Selasa, 15 Juni 2021

Perempuan, Berkarya dan Berdaya Melalui Tulisan

Juni 15, 2021 0 Comments

Selama satu tahun belakangan, setelah memutuskan untuk kembali menekuni kegiatan menulis, aku aktif dalam salah satu komunitas menulis yaitu komunitas "Ibu-Ibu Doyan Nulis". Di bawah naungan IIDN, aku merasa mendapatkan banyak sekali ilmu yang membuat kegiatan menulisku ber-progress hingga saat ini.


Komunitas yang didirikan oleh Indari Mastuti pada 24 Mei 2010 ini memiliki visi yang terdengar sederhana tapi sebenarnya luar biasa. Visinya adalah untuk menghasilkan penulis dari kalangan ibu rumah tangga. Beliau ingin seseorang yang sering disebut hanya ibu rumah tangga, dapat berdaya dengan menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat.

Saat ini, sudah 11 tahun IIDN berkarya! Dalam rangka menyambut HUT IIDN ke-11, tahun ini IIDN mengadakan Festival Perempuan Indonesia. Acara yang berlangsung sejak bulan Mei hingga Juni 2021 ini diisi dengan parade buku, berbagai talkshow, juga kompetisi menulis.

Meriah banget kan acaranya? Sebagai anggota, tentu saja aku nggak mau ketinggalan untuk mengambil bagian dalam event ini meskipun hanya sebagai peserta. Salah satu talkshow yang aku ikuti adalah "Perempuan dan Menulis".

Acara yang diselenggarakan di hari Sabtu, 29 Mei 2021 ini, menghadirkan dua wanita penulis yang sangat menginspirasi, Kirana Kejora dan Widyanti Yuliandari. Kedua wanita ini sudah melalanglang buana di dunia kepenulisan.


Talkshow ini dipandu oleh seorang blogger sekaligus Koordinator Wilayah IIDN Makassar, Mugniar Marakarma.


Dalam talkshow bertajuk "Perempuan dan Menulis", baik Mbak Key, sapaan untuk Kirana Kejora, maupun Mbak Wid, sapaan familiar untuk Widyanti Yuliandari, membagikan kisah perjalanan menulis mereka.

Banyak sekali hal yang dapat kita pelajari dari obrolan mereka saat talkshow kemarin. Ingin rasanya menuliskan setiap ucapan Mbak Key maupun Mbak Wid. Panjang bener tapi pastinya! Hehe. Semoga apa yang aku rangkum dan tuliskan dalam tulisan kali ini, cukup mewakili inti pembicaraan dalam talkshow kemarin.

Kirana Kejora

Sumber foto : Instagram @kiranakejora

Mbak Key, merupakan salah satu penulis Indonesia yang produktif melahirkan karya-karya berupa buku solo. Wanita yang lahir di Ngawi, Jawa Timur ini senang dikenal dengan sebutan writerpreneur.

Beberapa karyanya antara lain "Air Mata Terakhir Bunda", "Ayah Menyayangi Tanpa Akhir", "Renjana Biru di Morotai", " Seruni Niscala", dan masih banyak lainnya.

Bukan hanya mencetak buku, Mbak Key juga merawat dan membesarkan anak-anaknya hingga bisa menduduki jajaran buku best seller dan diangkat menjadi film layar lebar.

Jangan pernah takut untuk memperkenalkan orang lain dengan buku kita.

-Kirana Kejora dalam talkshow "Perempuan dan Menulis"

Pesan Mbak Key itu memiliki makna yang sangat dalam. Banyak penulis pemula yang masih malu-malu untuk memperlihatkan naskahnya, ngider dari penerbit satu ke penerbit lainnya atau berusaha untuk menerbitkan bukunya secara mandiri.

Kalaupun naskah sudah terbit menjadi buku, tidak sedikit penulis pemula yang merasa puas hanya dengan sekali atau dua kali cetak saja. Padahal, buku-buku tersebut apabila diibaratkan bayi harus dirawat dan dibesarkan, sebab mereka nggak bisa hidup sendiri tanpa ibunya.


Menurut Mbak Key, penulis yang baik adalah penulis yang berani mengambil langkah dan mau untuk terus belajar. Beliau sendiri tidak sebentar menjejak di dunia kepenulisan, sudah 16 tahun dan hingga saat ini masih terus belajar. Masha Allah.

Tidak hanya memberikan pesan bagi penulis yang bermimpi untuk membesarkan bukunya, Kirana Kejora juga membagikan tips bagaimana menulis sebuah novel yang baik dan menarik.

Berikut tips menulis novel yang baik dari Kirana Kejora :


Memasukkan 4 Unsur Cerita

Keempat unsur tersebut adalah drama keluarga, komedi, romance dan juga religi. Empat unsur ini akan membuat novel yang ditulis menjadi sebuah paket komplit yang memiliki banyak pelajaran hidup di dalamnya.

Plot Twist

Cerita yang ditulis sebaiknya memiliki plot atau alur yang logis, membuat penasaran pembacanya dengan menghadirkan kejutan-kejutan di dalamnya.

Menulis Untuk Kebaikan

Bagi seorang Kirana Kejora, menulis merupakan legacy. Sehingga, apa yang ditulis sebaiknya mengandung nilai-nilai kebaikan yang bisa dinikmati dan dipelajari oleh para pembaca. Kelak anak dan cucu kita juga akan mengenal kita sebagai penulis yang menebar kebaikan.

Menyiapkan Bank Naskah

Mbak Key punya rahasia bagaimana beliau bisa terlihat selalu mudah menemukan inspirasi menulis. Ternyata, Mbak Key rajin mencatat atau menyimpan status-status yang beliau buat di sosial media yang mendapatkan atensi cukup banyak dari masyarakat.

