi ini. Alhamdulillah, namaku ternyata masuk ke dalam salah satu penulis yang naskahnya lolos untuk dibukukan. Menangys bahagya ya Allah~
Meskipun naskahku lolos dengan revisi (macam skripsi gitu ya?!), aku mengerjakan perbaikan dengan hati yang berbunga-bunga. Wah! Setelah sekian tahun berhenti menulis, akhirnya aku bisa menghasilkan sebuah karya yang dapat dibaca oleh banyak orang. Ya Allah baiknya Engkau~

Beberapa waktu berlalu sejak naskah akhir ku kirimkan ke pihak panitia, berita baik pun tiba. Cover buku sudah selesai dikerjakan, draft naskah buku pun sudah aku terima. Hanya tinggal menunggu layout selesai dikerjakan dan setelah itu PO bisa mulai dibuka.

Membaca naskah tulisan teman-teman dalam buku bertajuk PULIH ini membuatku lebih membuka mata terhadap issue kesehatan mental. Setiap judul cerita di dalamnya mengandung pelajaran berharga. Bagaimana kita harus menghargai dan mencintai diri sendiri, mengutamakan kebahagiaan diri sendiri agar bisa membahagiakan orang lain terutama keluarga.

Membaca buku ini juga akan membuat para pembacanya sadar bahwa masalah mental bisa dialami oleh siapa saja, bahkan orang terdekat kita. Serta ternyata, berbagai faktor dapat memicu terjadinya masalah kesehatan yang dapat berdampak serius.

Semua cerita yang ada tidak hanya menghadirkan cerita kelam, namun juga perjuangan untuk bangkit dari titik terendah hidup yang pernah dialami. Setiap usaha dan upaya tokoh yang berhasil keluar dari masa lalu yang kelam demi meraih mimpi dan cita-citanya sangat patut untuk diapresiasi.

Saya berharap banyak wanita sadar untuk melakukan self-care dan self-healing serta mengambil tanggung jawab pribadi untuk pulih.

Satu wanita saja dipulihkan maka dia akan msmpu mengurus kesehatan mental keluarga.

Intan Maria Halim, S.Psi, CH.,
Konselor, Founder Ruang Pulih

Buku yang ditulis oleh anggota komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis ini memang sangat layak untuk hadir dan dibaca. Teman-teman bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari setiap judul tulisan dari buku PULIH. Saat ini, teman-teman sudah bisa memesan antologi PULIH yang memiliki spesifikasi sebagai berikut :


OPEN PO PULIH
(26 Agustus 2020-16 September 2020)

Judul: Pulih
Tebal: 306 halaman
Ukuran: 14 x 20 cm
ISBN: 978-623-7841-76-0
Terbit: Agustus 2020
Harga normal: Rp 100.000,-
Harga PO: Rp 95.000,-

Untuk pemesanan bisa langsung menghubungi nomor Whatsapp 082136516493. Terima kasih semua!

Sukabumi, 30 Agustus 2020

Sabtu, 29 Agustus 2020

Mengenang Masa Menjadi KPoper

Agustus 29, 2020 1 Comments

Jikalau aku menyelesaikan tulisan ini, artinya tersisa 5 topik lagi dari Kdrama Writing Challenge yang sudah aku ikuti sejak bulan Juni lalu. Ya ampun, tak terasa!

Topik ke-25 ini berbicara tentang kenal mana duluan, antara Kpop dan drama Korea. Drama Korea sudah kutonton sejak zaman Song Hye Kyo bermain dalam Endless Love yaitu pada tahun 2000 silam. Setelahnya, aku belom terlalu banyak mengikuti serial drama Korea kecuali yang diputar di televisi dalam negeri.

Aku mulai menyukai musik Korea sejak menonton Full House, Sassy Girl Chun-Hyang dan Princess Hours yang kutonton melalui persewaan DVD, patungan dengan teman sekolahku. OST dari drama tersebut banyak yang membuatku tertarik untuk mencari MP3 dari lagu-lagunya.
Dulu, aku sebatas menyukai lagu-lagu OST drama saja. Tidak sampai menjadi bias dari suatu grup yang sering disebut girlband atau boyband. Sampai pada tahun 2010, dimana aku beserta beberapa teman kampus pergi mewakili fakultas untuk menghadiri acara di Korea Selatan.

Hampir semua teman-teman dari Indonesia yang berangkat kesana, baik dari Jakarta, Bandung dan daerah lain di Indonesia tau atau merupakan penggemar Kpop. Aku? Bengak bengok aja kalau mereka membahas grup A, B, C yang namanya saja tidak pernah ku dengar.

Ternyata, banyak dari panitia penyelenggara acara yang merupakan orang Korea Selatan juga seorang Kpopers. Jadilah aku seperti tiada berkawan diantara mereka yang heboh membahas idol masing-masing. Tapi, itu tidak membuatku lantas menjadi Kpoper, guys! Masih kekeuh nih, paan sih Kpop-Kpop?!

Adalah Jung Yong Hwa, laki-laki yang merusak prinsipku untuk tidak ingin menjadi Kpoper. Pertama melihatnya dalam drama You're Beautiful. Pertama kalinya juga aku mengalami second lead syndrome karena Yong Hwa oppa berperan sebagai pemeran utama kedua.

Nae namja (ngarep!)
Source : soompi.com
Dari sana, seorang sahabatku yang merupakan Kpoper kelas berat banyaaak menjejeliku informasi tentang Yong Hwa. Bahwa ia adalah lead vocal sekaligus leader dari band CNBLUE. Band loh, bukan boyband. Leh uga nih coba dengerin lagunya.
Mengenal CNBLUE seperti membukakan jalan padaku untuk lebih mengenal banyak idol-idol Korea lainnya. Setelah menonton Yong Hwa berpasangan dengan Seo Ju Hyun alias Seo Hyun SNSD dalam variety show We Got Married, aku jadi tertarik untuk mencari tau tentang girlband SNSD dimana Seo Hyun menjadi salah satu personilnya.

Setelah mengenal SNSD, perlahan-lahan aku mulai menyukai lagu-lagu dari girlband yang nama lainnya Girl's Generation tersebut. Dance-nya juga asyik untuk diikuti. Ternyata, anak-anak sekelas di kampusku saat itu banyak juga yang menggandrungi SNSD, nggak cewek nggak cowok.

SNSD versi lengkap
Source : soompi.com
Aku sendiri hanya tau lagu-lagu mereka yang terkenal-terkenal saja. Tidak sampai pula membeli album-albumnya seperti Kpopers sejati. Lanjut, setelah sering melihat-lihat show SNSD di internet, aku jadi tau bahwa mereka adalah girlband di bawah naungan manajemen SM Entertainment.

Kemudian aku mulai tau yang namanya Super Junior (SuJu) yang mana penggemarnya disebut ELF. Awalnya adalah ketika seorang teman memperlihatkan video klip No Other, seketika aku susah berpaling dari oppa ganteng yang ku tau bernama Choi Siwon.

Ada saat-saat dimana aku sukaaa sekali dengan SuJu sama sukanya dengan aku pada CNBLUE. Semua video live mereka dan music video-nya aku tonton, tapi saat itu aku hanya fokus pada Siwon seorang. Lainne sopo embuh aku yo ra ngerti! Rasanya nggak peduli pada member yang lain, baik namanya maupun wajahnya. Haha.

Fokusnya tetep Siwon ama Donghae ♥️
Source : allaboutkpop.com
Tapi ternyata, aku berpaling dari Choi Siwon setelah menonton drama berjudul Panda and the Hedgehog. Langsung banting setir ke Lee Dong Hae, dimana ia adalah salah seorang member SuJu yang menjadi pemeran utama dari drama tersebut. Kesukaanku pada Dong Hae oppa berlanjut hingga sekarang. Hehe.

