Senin, 24 Mei 2021

Menikmati Family Time di Ale's Place Cipoho

Mei 24, 2021 0 Comments

Selama pandemi, biasanya aku bersama suami dan anakku menghabiskan waktu dengan kerja bakti membersihkan dan beres-beres rumah.

Suami dan anakku bagian bersih-bersih garasi dan teras, sementara aku sibuk di dalam rumah. Setelahnya, kami menikmati lazy time di rumah dan lebih memilih membeli makanan ketimbang memasak. Weekend ya aku juga pengen liburan lah dari dapur. Hehe.

Sudah lebih dari satu tahun sejak aku ikut suami pindah ke Sukabumi. Tapi rasanya, kok aku jarang banget ke mana-mana? Keburu pandemi, sih! Jadi milih-milih banget tempat yang mau dikunjungi, apalagi tempat wisata.


Padahal, Sukabumi kan terkenal ya dengan wisata-wisata alamnya. Cuma ya karena faktor wedhi Covid-19 tadi, aku dan suami masih ngerem kalau mau bepergian ke tempat wisata yang ramai.

Hari Minggu malam kemarin, suamiku tiba-tiba ingin ramen sebagai menu makan malam. Mau order via aplikasi kok ya takut nggak momen lagi makan ramennya, enakan langsung disantap panas-panas di dalam mangkuk kan pastinya?

Akhirnya, kami mencari-cari rumah makan ramen yang child friendly di Sukabumi. Sebagian besar review di mesin pencarian menyebut "Ale's Place Cipoho" sebagai salah satu rekomendasi terbaik.

Lepas sholat magrib, kami pun berangkat ke sana sebelum terlalu malam dan anakku keburu ngantuk.

Ale's Place Cipoho terletak di Perumahan Cipoho Indah, Jl. Gamelan No.2, Cikondang, Kecamatan Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat. Aksesnya mudah ditemukan menggunakan Gmaps. Tidak terlalu jauh juga dari jalan besar. Tempatnya di dalam perumahan, nggak jauh dari gerbang masuk di sebelah kanan jalan.

Japanese Feel at Ale's Place

Nuansa Jepang sudah terlihat sangat kental dari luar. Tersedia area parkir yang cukup luas untuk mobil maupun motor. Di depan pintu masuk, kita akan menemukan banyak sekali lampion berwarna merah yang menjadi sumber penerangan di malam hari.

Stop! Jangan masuk sebelum foto (dokpri)

Saat masuk ke dalam, tampak ada meja yang di atasnya terdapat buku tamu untuk diisi. Ada pula petugas yang melakukan pengecekkan suhu tubuh. Sepertinya, ini dilakukan sebagai bagian dari protokol kesehatan selama pandemi.

Japanese feel-nya berasa ya (dokpri)

Suasana di bagian dalam Ale's Place mengingatkanku pada kedai-kedai ramen yang ada di Jepang, yang pernah aku lihat di buku komik atau film. Hehe, maklum belum pernah ke Jepang jadi referensinya dari dua hal tersebut.

Di salah satu sisi dindingnya terdapat gambar-gambar manga, kemudian dilengkapi juga dengan rak buku yang berisi banyak sekali komik Jepang. Dari tempat duduk bagian depan, kita juga bisa melihat koki yang sedang memasak di bagian dapurnya.


Aku meminta petugas untuk memberikan tempat duduk di area yang bebas rokok. Petugas lalu mengantarkan kami ke lantai dua. Di sana, terdapat beberapa meja lesehan yang dibatasi oleh sekat. Ada satu keluarga yang duduk di pojokan tempat di mana rak buku komik berada. Aku, suami dan anakku memilih duduk di meja ketiga untuk menjaga jarak aman.

Area lesehan di lantai 2 (dokpri)

Meskipun tempat duduk kami berada di lantai dua, aku tidak terlalu khawatir akan keselamatan anakku karena pagar pembatas yang ada cukup tinggi dan kokoh, walaupun terbuat dari kayu. Anakku kubiarkan berjalan-jalan di sekitar tempat kami duduk. Tapi, tetap dalam pengawasan ketat ya, karena kan ada tangga di sana.

Pilihan Menu yang Variatif

Tak lama kemudian, waiter datang dan memberikan kami menu. Pilihan menunya variatif sekali, semua tentu menu ala Jepang. Mulai dari ramen, okonomiyaki, takoyaki, bento hingga shabu-shabu.

Variasi menu makanan di Ale's Place Cipoho (dokpri)

Dikarenakan doktrin suami yang ngomongin ramen mulu dari rumah, akhirnya aku nggak nengok-nengok yang lain dan langsung memesan Red Hot Beef Ramen. Suamiku memesan Beef Curry Ramen untuk disantap berdua dengan si kecil. Aku juga memesan seporsi Takoyaki isi 6.

Dengar-dengar, menu dessert di sana yaitu es krim Pingku juga terkenal. Akan tetapi, saat kami ke sana udara sedang terasa dingin karena habis turun hujan. Rasanya, nggak pas lah kalau makan es krim di cuaca seperti itu. Akhirnya, kami hanya memesan minuman yaitu Sweet Ice Tea dan Lemon Mint, serta air mineral untuk anakku.

Variasi minuman, snack dan dessert di Ale's Place Cipoho (dokpri)

Ale's Place juga menyediakan menu sushi dan aneka frozen food. Untuk harganya sendiri, nggak yang terlalu mahal banget tapi nggak murah-murah banget juga. Misalnya, untuk semangkuk ramen dibanderol dengan harga Rp19.000,- sampai Rp30.000,-. Menu paling mahalnya ada Shabu-shabu yang harganya Rp95.000,-. Semua masih di bawah Rp100.000,-.

Menurutku pribadi, menu-menunya cocok untuk menu keluarga. Bisa untuk anak-anak dan juga dewasa. Bagaimana porsi dan rasanya?

Porsi dan Rasa Makanan di Ale's Place

Saat menu-menu pesanan kami tiba, aku dan suamiku langsung tidak sabar untuk mencicipi ramennya. Hampir aja lupa foto! Hehe. Aroma pedas dari Red Hot Beef Ramen milikku sangat terasa menusuk ke hidung. Bakalan pedas banget nggak ya kira-kira?

Red Hot Beef Ramen, yumyum! (dokpri)

Pertama, tentu aku menyeruput kuah ramennya duluan. Rasanya? Wow, mantap! Pedasnya nendang banget. Pas banget nih, di cuaca yang dingin habis hujan, menyantap ramen pedas dan masih panas. Saking fokusnya sama ramen milikku, aku malah tidak sempat mencicipi Beef Curry Ramen yang dimakan oleh suami dan anakku.

Melihat reaksi mereka berdua saat makan sih, kayaknya oke juga rasanya. Namuun, kok cepat banget mangkuk ramen kami kosong?! Bagiku, seporsi ramen di Ale's Place nggak cukup untuk mengenyangkan perut. Haha. Untungnya, kami masih punya Takoyaki yang lupa aku foto wujudnya. Hiks.

Untuk takoyakinya sendiri, bentuk dan ukurannya seperti takoyaki pada umumnya. Sama lah ya cetakan takoyaki di mana-mana. Rasanya aku suka! Gurih dan lembut, pas gitu. Isiannya pun, entah potongan gurita atau cuminya itu empuk dan nggak keras serta kenyal. Best nih takoyakinya! Next kalau ke sana pasti order lagi. Hehe.

Rekomendasi Tempat Makan Ramen di Sukabumi

Meskipun rasa makanannya enak untuk dinikmati (ramennya), I can't say that was the best ramen in town, but not that bad either. Porsinya pun untuk ukuranku yang makannya (sekarang) banyak, segitu itu kurang. Haha. Mungkin tujuannya agar kami harus mencoba menu-menu lainnya juga kali ya, jadi nggak cuma datang dan makan ramen doang, Bun!

Satu lagi yang bikin agak-agak aneh sebenarnya, di sana kan rumah makan ala Jepang, tapi selama di Ale's Place lagu-lagu yang diputar adalah lagu-lagu Korea dan lagu barat. Hehe. Biarpun, aku sih tetap menikmati lagu-lagunya karena yang diputar famous semua, hanya saja yang ada dipikanku lagu-lagu yang akan terdengar adalah lagu-lagu anime seperti OST. Hunter x Hunter misalnya.


Next time kita cobain menu lainnya, ya! (dokpri)

Jadi, kesimpulannya Ale's Place Cipoho cukup recommended sebagai tempat pilihan untuk menikmati family time singkat bersama keluarga. Ketika aku di sana, tempatnya tidak terlalu ramai, jadi nyaman leluasa. Boleh lah untuk sekedar makan siang atau dinner bersama keluarga tercinta.

See you dan selalu ingat untuk menjaga protokol kesehatan tiap bepergian!

Sukabumi, 24 Mei 2021

Minggu, 23 Mei 2021

3 Komik Detektif Terfavorit Semasa Kecil

Mei 23, 2021 20 Comments

Tanggal 17 Mei 2021 yang lalu, Indonesia baru merayakan Hari Buku Nasional. Tulisan ini dibuat itung-itung untuk ikut menyemarakkan hari tersebut, meskipun udah lewat harinya ya. Hehe.