Menurut Mbak Key, dengan memiliki bank naskah seperti itu akan menjadi lebih mudah ketika membuat rencana menulis tentang apa. Topik dari status yang mendapat banyak perhatian rupanya bisa menjadi penilaian tersendiri mengenai selera masyarakat terhadap suatu hal.

Membuat Tagline dan Blurb yang Menarik Perhatian

Sebagai penulis, tidak mungkin dan tidak bisa juga memaksa orang lain untuk membaca buku kita. Sehingga, penulis hendaknya membuat sebuah tagline yang membuat orang tertarik untuk mengambil buku kita dari rak buku dan membaca blurb-nya.

Mbak Key berharap, penulis-penulis yang belajar dari dirinya kelak akan menjadi penulis yang namanya lebih dikenal dari Mbak Key sendiri. Inspiring banget!

Widyanti Yuliandari

Sumber foto : Instagram @widyanti_yuliandari

Mbak Wid yang juga akrab disapa dengan Bu Ketu oleh anggota komunitas IIDN ini, bekerja sebagai PNS di kota Bondowoso, Jawa Timur.

Merasa kesepian dan seorang diri di kota yang nyempil di antara Situbondo, Banyuwangi dan Jember, Mbak Wid berkenalan dengan dunia menulis terutama blogging. Beliau melihat adanya prospek yang bisa dicapai sebagai seorang blogger dan menekuni kegiatan nge-blog sejak tahun 2008.

Di tahun 2013, barulah Mbak Wid nyemplung ke dalam kolam yang kelak akan membesarkan namanya, IIDN. Pada awal masa keanggotaannya, melihat penulis-penulis IIDN yang sudah menghasilkan karya, Mbak Wid merasa terkagum-kagum.

Waah, A keren banget sudah bisa kerjasama dengan brand terkenal sebagai blogger. B hebat banget sudah bisa punya buku solo. Aku kapan ya???

-Widyanti Yuliandari dalam talkshow "Perempuan dan Menulis"

Ketika Mbak Wid melontarkan kalimat tersebut untuk menggambarkan dirinya saat awal menjadi anggota IIDN, aku auto ingin ikut menimpali, "Ya ampuuunn gue banget nih sekarang!" Haha.

Ijin Off camera karena nyimak sambil mengerjakan tugas domestik :)

Saat ini, keanggotaanku di IIDN masih tergolong baru. Baru satu tahun yang lalu dan aku merasa kagum sekaligus termotivasi dengan pencapaian teman-teman yang sudah bergabung dengan IIDN terlebih dahulu.

Setelah berproses bersama IIDN selama kurang lebih dua tahun, Mbak Wid akhirnya melahirkan buku solo non-fiksi perdananya. Di tahun 2017, di tengah kesibukannya menempuh pendidikan Master, beliau menerima amanah yang dipercayakan oleh Indari Mastuti sebagai Ketua Umum IIDN.

Menulis, Membuka Pintu Kebaikan

Mbak Wid percaya bahwa menulis akan membuka jauh lebih banyak pintu kebaikan. Oleh sebabnya, beliau sangat mencintai dunia menulis ini dan ingin terus menulis serta membantu banyak perempuan lain untuk berkarya melalui tulisan.

Bersama dengan IIDN, perlahan namun pasti Mbak Wid membimbing anggotanya untuk menjadi penulis yang dapat menebar banyak manfaat. Minimal untuk dirinya sendiri, alhamdulillah jika bisa untuk orang banyak.

Melihat banyaknya cuitan atau tulisan dari para perempuan yang mereka bagikan di status media sosial, Mbak Wid merasa bahwa mereka sebenarnya rapuh di dalam dan butuh bantuan. Beliau kemudian mengusung program yang berbasis writing for healing, bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, konselor psikologis maupun psikiater.


Dengan demikian, banyak perempuan yang akhirnya bisa berdamai dengan diri mereka sendiri, selesai dengan masalah internalnya sehingga dapat bangkit dan menulis bukan hanya sekedar untuk membuang sampah tapi juga menebar hal positif bagi sekelilingnya.

Writerpreneur Sukses, Tidak Ada yang Instan!

Kirana Kejora juga memberikan kiat suksesnya sebagai seorang writerpreneur. Buku-buku yang ditulis oleh Mbak Key sebagian besar adalah self-publishing. Oleh sebabnya, beliau tahu betul bagaimana perjuangan seorang writerpeneur dalam membesarkan bukunya.

Modal utama yang dibutuhkan adalah niat dan berani. Jangan pernah takut salah, jika salah tentu harus mau memperbaiki kesalahannya dan terus belajar. Jangan berharap bahwa kesuksesan akan datang begitu saja menghampiri, perlu tekad serta usaha dan do'a.

Tidak ada yang instan karena yang instan akan mudah hilang.

- Kirana Kejora dalam talkhow "Perempuan dan Menulis"

Perjuangan seorang writerpreneur bukan hanya sekedar menulis buku. Melainkan melakoni proses editing, mengawal proses penerbitan, mempromosikan dan menjual buku hingga akhirnya dilirik oleh rumah produksi untuk dijadikan film.

Selain itu, seorang penulis juga sebaiknya bisa berpikir idealis sekaligus realistis dalam membuat sebuah tulisan. Tentunya, ini tergantung dari target siapa yang akan membaca buku kita. Riset yang mendalam juga dibutuhkan agar tulisan di dalam buku terasa lebih hidup.

Branding sudah mulai bisa dilakukan sejak buku masih ditahap produksi. Manfaatkan media sosial dengan maksimal, pelajari berbagai trik marketing dan jangan pernah takut untuk memperkenalkan buku karya kita.

Setelah buku diterbitkan, jangan pernah berhenti untuk membesarkan buku tersebut. Manfaatkan acara bedah buku, membuat podcast atau Youtube, promosi di berbagai sosial media dan manfaatkan online shop untuk penjualan buku. Kuncinya adalah semangat dan tekun belajar.