Memang ada masa dimana aku sempat bosan menonton drama dan ingin mencari-cari sesuatu yang lain. Akhirnya aku beralih juga ke Kpop, meskipun tidak menjadi Kpoper luar biasa seperti teman-teman dan sahabat-sahabatku yang lain. Cukup menikmati musik dan visual mereka saja dari layar laptop.

2 PM
Source : allaboutkpop.com
Selain idol-idol yang aku sebutkan di atas, aku juga pernah tertarik dengan boyband 2PM. Dibandingkan dengan boyband lain, penampilan mereka kurasa lebih maskulin dan namja banget. Idol yang menjadi fokusku disana adalah Hwang Chan Sung. Gak bosen-bosen liat dia dulu tuu~

Dari semua idol Korea yang aku pernah tau, tidak ada yang benar-benar membuatku bertahan untuk konsisten ngefans dengan mereka kecuali CNBLUE dan SISTAR. Band dan girlgroup ini membuatku selalu menantikan lagu-lagu terbaru mereka.
Namun, masa-masa sebagai Kpoper pun akhirnya berlalu juga. Setelah lulus kuliah, kesukaanku pada idol-idol Korea Selatan perlahan-lahan memudar karena tidak ada lagi waktu untuk menonton video-video show mereka saat aku sudah bekerja. Pulang kerja yang ada capek dan tidur, kalaupun ada waktu luang pilihanku tetap pada menonton drama.

Apalagi setelah CNBLUE lama vakum dan SISTAR disband. Sudahlah, bye-bye Kpop. Adapun grup musik yang sempat menarik perhatianku adalah BLACKPINK. Itupun karena adikku sering kali mendengarkan lagu-lagunya ketika aku di Jogja. Tapi, aku juga tidak sampai mencari-cari info lebih lanjut mengenai mereka. Hanya suka mendengarkan beberapa lagu hits-nya saja.

2020 masanya BLACKPINK
Source : allboutkpop.com
Saat ini, paling aku hanya kepo-kepo saja saat idol yang kutau merilis lagu baru mereka. Menonton sekali atau dua kali video music mereka. Seperti BLACKPINK yang saat ini sedang mendunia karena berkolaborasi dengan Selena Gomez di lagu yang berjudul Ice Cream.

Sukabumi, 29 Agustus 2020

Kamis, 27 Agustus 2020

Pengalaman Pertama Berfoto Untuk Endorsement

Agustus 27, 2020 0 Comments

Pengalaman Mendaftarkan Diri Untuk Endorse

Mungkin ada teman-teman yang membaca tulisan ini, melihat story Whatsapp-ku beberapa waktu lalu saat aku dan anakku sedang berusaha berfoto dengan sebuah produk susu. Lalu ada yang menanyakan, "Foto-foto untuk apa?"

Untuk keperluan endorse, Sis! Haha. Jadi ceritanya, berbulan-bulan lalu di salah satu grup Whatsapp komunitas yang aku ikuti memberikan informasi tentang pendaftaran job untuk endorsement. Produknya adalah susu formula untuk anak-anak.

Mulanya aku kurang tertarik untuk mendaftarkan diri. Namun, setelah melihat persyaratan dan aku merasa memenuhi semua persyaratan, akhirnya aku pun ikut mendaftar di job tersebut tanpa harapan apapun. Kalau diterima ya rezeki, kalau tidak ya tidak apa-apa.
Lama sudah tak menerima kabar, aku mulai melupakan tentang job endorse tersebut. Sampai suatu hari, seseorang memasukkanku ke dalam grup Whatsapp yang baru saja dibentuk. Maygaad, grup apalagi ini?! Haha, entah sudah berapa banyak aku menjadi bagian dari grup Whatsapp.

Tak lama berselang, admin grup mengucapkan selamat dan terima kasih pada semua anggota grup yang sudah terpilih sebagai bagian dari endorse produk yang dimaksud. Baru ngeh deh kalau ternyata ini adalah lanjutan dari job yang aku daftar berbulan-bulan lalu. Alhamdulillah, ternyata rezeki.

Setelahnya, admin memberi informasi kalau pengiriman barang akan dilakukan secara bertahap dan harus segera mengonfirmasi setelah barang tiba. Informasi lebih lanjut mengenai brief pekerjaan yang harus dilakukan diberitahukan setelah barang sampai di tangan para anggota tim.

Beberapa hari kemudian, sudah banyak teman-teman yang menerima barang lalu mengonfirmasi pada admin grup. Brief pekerjaan pun disampaikan, kira-kira yang harus kami lakukan adalah berfoto bersama anak dan produk tersebut, membuat caption dan me-mention sponsor yang di maksud.

Setelah selesai pun tidak boleh langsung diposting di sosial media, tapi beberapa foto harus dikirimkan terlebih dahulu kepada admin untuk diseleksi. Caption pun demikian, setelah menerima persetujuan baru boleh mengunggah foto beserta caption ke sosial media milik kita.
Wah, diatur-atur seperti itu ya? Ya namanya juga bukan foto untuk diri sendiri melainkan ada udang dibalik batu dari foto tersebut alias ada yang meng-order kita untuk melakukan pekerjaan tersebut. Wajar jika harus sesuai dengan harapan si pemberi job. Selama tidak melanggar norma-norma dan hukum, aku tidak masalah.

Barang yang dikirimkan untukku pun akhirnya tiba, aku segera mengonfirmasi agar pihak pemberi job tidak menunggu lama. Terkaget aku, ketika admin memberi deadline malam itu foto beserta caption harus sudah dikirimkan. Padahal, niatku adalah menunggu suamiku pulang kerja agar bisa mendapat bantuan untuk berfoto.

Yaudahlah, tinggal foto doang mah gampang! Sesumbarnya aku di pagi hari ketika itu. Niatnya, sore aja sekitar habis ashar sembari killing time bersama si bocil. Ternyata, belum jam 3 sore aku sudah ngantuk beradh cuy! Anakku yang hari itu tidur siang hanya sebentar sungguh menguras energiku.

Pengalaman Berfoto Bersama Anak Untuk Endorse

Dari pada menunda-nunda, akhirnya aku putuskan untuk mengalahkan rasa kantuk dengan bersiap untuk melakukan sesi foto bersama anakku demi tidak mepet deadline.

Aku sedikit bersolek agar pihak pemberi job tidak merasa zonk saat melihat wajahku di foto. Haha. Anakku, seperti biasa mengekor kemanapun ibunya berjalan termasuk saat menyiapkan properti.

Belum ada satu menit properti disiapkan, semua sudah dihamburkan oleh si bocil. Hadeeuuhh. Ulang lagi dari awal! Setelah semua siap, aku mulai meletakkan kamera dan men-setting timer yang ada supaya lebih mudah. Hasilnya? Berkali-kali take tidak membuahkan hasil memuaskan.
Susah banget yaa mengondisikan bocah untuk berlagak di depan kamera. Saat hasil fotoku sudah bagus, ia blur dan begitu sebaliknya. Belum lagi tingkah polahnya yang tidak mau berdiam sejenak hingga lelah hayati mengulang-ngulang pose untuk foto.

Belum lagi dapat foto yang bagus, si kecil mulai melancarkan aksi protes. Mulai dari adegan pelemparan gelas, mengacak-acak taplak meja hingga menggerogoti produk yang harusnya di foto hingga bolong-bolong. Gusti! Keringatku hingga jatuh bercucuran mengondisikan si kecil yang sedang cranky. Elaaah~ ampe isya juga kagak kelar kalau begini ceritanye! Hopeless.