Berbicara tentang buku dan membaca, aku sudah pernah bercerita di tulisan yang berjudul "Mencintai Membaca", kalau kebiasaan membaca sudah sejak kecil ditanamkan oleh kedua orang tuaku terutama ayah.

Semasa kecil, tempat favorit aku dan adik-adikku setiap kali pergi jalan-jalan bersama ayah dan ibu adalah toko buku. Bagi kami, toko buku itu adalah tempat wajib untuk dikunjungi minimal sebulan sekali.

Aku dan adik-adikku seketika meluncur ke bagian komik sesaat setelah menginjakkan kaki di toko buku. Kami pun dijatah untuk membeli maksimal 3 buah buku setiap kali pergi ke toko buku.

Momen mencari 3 buku ini menjadi momen yang sekarang menjadi kenangan tak terlupakan juga ternyata. Aku dan adikku yang pertama, akan fokus berburu komik detektif untuk melengkapi koleksi buku kami.

Sementara adikku yang kedua, sibuk mencari komik-komik Doraemon seri petualangan. Adikku yang ketiga, kayaknya dulu masih terlalu kecil untuk ikut berburu komik.

Kalau ditanya tentang buku favorit semasa kecil, jawabannya banyaaak! Haha. Nggak bisa kalau aku hanya menjawab "Harry Potter" series, karena aku juga suka buku-buku petualangan "Lima Sekawan"-nya Enid Blyton.


Selain itu novel detektif Sherlock Holmes dan Agatha Christie juga selalu masuk daftar buruanku. Nggak cuma genre itu, aku juga suka dengan komik-komik serial cantik. Hehe.

Akan tetapi, ada 3 buku komik detektif yang menjadi pemersatu antara aku dan adik-adikku. Terutama adikku yang pertama, kami selalu bekerja sama untuk mengumpulkan komik-komik detektif ini sehingga kami memiliki koleksi lengkap di rak buku di rumah kami.

Detektif Conan

Source : animagz

Adakah di sini yang tidak mengenal Sinichi Kudo? Sini-sini, Mbak kasih tau. Haha. Komik Detektif Conan ini termasuk buku bacaan sejuta umat, paling diminati oleh anak-anak Gen Y.

Detektif Conan adalah seri manga shonen dari Jepang, yang merupakan buah karya seorang Aoyama Gosho.

Bercerita tentang seorang detektif muda berbakat, Sinichi Kudo, yang terpaksa harus hidup dalam tubuh anak kecil karena sebuah obat yang didapat dari organisasi misterius.

Ia kemudian mengubah identitasnya menjadi Conan dan tinggal bersama seorang detektif bodoh Kogoro Mouri, serta anak perempuannya yang juga teman SMA Sinichi Kudo, Ran Mouri.

Dibantu oleh peralatan canggih dari Professor Agasha, Conan membantu Kogoro Mouri untuk memecahkan berbagai kasus termasuk penculikan hingga pembunuhan.

Conan juga memiliki geng detektif cilik yang anggotanya adalah Ayumi, Genta, Mitsuhiko dan Ai Haibara.

Komik Conan ini termasuk yang panjaaang sekali episodenya. Kayaknya sampai sekarang belum tamat deh. Inget banget beli komik Conan dari harganya masih di bawah Rp10.000,- sampai harganya melonjak hingga di atas Rp20.000,-.

The Kindaichi Case Files

Source : animagz

Komik detektif kedua yang menjadi favoritku dan adikku adalah Detektif Kindaichi (The Kindaichi Case Files). Manga dan anime detektif ini merupakan karya dari Yozaboru Kanari, Seimaru Amagi dan Fumiya Sato.

Di Jepang, manga ini terbit di sebuah majalah dari tahun 1984 hingga tahun 2000. Di Indonesia, setidaknya ada 19 judul seri yang diterbitkan. Masing-masing judul terdiri dari beberapa volume.

Tokoh utama dalam komik ini adalah Hajime Kindaichi, seorang siswa SMA yang pemalas namun memiliki IQ 180. Ia juga memiliki insting dan kemampuan analisa yang baik dalam memecahkan sebuah masalah.

Ada juga teman perempuan Kindaichi yaitu Miyuki Nanase. Kindaichi dan Miyuki sering kali terlibat dalam sebuah kasus bersama-sama. Peran Miyuki ya kebanyakan tim hore aja sih, dia ini gadis yang selalu dilindungi oleh Kindaichi dan selalu mencoba membantu Kindaichi.

Kemudian, ada pula Inspektur Kenmochi yang sering turun tangan bersama Kindaichi memecahkan kasus-kasus. Inspektur Kenmochi sangat kagum dengan kemampuan analisa Kindaichi sehingga meskipun bukan anggota kepolisian, Kindaichi diberikan wewenang untuk ikut melakukan investigasi di setiap kasus.

Bagiku, yang membuat cerita dari Detektif Kindaichi ini menarik adalah karena setiap judul mengangkat cerita legenda atau mitos yang beredar. Sehingga kasus pembunuhannya ada temanya masing-masing. Seru, deh!

Detective School Q

Source : animagz

Komik detektif terfavorit yang terakhir adalah DDS (Dan Detective School) atau Detective School Q. Aku biasa menyebutnya dengan DDS.

Manga ini adalah karya dari Seimaru Amagi dan Fumiya Sato. Yap! Sama dengan pencipta Detektif Kindaichi. Di Jepang, manga ini diterbitkan dalam sebuah majalah sejak tahun 2001 hingga 2005. Di Indonesia, komiknya terbit menjadi 22 jilid.

Ceritanya adalah tentang sekelompok siswa yang bersekolah di sekolah detektif bernama Dan Detective School. Sekolah ini milik Morihiko Dan.

Tokoh utama dalam komik adalah anak laki-laki bernama Kyu Renjo, Megumi Minami, Kintaro Toyama, Kazuma Narusawa dan Ryu Amakusa. Masing-masing tokoh memiliki kemampuan tersendiri.

Aku paling ingat dengan tokoh Meg atau Megumi Minami yang memiliki ingatan fotografis. Hanya dengan sekali melihat, ia dapat mengingat semua hal detail yang ada di TKP.

Ceritanya tidak seberat Conan dan Kindaichi, tapi cukup menarik untuk dibaca hingga aku dan adikku memiliki koleksi lengkap semua seri DDS.

What About Now?

Saat ini, mungkin koleksi komik kami sudah tidak selengkap dulu. Setelah pindah rumah dari Cilegon ke Jogja, banyak buku-buku termasuk komik-komik yang tersimpan di dalam kardus.

Berhubung rumah kami di Jogja tidak sebesar rumah kami di Cilegon, tidak cukup tempat untuk mengeluarkan dan menyusun buku-buku koleksi kami seperti dahulu. Udah lama juga nggak membongkar kardus-kardus buku, seperti apa bentuknya sudah nggak paham lagi. Hiks!

Padahal dulu, aku dan adikku termasuk yang rajin merawat buku-buku koleksi kami. Setelah membeli dan membuka plastik pembungkus bukunya, kami akan memberi nama dan tanggal kapan membeli buku tersebut. Lalu, kami bubuhkan tanda tangan sebagai tanda kepemilikan.


Aku dan adikku juga rajin membungkus cover buku koleksi kami dengan sampul plastik agar tidak mudah lecek atau terlipat. Setelahnya, kami menyusun rapi di rak buku sesuai dengan judul dan urutannya dari nomor terkecil hingga terbesar.

Berhubung koleksi buku anak-anak di rumah kami dulu cukup banyak, aku sampai berinisiatif membuka perpustakaan kecil-kecilan untuk anak-anak tetangga ataupun teman sekolah yang ingin membaca buku. Ya ampun, what a moment!

Begitulah sedikit ceritaku mengenai buku komik favorit semasa kecil, yang membuatku bisa menuliskannya kembali dalam tulisan ini.

Aku berharap agar anakku dan lebih banyak anak Indonesia lainnya yang mencintai membaca, menghargai karya-karya literasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu hoax yang menyesatkan.

Sukabumi, 23 Mei 2021

Sabtu, 22 Mei 2021

KDrama Review : Mouse (2021), Roller Coaster Kehidupan Sang Predator

Mei 22, 2021 2 Comments

Baru kemarin pagi, aku menyelesaikan episode terakhir drama Korea "Mouse" yang ramai diperbincangkan.

Sama seperti menonton "Flower of Evil", niatnya sih nggak marathon dan bisa finish ketika episode terakhir sudah tayang. Namun apa daya, rasa penasaran membuatku nambah satu episode lagi, lagi dan lagi sampai akhirnya harus menunggu beberapa hari untuk menonton episode terakhir.


Drama bergenre thriller ini, selama perjalanannya mulai dari episode pertama hingga ke-19 sukses membuat penonton bergidik dan ketakutan melihat rangkaian pembunuhan berantai yang disajikan.