Turut Aktif dan Berkembang Bersama Program IIDN

Guna terus mendukung para perempuan untuk berkarya dan berdaya melalui tulisan, IIDN membuat berbagai strategi dan program yang bermodal tekad kuat. Beberapa program IIDN yang mendukung para penulis untuk berproses menjadi seorang penulis profesional di antaranya "Training Nulis Dari Nol", "Training Menulis Buku Solo" hingga "Training Untuk Blogger".

Saat ini, IIDN juga sedang menggarap proyek tentang lingkungan bersama dengan Kemendikbud dan salah satu lembaga Non-Governmental Organization (NGO). Ke depannya, IIDN akan terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak sehingga dapat terus melibatkan anggota dari komunitas menulis ini.

Dalam upaya membesarkan penulis serta buku-buku karya penulis, IIDN sendiri memiliki tim yang dinamakan Mitra Jenama. Tim tersebut terdiri dari blogger, bookstagramer juga pemilik UMKM. Mereka yang akan membantu mempromosikan serta mem-branding buku-buku keluaran anggota IIDN.

Kalau komunitas sudah sedemikian besar usaha untuk membantu anggotanya maju, pastinya rugi banget kalau kita sebagai anggota masih setengah-setengah mengikuti program IIDN.

Untuk teman-teman yang ingin menyimak talkshow "Perempuan dan Menulis" versi lengkapnya, bisa dilihat pada tautan di bawah ini ya :


Akhir kata, SELAMAT ULANG TAHUN IIDN! Semoga panjang umur dan senantiasa menjadi wadah bagi para perempuan (terutama ibu-ibu) untuk mengembangkan dirinya sebagai seorang penulis yang menebarkan banyak kebaikan.

Sukabumi, 15 Juni 2021

Selasa, 08 Juni 2021

Tetap Kreatif Dari Rumah Dengan "Creative Writing"

Juni 08, 2021 2 Comments

Siapa sih yang nggak memimpikan punya pekerjaan yang sejalan beriringan dengan hobinya? Aku yakin hampir semua akan menjawab, "Pengen dong!". Hehe.

Beruntung lah kita hidup di zaman yang sudah melek teknologi. Tak dipungkiri, pandemi membuat dunia digital melesat semakin pesat. Kerja dari rumah pun bukanlah suatu hal yang mengherankan lagi. Pada akhirnya, banyak peluang yang bisa diambil tanpa pandang bulu siapa dan di mana kita tinggal.

Sebagai ibu rumah tangga yang setahun belakangan menekuni hobi menulis, aku senang sekali melihat dan belajar dari ibu-ibu rumah tangga yang sukses mendulang rejeki dari hasil menulis.


Weekend kemarin, aku mengisi waktu dengan menonton IG Live yang membuatku semakin terinspirasi dan semangat untuk terus konsisten menulis. Instagram @mominfluencerid mengadakan live dengan membahas tema mengenai "Menulis Dari Rumah" yang di dalamnya disampaikan inspirasi cerita dari hal-hal sederhana.

Acara tersebut dipandu oleh seorang lifestyle blogger yaitu @tiandarinie dan diisi oleh @jengnanda, seorang creative writer dan content creator.

sumber : Instagram @mominfluencerid


Dalam tulisan ini, aku mencoba untuk meringkas dan menyari obrolan Kak Tian dan Mbak Nanda yang sangat menginspirasi terutama untuk para wanita yang hobi menulis dan ingin mencoba mencari peluang dari bidang creative writing ini.

Mengenal Creative Writing


Creative writing atau yang lebih familiar dikenal dengan menulis kreatif adalah teknik menulis yang dilakukan secara bebas, dalam artian tidak ada panduan tertentu dan karyanya adalah murni dari hasil imajinasi penulis.

Teknik creative writing ini banyak banget peminatnya. Hal ini disebabkan, seseorang bebas menulis tanpa memperhatikan panjang pendeknya sebuah tulisan dan tidak terpaku apakah tulisan tersebut fiksi atau non-fiksi.

Berbagai contoh dari tulisan kreatif ini seperti puisi, cerpen, naskah film, novel, berita, opini, artikel yang diterbitkan oleh blogger seperti ini sampai tulisan di caption Instagram. Luas sekali ya cakupan dari menulis kreatif ini.

Ini lah yang kemudian dimanfaatkan oleh Mbak Nanda untuk mengisi kesehariannya di rumah sembari mengurus keluarga. Beliau memilih untuk memanfaatkan platform Instagram sebagai tempat untuk berlatih menulis kreatif.

Ternyata, tulisan-tulisannya di caption Instagram yang sering diberi tagar #naskahnanda ini dilirik oleh banyak pihak untuk melakukan kerja sama. Baik itu oleh brand untuk bekerja sama dalam bentuk endorse, maupun oleh perusahaan periklanan di mana Mbak Nanda didapuk sebagai penulis naskahnya.

Sambil dirusuhin oleh bocilnya yang berusia nggak jauh dari Dipta, Mbak Nanda membagikan tips produktifnya menulis kreatif dari rumah. Apa aja nih tipsnya?


Mencintai Menulis

Tips yang pertama ini penting banget. Sebagai seorang penulis, yang harus dilakukan adalah dengan menyukai dan jatuh cinta dulu dengan kegiatan ini. Supaya, apa yang kita lakukan bisa long lasting tanpa ada rasa terpaksa atau menghasilkan karya yang asal-asalan.

Seperti banyak penulis yang aku kenal, Mbak Nanda ini sudah suka menulis sejak kecil. Setelah lulus sekolah, Mbak Nanda pernah menjadi jurnalis di beberapa media cetak ternama pada masanya. Kesukaan menulisnya terus berlanjut hingga ia sudah menikah dan punya anak.

