tips-workout-from-home

Mae frens, kalian tim olahraga di rumah atau di luar rumah nih?

Biasanya alasan orang lebih memilih untuk workout di tempat fitness atau gym, adalah karena kesulitan untuk terus konsisten workout from home. Sementara itu, jika bergabung menjadi membership di fitness centre, mau nggak mau pasti hadir karena nggak mau rugi!

Nah, bulan September dan Oktober ini saya mengikuti kelas diet yang salah satu programnya adalah workout from home. Selama kurang lebih 4 pekan, saya merasakan sendiri manfaat dan hasil dari kelas yang saya ikuti ini.

Gimana tips sukses workout from home yang saya terapkan selama sebulan ke belakang? Jangan mager dan lanjutkan membaca sampai selesai!

Mae, Ngapain Lo Diet?

Buat yang kenal saya dari bertahun lalu, ibarat kata dari zaman orok, jelas bertanya-tanya ngapain saya diet segala?

Wkwk! Spill dikit nih frens, jadi memang dulu badan saya itu kurus bahkan masuk kategori underweight. Timbangan saya yang nggak kunjung bergerak ke arah kanan ini menetap hingga saya hamil, 5 tahun lalu.


Kalau ibu-ibu lain berat badan awalnya ideal, setelah hamil dan melahirkan jadi overweight. Nah, saya dari underweight, jadi ideal.

Mulanya saya so happy dengan perubahan ini. Setelah bertahun-tahun nyari cara biar badan bisa berisi, akhirnya body goal tercapai juga!

quote-about-workout

Tapi, 2 tahun belakangan ini mulai terjadi perubahan yang cukup signifikan terhadap berat badan saya. Setelah 3 tahun stuck di angka 47 kg, berat badan saya terus naik hingga angka 50 kg. Dengan tinggi badan yang nggak seberapa ini, efek terhadap tubuh saya sangat terasa.

Meskipun angka tersebut masih termasuk ideal, tapi saya merasa it'll getting worse if I'm not doing anything. Biasanya hanya dengan rutin puasa berat badan saya bisa turun, ini kok terus naik? Waduh!

Alasan lain yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk mengatur pola makan dan mulai rutin berolahraga adalah:
  • Baju dan celana mulai kesempitan
  • Tampak banyak timbunan lemak di beberapa area tubuh
  • Sering sakit kepala
  • Tidak nyaman saat bergerak
  • Mulai kurang percaya diri saat bercermin

Alasan-alasan di atas lah yang membuat saya mantap untuk fokus dan konsisten melakukan workout from home.

Tips Sukses Workout From Home

raport-diet-workout-from-home
Raport Diet dan Workout from Home selama sebulan

Selama kurang lebih satu bulan menjalankan program diet dan workout from home, penurunan berat badan memang tidak tampak signifikan.

Bisa dilihat di gambar bahwa berat badan saya hanya turun 800 gram. Namun, lihat pengurangan lingkar-lingkar beberapa area tubuh terutama perut dan paha. Buat saya, hasilnya sudah mulai terlihat dan patut diapresiasi.

Tujuan saya melakukan olahraga dari rumah ini memang bukan untuk weight loss ya, lebih ke fat loss dan maintenance.

Di bawah ini saya spill semua yang saya lakukan sehingga bisa sukses menghempaskan lemak-lemak tubuh dengan workout from home:

1. Tentukan Goal dan Strong Why

Duh, Ma, klise banget deh! Mau ngeblog harus tentukan strong why, podcast harus ada goal-nya, ini workout juga kudu ada goal dan strong why-nya?

Yes! Mae frens wajib punya tujuan dan alasan kuat kenapa kalian pengen workout? Kenapa hayoo?

Apakah cuma ikut-ikutan tren? Disuruh suami, istri, pacar atau orang tua? Atau memang panggilan hati untuk mulai aware terhadap kesehatan dan kebugaran diri sendiri?

Untuk saya pribadi, goal dan strong why ini adalah kunci yang bisa membuka pintu-pintu konsistensi ketika tertutup di tengah-tengah perjalanan.

Ayo, mulai list apa saja yang akan menjadi tujuan dan strong why kalian workout from home?

Baca tentang: 2023, Apa Resolusimu?

2. Atur Jadwal Rutin

Sebagai orang dengan tipe kepribadian ESTJ (Extroverted, Sensing, Thinking, Judging) bagi saya, memiliki jadwal yang teratur sangat penting.

Dengan adanya jadwal rutin, kita jadi punya slot waktu untuk benar-benar fokus pada kegiatan workout from home. Setelah jadwal tersebut, tentunya sudah ada rentetan jadwal kegiatan lain yang menanti, so pasti akan ada banyak alasan untuk menunda workout jika tidak disiplin terhadap jadwal.