Lee Seung Gi dan rasa penasaran lah yang membuatku bertahan menonton hingga episode terakhir. Secara personal, aku cukup lega dengan akhir dari drama "Mouse". Tidak ada pertanyaan yang tidak terjawab. Semua misteri terpecahkan dan dunia dalam drama menjadi lebih "bahagia".

Sebelum teman-teman membaca lebih lanjut, aku ingin mengingatkan kalau drama ini tidak cocok ditonton oleh teman-teman yang tidak suka dengan genre thriller, psikopat dan darah-darah. Langsung skip aja deh!

Aku sendiri termasuk yang jarang nonton drama-drama thriller kecuali pemainnya bikin aku penasaran. Dalam drama "Mouse"  Lee Seung Gi yang biasanya berakting sebagai cowok baik-baik dan menantu idaman, ditantang untuk memerankan seorang predator keji.

Jadi pengen tau kan seperti apa peran yang dimainkan Lee Seung Gi dalam drama ini.

Profil KDrama "Mouse"


Drama : Mouse (마우스)
Director : Choi Joon Bae
Writer : Choi Ran
Network : TvN, dapat juga ditonton melalui aplikasi VIU
Episode Numbers : 20
Duration : 80 minutes per episode
Genre : Thriller, Psychopath
Cast :
Lee Seung Gi as Jung Ba Reum
Park Ju Hyun as Oh Bong Yi
Kwon Hwa Woon as Seong Yo Han
Lee Hee Joon as Go Moo Chi
Kyung Soo Jin as Choi Hong Ju
Ahn Jae Wook as Han Seo Joon
Jo Jae Yoon as Lee Daniel
Kim Jung Nan as Song Ji Eun

Gen Psikopat yang Dapat Diturunkan

Di episode pertama, penonton sudah disuguhkan oleh adegan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pembunuh berantai kejam. Ia meninggalkan tubuh korbannya tanpa kepala. Hiiiy!

Identitas pembunuh berantai yang dijuluki Head Hunter ini kemudian terungkap setelah seorang anak berhasil selamat dari pembunuhan yang dilakukan psikopat tersebut. Anak laki-laki tersebut bersembunyi ketika dengan sadis Head Hunter menghabisi nyawa ayah, ibu dan (nyaris) kakak laki-lakinya.

Go Moo Chi, adalah anak laki-laki yang berhasil mengungkap bahwa dokter bedah ternama, Han Seo Joon, merupakan seorang pembunuh berantai.


Moo Chi bersama polisi bahkan menemukan kepala ibunya di dalam kepala boneka salju yang dibuat oleh Han Seo Joon. Kraaay!

Meet Han Seo Joon, The Head Hunter (TvN)

Han Seo Joon kemudian dipenjara dan dijatuhi hukuman mati. Ia meninggalkan istrinya, yang saat itu sedang mengandung. 

Seong Ji Eun, istri dari Han Seo Joon mengalami dilema berat pasca mengetahui kebenarannya. Apakah dia harus mempertahankan bayi dalam kandungannya atau menghabisi nyawa bayi tersebut?

Pasalnya, seorang dokter bernama Daniel Lee mengungkap bahwa gen psikopat dapat diturunkan. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap kandungan Seong Jieun, ia mendapati bahwa anak tersebut memiliki cikal bakal seorang psikopat. Akan tetapi, kelemahan dari teori ini adalah gen psikopat 99% mirip dengan gen yang dimiliki oleh orang yang genius.

Di tengah kegalauannya, Ji Eun bertemu dengan wanita lain yang juga sedang mengandung. Ia bercerita bahwa gen psikopat juga ditemukan dalam anak yang sedang dikandungnya. 

Keduanya bingung, apa yang harus diperbuat pada calon anak mereka. Membiarkan mereka hidup dan tumbuh besar sebagai seorang pembunuh atau mengakhiri hidup bayi tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan?

Jung Ba Reum, Polisi Baik Hati Sang Putera Nasional

Setelah episode awal yang suram tadi, penonton akan dibawa ke masa 25 tahun setelahnya. Go Moo Chi, anak laki-laki yang berhasil selamat dari pembunuhan keji Han Seo Joon telah menjadi seorang detektif di kepolisian Moojin Bukbu.

Go Moo Chi, Detektif Andalan Kota Moojin (TvN)

Ia memiliki tempramen yang cukup buruk. Suka mabuk-mabukan dan emosi tingkat dewa, dikit-dikit ngegas. Sebab mengemudi secara terburu-buru, ia hampir saja menabrak seorang polisi yang hendak menyelamatkan seekor burung yang kakinya patah di tengah jalan. Polisi tersebut adalah Jung Ba Reum.

Ba Reum adalah polisi yang terkenal karena kebaikan hatinya membantu siapapun. Ia juga memiliki perasaan yang halus karena tidak tega melihat ada yang tersakiti meskipun hanya seekor hewan kecil seperti burung atau kucing. Fisiknya juga tampak lemah karena tak pandai berkelahi.

Kayak gitu kok bisa ya jadi polisi? Haha.

Jung Ba Reum (TvN)

Meskipun yatim piatu, Jung Ba Reum hidup berdampingan dengan seorang nenek tua yang memiliki cucu perempuan, Oh Bong Yi. Ba Reum juga akrab dengan kakak laki-laki Moo Chi yaitu Go Moo Woon yang kondisi fisiknya tidak lagi sempurna sebab kejadian 25 tahun silam. Moo Woon menjadi seorang pendeta di gereja dekat tempat tinggal Ba Reum.

Kehebohan tiba-tiba terjadi ketika satu demi satu korban pembunuhan berantai berjatuhan. Pembunuhnya meninggalkan jejak dengan mematahkan jari tengah korban dan menunjukannya ke arah salib (lambang agama) berada.

Gegerlah seketika kota Moojin. Pihak kepolisian dituntut untuk segera menangkap pembunuh keji tersebut. Singkat cerita, Go Moo Chi dan timnya mencurigai Seong Yo Han sebagai pembunuh berantai tersebut.

Seong Yo Han adalah putera dari Han Seo Joon yang dilahirkan dan dibesarkan oleh Seong Ji Eun sebagai seorang dokter. Dari hasil penyelidikan, diketahui Seong Yo Han memiliki bukti-bukti kuat seperti foto-foto semua korban dari rangkaian pembunuhan berantai.

Seong Yo Han, yang digadang sebagai putera pembunuh berantai (TvN)

One day, Seong Yo Han mencoba membunuh Jung Ba Reum dan Go Moo Chi melesatkan peluru ke arah Yo Han. Keduanya ditemukan bersimbah darah di atap rumah Ba Reum. Luka yang dialami oleh keduanya sangat parah, Seong Yo Han kemudian dinyatakan meninggal dunia dan Jung Ba Reum dapat diselamatkan.

Saat terbangun, Ba Reum kehilangan ingatannya. Meski demikian, ia dielu-elukan oleh masyarakat sebagai "Putera Nasional" karena telah berani menghadapi pembunuh berantai, Seong Yo Han.

Predator yang Sesungguhnya

Jung Ba Reum yang kehilangan ingatannya merasa ada yang berbeda dengan dirinya. Ia sering merasa memiliki hasrat atau insting untuk membunuh.

Ia juga dapat menjelaskan bagaimana seorang pembunuh dapat melancarkan aksinya pada pihak kepolisian. Berkat kemampuan Ba Reum ini, ia kemudian diangkat sebagai bagian dari tim detektif bersama dengan Go Moo Chi.

Akan tetapi, Jung Ba Reum merasa gift-nya ini adalah karena operasi otak yang dijalaninya. Ia juga berhalusinasi mengenai pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan Seong Yo Han. 

Setelah mencari tahu kebenarannya, ia mendapati bahwa Han Seo Joon telah melakukan transplantasi otak Seong Yo Han pada dirinya.

Ba Reum takut bahwa pikiran-pikiran Yo Han untuk menghasutnya melakukan pembunuhan menjadi nyata. Sampai akhirnya, saat berhadapan dengan seorang pembunuh berantai, Ba Reum kehilangan kendali dan melakukan pembunuhan pertamanya.

Saat melakukan aksi pembunuhan tersebut, Jung Ba Reum merasakan sensasi kepuasan dan kesenangan yang belum pernah ia rasakan. Namun setelahnya, ia merasa sangat menyesal, bersedih dan merasa hidupnya dipenuhi dengan dosa. Karena insting membunuhnya telah diaktifkan, Ba Reum melakukan pembunuhan-pembunuhan selanjutnya.

Meskipun target yang ia buru adalah para penjahat, tentu masyarakat merasa resah akan tindakan main hakim sendiri ini.

Di sisi lain, saat kepingan ingatan Ba Reum mulai pulih, another fact terungkap bahwa BUKAN YO HAN yang melakukan pembunuhan berantai TAPI JUNG BA REUM.