Rasa cintanya yang besar pada kegiatan menulis ini lah yang membuat dirinya selalu mengupayakan dan meluangkan waktu dalam 24 jamnya untuk menulis. Meskipun hanya menulis caption di Instagram. Tapi, justru banyak pintu terbuka dari aktivitasnya menulis di salah satu platform media sosial tersebut.

Konsisten dan Persisten

Saat ditanya seputar target menulis, Mbak Nanda bercerita bahwa nggak ada target harus berapa tulisan setiap bulan tapi beliau terus menulis setiap hari. "Kalau nggak di feed Instagram, kan bisa di stories. Masalah yang lain bakal membaca atau nggak, nggak usah dipikirin. Kalau mereka suka pasti akan baca, kalau nggak ya kan bisa di-skip aja," tutur beliau.

Mbak Nanda memang menantang dirinya sendiri saat awal pandemi lalu, menulis selama 30 hari tanpa jeda di Instagram. Itu yang membuat dirinya merasa tertempa dan terbiasa untuk menulis everyday.

Nulis apa aja tuh setiap hari? Apa pun yang ditemukan di rumah sebenarnya bisa menjadi inspirasi untuk sebuah tulisan. Misalnya, saat melihat anak terlelap bisa menjadi sebuah caption Instagram yang mengundang pembaca.

Konsistensi dan persistensi ini yang membawa Mbak Nanda akhirnya dikenal sebagai penulis kreatif dan tawaran kerja sama dengan brand pun berdatangan.

Pintar Dalam Manajemen Waktu

Sebagai sesama ibu rumah tangga, ngerti banget gimana susahnya bekerja saat anak masih aktif berkeliaran. Jika ingin fokus pada pekerjaan menulis, maka kita harus pintar-pintar mengatur waktu. Caranya tentu saja dengan menentukan skala prioritas.

Bagi seorang istri dan ibu, memenuhi kebutuhan suami, anak dan rumah adalah hal yang utama. Saat anak sedang tidur siang, atau aktivitas domestik telah selesai maka waktu tersebutlah yang digunakan untuk menulis.

Berhubung kegiatan menulis ini memang butuh fokus dan kondisi yang kondusif, waktu yang dirasa paling pas dan efektif adalah di malam hari yang sunyi. Bener nggak nih?

Kurangi Waktu Rebahan

Ada nggak orang yang rebahan-rebahan doang lalu uang mengalir deras ke rekening kita? Ya ada sih, kalau kita anak sultan dan udah punya investasi unlimited. Hehe. Mau check-out online store seribu kali juga nggak akan berkurang rekening di tabungan! Kok enak? Well, that's privilege.

Tapi, berhubung aku bukan anak sultan dan belum punya sekian banyak investasi untuk bisa menikmati hidup dengan rebahan-rebahan doang nih, tentu aku harus bekerja lebih ekstra. Caranya adalah dengan mengurangi sedikit waktu rebahan untuk produktif menulis.

Halal kok kalau kita ikutan tidur saat anak tidur, atau sedang jenuh menulis dan ingin bermalas-malasan. Namun, kalau ingin tetap produktif ya jangan kelamaan malas-malasannya.


Mbak Nanda sendiri bercerita bahwa ia rela tidur lebih malam dibandingkan anak dan suaminya hanya untuk bisa produktif menulis. Di lain waktu, saat anaknya sedang tidur ada kalanya ia sibuk memotret produk dan melakukan kegiatan lain yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Intinya, asalkan kita sudah suka dengan apa yang menjadi hobi atau pekerjaan kita, pasti deh kita akan menyempatkan waktu untuk melakukannya.

Jangan Cepat Berpuas Diri

Satu hal lagi, jangan cepat merasa bahwa diri kita sudah hebat dan keren. Pastinya, kita ingin melakukan yang lebih baik lagi daripada yang kita lakukan saat ini. Sehingga, jangan pernah berhenti belajar, tetap konsisten dan selalu do our best.


Inspiring banget ya, cerita-cerita dan tips menulis kreatif dari Mbak Nanda. Jadi, untuk penulis-penulis yang jam terbangnya masih setinggi pohon pisang seperti diriku ini, nggak boleh cepat menyerah.

Baru setahunan ini menulis tapi kok belum seperti A, B, C, dan seterusnya yang selalu dapat job dari brand terkenal? Ya mereka-mereka itu ibaratnya sudah berdarah-darah duluan di awal, karena sebuah kesuksesan yang nyata itu butuh proses yang tidak instan. Reminder banget nih, untuk diri sendiri.

Jangan lupa untuk nggak boleh malu membranding diri, agar lebih dikenal oleh banyak orang. Lalu bangun relasi dengan banyak pihak, salah satunya adalah dengan bergabung dengan komunitas terkait. Satu lagi yang paling penting adalah usaha yang diiringi dengan do'a.

sumber : pinterest

Semoga tulisan kali ini bermanfaat, minimal untuk diriku sendiri yang menulisnya dan tentunya untuk teman-teman semua yang membaca.

Sukabumi, 8 Juni 2021

Jumat, 04 Juni 2021

Bagaimana Membuat Podcast yang Baik dan Menarik?

Juni 04, 2021 3 Comments

Sejak bulan November 2020 lalu, aku mulai merambah ke dunia podcast. Mulanya, aku membuat podcast pribadi, kemudian mengajak Erryn dan Evita untuk podcast-an bareng di channel Coffee and Pie Podcast. Selain itu, aku juga aktif mengisi podcast Drakor Class bersama classmates yang lain.

Makin ke sini, terlihat bahwa aku lebih senang menulis dibandingkan ngoceh sendiri di podcast. Hehe. Akan tetapi, podcast ku bersama Coffee and Pie dan Drakor Class masih berlanjut hingga sekarang. Emang enak itu kalau ngobrol ada temannya, sih!


Bersama Coffee and Pie, sudah sekitar 15 episode kami hasilkan. Bulan Mei yang lalu, kami mencoba untuk meng-upgrade level dengan mengikuti kompetisi podcast yang diadakan oleh Bank Indonesia.

