Tips Realistis Membangun Konsistensi Menulis

tips-membangun-konsistensi-menulis

Mae frens, tak terasa nih sudah 4 tahun saya rutin menulis di blog ini. Teringat di awal-awal nge-blog, beberapa teman, bahkan teman dekat, meragukan konsistensi saya menjadi seorang blogger.

Saat saya membagikan link tulisan di blog, ada yang sembari tertawa berkata bahwa aktivitas yang saya lakukan ini kemungkinan hanya bertahan selama beberapa bulan saja. Ketika itu saya nggak merasa sakit hati atau baper gimana, sih. Hanya kalau diingat-ingat, lucu saja ternyata saya bisa berjalan hingga sejauh ini.

Baca juga: Milestone dan Harapan di Hari Blogger Nasional

Dibandingkan dengan teman-teman blogger lain yang sudah nge-blog bertahun-tahun, bahkan hingga belasan tahun, tentu konsistensi saya masih belum teruji sejauh itu. Namun, saya tetap mengapresiasi diri sendiri yang sudah berusaha tekun menjalankan kegiatan yang saya sebut sebagai passion ini.

Bicara soal konsistensi, dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi sedikit tips realistis yang saya terapkan sehingga bisa konsisten menulis blog selama beberapa tahun belakangan.

5 Tips Agar Blogger Pemula Bisa Konsisten Menulis

Berhubung saya juga baru menekuni aktivitas blogging selama 4 tahun, saya memberikan tips ini untuk teman-teman blogger yang masih baru deh yaa. Yuk, terapkan tips di bawah ini agar blog kalian nggak berdebu pisan:

tips-konsisten-blogging

1. Tentukan Target yang Realistis

Tips pertama adalah jangan terlalu ambisius dulu. Pastikan Mae frens tetap realistis dalam menentukan target menulis di blog. Tentunya target ini bisa disesuaikan dengan jadwal harian kalian.

Seberapa sering kalian bisa meluangkan waktu untuk menulis, berapa jumlah kata dalam sehari yang bisa tercapai? Coba rencanakan di awal tanpa harus menganggapnya sebagai beban. 

2. Buat Content Plan

Sejak kecil saya diajarkan oleh Mama untuk membuat jadwal harian. Saya jadi terbiasa membuat perencanaan hingga saat ini. Oleh karenanya, sejak saya bertekad untuk kembali menulis di blog, saya selalu membuat planning, mau nulis apa saja minggu ini?

Selanjutnya saya mengumpulkan ide tulisan di buku catatan, kira-kira apa saja yang bisa menjadi topik tulisan saya di blog. Berikutnya, saya akan membuat to do list harian. Hari ini targetnya membuat kerangka tulisan kah, draft saja kah, atau publish tulisan?

to-do-list-blogging
Daily to do list yang saya buat

Baca juga: Alasan Ingin Menjadi Travel Blogger

Jadi content plan saya bukan yang sebulan atau seminggu jebred langsung dibuat, tapi per hari. Tentunya ini akan disesuaikan lagi dengan kondisi saya di hari tersebut. Misalkan, ternyata di hari itu ada pekerjaan urgent dari klien yang mengharuskan saya untuk publish tulisan di hari itu juga, maka bisa jadi konten organik yang saya rencanakan untuk publish di hari itu, jadi harus dimundurkan.

Membuat content plan ini juga harus realistis ya. Nggak usah dibikin ribet deh, yang terpenting tetap ber-progress.

3. Luangkan Waktu untuk Menulis

Untuk poin ini, saya teringat pengalaman yang diceritakan oleh Ibu Septi, founder dari salah satu komunitas perempuan terbesar di Indonesia. Beliau pernah bercerita kalau sebelum akhirnya membentuk komunitas, beliau memiliki kebiasaan untuk fokus belajar dari hari dan jam tertentu.

Beliau menempatkan kegiatan tersebut sebagai prioritas, selayaknya pekerjaan yang dilakukan di ranah publik. Jadi ada jadwalnya, di mana beliau tidak bisa diganggu, bahkan sampai tidak menerima tamu.

Baca juga: Alasan Blogger Jarang Update Blog, Dulu dan Kini

Saya terinspirasi dengan hal tersebut. Menulis pun saja jadikan bagian dari pekerjaan yang saya lakukan di rumah. Ketika anak saya masih membutuhkan kehadiran saya secara penuh, maka saya pasti akan meluangkan waktu untuk menulis saat anak saya tidur siang, dan di malam hari.