Setelah banyaknya plot twist yang ada dalam drama ini, penonton ditunjukkan kebenarannya lewat episode spesial "Mouse, The Predator". Di sana penonton akan dibawa melihat betapa palsunya Jung Ba Reum dihadapan semua orang, betapa kejinya ia sebagai seorang predator.

Tonton "Mouse, The Predator" untuk melihat buasnya predator sesungguhnya
(soompi.com)

Lalu, kenapa setelah operasi Ba Reum jadi memiliki perasaan sedih, menyesal dan bersalah setelah membunuh? Sebab Seong Yo Han itu adalah orang baik yang memiliki perasaan dan sebagian otaknya dipindahkan ke kepala Jung Ba Reum. Sehingga, Ba Reum tidak lagi menjadi seorang predator tak berperasaan. Ia sudah memiliki emosi.

Ternyata, ada plot twist lain dibalik terjadinya operasi ini. Masih banyak misteri-misteri lain yang akan mengungkap kehidupan Jung Ba Reum dan Seong Yo Han semasa kecil, bagaimana mereka tumbuh hingga mereka dewasa.

Mangga ditonton sendiri, jangan skip satu episode pun kalau nggak mau bingung. Hehe.

Akhir Cerita "Mouse"

Banyak yang berpendapat bahwa akhir cerita Mouse seperti yang dipaksakan, setelah terungkap bahwa Jung Ba Reum adalah seorang psikopat ceritanya jadi melebar ke mana-mana. Bagiku, cerita Mouse masih make sense sampai akhir.

Di akhir episode 15, penonton akan melihat Ba Reum yang ingin bunuh diri karena merasa bersalah luar biasa setelah melakukan banyak pembantaian. Kenapa nggak diakhiri saja sampai situ? Kenapa malah ada pihak ketiga lagi, cerita lain-lain lagi sampai episode 20?

Karena kalau diakhiri begitu saja, nggak adil buat Seong Yo Han. Haha. Setelah episode itu, lebih banyak fakta-fakta yang mengungkap seperti apa Seong Yo Han, seperti apa Jung Ba Reum, siapa yang menjadi dalang sebenarnya dari terpantiknya jiwa psikopat di dalam diri Ba Reum. Harus dijelasin detail memang.

Seperti yang dikatakan di awal tulisan ini, aku pribadi cukup puas dengan akhir dari cerita Mouse. Rasanya semua misteri dan plot twist sudah diluruskan dan tidak ada hal penting yang disisakan sebagai pertanyaan. Biarpun ceritanya emang jadi panjang, tapi nggak ada tambahan-tambahan pemain baru gitu. Pemainnya ya itu-itu aja, hanya lebih menjelaskan apa yang terjadi puluhan tahun sebelumnya.

Meskipun ada beberapa hal yang mengganjal seperti, kenapa nenek-nenek pimpinan OZ tetap dibebaskan pada akhirnya? Woy, intrik politik memang ngeselin sampe ke ubun-ubun, ye! Terus, nasib dokter penemu gen psikopat, Daniel Lee, gimana tuh? Tetap mendekam di penjara atau jadi apa?

Ya gitu deh, pertanyaan-pertanyaan yang termasuk minor ya. Overall, semua sudah dikembalikan ke tempatnya semula. Nama baik Seong Yo Han berhasil dikembalikan, Jung Ba Reum pun membayar semua kejahatannya. Paling puas tentu sama apa yang terjadi pada Han Seo Joon. Hoho~

Akting Daebak Pemain Drama "Mouse"

Selain plot twist-nya, yang aku suka dari drama ini adalah akting semua pemainnya yang to-ta-li-tas. Parah sih semuanya daebak. Semua karakternya itu nggak ada yang sia-sia, punya peran pentingnya masing-masing bahkan sampai Nenek Bong-Yi yang udah ditewaskan dari episode awal-awal.

Salut banget sama aktingnya Lee Seung Gi, yang bisa memerankan tokoh Jung Ba Reum dengan abis-abisan. Akting jadi anak baik menantu idaman bisa, jadi psikopat nggak punya hati oke, jadi pembunuh yang berperasaan juga keren aktingnya! Luar biasa oppa ini ya.


Selain itu, pemeran Seong Yo Han dan Go Moo Chi pun bagus banget aktingnya. Bikin penonton dapet banget feel-nya. Bisa ikut curiga sama Yo Han di awal dan prihatin sama doi di akhir. Moo Chi tu bikin penonton ikut kesel dan emosi juga liat kelakuannya yang emosian. Hehe.

Love story yang setipis kertas 70 gram (TvN)

Satu lagi nih, Oh Bong Yi (Park Ju Hyun) yang sebelumnya aku underestimate karena nggak kenal pun, jadi salut sama dia. Perannya yang penuh emosi karena udah cinta sama Ba Reum tapi berubah jadi benci ini bikin penonton ikut ngerasain juga betapa ngenesnya nasib gadis satu itu. Hiks..

Jadi, recommended nggak nih dramanya? Kayaknya drama Lee Seung Gi nggak ada yang gagal, deh. Buatku sih, boleh lah kalau teman-teman bosan dengan cerita cinta klasik ala drama Korea dan pengen icip-icip drama thriller. Tapi, sekali lagi drama ini dark sepanjang 20 episodenya. Jangan harap bakal ada hal-hal manis yang bikin kalian dugeun-dugeun gemas ya.

Sukabumi, 22 Mei 2021

Sabtu, 15 Mei 2021

Serunya Belajar Free Diving di Pulau Kelor, Nusa Tenggara Timur

Mei 15, 2021 30 Comments

Haloha! Masih dalam suasana lebaran ya kita minggu ini, minal aidin walfaidzin semuanya. Maaf lahir dan bathin. Masak apa aja hari raya kemarin?

Biarpun hawa-hawa opor ayam dan sambal goreng kentang masih terasa, aku nggak akan membahas sesuatu tentang lebaran dalam tulisan kali ini. Hehe..


Belakangan, aku lagi melow karena super kangen dengan travelling. Beberapa tulisan terakhir juga berfokus pada penggalian memori jalan-jalan di masa lalu. Gagal move on deh!

Dulu, waktu masanya suka travelling, aku belum suka menulis di blog. Jadi kenangannya masih menetap di kepala, dan sekarang satu per satu mulai aku pindahkan ke pensieve milikku sebelum ingatanku memudar (((karena faktor U. Hiks!))).

Kali ini, aku akan membagikan pengalaman yang menjadi salah satu unforgettable moment dalam jejak travelling-ku. Belajar free diving.


Selain karena belajar teknik free diving dari ahlinya, yang membuat pengalaman ini semakin berkesan adalah tempat belajarnya. Yaitu di pulau Kelor, Kepulauan Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Tahun 2017 silam, giliran Labuan Bajo yang menjadi destinasi untuk melepas lelah setelah kerja keras bagai quda. Haha. Aku bertandang ke sana bersama dua orang temanku yaitu Evita dan Rani. Rani juga mengajak temannya bernama Gery. Kami berempat ikut kegiatan open trip sailing Komodo.

Live on Board

Selama sailing Komodo, tempat tinggal kami adalah di atas kapal. Istilahnya live on board. Selama 3 hari 2 malam, kami menjelajah pulau-pulau yang ada di kepulauan Komodo. Udah macam nenek moyang aja, merasakan jadi pelaut.

Semua kegiatan kami lakukan di atas kapal. Mulai dari tidur, makan, mandi dengan air bersih seadanya, melihat-lihat pemandangan, hingga bercengkrama dengan teman-teman baru serta awak kapal.

Ready to live on board

Setiap harinya, kami mengunjungi sekitar 2 hingga 3 pulau yang ada di kepulauan Komodo. Kegiatan hopping island kami adalah mengunjungi pulau Rinca "Loh Buaya", tempat di mana komodo-komodo hidup, pulau Padar, pulau Gili Lawa Barat, pulau Gusung, Pink Beach, pulau Kenawa dan pulau Kelor.

Tentu masing-masing pulau menyisakan cerita dan kenangan sendiri-sendiri. Semua berkesan! Akan tetapi, kali ini aku akan menuliskan pengalamanku snorkeling dan belajar menyelam bebas di pulau Kelor.

Pulau Kelor merupakan pulau yang menjadi tujuan terakhir dari kegiatan hopping island di kepulauan Komodo, sekaligus penutup dari kegiatan live on board kami selama di sana.

Tentang Free Diving

Istilah free dive atau menyelam bebas ini aku kenal sejak kuliah. Ketika itu aku sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di pulau Lombok.

Suatu waktu, aku bersama teman-teman KKN menyambangi Gili Trawangan dan berkesempatan untuk snorkeling di lautnya. Kebetulan, salah seorang teman KKN ku adalah anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Selam. Di sana, aku diperkenalkan dengan kegiatan free diving.

Aktivitas free diving
Sumber : baliocean.com

Selama ini, mungkin istilah menyelam sudah tidak asing lagi di kuping kita. Ketika mendengar kata "menyelam di laut" yang terpikir pasti menyelam di kedalaman sekian belas meter, dilengkapi dengan segala perlengkapan menyelam seperti tabung oksigen.