Kompetisi yang mengusung tema "Bicara Makroprudensial" ini membuat kami cukup tertantang. Sebabnya adalah, kami bertiga tidak memiliki latar belakang ekonomi dan tentu saja tidak mengikuti berita-berita terkini tentang perkembangan ekonomi nasional.

Dengarkan Coffe and Pie Podcast dalam episode "Miliki Rumah dan Kendaraan Impian Tanpa DP!"

Sebelum kompetisi berlangsung, diadakan webinar "Produksi Podcast, Dari Perekaman Sampai Branding" yang materinya dibawakan oleh podcaster senior, Rane Hafied. Di sana, dijelaskan secara detail bagaimana memproduksi podcast yang baik hingga menggaet audiens.

Selain itu, di awal bulan Juni ini, Erryn yang mewakili Coffee and Pie juga mengikuti webinar yang diadakan oleh Radio Budi Luhur dengan topik "It's Time to Show Your Podcast". Podcaster yang menjadi narasumber dalam webiar tersebut adalah Oza Rangkuti pemilik Podcast Kesel Aje.

Dalam tulisan kali ini, aku ingin mencoba merangkum kedua webinar tersebut sehingga menjadi tips bagaimana membuat podcast yang baik dan menarik. Podcaster, silakan disimak sampai selesai ya!

What Makes Your Podcast Special?

Di antara ribuan podcast yang ada di berbagai platform seperti Anchor, Spotify, Apple dan Google Podcast, apa sih yang membuat podcast milik teman-teman ini berbeda? Mungkin kalau dalam dunia blog istilahnya niche ya.

Jadi, kita harus pintar-pintar nih memilih topik yang seru untuk dibahas dan sekiranya masuk ke dunia para pendengar kita. Tentunya, pemilihan topik ini disesuaikan dengan target audiens kita ya. Misalnya, beberapa waktu lalu Coffee and Pie Podcast membahas seputar nostalgia masa sekolah yaitu SMA dan kuliah.

Topik-topik ini kami pilih karena mostly audiens dari Coffee and Pie adalah teman-teman sekolah. Hehe.

Coffee and Pie Podcast dalam "Nostalgia Masa SMA"

Kemudian, di salah satu episode Coffee and Pie Podcast, kami juga pernah mengadakan games truth or dare. Lainnya, kami pernah mengadakan survey yang melibatkan audiens untuk ikut berpartisipasi. We're trying to make some improvement dalam setiap episodenya.

Kemudian podcast Drakor Class, tentu saja membahas seputar drama Korea dan hal-hal yang berkaitan dengan Korea misalnya tempat wisatanya. Pemilihan niche yang spesifik pada podcast ini membuat branding dari podcast kita menjadi lebih mudah.

Perhatikan Kualitas Audio

Ini juga penting. Berhubung karya kita ini bentuknya adalah suara, maka kualitas dari audio yang kita hasilkan harus banget diperhatikan. Coba bayangkan, kalau teman-teman mendengarkan podcast yang suaranya seperti orang sedang kumur-kumur atau mendem dan terdengar sangaat jauh? Pasti langsung nggak berminat untuk mendengarkan sampai selesai.

Kualitas audio ini bisa kita tingkatkan dengan memperhatikan perangkat yang kita gunakan. Kalau aku bersama teman-teman Coffee and Pie, kami akan mencoba beberapa tools yang kami miliki dan mencari perangkat mana yang membuat suara kami terdengar paling jernih.

Lalu, jangan lupa untuk memperhatikan jarak antara mulut kita ke microphone. Jangan sampai suaranya terlalu kecil atau malah terlalu besar hingga menyakitkan telinga. Posisikan microphone agar suara kita terdengar jelas dan tidak terdengar hembusan-hembusan nafas.


Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah tempat rekaman. Tentu kita nggak mau pendengar merasa terganggu dengan adanya suara-suara gaib, kan? Misalnya jika kita rekaman di dalam kamar, noise bisa diminimalisir dengan mematikan kipas angin atau televisi.

Kalau bisa, tempat yang digunakan untuk rekaman benar-benar tempat yang nyaman dan minim gangguan. Bayangin deh, gengges banget kan kalau kita lagi dengar podcast lalu terdengar suara kendaraan lalu lalang mengalahkan suara backsound sebab pemilik podcast rekaman sambil menunggu angkot di pinggir jalan raya? Hmmm..

Batasi Durasi

Dalam webinar "It's Time to Show Your Podcast" salah seorang peserta bertanya tentang seberapa lama durasi podcast agar audiens betah dan tidak meninggalkan obrolan kita di tengah jalan. Oza Rangkuti menjawab kalau sebetulnya tidak ada batasan pasti berapa lama durasi podcast yang baik.

Akan tetapi, beliau meminta para peserta untuk bertanya pada diri sendiri, "Apakah gue mau menghabiskan sekian belas menit atau sekian jam dari waktu gue yang berharga untuk mendengarkan podcast ini?". Apalagi kalau podcast kita istilahnya masih lu siapa?

Berbeda dengan podcaster lain seperti Dedi Corbuzier atau Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang memang sudah memiliki massanya sendiri. Mereka mau bikin podcast dengan durasi satu atau dua jam juga bakal ribuan orang yang menyimak sampai selesai.

Jadi, sebagai podcaster baru, kita harus bisa mendisiplinkan diri untuk membatasi durasi podcast sehingga pendengar akan menyimak podcast kita sampai habis meskipun mereka belum mengenal siapa kita. Harapannya, pendengar akan mendengarkan episode-episode podcast kita yang lain.

Belajar time management penting juga, nih!

Dari lomba-lomba podcast yang aku ikuti, rata-rata durasinya adalah 10 - 20 menit. Sehingga, dalam durasi yang sekian itu diharapkan kita bisa menyampaikan semua informasi yang akan dibawakan dengan baik.