Saking merasa tidak ada harapan untuk mendapat foto yang bagus, aku sampai mengirimkan pesan pada admin, "Kak, boleh nggak fotonya pas anak lagi tidur aja? Hahaha!". Admin pun menjawab dengan tawa, "Hahaha.. Yah jangan dong, Kak!".

Akhirnya aku mengalah dan beristirahat sambil memutar otak untuk bisa kembali mengambil gambar. Malas kalau harus touch-up lagi, jadi sebelum make-up luntur dan amburadul aku bertekad sudah harus ada foto yang jadi dan bagus.

Dari jam 3 hingga magrib menjelang, kami berdua melakukan sesi foto yang penuh dengan drama. Haha. Duh, Dek! Belum ngerti kamu ya foto begini bisa buat beliin kamu baju sama mainan baru?! Akhirnya, ada beberapa foto yang aku pilih untuk dikirimkan pada pihak pemberi job.

Hasil foto yang di-approve untuk di-posting

Pengertian dan Tujuan Endorse

Dari tadi sibuk berceloteh tentang endorse, sebenarnya naon sih endorse tea? Endorse diambil dari kata bahasa Inggris yaitu endorsement, yang artinya dukungan, pengesahan dan persetujuan atas sesuatu.

Dalam dunia marketing, endorse dapat diartikan sebagai salah satu bentuk iklan digital yang menggunakan pihak-pihak lain untuk mendukung dan mempromosikan suatu barang atau jasa dari produsen tertentu.

Di era digital seperti sekarang ini, endorse banyak diminati sebagai salah satu upaya dari suatu brand untuk mengiklankan produknya. Selain karena biaya yang relatif lebih murah, peraturan yang mengikat juga tidak terlalu ketat antara kedua belah pihak. Tapi, hasil dari kegiatan endorse ini cukup berpengaruh terhadap penjualan produk yang diiklankan tersebut.

Biasanya, brand atau suatu perusahaan akan mengendorse seseorang yang dirasa punya pengaruh akan meningkatnya penjualan dari produk yang ditawarkan. Sebut saja artis-artis papan atas yang memiliki jumlah followers sosial media berjuta-juta. Bisa juga selebgram yang saat ini menjamur di dunia Instagram.

Lah kok lo bisa tuh jadi model endorse, lo sape, Ims? Aku hanya seorang hamba Allah yang bukan siapa-siapa, bagaikan sisa obat di sendok takar. Haha. Jadi, disamping artis dan selebgram, beberapa brand memanfaatkan influencer sebagai endorser produk mereka. Influencer sendiri terbagi-bagi berdasarkan jumlah followers mereka di media sosial.

Ada yang disebut mega influencer seperti artis-artis papan atas yang memiliki followers berjuta-juta, macro influencer yang jumlah followers sosial medianya 10.000 - 100.000, ada juga micro influencer dengan jumlah followers 1000 - 10.000. Terakhir nih, ada juga yang namanya nano influencer yang jumlah followers-nya hanya 500 - 1000 orang.

Nah, aku masih bagaikan setitik atom dalam dunia Instagram sehingga masuk ke dalam kategori nano influencer. Nano-nano bisa juga loh di endorse! Haha.

Endorse sendiri merupakan salah satu bentuk dari strategi marketing suatu perusahaan. Tujuannya adalah memberi informasi sebanyak-banyak tentang produk yang dimaksud dengan harapan banyak orang yang kemudian ikut menggunakan produk tersebut. Pada akhirnya, tujuan endorsement adalah menaikan penjualan produk sehingga profit perusahaan pun meningkat.

Begitulah sedikit pengalaman setelah menerima job endorse yang bisa aku bagikan. Sebuah pengalaman yang cukup seru bagiku, karena ini adalah pengalaman yang pertama.

Selain itu, aku juga jadi tau sedikit banyak tentang endorse dan ternyata seorang rakyat jelata sepertiku pun bisa menerima job untuk mengendorse sebuah produk. Hehe.

Sukabumi, 27 Agustus 2020

Minggu, 23 Agustus 2020

SISTAR, Bintang yang Selalu Bersinar

Agustus 23, 2020 6 Comments

Setidaknya bagiku, meskipun saat ini SISTAR sudah tidak lagi eksis di jagat K-Pop, lagu-lagunya masih sering aku dengarkan. SISTAR, bisa dibilang satu-satunya girlband yang setiap comeback selalu aku tunggu-tunggu.

Lupa pastinya sejak kapan aku mengenal girlband asal Korea Selatan yang hits dengan lagu Loving U-nya ini. Seingatku, mulai kuliah aku sudah mendengarkan lagu-lagu SISTAR karena beberapa teman kos yang juga suka menikmati lagunya.

Tentang SISTAR

SISTAR (씨스타) adalah idol yang dibawahi oleh Starship Entertainment. Tidak seperti SNSD atau Girl's Generation yang jumlah anggotanya banyak, SISTAR beranggotakan 4 orang cewek cantik nan seksi. Ya, image dari girlband favoritku ini bukan yang centil unyu-unyu seperti kebanyakan girlband K-Pop pada masanya, melainkan lebih menunjukkan sisi dewasa, tampil berani dan seksi.

Soyou-Dasom-Hyolyn-Bora
Source : kpop.net
Keempat anggota SISTAR adalah Hyolyn, Soyou, Dasom dan Bora. Jujur saja awal mula aku mencari tau tentang SISTAR adalah saat aku melihat Bora bermain dalam sebuah drama Korea, cakep amat nih cewek! Haha. Kemudian aku mencari tau lebih lanjut tentang dirinya hingga menemukan informasi mengenai SISTAR.

Di Korea Selatan, SISTAR merupakan salah satu girlband yang namanya cukup diperhitungkan dalam dunia K-Pop sejak tahun 2010. Grup ini memenangkan cukup banyak penghargaan musik diantaranya 25th Golden Disk Awards, 3rd Melon Music Awards, Mnet 20's Choice Awards dan masih banyak penghargaan lain.
Pada tahun 2011, SISTAR membentuk sub-unit girlband SISTAR-19 yang hanya beranggotakan Hyolyn dan Bora. Sub-unit girlband ini adalah yang pertama dibentuk oleh management Starship Entertainment. Penggemar merespon SISTAR-19 dengan cukup baik setelah mereka merilis single Ma Boy yang juga merupakan salah satu lagu kesukaanku.

SISTAR-19
Source : kpop.net
Setelah 7 tahun berkarya sebagai grup, di tahun 2017 SISTAR memberi pengumuman yang mengejutkan bahwa mereka harus bubar. Ketika membaca berita itu, terpoteq hatiku guys! Alasan pembubaran SISTAR adalah karena masing-masing personilnya ingin fokus merintis karir sebagai solo artist.

Meskipun saat ini mereka tidak lagi bersama sebagai grup yang berada dalam satu management, keempat mantan personil SISTAR masih saling berhubungan baik dan mendukung karir satu sama lain.

Selanjutnya, aku akan menceritakan sedikit mengenai keempat mantan personil SISTAR yang selain memiliki visual yang oke, juga bertalenta dalam hal bermusik dan menari.

Hyolyn

Source : Instagram @xhyolynx
Bisa dibilang, Hyolyn adalah salah satu penyanyi dengan suara terbaik yang dimiliki oleh dunia musik Korea Selatan. Penyanyi bernama asli Kim Hyo Jung ini mempunyai suara yang khas yaitu serak-serak merdu. Hehe.