Istilah menyelam seperti ini dinamakan scuba diving (Self Contained Underwater Breathing Apparatus). Biasanya, seseorang harus melakukan pelatihan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan scuba diving. Tempat pelatihannya pun harus memiliki lisensi.

Kalau menyelam harus menggunakan perlatan lengkap seperti suba diving, tentu hanya orang-orang berbudget yang bisa melakukannya. Nah, ternyata ada teknik menyelam yang hanya membutuhkan peralatan lebih sederhana, namanya free diving.

Pengertian dari free diving sendiri adalah menyelam dengan menggunakan alat selam dasar seperti fin (kaki katak) dan masker tanpa dilengkapi dengan tabung oksigen. Teknik menyelam ini sebenarnya adalah teknik purba yang sudah dilakukan sejak zaman dulu, namun sudah dimodifikasi.

Kegiatan yang dikategorikan sebagai olahraga ekstrem ini mengandalkan kemampuan seseorang dalam menahan nafas di dalam air pada kedalaman tertentu.

Belajar Free Diving di Pulau Kelor

Di hari terakhir rangkaian saling Komodo, kegiatan diisi dengan snorkeling di beberapa spot terbaik di sana. Ada Manta point, tempat di mana kita bisa melihat sekawanan manta berenang bebas, Pink Beach yang termahsyur, pulau Kenawa yang indah serta pulau Kelor.


Bang Iyus, pemandu wisata kami selama sailing Komodo sempat mengajariku untuk melakukan free diving di laut sekitar pulau Kelor. Awalnya, Evita meminta Bang Iyus untuk mengajarinya berenang dan snorkeling. Kemudian, aku yang mulanya menemani Evita jadi tertarik untuk belajar sedikit mengenai free diving. Aku dan beberapa teman open trip kemudian belajar teknik dasar free diving bersama Bang Iyus.

Pulau Kelor, Kepulauan Komodo, NTT
Sumber : dokumen pribadi

Satu hal yang perlu diketahui sebelum teman-teman melakukan kegiatan free dive, kegiatan ini bisa cukup berbahaya bagi pemula yang belum berpengalaman. Oleh karenanya, harus ada pendampingan oleh ahlinya maupun orang yang sudah berpengalaman dalam melakukan olahraga air ini.

Bang Iyus sendiri sudah tidak diragukan lagi pengalamannya melakukan free dive selama ia menjadi pemandu tur. Ia bahkan bisa menyelam bebas hingga kedalaman tertentu untuk mengambil foto-foto underwater.

Hal yang diajarkan pertama kali adalah bagaimana kita bisa rileks di dalam air. Ketenangan adalah hal penting dalam kegiatan free diving. Ini senada dengan apa yang pernah disampaikan oleh temanku saat KKN dulu.

Selama di dalam air, kita diminta untuk tidak panik dan tidak terburu-buru. Santuy aja! Sebab kita hanya mengandalkan kemampuan paru-paru dan keahlian dalam menahan nafas, pergerakan yang terlalu tergesa-gesa akan membuat kita mudah lelah dan cepat kehabisan nafas.

Selanjutnya adalah belajar untuk mengambil dan menghembuskan nafas. Terdengar sederhana ya? Akan tetapi, teknik ini adalah satu dari 4 teknik free diving yang harus diketahui dan dilakukan oleh pemula, loh. Teknik ini disebut dengan breath-up. Tujuannya adalah agar paru-paru terbiasa dan terlatih.

Kemudian, aku diajarkan juga untuk berenang ke bawah secara vertikal. Teknik ini disebut dengan duck diving. Jadi, kalau biasanya kita berenang secara diagonal ke depan, ini langsung menyelam ke arah bawah. Melihat Bang Iyus melakukannya dengan sangat mudah, aku merasa akan langsung bisa juga. Ternyata, susah vroh!

Perlu latihan berkali-kali hingga akhirnya aku dapat melakukannya tanpa bantuan dorongan dari Bang Iyus. Hal yang menantang adalah karena kita harus melawan arus air laut dan membenamkan diri kita sepenuhnya ke dalam air.

Setelah menyelam secara sempurna, hal yang harus dilatih selanjutnya adalah teknik finning yaitu bergerak dan melakukan akselerasi. Tujuannya adalah agar gerakan minimal yang kita lakukan menghasilkan pergerakan yang maksimal. Jadi, gerakan selama menyelam harus efisien agar kita tidak cepat kehabisan oksigen.

Satu lagi teknik yang harus dipelajari adalah equalize atau mendorong tekanan pada telinga. Kebayang kan ya, kalau kita naik pesawat terkadang kuping rasanya seperti tertekan dan tertutup?

Sama halnya apabila kita menyelam di dalam air, ini disebabkan karena adanya tekanan. Semakin dalam kita menyelam, maka telinga akan terasa semakin penging dan sakit. Oleh sebabnya, penting untuk mempelajari teknik equalize ini.

Pelajaran yang aku dapatkan mengenai teknik-teknik free diving ini tentu sangat singkat. Jika ingin mahir melakukan kegiatan ini, aku harus sungguh-sungguh mempelajarinya dan tidak bisa hanya beberapa jam saja untuk menguasai tekniknya.

Meskipun demikian, senang sekali rasanya bisa memiliki pengalaman belajar free diving dan mempraktekannya langsung di laut. Hehe.

Tips Untuk yang Ingin Belajar Free Diving

Terakhir, aku ingin membagikan sedikit tips untuk teman-teman pemula sepertiku yang ingin belajar free diving :

Belajar Berenang Dulu

First of all, tentu sebelum selam menyelam yang perlu dikuasai adalah kemampuan berenang. Sebelum masuk ke pembelajaran free diving, jika teman-teman belum terlalu bisa berenang, kalian bisa melancarkan dulu kemampuan berenang kalian.

Selanjutnya, mungkin teman-teman bisa mencoba kegiatan snokeling terlebih dahulu. Setelahnya, jika sudah cukup percaya diri dengan kemampuan renang diri sendiri, baru deh belajar free diving.

Jangan Langsung Belajar di Laut

Setelah membaca-baca, ternyata jika ingin belajar free diving dengan sungguh-sungguh kita lebih baik mengambil pelatihan serta sertifikasi, dan jangan langsung praktek di laut. Alasannya karena pemula harus mengetahui teknik-teknik dasar serta belajar mengenai arus laut terlebih dahulu.

Untuk pemula yang baru pertama kali melakukan kegiatan ini, memang sebaiknya mencoba di kolam renang sebelum mencicipi free diving di bawah laut. Pantas saja saat belajar free diving di laut, aku merasa sangat kesulitan beradaptasi.

Harus Didampingi oleh Profesional

Ini juga tips penting! Jika kita memang pemula banget, jangan berani-berani mencoba melakukan free dive tanpa pendampingan dan pengawasan profesional. Apalagi untuk yang baru pertama kali mencoba kegiatan ini. Nggak usah sok-sokan, deh. Bisa bahaya soalnya.

Kegiatan free diving ini memang terlihat menyenangkan dan mudah dilakukan, namun bisa menjadi ekstrem bagi pemula yang belum memiliki jam terbang tinggi. Aku sendiri saat belajar bersama Bang Iyus, rasanya insecure dan seperti anak ayam kehilangan induk ketika di dalam air tidak melihat dirinya di sekelilingku.

Berhubung kemampuan dan jam terbang masih minim, perlu sekali adanya penolong yang profesional di saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jangan Mudah Menyerah

Tadi aku berkata bahwa kegiatan free diving terlihat menyenangkan dan mudah dilakukan, kenyataannya susah dan melelahkan! Haha. Nggak bisa instan dan butuh usaha keras dalam belajar.

Jadi, tips berikutnya adalah jangan mudah menyerah. Selalu berpikiran positif kalau kita akan bisa melakukannya, tidak usah terburu-buru dan nikmati proses belajarnya. Pikirkan bagaimana kita bisa menikmati keindahan laut saat sudah berhasil melakukan free dive.

Sama halnya dengan saat kita belajar sepeda atau mengendarai mobil. Awalnya ragu dan takut, pada akhirnya kita akan enjoy saat berhasil menguasai kegiatan tersebut. Don't give up!

Mengerti Kemampuan Diri Sendiri

Terakhir, jangan memaksakan diri dan pahami sejauh mana batasan diri sendiri. Berlatihlah sedikit-sedikit namun konsisten. Tidak perlu buru-buru ingin menguasai semua teknik dalam waktu singkat. Take your time, ya.

Bagaimana teman-teman, apa kalian tertarik untuk mempelajari free diving? Seru loh! Tapi, nggak tau nih, setelah badan melar begini apa masih mampu diriku untuk melakukan free diving? Haha.

Sampai ketemu di cerita selanjutnya.

Sukabumi, 15 Mei 2021

Senin, 10 Mei 2021

7 Santapan Khas Banjarmasin Saat Lebaran

Mei 10, 2021 10 Comments

Tak terasa, tinggal menghitung hari umat muslim menuju hari kemenangan. Insha Allah kita akan segera bertemu dengan hari raya Idul Fitri 1442 H. Semoga puasa dan semua ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan diberkahi dan diterima oleh Allah swt, ya. Aamiin.