Ini masih jadi pelajaran juga buat kami, baik Coffee and Pie maupun Drakor Class yang kalau ngobrol di podcast itu waktunya masih sering offside. Hehe.

Menulis Untuk Telinga


Tips selanjutnya adalah membuat konsep konten podcast yang akan dibawakan. Ini bisa dilakukan dengan membuat skrip atau hanya membuat poin-poin dari bahasan utama yang ingin disampaikan. Poin-poin ini nantinya dikembangkan secara spontan.

Seberapa penting membuat konsep untuk podcast? Menurut Rane Hafied membuat konsep yang matang membuat kita lebih fokus pada konten yang akan dibawakan. Dengan adanya skrip atau poin-poin pembahasan, maka pembicaraan kita nggak akan melebar ke mana-mana dan berujung pada durasi yang kepanjangan.

Jangan lupa bahwa podcast adalah sajian tulisan yang disuguhkan untuk telinga. Sehingga gunakanlah bahasa yang enak untuk didengar dan tidak kaku serta terlalu puitis seperti saat kita menulis fiksi.

Sesuaikan juga dengan konten yang kita bawakan. Apakah kita membuat konsep seperti sedang siaran berita atau ngobrol asyik dengan teman-teman? Ini akan membuat perbedaan pada gaya bahasa yang akan kita gunakan.

Konsisten Adalah Koentji


Tips terakhir yang paling susah untuk dilakukan tapi paling penting adalah konsistensi. Kita nggak akan tahu nih, topik mana yang membuat podcast kita akan dikenal secara luas. Jadi, sayang banget kalau kita menyerah setelah baru meluncurkan 5 episode podcast.

Sama halnya dengan menulis di blog. Awalnya pembaca yang mampir ke blog kita masih hitungan jari. Ngenes ya lihatnya? Tapi dengan konsistensi dan ketekunan, pembaca yang mampir ke blog semakin lama semakin bertambah. Ini nggak akan terjadi kalau kita sudah menyerah duluan di awal.

Begitu pula dengan podcast. Konten mana yang membuat pendengar betah mendengarkan podcast kita, ya kita nggak akan tahu kalau tidak mencoba untuk selalu membuat episode baru. Oza Rangkuti sendiri baru berhasil viral dengan Podcast Kesel Aje-nya setelah setahun rutin membuat episode-episode podcast dan menghasilkan 241 episode, gaes!

Itu tadi, 5 tips agar teman-teman bisa membuat konten podcast yang baik, menarik dan tentunya nyaman didengarkan oleh para audiens podcast kalian. Yuk, kita sama-sama belajar membuat konten podcast yang baik!

Semoga bermanfaat!

Sukabumi, 4 Juni 2021

Selasa, 01 Juni 2021

Jaga Kesehatan Dengan Manajemen Kebersihan Saat Menstruasi

Juni 01, 2021 47 Comments

Ladies, udah pada tahu belum nih? Tanggal 28 Mei yang lalu, diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi atau Menstrual Hygiene Day. Peringatan ini mulai ditetapkan pada tahun 2014 silam, loh. Dengan adanya peringatan Hari Kebersihan Menstruasi ini, diharapkan akan lebih banyak perempuan yang aware terhadap masalah kebersihan selama masa menstruasi.

Apa sih urgensi dan pentingnya sampai ada kampanye dan peringatan Hari Kebersihan Menstruasi ini segala? Jadi, ada sebuah fakta mengenaskan lagi nih tentang negara kita. Data di Indonesia menunjukkan kalau kesadaran perempuan Indonesia akan pentingnya manajemen kebersihan selama periode menstruasi masih sangat rendah. Ommo!

Hal ini ditunjukkan dengan data-data yang cukup mencengangkan, yaitu 1 dari 2 anak perempuan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Lalu, hanya 1 dari 3 anak perempuan yang mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti pembalut. Kemudian, hanya 1 dari 3 anak perempuan yang mengganti pembalut dalam kurun waktu 4 - 12 jam, sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari ajah!

Padahal, menjaga kebersihan selama periode menstruasi ini penting banget! Oleh sebabnya, Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI) bekerja sama dengan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia menyelenggarakan webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" pada tanggal 27 Mei 2021.


Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 1000 perempuan Indonesia, di mana aku beruntung menjadi salah satu peserta webinar ini. Tujuan dari diadakannya webinar ini adalah sudah pasti untuk menambah pengetahuan dan pemahaman perempuan mengenai Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Selain itu, Mundipharma Indonesia juga menyuarakan kampanye #YangIdeal guna mengajak perempuan Indonesia menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaannya dengan tepat dan menggunakan produk yang sesuai.


Acara ini dipandu oleh Novita Angie, yang selama ini kita kenal sebagai public figure. Narasumber yang mengisi webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" ini adalah Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH. Beliau merupakan perwakilan dari anggota pengurus besar perkumpulan POGI.

Narasumber selanjutnya adalah Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog. Bu Anna ini merupakan Ketua IPK Indonesia wilayah Jakarta. Kemudian, dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta.

Belum selesai sampai di sana, ada pula Mada Shinta Dewi, Country Manager Mundipharma Indonesia dan juga Adi Prabowo, Head of Marketing, Digital & E-Commerce Mundipharma Indonesia.

Bisa dilihat ya, mumpuni sekali semua speakers dalam webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" tanggal 27 Mei kemarin ini. Apa aja nih yang ilmu baru yang didapat dari webinar tersebut? Baca terus ya sampai selesai. Hehe.

Pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM)

Sehat dan Bersih Saat Menstruasi

Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH. membuka materi webinar ini dengan slide-slide yang bergizi tinggi. Beliau memaparkan tentang proses fisiologis yang dialami perempuan pada saat terjadi menstruasi, menyampaikan bahwa

Menstruasi adalah kondisi normal yang terjadi pada seorang perempuan, di mana keluar darah selama beberapa hari (3-7 hari) dari organ intim dan terjadi setiap bulan dengan siklus setiap 28 atau 21-35 hari.