Teman-teman yang sering mendengarkan lagu-lagu SISTAR pasti tidak butuh waktu lama untuk bisa mengenali suara Hyolyn saat bernyanyi. Nggak heran, selain didapuk sebagai leader dari SISTAR, ia juga menggawangi sub-unit SISTAR yaitu SISTAR-19 bersama Bora.

Hyolyn pernah bermain peran loh dalam drama Korea berjudul Dream High 2 pada tahun 2012. Disana, ia berperan sebagai idol juga dari sebuah grup menyanyi. Sebelas duabelas dengan kehidupan nyata lah yaa.

Di tahun 2013, Hyolyn dipercaya untuk mengisi salah satu lagu yang menjadi OST drama Korea berjudul Master's Sun. Sebagian drakorian pasti nggak asing lagi dengan drama yang cukup populer di masanya ini. Judul lagu yang ia bawakan adalah Crazy of You, lagu yang bikin susah move on dari drama yang rada-rada spooky ini.

Selain Master's Sun, masih banyak drama Korea lain yang OST-nya pernah dibawakan oleh Hyolyn seperti Hello Goodbye (OST. My Love From Another Star), I Miss You (OST. Uncontrollably Fond), Become Each Other Tears (OST. Hwarang), Come A Little Closer (OST. Warm and Cozy), Spring Watch (OST. Black Knight) dan Because It's You (OST. Glory Jane).

Sampai saat ini, Hyolyn masih aktif dengan kegiatan bernyanyinya. Beberapa judul lagu solonya adalah I Choose to Love You, One Way Love, Lonely dan Dally.

Soyou

Source : Instagram @soooo_you
Pertama lihat Soyou, nggak percaya kalau dia gadis cantik kelahiran tahun 1992. Duh, dek! Bisa keren banget begitu dirimu di usia yang masih belia. Jaman kuliah dulu, aku berpikir demikian tentangnya.

Seperti Hyolyn, Soyou juga memiliki suara merdu yang khas. Saat mendengarnya menyanyi terutama lagu-lagu ballad, auto hanyut dalam suaranya yang indah.

Bagi yang pernah menonton drama Korea berjudul Goblin, pasti nggak asing lagi dengan salah satu OST-nya yang berjudul I Miss You. Lagu yang super melow dan mendayu-dayu tersebut dinyanyikan oleh Soyou yang memiliki nama asli Kang Ji Hyun.

Selain Goblin, Soyou juga mengisi beberapa lagu di beberapa judul drama Korea seperti She Was Pretty (You Don't Know Me) dan Lucky Romance (Tell Me).

Terkenal sebagai penyanyi dan penari yang sangat menjaga bentuk tubuhnya dengan rajin berolahraga, Soyou pernah ditunjuk menjadi mentor dalam sebuah acara di Korea Selatan berjudul Produce 48.

Soyou pun merilis beberapa single dan berkolaborasi dengan beberapa penyanyi papan atas Korea Selatan dalam membuat lagu.

Dasom

Source : Instagram @som0506
Saatnya berkenalan dengan maknae cantik dalam grup ini. Penyanyi bernama asli Kim Dasom ini lahir di tahun yang lebih muda dari ketiga partnernya yaitu pada 6 Mei 1993.

Dasom memiliki wajah manis dan tubuh yang bisa dibilang paling langsing dibandingkan dengan 3 personil SISTAR lainnya. Dengan segala talenta yang ia miliki, ternyata Dasom pernah menjadi korban bully para haters-nya.

Sepanjang perjalannya bersama SISTAR, tidak hanya fans setia mendukung karirnya yang membersamainya namun juga para haters yang menyerangnya melalui cyber bullying. Dasom bahkan sempat ingin menyerah dan mengakhiri hidup karena hal ini. Andweeeehh!!!

Berbeda dengan Hyolyn dan Soyou yang fokus pada karir bermusiknya, Dasom memilih mengembangkan bakatnya di bidang akting. Beberapa kali ia tampil sebagai pemain pendukung dalam sebuah drama Korea.
Pada tahun 2017, ia membintangi sebuah drama berjudul Band of Sister dan menjadi pemeran utama. Ia mendapat apresiasi atas perannya tersebut dengan menyabet penghargaan Best New Actress pada acara SBS Drama Awards. Drama terbaru yang dibintang oleh Dasom adalah Was It Love? yang tayang di tahun 2020 ini.

Bora

Source : Instagram @borabora_sugar
Bora adalah alasan aku mencari informasi tentang SISTAR. Aku melihatnya saat berperan dalam sebuah drama berjudul Doctor Stranger (2014). Disana ia bukanlah pemeran utama, hanya pemain pendukung.

Yoon Bora, lahir pada tahun 1989 di penghujung bulan Desember tepatnya tanggal 30. Di dalam grup SISTAR, ia mengambil peran sebagai rapper. Berkat kemampuan nge-rap dan juga dance-nya yang aduhai, bersama Hyolyn ia menjadi anggota SISTAR 19.

Di luar kegiatannya sebagai anggota girl group, Bora banyak tampil sebagai MC dalam berbagai acara musik. Ia juga tampil pada beberapa variety show sebagai bintang tamu. Sebut saja Running Man, dimana ia pernah tampil di beberapa episodenya.

Sama seperti Dasom, sepertinya Bora lebih tertarik mengasah kemampuan beraktingnya dengan menerima beberapa tawaran bermain drama.

Beberapa judul drama yang pernah ia bintangi adalah Doctor Stranger (2014), High End Crush (2015 - 2016), A Korean Odyssey (2017 - 2018) dan terakhir Dr. Romantic 2 (2020). Memang di banyak drama, Bora masih sering menjadi pemain pendukung namun boleh lah sebagai langkah awal menjajaki dunia perdrakoran.

Lagu SISTAR Favorit

Biasanya, SISTAR akan mengeluarkan single yang dilanjutkan dengan album setiap musim panas tiba. Jangan heran kalau kebanyakan lagu-lagunya mengambil gambar di pantai, kolam renang dan tema-tema yang sesuai dengan musim panas. Oleh karenanya, SISTAR mendapat julukan Queen of Summer.

SISTAR debut dengan mengeluarkan single berjudul Push-Push di tahun 2010. Di tahun 2011, mereka mengeluarkan album berjudul So Cool yang juga menjadi judul salah satu lagunya.

Tahun 2013, SISTAR kembali mengeluarkan album berjudul Give It To Me yang juga merupakan salah lagu judul lagu andalan mereka dalam album tersebut. SISTAR juga memiliki beberapa mini album yang biasa dirilis setiap musim panas tiba.
Dari sekian banyak lagu SISTAR, susah ya untuk memilih mana lagu yang ter-favorit. Haha. Tapi, tetap ada sih beberapa lagu yang stuck in my head dan masih suka aku dengarkan. Entah karena lagunya yang easy listening, dance-nya yang enak dilihat atau liriknya yang ngena banget.

Ada 7 lagu yang menjadi lagu-lagu favoritku dari SISTAR :

Loving U

Lagu SISTAR pertama yang aku dengarkan setelah tau bahwa Bora adalah salah satu personil SISTAR. Lagunya ceria, bersemangat dengan dance yang asyik untuk ditonton bahkan diikuti. Haha.

Lagu ini pernah menjadi salah satu top hits di Korea Selatan pada tahun 2012.


Ma Boy

Lagu ini adalah lagu andalan dari SISTAR-19. Lagunya sangat easy listening dengan tarian yang auto bikin pengen ikutan joget.