Lebaran tahun ini sama halnya dengan tahun kemarin, masih kita lalui dalam suasana pandemi. Masha Allah. Rencana mudik setelah tahun lalu nggak mudik ya bye bye lagi!

Sudah dua tahun terakhir aku tidak pulang ke Jogja, merayakan Idul Fitri bersama keluargaku. Apalagi ke Banjarmasin, tanah kelahiran ibuku? Sudah lamaa sekali tidak ke sana!

Di tahun 2014, aku sekeluarga sempat berlebaran di Banjarmasin. Rasanya itu adalah kali terakhir kami berkumpul dengan anggota keluarga yang masih lengkap. Dua tahun setelahnya, nenekku berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa dan lebaran kami tentu tidak akan pernah sama lagi. Setelah itu, terakhir kali aku ke sana adalah tahun 2017 sebelum menikah.

Hal yang dirindukan dari suasana Idul Fitri selain momen kumpul keluarga, tentu makanannya yang berlimpah. Hehe. Kali ini, aku akan bernostalgia dengan kuliner khas kota seribu sungai, Banjarmasin.

Why Banjarmasin? Tentu karena kuliner khas Kalimantan Selatan berbeda dengan yang ada di daerah pulau Jawa. Dari segi bentuk, bumbu dan juga rasa. Baca yuk, kuliner khas Banjarmasin yang endulita dan kerap menjadi bintang saat hari raya Idul Fitri :

1. Soto Banjar

Kuliner yang satu ini memang sangat ikonik di kota Banjarmasin. Kuliner yang pasti diburu wisatawan luar kota bahkan negeri yang datang berkunjung ke Banjarmasin.

Soto Banjar ini juga populer sebagai sajian saat hari raya Idul Fitri, loh. Rasanya hampir setiap rumah akan menyajikan soto Banjar sebagai makanan saat lebaran.

Saat terakhir kali aku bersama merayakan Idul Fitri ke sana, lupa tepatnya tahun berapa, yang aku ingat adalah makan soto Banjar setiap mengunjungi rumah saudara. Selama beberapa hari kami bersilaturahim dengan keluarga, makannya ya soto Banjar terus!

soto banjar banjarmasin
Bintangnya bintang sajian lebaran di Banjarmasin (borneo24.com)

Soto Banjar ini berbahan utama ayam yang telah disuwir, dilengkapi dengan bihun, perkedel, kentang, wortel, potongan telur rebus dan disantap bersama ketupat.

Kuah soto Banjar terkadang dicampur dengan susu sehingga warna kuahnya keruh, di dalamnya terdapat beragam rempah yang membuat soto Banjar ini kaya rasa. Rempah-rempah yang digunakan seperti pala, cengkih dan kayu manis.

Jujur meskipun sempat bosan karena berhari-hari makan soto Banjar ketika lebaran di sana, kangen juga sekarang sudah lama nggak makan soto Banjar di Banjarmasin langsung. Hehe.

2. Iwak Haruan Sambal Habang

Haruan atau ikan gabus adalah jenis ikan yang cukup sering diolah oleh masyarakat Banjarmasin menjadi kuliner yang lezat. Salah satunya adalah haruan masak habang.

"Iwak" dalam bahasa Banjar berarti ikan, "haruan" adalah gabus dan "habang" sendiri memiliki arti merah. Pasti yang terbayang di benak teman-teman bentuknya seperti balado, ya?

Yes! Secara visual, bumbu masak habang ini memang tampak seperti balado. Akan tetapi, teman-teman akan menemukan perbedaan dari segi cita rasanya. Meskipun namanya sambal habang dan wujudnya tampak nendang banget pedasnya, sebenarnya dia tidak seperti itu kok. Malah rasanya cenderung manis.

Visual dari haruan sambal habang nih ;) (klikbanjar.com)

Ini disebabkan karena adanya gula merah yang digunakan dalam proses memasak, membuat warnanya menjadi merah kecoklatan dan rasanya pun sedikit (banyak) manis.

Haruan sambal habang ini enak banget jika dimakan bersama lontong sayur atau nasi kuning khas Banjar. Kuliner ini juga tidak hanya muncul saat lebaran saja, di hari-hari biasa pun teman-teman akan banyak mendapati pedagang yang menjual makanan ini.

3. Sate Tulang

Gimana caranya makan tulang, kita? Hehe. Sebetulnya bagian dari ayam yang digunakan untuk bahan sate tulang ini adalah tulang muda yang sudah diremukkan, dan daging ayam atau kulitnya yang masih melekat pada tulang.

Kelihatan seperti sate pada umumnya ya! (borneo24.com)

Saat ini, sate tulang tidak hanya menggunakan tulang mudanya saja tapi juga daging hingga lemak ayam. Tentu yang menjadi ciri khasnya adalah bumbu otentik asal Banjarmasin yang digunakan.

Sama seperti sate ayam pada umumnya, sate tulang pun dihidangkan dengan bumbu kacang. Penyajiannya bisa dimakan bersama lontong atau menjadi menu pelengkap dari soto Banjar.

4. Ayam / Itik Panggang

Kalau teman-teman membayangkan ayam panggang atau itik panggang biasa, ney ney neey! Ayam atau itik panggang asal Banjarmasin memiliki ciri khasnya sendiri.

Bumbu dan rempah yang digunakan dijamin membuat ayam atau itik panggang khas Banjarmasin ini berbeda dengan yang ada di pulau Jawa. Bagian ayam dan itiknya pun sudah dipotong sedemikian rupa sehingga kita nggak bisa membedakan lagi ini bagian apanya hewan-hewan itu? Sudah jadi potongan kecil yang pas untuk sekali lep!

Ayam atau itik panggang ini kemudian akan disajikan bersama dengan nasi dan sop. Juara deh!

Ayam panggang khas Banjarmasin yang menggugah selera (borneo24)

Rasa dari kuliner ini cenderung maniiiss, but I like that! Biasanya aku kurang suka dengan makanan yang dominan rasanya adalah manis. Tapi, ayam atau itik panggang khas Banjarmasin ini beda deh. Bisa dibilang ini makanan favoritku ketika berkunjung ke sana.

Saking sukanya, beberapa kali aku meminta saudaraku yang tinggal di sana untuk mengirimkanku stok itik panggang ke perantauanku. Hehe.

Oiya, aku lebih senang dengan sajian itik panggangnya daripada ayam karena rasanya lebih lembut. Meskipun rasa itik tentu lebih kenyal dibandingkan ayam.

5. Pakasam

Ada yang pernah dengar nama makanan ini? Hehe. Kalau ibuku bukan orang Banjar, entah kapan aku bisa mendengar dan melihat kuliner yang bahannya adalah fermentasi ikan air tawar ini.

Pakasam ini rasanya asam karena hasil olahan yang difermentasi. Ikan yang sudah diasamkan kemudian digoreng dan diberi tambahan bumbu seperti cabai dan juga gula. Makanan ini kemudian dijadikan teman makan nasi.

Aku sendiri masih merasa asing dengan rasa dari ikan yang sudah diasamkan ini. Akan tetapi, ibuku biasanya sangat lahap ketika menyantap hidangan ini.

Pakasam special picture from my mom

6. Selada Banjar

Sekilas jika teman-teman melihat selada Banjar, pasti akan teringat dengan selat Solo. Bedanya, selada Banjar tidak berkuah. Makanan khas Banjarmasin ini terdiri dari bistik daging sapi yang sudah dipotong-potong, dilengkapi dengan beraneka sayuran rebus seperti selada, wortel, kacang polong dan tomat.

Penampakan dari selada Banjar (klikbanjar.com)

Bumbu khas yang digunakan dalam selada Banjar membuat rasa makanan ini penuh cita rasa. Rasa gurih, manis serta pedas dapat kita rasakan dalam satu masakan. Ini dikarenakan rempah-rempah yang digunakan sebagai bahan membuat bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, biji pala, kayu manis, jahe dan rempah asli Indonesia lainnya.

Selain di hari lebaran, selada Banjar juga akan sering kita temukan dalam acara-acara resmi seperti pernikahan adat Banjar. Makanan ini biasanya hadir sebelum para tamu undangan menyantap hidangan utamanya.

7. Paliat

Sebagai kota seribu sungai, tentu banyak kuliner yang memanfaatkan hasil sungainya sebagai bahan utama. Salah satunya adalah paliat. Makanan ini menggunakan ikan seperti patin atau bauman sebagai lauk utamanya, banyak juga yang menggunakan udang galah yang berukuran besar. Udang ini tentunya didapatkan dari sungai-sungai yang ada di Banjarmasin.

Meskipun penampilan dari paliat ini sekilas mirip dengan opor yang biasa kita santap saat lebaran, rasa dan rempah yang digunakan berbeda. Penggunaan kunyit dan santan dalam masakan ini cenderung lebih kental dibandingkan dengan yang digunakan pada opor.