Pada saat menstruasi, resiko seseorang terinfeksi atau terkena penyakit di area kewanitaan meningkat. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah bakteri buruk di vagina. Oleh karenanya, Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) ini penting sekali untuk diterapkan.

MKM ini sendiri merupakan pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi. Di mana, perempuan harus menggunakan pembalut yang bersih juga mengganti pembalut sesering mungkin selama periode menstruasi.

Tidak hanya itu, memiliki akses untuk pembuangan pembalut, dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga juga termasuk bagian dari MKM.

Dampak yang dapat terjadi bila MKM ini tidak diterapkan dengan baik adalah timbulnya berbagai penyakit di daerah kewanitaan seperti infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih, infeksi jamur dan peningkatan resiko kanker serviks.

Selain itu, penerapan MKM yang tidak optimal dapat menyebabkan seorang perempuan mengalami berbagai keluhan di sekitar area kewanitaan seperti keputihan, iritasi pada area kewanitaan, terjadinya gatal di sekitar area kewanitaan serta bau tidak sedap di area kewanitaan.

Lalu, bagaimana cara menerapkan MKM dengan baik?

Source : webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi"

Adapun beberapa cara yang dapat kita terapkan untuk menjaga kebersihan selama masa menstruasi adalah dengan membersihkan pembalut bekas pakai dan membuangnya ke tempat sampah setelah dibungkus dengan plastik terlebih dahulu. Apabila teman-teman menggunakan pembalut cuci ulang, maka cuci bersih pembalut tersebut setelah digunakan.

Hal penting lainnya adalah mengganti pembalut setiap 4-5 jam sekali, meskipun dalam kurun waktu tersebut darah yang keluar masih sedikit, GANTI AJA YAA... Hehe, jangan malas pokoknya biar nggak ada kuman-kuman jahat yang bersarang di area kewanitaan kita. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti pembalut.

Terakhir tapi penting juga untuk dilakukan adalah rajin mandi minimal 2 kali sehari agar tubuh selalu terjaga kebersihan dan kesegarannya. Mudah kan melakukan MKM?

Yuk, rajin terapkan MKM :)

Oiya, banyak berita yang beredar seputar menstruasi nih. Misalnya saja, minum es membuat darah haid menjadi tidak lancar. Atau menggunakan pembalut bisa membuat seseorang terserang kanker serviks. Semuanya mitos ya, teman-teman.

Prof. Dwiana menyampaikan bahwa pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan kita rutin mengganti pembalut dan menerapkan MKM dengan baik. Selain itu, dapat dicegah juga dengan vaksinasi HPV dan rutin IVA atau papsmear.

Peran Ibu Dalam Mengedukasi Tentang Menstruasi


Sekarang udah tahun 2021, udah nggak jaman lagi ya, Bun, ngomongin menstruasi kayak ngomongin aib yang harus bisik-bisik sampai kalau bisa sih nggak usah dibahas-bahas. Hoho...

Berbicara tentang menstruasi pada remaja perempuan itu penting sekali ternyata, Bunda. Bu Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog memberikan penjelasan yang lengkap mengenai hal ini. Ibu yang memiliki anak perempuan mengemban amanah untuk memberikan edukasi pada anak perempuannya tentang sehat dan bersih saat menstruasi.

Di tahun 2020, UNICEF menyebutkan bahwa di Indonesia 1 dari 4 anak tidak pernah menerima informasi tentang menstruasi sebelum mereka mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.

Hal ini disebabkan karena masih banyak orang yang menganggap pembicaraan seputar menstruasi itu adalah hal yang tabu. Kemudian, ibunya juga bingung harus menjelaskan dari mana atau kurang pengetahuan serta pengalaman untuk berbicara soal menstruasi.

Penyebab diatas, menyebabkan permasalahan lain yaitu anak perempuannya jadi ragu untuk bertanya pada ibunya perihal menstruasi. PADAHAL, lebih dari 90% anak perempuan itu percaya pada orang tua dan guru sebagai sumber informasi.


Sayang banget kan, kalau anak sudah berharap kita sebagai orang pertama yang menjelaskan hal penting ini pada mereka, tapi kita sendiri bingung seperti apa harus menjelaskannya?

Gambar di bawah ini bisa menjelaskan bagaimana pembicaraan mengenai menstruasi dapat dilakukan :

Sumber : Pemaparan Anna SurtiAriani, S.Psi., M.Si., Psikolog

Bu Anna juga memberi tips nih, tentang bicara menstruasi pada anak-anak. Simak yuk, 7 tips bicara menstruasi berikut ini :

1. Ibu Adalah yang Paling Diharapkan

Oleh karenanya, ibu harus membekali pengetahuan dan pemahaman tentang menstruasi. Sehingga, ibu bisa mengkomunikasikannya dengan anak-anak.

Jika ibu sudah tahu informasi penting terkait menstruasi termasuk fakta dan mitos tentang menstruasi, kebayang kan anak-anak pasti lebih tenang dan senang mendapatkan penjelasan dari bundanya.

2. Bicara Menstruasi Tidak Tabu

Zaman sekarang, pembicaraan mengenai pendidikan seksualitas termasuk saat anak-anak memasuki masa akil baligh harusnya bukan menjadi sesuatu yang tabu lagi.

Pembicaraan tentang menstruasi penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan generasi penerus bangsa.

3. Lakukan Berulang Kali

Ibu bisa menjelaskan hal-hal terkait menstruasi sejak sebelum anak-anak memasuki masa pubertas. Jelaskan dengan perlahan dan bertahap sesuai dengan usia anak. Sehingga, diharapkan anak akan mendapatkan pemahaman yang utuh saat mereka mengalami masa pubertasnya.