Ketika Mae frens punya tujuan dan why yang kuat, kalian pasti akan memasukkan workout sebagai prioritas kegiatan harian. Sehingga, membuat jadwal ini sama halnya dengan menyempatkan waktu untuk menyelesaikan priotitas hidup kalian.

Saya sendiri menyempatkan diri untuk workout from home sekitar 30 menit setelah sarapan dan pulang mengantar anak ke sekolahnya. Beberapa teman saya yang bekerja di ranah publik menjadwalkan setelah sholat subuh untuk berolahraga di rumah. Nggak ada jadwal yang saklek ya, semua bisa disesuaikan dengan agenda masing-masing individu.

3. Ikuti Kelas atau Program

Saat ini, kelas dan program olahraga yang diadakan secara daring sudah banyak sekali ya. Mae frens bisa pilih mana kelas atau program yang paling cocok dan sesuai budget kalian.

Ngapain ikutan kelas? Kan tinggal liat aja videonya di Youtube?

Ya nggak salah juga jika teman-teman bisa konsisten sampai akhir hanya dengan menonton video secara mandiri.

Namun, saya merasakan perbedaan antara olahraga secara mandiri dengan setelah mengikuti kelas dan program diet.

Pertama, kita akan mendapatkan banyak teman yang memiliki kesamaan background maupun tujuan. Ini membuat you are not feel alone anymore

Berikutnya adalah ilmu yang aplikatif. Ilmu mengenai diet ini bisa dicari sendiri memang, tapi saya lebih mudah memahami penjelasan coach setelah diberikan materi. Misalnya saja, bagaimana cara menghitung kalori dan cara mudah makan sesuai kebutuhan kalori tubuh.

Plusnya lagi, kita bisa berdiskusi, bertanya dan konsultasi langsung dengan coach yang benar-benar profesional di bidangnya.

4. Bergabung dengan Komunitas

Teman-teman yang nggak suka olahraga sendirian juga bisa bergabung dengan komunitas pecinta olahraga secara daring. Hari gini, apa sih yang nggak ada di internet?

Saya pribadi mendapatkan akses untuk bergabung dengan komunitas setelah mengikuti program workout from home. Di sini saya mendapatkan circle pertemanan yang sehat dan positif.


Kami saling menyemangati, menghibur, mendukung dan menjadi tempat berbagi bagi yang lain. Sebagai orang extrovert, perlu banget untuk saya berada dalam komunitas seperti ini. Wkwk.

5. Konsisten Sampai Akhir

Ini adalah tips yang paling sulit sekaligus menjadi pintu kesuksesan workout from home. Saya sendiri setuju, susah sekali loh menjaga konsistensi ini.

Saya yang jarang olahraga, tiba-tiba harus kembali mulai olahraga, ya jelaslah sakit-sakit badan setelah pertama kali berolahraga. Akan tetapi, DOMS (Delay Onset Muscle Soreness) ini justru akan mereda dan hilang jika kita rutin berolahraga.

Dua gerakan workout yang saya inget banget awal-awal bikin badan berasa digampar adalah burpees dan military plank. Tiap mulai olahraga dan liat ada gerakan itu, rasanya mau menyerah duluan. Namun, setelah beberapa hari melakukan gerakan yang sama ternyata malah terasa lebih ringan (meskipun tetap melelahkan. lol!).

Jika konsistensi yang merupakan pintu kesuksesan workout from home kalian tertutup, maka ingat lagi apa goals dan strong why kalian? Itulah yang akan menjadi kunci untuk kembali membuka pintu konsistensi. Jadi semangat lagi sampai akhir!

Kapan Nih, Mulai Workout From Home?

quote-about-sport

Oiya, satu lagi tips dari saya untuk teman-teman yang mau olahraga dari rumah adalah nggak usah terlalu ngoyo di awal. Kalian mau jumping jack 100 kali tapi cuma bertahan 3 hari, ya tetap akan lebih terlihat hasilnya dengan yang hanya melakukannya 20 kali tapi rutin selama beberapa bulan.

Olahraga dan pola hidup sehat ini adalah habit yang harus dibangun dan dipertahankan. Jadi, mending lakukan sedikit-sedikit, semampunya dulu nggak apa-apa, asal konsisten dan terus-menerus.

Itu tadi tips sukses workout from home dari saya yang baru kurang lebih sebulan lebih ini berolahraga di rumah. Biarpun badan saya juga belum mencapai body goals, semoga teman-teman yang mau mulai workout bisa mengambil manfaat dari tulisan ini.

Jadi kapan frens mau mulai olahraga?