Saking sukanya sama lagu Ma Boy ini, selain mendengarkan lagunya berulang-ulang, aku juga menonton video-video SISTAR-19 menyanyikan lagu ini dalam berbagai acara musik selain menonton video klipnya. Hehe.



Crying

Salah satu lagu ballad yang dimiliki SISTAR nih! Jadi, SISTAR bukan hanya terkenal dengan lagu-lagu musim panasnya tapi juga lagu ballad dimana Hyolyn dan Soyou memang dikenal sebagai spesialis menyanyi lagu-lagu berjenis ini.

Lagu yang bercerita tentang patah hati pasti bikin kalian yang mendengarkan lagu ini merasakan kepiluan seseorang yang crying, crying karena sakit hati. Hiks!



Naughty Hands

Lagu ini bercerita tentang seorang cewek yang tertarik pada cowok namun ragu-ragu karena kok si cowok ternyata cukup agresif saat melakukan pendekatan. Santai aja kali, Mas! Begitu kira-kira inti pesan dari Naughty Hands.

Lagunya tentang percintaan namun dibawakan dengan asyik dan tidak membosankan saat mendengarkannya.


I Swear

Di tahun 2014, SISTAR mengeluarkan album Sweet and Sour dimana I Swear menjadi salah satu lagu andalannya.

Lagi-lagi I Swear menjadi lagu yang bertema musim panas. Lagunya yang ceria dan dance-nya yang asyik di pinggir pantai membuat aku ikut senang saat mendengarkannya.



For You

Termasuk salah satu lagu dalam album terakhir SISTAR yang keluar pada tahun 2017. For You menjadi lagu SISTAR yang cukup dikenal, apalagi di saat-saat terakhir kebersamaan Hyolyn, Soyou, Dasom dan Bora sebagai anggota idol group.

Pasalnya lirik dalam lagu ini mengandung makna yang sangat dalam. Beberapa penggalan arti lirik lagu ini adalah

From beginning to end
I'll keep you forever baby (baby)
From this moment on
I'll never forget baby (baby)
Do it all for you, you, you, you (stay)



Lonely

Di tanggal 31 Mei 2017, Starship Entertainment mengeluarkan video klip terakhir SISTAR sebagai girlband dengan judul lagunya Lonely.

Video klip ini sukses membuat mataku panas, berkaca-kaca hingga akhirnya nangis bombay. Ya sedih lah ya setelah sekian tahun menanti-nanti musik-musik dari grup favorit kita kemudian akhirnya harus menonton video klip terakhir mereka sebagai sebuah kesatuan.


Begitulah, sekilas mengenai idol K-Pop favoritku yaitu SISTAR. Meskipun mereka sudah tidak eksis lagi sebagai grup, tapi kehadiran SISTAR rasanya akan selalu bersinar di hati para penggemarnya termasuk diriku.

Bisa dibilang SISTAR adalah salah satu idol grup yang jarang sekali diterpa gosip miring, tidak pernah ada skandal dari awal perjalanan karir dan menyajikan perpisahan dengan cara yang baik-baik untuk semua penggemarnya.

Bahkan, di tahun 2020 ini keempat ex-member SISTAR mengunggah foto yang menunjukkan kalau mereka merayakan 10 tahun hari jadi SISTAR. Masih kompak dan saling support loh meski mereka tidak satu grup lagi.

Semuanya memposting di Instagram masing-masing
Sukses untuk semua ex-member SISTAR dimanapun kalian berada! Star1 akan selalu mendukung, yeay!

Sukabumi, 23 Agustus 2020

Senin, 17 Agustus 2020

Read Aloud, Kegiatan Pra-Membaca yang Penuh Manfaat

Agustus 17, 2020 28 Comments

Sebenarnya sudah lama sekali ingin menulis tentang read aloud atau membaca nyaring ini, sejak mengikuti kuliah Whatsapp yang materinya disampaikan oleh salah satu penggiat literasi dan read aloud Sukabumi yaitu Teh Raisa Dea. Teteh ini juga merupakan seniorku di HIMA (Himpunan Mahasiswa) Ibu Profesional Sukabumi.

Aku kembali tergerak untuk menulis dan membagikan tulisan mengenai read aloud ini setelah mengikuti kelas Montessori Dalam Kebaikan dengan topik Pentingnya Kegiatan Pra-Membaca. Materi tersebut disampaikan oleh seorang montessorian yang juga penulis buku Jatuh Hati Pada Montessori, Vidya Dwina Paramita.


Buku karya Vidya Dwina Paramita
Sumber : Instagram @vidyadparamita
Ms. Vidya juga merupakan co-founder dari Sekolah Montessori Rumah Krucil. Tanggal 1 Agustus 2020 jam 09.00 WIB, aku menyimak dengan seksama materi yang disampaikan Ms. Vidya dari awal hingga akhir.

Ms. Vidya
Sumber : Instagram @vidyadparamita

Pentingnya Kegiatan Pra-Membaca

Topiknya begitu menarik dan materinya pun sungguh bergizi dan seru sekali. Berbagai pengalaman Ms. Vidya menangani para murid serta orang tuanya membuatku memiliki pandangan yang lebih terbuka tentang kegiatan membersamai anak sejak dini, terutama dalam hal literasi.

Berbagai kegiatan pra-membaca yang dapat diperkenalkan kepada anak sejak usia dini antara lain mengajak anak ngobrol bareng, mendongeng, membacakan cerita, bernyanyi, bermain peran (role play) dan berlatih mengobservasi dari benda-benda dan lingkungan yang ada disekitar kita.

Anak-anak tidak ujug-ujug bisa membaca ketika mereka sekolah, guys! Sebelum masuk ke kegiatan membaca, orang tua harus melakukan stimulasi terhadap anak-anak agar mereka familiar dengan kegiatan membaca.

Tanpa adanya stimulasi sama sekali, anak-anak akan mengalami kesulitan saat belajar membaca bahkan menganggap membaca itu bukan suatu hal yang menyenangkan melainkan hanya sebuah kewajiban untuk mengerjakan soal di sekolah.

Menarik saat mendengar cerita Ms. Vidya tentang pengalamannya saat bertemu dengan banyak siswa/i sekolah dasar yang sudah bisa membaca namun hanya sedikit yang benar-benar memahami isi bacaannya.

Ms. Vidya menyampaikan bahwa bisa membaca tidak sama dengan memahami bacaan. Ternyata banyak ditemukan kasus-kasus seperti yang aku tuliskan di atas. Usut punya usut, kemampuan memahami bacaan ini berdampak besar pada anak hingga ia tumbuh dewasa.

Apa dampaknya? Pertama, anak akan merasa terpaksa dan tidak senang dengan kegiatan membaca buku karena tidak paham maksud bacaannya. Selanjutnya, ini akan berdampak pada nilai akademis yang kurang baik karena ia tidak mampu menyelesaikan soal-soal yang jawabannya terkandung dalam bacaan.

Stigmatisasi bodoh masih melekat kuat pada orang-orang yang memiliki nilai akademis kurang baik di Indonesia, sehingga ia pun akan mendapat label sebagai anak bodoh.

Tidak berhenti sampai disana, anak akan menjadi semakin tidak suka dengan kegiatan belajar yang menurutnya susah dan membingungkan serta membuatnya tampak bodoh di mata orang lain. Hingga dewasa ia akan tumbuh sebagai pribadi yang percaya dan meyakini bahwa dirinya adalah orang bodoh.
Mengerikan sekali kan yaaa?! >.< and that's really happen, everyone! Kenyataan di lapangan berbicara demikian.

Tentang Read Aloud

Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegah hal-hal mengerikan tersebut terjadi pada anak kita? 