4. Bersikap Positif

Isu tentang pubertas ini termasuk ke dalam topik yang sensitif loh, Bun. Sehingga, Ibu harus tetap membangun positive vibe saat menjelaskan pada anak-anak.

5. Banyak Bertanya dan Berdiskusi

Daripada sibuk menceramahi dan menguliahi anak-anak dengan segudang materi mengenai menstruasi, Ibu dapat mengajak anak untuk aktif berdiskusi. Bisa juga dengan berbagi pengalaman Ibu semasa remaja dan menghadapi periode menstruasi untuk pertama kalinya.

Gimana kalau anak bertanya dan kita nggak tahu jawabannya? Ya dicari tahu dulu, kemudian beritahu anak informasi yang kita dapatkan setelah mendapatkan sumber yang valid.

6. Jelaskan Secara Kongkrit

Bisa menggunakan buku bacaan atau gambar.

7. Jelaskan Juga Pada Anak Laki-Laki

Menstruasi ini adalah hal yang normal yang terjadi pada perempuan. Jadi, anak laki-laki juga perlu pemahaman tentang menstruasi pada perempuan.

Tujuannya agar anak laki-laki dapat lebih menghargai dan memahami perempuan. Misalnya, saat ibunya atau teman perempuannya merasa sakit perut saat periode menstruasi, anak laki-laki dapat lebih berempati dan memberikan bantuan sederhana seperti mengambilkan minum.

Pengalaman nih, sewaktu SMA dulu aku pernah mengalami kebocoran yang cukup parah saat menstruasi di sekolah. Seorang teman laki-lakiku kemudian melepaskan jaketnya dan menutupi bagian belakang rokku dan mengantarkan aku pulang ke rumah untuk berganti.

Indahnya dunia jika semua orang saling membantu dan memahami ya.

Manfaat jika Ibu memberikan edukasi mengenai menstruasi pada anak perempuan adalah kesehatan reporoduksi anak remaja menjadi lebih baik, anak jadi paham kalau berhubungan seksual di luar nikah itu beresiko, mengurangi risiko masalah kesehatan mental terkait seksualitas dan bonding antara ibu dan anak menjadi lebih baik.

Program Pemerintah Dalam Manajemen Kebersihan Menstruasi

Guna meningkatkan kesadaran akan pemahaman MKM, pemerintah juga mengambil peran penting dengan menggalakan berbagai program yang dapat medukung masyarakat agar lebih banyak perempuan yang menerapkan MKM dengan baik.

Beberapa program pemerintah yang terkait dengan manajemen kebersihan menstruasi adalah :

Sumber : Pemaparan dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid


1. UKS

Usaha Kesehatan Sekolah merupakan kolaborasi sekolah dengan puskesmas dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah.
 

2. Posyandu Remaja

Merupakan sebuah pos kesehatan remaja yang memfasilitasi dalam memahami seluk beluk remaja selama masa puber.

3. Aku Bangga Aku Tahu

Penyuluhan rutin mengenai kesehatan reproduksi dan seputar penyakit infeksi menular seksual. 

4. Vaksinasi HPV

Menjadi salah satu pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah dengan sasaran anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko Kanker Serviks.

Gunakan Produk yang Tepat Untuk Membersihkan Area Kewanitaan

Menurut Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH yang disampaikan di awal, kita tidak bisa sembarangan menggunakan sabun mandi untuk membersihkan area kewanitaan. Pasalnya, ternyata ada banyak flora normal yang bisa mati apabila kita menggunakan sabun mandi untuk area kewanitaan.

Perempuan harus cerdas memilih produk untuk membersihkan sekaligus menjaga kesehatan area kewanitaannya. Sebab, PH di area kewanitaan yang cenderung asam (3.5 - 4.5) harus selalu terjaga keseimbangannya. Ini dapat dilakukan dengan memilih produk yang spesifik untuk area kewanitaan seperti Betadine.

Rangkaian Produk Betadine Khusus Untuk Area Kewanitaan

Betadine adalah produk yang sudah dipercaya lebih dari 50 tahun di seluruh dunia untuk mencegah dan mengobati infeksi. Betadine Feminine Care merupakan rangkaian lengkap untuk mendukung kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, mulai dari sehari–hari, menstruasi dan juga infeksi area kewanitaan.

Untuk sehari–hari, Betadine Feminine Wash dilengkapi dengan prebiotik yang merupakan makanan dari bakteri baik dan memberikan perlindungan alami sehari–hari.

Betadine  Feminine Hygiene, dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi dengan kandungan Povidone–Iodinenya yang memiliki spektrum luas dan terbukti mengatasi keputihan berlebih di area kewanitaan, gatal di sekitar area kewanitaan, bau tak sedap pada area kewanitaan dan iritasi ringan yang kerap terjadi saat menstruasi.

Produk-produk Betadine khusus untuk area kewanitaan ini mudah kok untuk didapatkan. Teman-teman bisa membelinya di offline store maupun online store seperti di Shopee atau di Tokopedia.

Jadi, jangan lagi membersihkan area kewanitaan menggunakan sembarang sabun, ya.

Penutup

Manajemen kebersihan menstruasi, harus dipahami bukan hanya oleh wanita dewasa tapi juga anak remaja perempuan. Tujuannya adalah agar para wanita dapat menjaga kesehatan reproduksinya dengan baik.

Ibu sebagai orang terdekat dari anak perempuan, menjadi edukator utama mengenai manajemen menstruasi. Bukan hanya anak perempuan saja yang berhak mendapatkan pengetahuan mengenai menstruasi, melainkan anak laki-laki pun sama.

Apabila masyarakat masih butuh penjelasan dan pemahaman lebih dalam mengenai manajemen menstruasi, hendaklah bertanya pada tenaga kesehatan atau profesional untuk menghindari informasi yang tidak tepat.

Sukabumi, 1 Juni 2021