Saat anak saya sudah masuk sekolah, maka pagi hingga siang hari adalah jadwal saya untuk bekerja di depan laptop. Sehingga, ketika anak saya pulang sekolah, saya sudah menyelesaikan kegiatan menulis dan bisa fokus lagi ke pekerjaan rumah dan anak.

4. Mengikuti Challenge Menulis

Saya itu termasuk blogger yang nggak terlalu semangat ikut lomba ngeblog, tapi semangat kalau ada yang ngomporin untuk ikut tantangan menulis. Hehe. Rasa-rasanya, kalau ikut challenge itu saya menantang diri sendiri untuk berkompetisi dengan kemalasan yang ada dalam diri saya. Wkwk.

Dengan adanya tantangan menulis pun, biasanya kemageran untuk mencari ide tulisan jadi sedikit berkurang. Apalagi kalau ikutannya bareng sama teman-teman, wih, jadi tambah seru!

Baca juga: Tips Mempersiapkan Blog agar Berpenghasilan

5. Cari Teman-teman Satu Circle

Sebagai orang yang ekstrovert, saya merasa kegiatan blogging ini sepi banget. Mengumpulkan ide, dan menulis di depan laptop atau melalui ponsel, nggak punya teman pun kerjaan bisa selesai. Tapi, sering sendirian ini membuat semangat mudah turun (buat saya ya).

Jadi, saya mencoba untuk mencari suntikan positive vibes dari teman-teman komunitas blogging. Selain klien yang memberikan cuan, mereka-mereka inilah yang membuat saya masih konsisten mengisi blog dengan tulisan-tulisan terbaru.

Selain itu, membangun koneksi dengan teman-teman satu circle juga bisa memberikan banyak kesempatan. Apalagi, saat menemukan teman yang selain mempunyai hobi menulis di blog, juga punya kesamaan hobi lainnya, rasanya seperti mempunyai teman kerja virtual dan nggak going solo lagi.

Baca tentang: Blogger, Drakor dan Teman Rumpi di Dunia Maya

Selain menerapkan 5 tips di atas, Mae frens yang masih newbie dalam dunia blogging juga harus memegang strong why-nya dengan kuat. Alasan inilah yang akan membuat teman-teman tetap on track. Gimana? Realistis dan applicable kan tips membangun konsistensi menulis di atas?

Posting Komentar

8 Komentar

  1. Yes kaak. Terutama cari circle sesama blogger. Selain saling menyemangati, juga saling kasih tau kalau ada job.

    BalasHapus
  2. Faktor teman atau lingkungan itu penting banget ya, dulu waktu SMA saya nulisnya tuh kenceng banget sampai ikut lomba dan nulis novel, tapi setelah cirkelnya berubah jangankan untuk hobi untuk tugas wajib aja kayak males-malesan, harus kumpulin niat dan mood dulu baru bisa nulis.

    BalasHapus
  3. Iya faktor teman itu penting biar semangat jadi sebaiknya ya cari teman sehobi atau bahkan komunitas ya. Jadi pengen bikin content plan deh biar nggak bingung mau nulis apa

    BalasHapus
  4. Bermanfaat banget, buat aku yang masih sulit konsisten nulis nih. Terutama fungsi content plan serta circle yang sesuai dan bisa membuat kita termotivasi untuk menulis. Semangat semoga 2024 bisa lebih konsisten meretaskan karya tulis yang bermanfaat bagi khalayak

    BalasHapus
  5. Tulisan tangan ka Mae baguuss..
    Aku juga suka jornaling. Etapi ini content plan yaa.. Ada sii, nyelip-nyelip jadwal DL. Keseringan menulis jangan nunggu mood yaa.. pokonya setiap hari mikirin "Apa yang bisa ditulis hari ini?"
    Soalnya ikutan ODOP tuh bener-bener bikin aku mikir dan struggling buat menulis. Seru siih... kalo ga nulis berasa "Eerggg..." hihihi..

    BalasHapus
  6. Setujuh banget dengan tips di atas. Salah satunya emang kita yang harus meluangkan waktu buat menulis bukan sebaliknya nunggu ada waktu dulu baru menulis. Ohya adanya target dan content plan juga sangat membantu buat konsisten menulis.

    BalasHapus
  7. schedule nulis aku belum fiks tiap hari ni mba ima, ini yang bikin aku molor terus. Terimakasih tipsnya ya mba ima

    BalasHapus
  8. Pas banget tahun baru ini aku buat plan abcd biar lebih aktif nulis. Ternyata masih awal dan meleset. Kayaknya memang enggak bakat ngikutin planning huhuhu.

    BalasHapus