Ya dengan rajin meluangkan waktu untuk melakukan stimulasi melalui kegiatan pra-membaca sejak usia anak masih dini. Salah satunya adalah read aloud atau membaca nyaring.

Dalam website kemendikbud.go.id dijelaskan bahwa read aloud merupakan suatu aktivitas membacakan buku untuk anak yang diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya The Read Aloud Handbook. Di dalam buku tersebut, dijelaskan bahwa read aloud merupakan metode belajar membaca paling efektif untuk anak-anak.

Read aloud bisa mengondisikan otak anak untuk mengasosiasikan kegiatan membaca adalah suatu hal yang menyenangkan. Sejak dalam kandungan, ibu sudah dapat melakukan kegiatan read aloud ini loh!

Anak-anak sejak usia 0 tahun pun sudah dapat diperkenalkan dengan kegiatan read aloud. Otak anak di masa awal kehidupannya dapat menyerap segala informasi dengan cepat. Periode ini disebut-sebut sebagai periode emas dan sayang sekali jika orang tua tidak mengoptimalkan masa-masa tersebut.

Dalam kelas Ms. Vidya kemarin, beliau juga menyampaikan bahwa anak-anak yang sebelumnya sudah sering diperkenalkan dengan buku bacaan dan anak-anak yang rajin dibacakan buku oleh orang tuanya, memiliki kemampuan membaca dan memahami yang jauh berbeda dengan anak-anak yang jarang diperkenalkan dengan buku apalagi yang sama sekali tidak pernah membaca buku bersama orang tuanya.
Dengan potensi anak-anak usia dini yang sangat luar biasa tersebut, tidak ada salahnya jika para orang tua sudah mengenalkan buku bacaan serta kegiatan membaca. Jadikanlah kegiatan membaca buku sesuatu yang menyenangkan, tanpa tekanan dan paksaan. Seiring berjalannya waktu, anak-anak akan terbiasa dan menyukai aktivitas membaca.

Read aloud sendiri dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Untuk mencapai tujuan agar anak-anak menjadi anak yang gemar melakukan aktivitas membaca, orang tua dapat meluangkan paling tidak selama 15 menit minimal untuk membacakan buku pada anak-anaknya.

Manfaat Read Aloud

Meskipun kegiatan read aloud terdengar sederhana, ternyata banyaaak sekali manfaat dari kegiatan membaca nyaring ini. Sayangnya, sebagian orang tua masih meremehkan kekuatan manfaat read aloud dengan tidak rutin membacakan buku pada anak-anaknya.

"Anaknya dibacain buku malah melengos kesana-kesini," komentar salah satu orang tua.

Konsistensi adalah kunci keberhasilan dari kegiatan membersamai anak, termasuk dalam kegiatan read aloud. Tentu saja kebiasaan tidak akan muncul hanya dengan sekali atau dua kali melakukan, bukan?

Sekedar berbagi pengalaman pribadi, aku sudah mengenalkan buku bacaan pada anakku sejak ia bayi. Sebelum ia lahir aku sudah memiliki beberapa koleksi buku untuknya. Mulanya memang bukunya hanya dijadikan mainan, namun seiring berjalannya waktu ia mulai tertarik dan bisa memperlakukan buku dengan sebagaimana mestinya.

Saat ini usianya memasuki 21 bulan, kegiatan membaca buku adalah salah satu kegiatan favoritnya setiap hari. Ia sudah bisa duduk atau bersandar pada aku atau ayahnya dan ikut menyimak saat kami membacakan buku.

Bagi sebagian orang mungkin ini terlihat biasa, namun bagi kami selaku orang tua ini sebuah pencapaian yang diraih dari konsistensi selama berbulan-bulan. Hehe.

Kegiatan membaca buku ini bisa juga dilakukan saat anak lelah lari-larian dan mengambil waktu down time. Jadi leyeh-leyeh tapi tetap berfaedah.

Balik lagi ke manfaat read aloud, beberapa manfaat yang akan orang tua rasakan pada anak-anak ketika rutin melakukan kegiatan ini adalah :

1. Mendekatkan Anak Pada Buku

Tak kenal maka tak sayang. Betul banget istilah ini dan cocok dikorelasikan dengan kegiatan membaca buku. Anak yang sedari kecil sudah diperkenalkan pada buku akan menjadikan buku bacaan sebagai part of his/her life.

Baca juga : Mencintai Membaca

Saat beranjak dewasa, ia akan selalu tertarik dengan isi bacaan dari judul buku yang ia lihat. Ia juga akan senang sekali jika dibawa ke toko buku. Pengalaman pribadi sih ini. Haha. Karena kebiasaan yang dibangun orang tuaku sedari kecil, sampai sekarang aku happy sekali loh jika mencium aroma buku-buku baru di toko buku.

2. Melatih Konsentrasi

Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi anak adalah dengan rutin melakukan read aloud.

Orang tua bisa membacakan buku dengan cara yang menarik sehingga anak akan fokus pada apa yang sedang kita lakukan. Jika hari pertama read aloud konsentrasi anak hanya 1-2 menit, lama kelamaan anak bisa fokus dan konsentrasi sampai seluruh isi buku bacaan selesai.

Jangan mudah menyerah ya, buibu-pakbapak!

3. Mengembangkan Imajinasi

Membacakan buku pada anak-anak secara rutin terbukti mampu mengembangkan daya imajinasi anak sehingga anak cenderung memiliki kreatifitas yang tinggi.

Ms. Vidya berpesan dalam kelasnya kemarin, untuk anak-anak usia dini sebaiknya dibacakan cerita-cerita yang sifatnya realistis sehingga orang tua bisa memperlihatkan seperti apa jalan cerita dalam buku di kehidupan nyata. Apa yang anak bayangkan saat dibacakan buku sesuai dengan apa yang ada disekitar mereka.
Misalnya, saat membaca buku tentang kehidupan kelinci, orang tua sebaiknya mencari buku yang isinya sesuai dengan kehidupan kelinci yang sebenarnya. Hindari cerita fantasi yang berisi kelinci punya sayap dan bisa terbang. Ini akan membuat para anak kicik merasa kebingungan.

4. Bonding Dengan Anak

Kegiatan read aloud bisa menjadi kegiatan special time antara orang tua dengan anak-anaknya. Ini membuat hubungan orang tua dan anak semakin erat.

Tidak hanya meningkatkan rasa nyaman dan aman anak ketika melakukan skin to skin dengan orang tua (misal orang tua membaca sementara anak bersandar pada orang tuanya), adanya ikatan yang baik antara orang tua dan anak dipercaya meningkatkan kecerdasan otak anak.

Selain itu, anak yang lebih akrab dengan kedua orangtuanya juga memiliki rasa percaya diri yang baik. Sayang banget kan kalau melewatkan hal ini, masa kecil anak hanya satu kali loh!

5. Perkembangan Bahasa Anak

Otak anak-anak usia 0-6 tahun itu diibaratkan sebagai sponge yang menyerap semua yang ada disekitarnya. Begitu pula dengan anak yang dibiasakan dengan kegiatan membaca.

Secara tidak sadar anak akan menyerap informasi yang diterimanya saat orang tua membacakan buku untuknya. Jangan heran, ketika waktunya anak berbicara sudah tiba, orang tua akan mendengar kata-kata yang mungkin jarang diucapkan sehari-hari tapi anak tau sebab ia terbiasa mendengar kata-kata yang berasal dari buku bacaannya.

Luar biasa sekali ya manfaat dari kegiatan read aloud yang terlihat biasa saja ini. Yuk, mari sama-sama rajin mengisi waktu dengan membaca nyaring untuk si kecil tercinta!