Paliat yang menggunakan udang sungai (borneo24.com)

Sebenarnya, ketujuh sajian tersebut tidak hanya tersedia saat lebaran saja. Hari-hari biasa pun kita dapat menemukan makanan-makanan tersebut. Hanya saja, kebanyakan masyarakat akan memasaknya di rumah untuk dihidangkan saat hari raya.

Jadi makin rindu kampung halaman, deh! Ingin sekali mengajak suami dan anakku ke sana, apalagi mereka sama sekali belum pernah mengunjungi kota Banjarmasin. Pandemi buruan kelar dong!

Sekian dulu, ceritaku mengenai 7 kuliner khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang biasa tersaji di meja makan ketika Idul Fitri tiba.

Kalau teman-teman, apa kuliner khas dan favorit dari daerah kalian? Share juga, yuk!

Sukabumi, 10 Mei 2021

Jumat, 07 Mei 2021

Kebaikan Bahan Alam Untuk Atasi dan Cegah Jerawat

Mei 07, 2021 15 Comments

Mempelajari farmasi bahan alam semasa kuliah dulu membuatku semakin mengerti, bahwa alam menyajikan banyak sekali kebaikan dan manfaat bagi manusia. Nggak heran, slogan "back to nature" menggema di mana-mana.

Tidak hanya bermanfaat sebagai obat, sebagian besar tanaman juga bisa diolah dan digunakan sebagai bahan untuk kosmetik. Dalam mata kuliah "Kosmetika Alami", kami mempelajari berbagai macam bahan alam yang memiliki ragam manfaat dalam dunia kecantikan.

Standar Kecantikan

Ngomong-ngomong soal kecantikan, apa sih definisi cantik menurut teman-teman? Cantik itu relatif, benar nggak? Nggak bisa kecantikan itu di standarisasi.

Kulit cerah, tubuh langsing, hidung mancung, bulu mata lentik, bisa jadi itu definisi cantik menurut si A. Tapi si B, lebih menilai seseorang itu cantik karena inner beauty-nya yang terpancar dari keramahan atau kecerdasannya.

Inget dong ketika Lee Su Ho dan Han Seo Joon dalam drama Korea "True Beauty" tetap memperebutkan Lim Ju Kyung meskipun sudah tau wajah asli Ju Kyung tanpa make up? Jadi memang ya, cantik itu nggak melulu soal fisik yang tampak sempurna tapi juga kharisma yang terpancar dalam diri.


Tapi, menurutku pribadi nih ya, sebagai seorang wanita memang sepantasnya kita menjaga dan merawat kulit tubuh termasuk kulit wajah. Nggak usah demi memberi kesan baik untuk orang lain dulu deh, rawatlah diri kita untuk diri sendiri aja.

Beberapa cara untuk merawat kulit wajah agar tetap sehat adalah dengan mencukupi kebutuhan minum, makan makanan yang sehat, memiliki pola istirahat (tidur) yang baik dan rutin membersihkan wajah serta menggunakan skin care.

Permasalahan Kulit Berminyak : Jerawat

All skin type (freepik)

Dulu, aku tuh males banget untuk masuk ke ranah mengenal skin care. Kenalannya aja sudah nggak mau, apalagi memakainya? Ribet kan ya tuh skin care-an harus bertahap-tahap. Belum nunggu meresapnya, nunggu keringnya. Keburu ngantuk! Udah lah, modal bersih-bersih pakai air wudhu aja.

Ternyata, nggak seperti orang lain yang wajahnya bisa bersinar hanya dengan air wudhu, wajahku kayaknya butuh booster deh. Haha. Permasalahan kulit wajahku yang menurutku ganggu banget adalah kulit berminyak yang rentan menyebabkan jerawat.

Padahal dulu, kulitku itu termasuk normal. Nggak ada masalah dan mulus-mulus aja tanpa bantuan skin care. Yaiyalah, dulunya itu waktu masih SD. Haha! Setelah beranjak remaja, jadi anak ABG, mulai deh merasakan poblematika yang ternyata juga menjadi kebanyakan masalah kulit orang Indonesia, oily skin.

Kulit berminyak ini terjadi ketika kelenjar sebasea yang terdapat pada kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Sebum sendiri adalah minyak alami yang memiliki manfaat untuk melapisi kulit dan rambut. Kalau sebumnya terlalu banyak, ya kebayang dong wajah akan tampak mengkilap dan berkilau.

Sayangnya, kondisi too oily ini bisa menimbulkan masalah baru yaitu mudahnya jerawat untuk muncul pada permukaan kulit. Sebabnya adalah kotoran akan lebih mudah menempel, juga sel-sel kulit mati yang seharusnya terlepas justru malah susah lepas pada si pemilik oily skin ini. Akibatnya, kotoran dan sel kulit mati tersebut menyumbat pori-pori. Inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya jerawat.

Kulitku sendiri sebenarnya bukan yang terlalu oily gitu, sih. Hanya di sekitar T-zone yang kerasa banget agak berlebihan sebumnya dibandingkan bagian wajah lainnya. Sebetulnya jenis wajah ini lebih cocok disebut tipe kombinasi kali ya, tapi karena permasalahan jerawat sering muncul ya aku pasti mencarinya produk untuk mengatasi dan mencegah jerawat.

Bahan Alami Untuk Mengatasi dan Mencegah Jerawat

Ngomongin soal produk untuk mengatasi dan mencegah jerawat, aku sendiri lebih prefer menggunakan produk yang berbahan dasar bahan alami. Selain untuk meminimalisir resiko terhadap kulit wajah, hasil yang diberikan oleh produk berbahan dasar alami itu akan tampak lebih natural dan make sense. Maksudnya, hasilnya nggak instan tapi slowly but sure.


Serem banget kan, kalau kita memakai suatu produk dan hasilnya langsung terasa dalam hitungan hari atau jam. Mencurigakan banget, jangan-jangan mengandung merkuri atau hidroquinone. Untungnya, saat ini sudah banyak skin care yang mengusung konsep back to nature. Beberapa bahan alami yang biasa digunakan sebagai bahan skin care anti acne antara lain :

Centella asiatica (Pegagan)

Tanaman Centella asiatica (L.) Urban (wikipedia.id)

Tanaman liar yang banyak ditemukan di tepian sawah, pinggir jalan juga perkebunan ini ternyata memiliki banyak manfaat. Selain untuk kesehatan, ekstrak daun pegagan juga menunjukkan banyak manfaat di bidang kecantikan.

Centella asiatica memiliki fungsi bagi kulit wajah di antaranya untuk menjaga kelembaban, mengurangi peradangan, mencegah dan mengurangi kerusakan kulit, serta mempercepat penyembuhan luka pada kulit.

Tea Tree Water

Tea tree water dari tanaman Melaleuca alternifolia

Tea tree water merupakan olahan yang didapat dari ekstrak tanaman Melaleuca alternifolia. Jadi, nggak ada hubungannya sama tanaman teh yang banyak tumbuh di daerah pegunungan dan biasa kita konsumsi itu ya, ternyata. Hehe.

Tanaman Melaleuca alternifolia ini originalnya dari Australia, namun beberapa spesiesnya juga ditemukan di daerah Indonesia. Tea tree water ini bermanfaat untuk melawan bakteri penyebab jerawat, melembabkan kulit, membantu mengurangi bruntusan serta minyak di wajah.

Vitamin C


Manfaat vitamin C dalam dunia kecantikan sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Vitamin C berguna untuk membantu menghilangkan flek dan bekas jerawat, mencegah dan melindungi kerusakan sel juga jaringan kulit akibat paparan radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini pada kulit.

Liquorice Extract

Liquorice extract

Ekstrak liquorice ini didapatkan dari tanaman akar manis. Tanaman ini banyak tumbuh di Indonesia dan umum digunakan sebagai pemanis alami. Akan tetapi ternyata tanaman akar manis atau liquorice ini juga memiliki segudang manfaat untuk kecantikan.

Ekstrak liquorice berfungsi untuk menutrisi kulit, melindungi kulit dari paparan sinar matahari, mengatasi jerawat dan kulit kemerahan, mencegah hiperpigmentasi, dan menyerap kelebihan minyak di wajah.

Dari sekian yang aku sebutkan di atas, ada satu brand yang mengkombinasikan bahan-bahan tersebut menjadi sebuah produk anti acne. Melihat review jujur di mana banyak yang cocok dengan produk tersebut, akupun penasaran dan akhirnya ikut mencoba produk tersebut. Produk tersebut adalah Scarlett Acne Serum.

Untuk melengkapi rangkaian face care dari Scarlett Whitening, aku juga mencoba Scarlett Brightening Facial Wash-nya.

Scarlett Brightening Facial Wash


Sebelum menggunakan serum, tentu wajah kita harus dibersihkan terlebih dahulu. Rutin menggunakan facial wash adalah salah satu cara agar wajah kita senantiasa bersih. Sudah sekitar 2 mingguan ini aku menggunakan facial wash dari Scarlett Whitening.