Sukabumi, 17 Agustus 2020

Sabtu, 15 Agustus 2020

Ahjumma dan Ahjussi TerFamiliar

Agustus 15, 2020 9 Comments

Pernah nggak sih, ketika menonton suatu film atau drama dan menemukan sosok pemain yang pernah kalian lihat sebelumnya perasaan pada saat menonton menjadi lebih enjoy karena kayak kenal sama orang tersebut? Aku demikian. Hihi.

Saat menonton drama Korea, biasanya aku menemukan sosok ahjumma dan ahjussi yang sudah pernah aku lihat sebelumnya di judul drama lain. Seketika dalam hati aku melontarkan kalimat, "Ini kan yang main di drama xxx jadi xxx..." berasa ikrib deh lo, Ims! Haha.

Sebelum menulis lebih lanjut, topik tulisan kali ini adalah ahjumma dan ahjusshi terfavorit. Tulisan ini seperti biasa adalah bagian dari rangkaian Kdrama Writing Challenge bersama teman-teman KLIP Drakor dan Literasi yang sudah memasuki topik ke-23.

Ahjumma (아줌마) sebenarnya berasal dari kata ahjumeoni (아주머니) panggilan sopan untuk wanita yang sudah menikah ataupun wanita paruh baya/usia pertengahan. Jika di bahasa Indonesia-kan bisa dibilang Bibi. Sebutan ahjumma ini sensitif sekali loh ternyata di Korea sana, jadi harus berhati-hati sebelum memutuskan memanggil seseorang dengan kata ahjumma.

Sedangkan ahjussi (앟주씨) diartikan sebagai Paman dalam bahasa Indonesia. Merujuk pada panggilan untuk seorang laki-laki dewasa dengan umur di atas 30-an atau middle age.

Dalam drama Korea, aku mengartikan ahjumma dan ahjussi sebagai wanita paruh baya ataupun pria paruh baya yang usianya di atas para aktor dan aktris utamanya. Biasanya yang berperan sebagai orang tua pemeran utama atau sanak saudara pemeran utama yang lebih tua lah yang menurutku ahjumma dan ahjussi.
Dari sekian banyak drama yang aku tonton, ada sosok ahjumma dan ahjusshi yang sepertinya paling sering muncul. Melihat mereka menjadi pemain dalam berbagai judul drama yang kebetulan sedang aku tonton membuat mereka menjadi yang terfamiliar.

Kim Mi Kyung

Setelah menonton It's Okay To Not Be Okay beberapa waktu lalu, aku baru mencari siapa pemeran Kang Soon Deok alias ibu dari Nam Ju Ri. Tujuannya sebagai referensi untuk menulis tulisan ini. Haha.

Ahjumma satu ini seriiing sekali aku lihat di berbagai drama. Ternyata beliau disebut sebagai The Empress dalam dunia seni peran di Korea Selatan sana. Beliau adalah aktris veteran yang aktif membintangi sejumlah judul drama dan film sebagai pemeran pendukung utama.

Yes or yes ni?
Source : Instagram @netflixid
Drama yang ia bintangi banyaaak sekali jumlahnya dan rata-rata dramanya sukses di pasaran. Aku pun menonton sebagian besar drama-drama tersebut, gimana nggak akrab banget sama Kim Mi Kyung ahjumma?

Faith, I Can Hear Your Voice, It's Okay That's Love, Secret Garden, Healer, Another Miss Oh, The Master's Sun, Her Private Live dan It's Okay to Not Be Okay adalah judul drama yang dibintangi oleh Ki Mi Kyung dan sudah aku tonton.
Dari sekian banyak judul tersebut, entah kenapa aktingnya yang paling meninggalkan kesan bagiku adalah saat dirinya memerankan partner dari balik aksi Ji Chang Wook sebagai Healer. Keren banget dah itu ahjumma dengan segala kepintarannya mengoperasikan komputer beserta sistem-sistem canggihnya.

Sampai drama terakhir dirinya yang aku tonton yaitu It's Okay to Not Be Okay, saat pertama melihatnya berperan sebagai ibu Nam Ju Ri dalam hati aku berkata, "Wih dia lagi nih! Ahjumma di Healer..."

Sung Dong Il

Ahjussi kelahiran 1964 ini paling aku ingat perannya ketika membintangi My Girlfriend is A Gumiho. Ia berperan sebagai sutradara (atau produser?) yang melihat Mi Ho bisa terbang dan tertarik untuk merekrut Mi Ho menjadi seorang aktris laga.

Sepanjang ingatanku tentang beliau, rasanya jarang sekali atau malah tidak pernah melihatnya berperan sebagai tokoh antagonis?

Sebagai Ban Doo Hong dalam My Girlfriend is A Gumiho
Source : soompi.com
Drama lainnya yang ia bintangi dan sudah aku tonton adalah Reply 1997, It's Okay That's Love, Legend of The Blue Sea, Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo dan terakhir Hospital Playlist. Hayoo tebak jadi siapakah beliau dalam drama Hospital Playlist?
Sebetulnya, banyak aktor yang usianya sudah memasuki pertengahan 30 tahun atau bahkan 40 tahun dan harusnya di sebut ahjussi. Tapi tapi... seperti tidak rela menyebut aktor seperti Hyun Bin, Jo In Sung, Ji Sung dan Song Seung Hoon yang masih awet muda ini dengan panggilan ahjussi. Oppa aja deh. Meskipun umur kami memang berbeda beberapa belas tahun. Haha.

Cukup sekian informasi singkat dan sederhana yang bisa aku bagikan tentang ahjumma dan ahjussi terfamiliar versi diriku. Jika dibandingkan dengan topik sebelumnya dengan judul tulisanku 7 Oppa Kharismatik dan Dramanya yang Terfavorit, tulisan ini jauh lebih pendek ya?

See ya!

Sukabumi, 15 Agustus 2020

Kamis, 13 Agustus 2020

Belajar di Kelas Zoom : Montessori Dalam Kebaikan

Agustus 13, 2020 0 Comments

Suatu siang di bulan Juli lalu, saat sedang buka-buka Instagram aku melihat postingan dari akun Instagram @pobee.id tentang kelas Montessori Dalam Kebaikan. Melihat para narasumber dan moderatornya yang sudah tidak diragukan lagi, tanpa babibu aku langsung mengamankan seat dengan melakukan registrasi.

Kelas Montessori Dalam Kebaikan ini dipelopori oleh dr. Pinan yang merupakan penggiat montessori sekaligus literasi dini. Kelas ini merupakan diskusi daring bersama pakar tentang montessori. Topik yang diangkat ada 3 yaitu Pentingnya Kegiatan Pra-Menulis Untuk Anak, Pentingnya Kegiatan Pra-Matematika Untuk Anak dan Pentingnya Kegiatan Pra-Membaca Untuk Anak.

Narasumber yang akan membawakan ketiga materi tersebut adalah Ms. Rosa selaku Founder & Academic Directress Montessori Haus Asia, Laurentia Mira yang merupakan seorang Konsultan Pendidikan, Montessorian dan Founder Link Study Center, terakhir adalah Vidya Dwina Paramita yang merupakan Founder Filosofi Montessori Indonesia serta Co-founder Sekolah Montessori Rumah Krucil.

Melihat nama-nama narasumber yang terpampang, semangatku langsung menggebu-gebu untuk mendapatkan ilmu dari mereka. Apalagi moderator yang akan memandu jalannya diskusi adalah influencer sekaligus montessorian yang instagramnya sudah aku ikuti sejak lama, mereka adalah Bu Damar Wijayanti (IG : @damarwijayanti), Bu Pinan (IG : @dr.pinan) dan Bu Nafila Rahmawati (IG : @nafilandscape).
Kegiatan ini selain bertujuan untuk belajar bersama mengenai ketiga topik yang sudah aku sebutkan di atas, juga memiliki misi untuk mengumpulkan donasi yang kemudian akan disumbangkan pada saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia serta untuk penyediaan Alat Pembantu Edukasi (APE) anak dari keluarga non-sejahtera. Mulia sekali ya!

Sesi diskusi dilakukan sebanyak tiga kali di setiap hari Sabtu mulai dari tanggal 18 Juli, 25 Juli dan terakhir 1 Agustus kemarin. Jauh hari sebelum kelas Zoom dimulai, aku sudah berpesan pada suamiku untuk memberiku izin mengikuti kelas tersebut dan memintanya untuk membersamai anakku sementara aku belajar. Hoho.

Pentingnya Kegiatan Pra-Menulis Untuk Anak


Tanggal 18 Juli pukul 11.00 WIB, kelas Zoom Montessori Dalam Kebaikan yang pertama pun dimulai. Pembicaranya saat itu adalah Ms. Rosa dengan didampingi oleh Bu Damar dan Mbak Karina. Sebelum kelas dimulai, aku sudah stand by di depan laptop dan meminta suamiku untuk mengamankan anakku selama 2 jam.

Peserta Zoom yang berpartisipasi saat itu sekitar 500 orang. Rame pisan euy! Kelas yang dibawakan Ms. Rosa tentang hal-hal terkait kegiatan yang dapat melatih kekuatan otot tangan, jari serta koordinasi mata dengan tangan sebagai dasar untuk kegiatan menulis disampaikan dengan detail, jelas dan sangat menarik.

Betul-betul dapat pandangan baru bahwa kita sebagai orang tua harus peka dan jeli bahwa segala sesuatu yang anak lakukan itu pasti bermakna. Pesan Ms. Rosa adalah jangan sepelekan kegiatan practical life seperti menyapu, menjemur baju, menyiram tanaman (bisa dengan semprotan), dan lainnya karena hal tersebut merupakan bekal untuk anak menulis nantinya.


Selain itu, permainan yang merupakan bagian dari kegiatan pra-membaca misalnya meronce, bermain playdoh, gunting menggunting dan menggambar.

Sesi ini ditutup pada pukul 13.00 WIB dan aku merasa sangat tercerahkan dan lebih semangat lagi untuk menemani dan mengajari anakku bermain permainan yang berhubungan dengan kegiatan pra-menulis.

Pentingnya Kegiatan Pra-Matematika Untuk Anak


Aku merasa mempunyai masa lalu yang buruk saat berhadapan dengan pelajaran matematika. Aku merasa bodoh karena tidak bisa mengerjakan soal-soal matematika bahkan yang sederhana sekalipun waktu sekolah. Nilai jelek dan remedial adalah hal yang lumrah aku dapatkan di sekolah dulu.

Ingat sekali, betapa tidak sukanya aku dengan matematika sejak duduk di bangku SD. Sampai saat ini pun, aku tidak menaruh minat sedikit pun pada mata pelajaran yang disebut-sebut killer tersebut.

Saat melihat topik pra-matematika menjadi salah satu topik yang diangkat dalam kelas Montessori Dalam Kebaikan, aku jadi semakin semangat ingin mengikuti kelas ini. Alasannya jelas, aku tidak ingin anakku mengalami hal yang sama denganku ketika ia berhadapan dengan matematika kelak.

Ms. Laurentia sukses membuatku berkaca-kaca hingga hampir mewek lah saat menyimak materi tentang kegiatan pra-matematika pada tanggal 25 Juli 2020 kemarin. Ditemani oleh Bibu Pinan sebagai moderatornya dan juga Mbak Karina. Setiap detik berisi ilmu, nggak ada tulangnya semua daging. Haha.

Pesan terpenting dari kelas kali ini adalah sebelum mengajarkan konsep matematika pada anak, ibu atau orang tua harus berdamai terlebih dahulu dengan masa lalunya. Taubat dulu Buibu-Pakbapak! Seketika kolom pesan dibanjiri oleh komentar para ibu-ibu yang mengiyakan untuk segera bertaubat dan mulai menyukai hal-hal berbau matematika.

Tak kenal maka tak sayang, betul banget sih. Anak-anak sebenarnya sudah bisa diperkenalkan dengan konsep logika matematika sejak dini, mulai dari keteraturan saat berkegiatan, konsep besar-kecil, luas-sempit, banyak-sedikit yang semua terukur.

Ms. Laurentia juga menunjukkan beberapa aparatus montessori yang digunakan untuk kegiatan pra-matematika seperti red rods dan geometrical solid. Melihat benda-benda yang dipakai untuk belajar matematika sambil bermain tersebut rasanya fix aku akan memasukkan anakku ke sekolah montessori, lol!

Pentingnya Kegiatan Pra-Membaca Untuk Anak


Saat membaca nama narasumber untuk topik terakhir ini, aku kok rasanya tidak asing ya? Ternyata, Vidya Dwina Paramita adalah penulis buku Jatuh Hati Pada Montessori, Seni Mengasuh Anak Usia Dini. Buku yang sudah aku beli dan baca sejak anakku baru dilahirkan. Haha.

Happy dong akhirnya bisa belajar langsung dengan Ms. Vidya pada tanggal 1 Agustus 2020 kemarin. Berbeda dengan Ms. Rosa dan Ms. Laurentia, pembawaan Ms. Vidya lebih ramai dan heboh. Tapi justru ini yang membuat suasana kelas meriah dan seru dari awal sampai akhir sesi kelas.

Ms. Vidya menekankan betapa pentingnya kegiatan pra-membaca pada anak-anak usia dini untuk bekal mereka membaca di kemudian hari. Mengenalkan buku dan membacakan nyaring adalah poin-poin penting yang harus rajin dilakukan oleh orang tua agar anak-anaknya gemar membaca.

Ms. Vidya bercerita bahwa banyak anak yang bisa membaca tapi tidak memahami isi bacaannya bahkan saat mereka sudah duduk di tingkat akhir sekolah dasar. Ternyata, banyak anak-anak yang dipaksa bisa membaca tapi tidak dibekali dengan kemampuan mengkorelasikan tulisan dengan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut.

Pentingnya literasi dini dengan kemampuan anak membaca dikemudian hari akan membuat anak menjadi lebih tertarik untuk membaca, bisa memahami isi bacaan dengan baik dan pada akhirnya bisa membedakan mana yang benar dengan mana yang perlu dicari tau lagi hingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah dipengaruhi oleh pesan-pesan hoax yang saat ini banyak bertebaran.


Sampai sebegitunya ya pengaruh kemampuan membaca pada karakter seseorang di masa depan. Beberapa kegiatan pra-membaca lain juga disampaikan oleh Ms. Vidya dengan detail disertai banyak contoh, saking detailnya moderator yaitu Bu Nafila sampai mengingatkan Ms. Vidya kalau waktu diskusi hampir habis. Haha. Seru banget sampai lupa waktu!

Setelah belajar dari 3 kelas di Montessori Dalam Kebaikan, saatnya aku bekerja sama dengan suamiku berusaha membersamai anak sambil melakukan stimulasi-stimulasi melalui kegiatan yang bermakna.

Sekian dulu ceritaku tentang pengalaman ikut kelas Zoom bersama para montessorian di Montessori Dalam Kebaikan. Nggak rugi dan nggak menyesal ikut kelas ini!

Sukabumi, 13 Agustus 2020