Sebelumnya, aku hanya tahu kalau Scarlett Whitening by Felicya Angelista merupakan brand body care. Ternyata, sekarang produk mereka berkembang hingga meluncurkan face care. Scarlett Brightening Facial Wash memiliki beberapa kandungan utama yaitu glutathione, vitamin E, rose petal dan Aloe vera.

Glutathione akan membantu meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit, memberikan perlindungan dari radikal bebas serta mencerahkan kulit. Vitamin E berfungsi untuk melembapkan kulit, membantu mengatasi peradangan dan menenangkan kulit.

Rose petal akan membuat kulit wajah lebih segar, sedangkan kandungan terakhir yaitu Aloe vera membantu menangkan kulit dan meredakan peradangan kulit, serta melembapkan dan menghaluskan wajah.

Packaging


Kemasan dari Scarlett Brightening Facial Wash ini berbentuk botol bening berukuran 100 ml. Dari luar botol, kita dapat melihat isi dari facial wash berupa cairan bening berupa gel yang dihiasi dengan bulir berwarna pink serta rose petal. Cantik deh visual dari produk ini.

Pada botol yang dibuka dengan sistem flip-top ini terdapat beberapa informasi seputar produk seperti kandungan produk, manfaatnya, cara pemakaian, tanggal kadalwarsa serta nomor registrasi BPOM. Oiya, dilengkapi juga dengan stiker hologram yang menandakan kealsian produk.

Tekstur, Warna dan Wangi

Tekstur dari Scarlett Brightening Facial Wash berupa cairan yang tidak terlalu padat tapi tidak terlalu encer juga. Facial wash ini jenis yang berbusa jika kita campurkan dengan air, tapi busanya nggak terlalu banyak. Warnanya bening disertai dengan yang sudah aku sebutkan tadi, bulir-bulir berwarna pink serta beberapa helai kelopak mawar.


Wanginya segar aroma bunga-bungaan, lembut dan tidak menyengat. Pas lah untuk hidung ketika wajah kita diusap dengan facial wash tersebut. Setelah dibasuh dengan air, kulit wajah akan terasa lebih segar juga lembab.

Cara Pemakaian

Tuangkan secukupnya facial wash ke telapak tangan. Usap merata ke seluruh area wajah, lalu bilas dengan air. Gunakan secara rutin setiap hari, pagi dan malam untuk hasil yang lebih maksimal.

-Cara pemakaian Scarlett Brightening Facial Wash

Selama 2 mingguan menggunakan produk ini, tidak ada masalah yang terjadi pada kulit wajahku. Wajahku selalu terasa lebih segar dan lembab setelah menggunakan facial wash ini. Setelah mengeringkan wajah, kulit wajah juga terasa lebih halus.

Scarlett Brightening Facial Wash juga nggak membuat kulitku jadi terlalu lembab atau terlalu kering. Pas aja gitu kelembabannya. Nggak bikin wajah ketarik juga. Normal aja kayak biasa setelah pakai produk ini.

Meskipun demikian, efek mencerahkan dari produk ini belum terlalu terlihat di wajahku. Aku juga nggak berharap wajahku akan langsung cling-cling kayak idol K-Pop. Haha. Kita lanjutkan saja dulu pemakaiannya dan tunggu mencerahkannya setelah pemakaian beberapa minggu ke depan (lagi).

Scarlett Acne Serum


Ini dia, produk berbasis bahan alam yang diklaim mampu menuntaskan masalah jerawat. Banyaknya review dari beauty enthusiast terhadap produk ini membuatku penasaran, se-magic apa sih produk baru berupa serum anti acne dari Scarlett Whitening ini?

Produk ini memiliki kandungan utama dari bahan alam yaitu tea tree leaf water, Jeju Centella asiatica, liquorice extract, vitamin C dan dikombinasikan dengan salicylic acid yang berfungsi untuk meredakan peradangan yang terjadi akibat jerawat, mengangkat kotoran penyumbat pori-pori yang berpotensi menjadi komedo.

Sementara itu, klaim dari Scarlett Acne Serum sendiri adalah :

- Membantu menyembuhkan jerawat meradang, jerawat batu, kulit kemerahan dan iritasi.
- Membantu meregenerasi dan menjaga kulit yang sensitif tanpa menimbulkan iritasi.
- Membantu menenangkan kulit, menghaluskan dan membantu memudarkan bekas jerawat atau luka.
- Membantu mencerahkan kulit secara aman karena menggunakan liquorice extract dan vitamin C yang juga berfungsi sebagai oxidant dan anti polusi.
- Membantu kadar minyak berlebih di kulit.

Packaging


Kemasan dari Scarlett Acne Serum ini adalah botol kaca dengan pipet yang berisi 15 ml serum. Cover dari kemasan ini berwarna lilac (keungunan) dengan hiasan bunga-bunga. Manis deh packagingnya. Scarlett Whitening mengeluarkan 2 jenis serum, selain untuk acne ada juga Scarlett Brightly Ever After Serum yang kemasannya berwarna pink.

Pada kemasan tercantum beberapa informasi seperti kandungan produk, manfaatnya, cara pemakaian, tanggal kadalwarsa serta nomor registrasi BPOM yaitu 18200104454. Oiya, dilengkapi juga dengan stiker hologram yang menandakan kealsian produk.

Tekstur, Warna dan Wangi

Karena produk ini basisnya adalah air, jadi teksturnya ya cair. Nggak lengket sama sekali dan tentunya nggak oily. Mudah banget mengambil dan meneteskan serum ini menggunakan pipet yang tersedia. Cairan dari serumnya bening, aromanya tipis tapi aku bisa mencium aroma herbal gitu.


Setelah diaplikasikan ke wajah, cepat meresap dan nggak bikin kulit lengket. Langsung bikin kulit terasa halus malahan. Haha. Dengan tekstur yang seperti ini, akan mempermudah teman-teman ketika ingin menggunakan produk skin care tahap berikutnya.

Cara Pemakaian

Teteskan 2-3 tetes serum, usap dan pijat secara perlahan sampai merata pada kulit wajah. Diamkan beberapa saat agar serum meresap ke kulit.

-Cara pemakaian Scarlett Acne Serum

Aku menggunakan produk ini pagi setelah mandi dan malam setelah membersihkan wajah menggunakan facial wash. Awalnya, saat pemakaian pertama kali aku merasa ada efek hangat dari serum ini. Udah mikir jangan-jangan nggak cocok atau gimana nih?!

Tapi, efek tersebut hanya muncul saat penggunaan pertama kali. Besoknya sudah biasa aja. Hasilnya yang langsung terasa di kulitku adalah lebih terasa halus dan lembut. Nggak bikin kering dan nggak bikin yang lembab banget gitu. Pas!

Saat hari pertama memakai serum ini, pas banget ada jerawat satu biji di dagu. Emang pas lagi PMS, sih. Setelah sekitar 3 harian menggunakan serum ini jerawatnya mulai kering dan mengecil. Setelahnya hilang tapi masih ada bekasnya.

Day 1, yang di dagu keliatan kan?

Wajahku bukan tipe yang acne prone, tapi jerawatnya itu muncul satu lalu hilang, lalu ada lagi satu. Jadi bekas jerawat yang lama belum hilang, ada lagi yang baru. Kan kzl ya... Setelah 2 mingguan menggunakan produk ini, sempet ada jerawat satu lagi muncul di dahi. Tapi nggak lama langsung hilang. Jerawat di dagu sudah hilang, tapi bekasnya masih tersisa.

After 2 weeks, tersisa bekas jerawat di dagu

Kesimpulannya, aku akan tetap melanjutkan menggunakan produk ini. Nggak ada masalah yang berarti setelah pemakaian Scarlett Acne Serum dan aku suka efek yang ditimbulkan serum ini ke wajahku.

Jangan Lupa Hidup Sehat!

Kedua produk dari Scarlett Whitening yaitu Scarlett Whitening Facial Wash dan Scarlett Acne Serum ini bisa didapatkan secara online melalui Shopee "Scarlett_whitening" dengan harga Rp75.000,-.


Selain menggunakan skin care untuk mengatasi dan mencegah masalah jerawat, yang terpenting harus dilakukan adalah menjaga pola hidup sehat.


Jangan lupa minum air putih yang cukup, jangan malas membersihkan wajah setelah menggunakan make-up, jangan lupa dirutinkan lagi makan makanan yang mengandung antioksidan tinggi serta beristirahatlah yang cukup.

Produk ini cocok di aku, belum tentu efek yang sama akan dirasakan oleh teman-teman ya. Jadi, ya bijaklah dalam memilih skin care yang cocok dengan jenis kulit wajah kalian.

Aku sendiri kayaknya tertarik sih untuk mencoba Scarlett Acne Day dan Scarlett Acne Night Cream-nya. Tapi, tunggu efek nyata dari serumnya dulu deh. Hehe.

Sekian dulu informasi yang dapat aku bagikan. Semoga bermanfaat!

Sukabumi, 7 Mei 2021