Jaga Kesehatan Dengan Manajemen Kebersihan Saat Menstruasi


Ladies, udah pada tahu belum nih? Tanggal 28 Mei yang lalu, diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi atau Menstrual Hygiene Day. Peringatan ini mulai ditetapkan pada tahun 2014 silam, loh. Dengan adanya peringatan Hari Kebersihan Menstruasi ini, diharapkan akan lebih banyak perempuan yang aware terhadap masalah kebersihan selama masa menstruasi.

Apa sih urgensi dan pentingnya sampai ada kampanye dan peringatan Hari Kebersihan Menstruasi ini segala? Jadi, ada sebuah fakta mengenaskan lagi nih tentang negara kita. Data di Indonesia menunjukkan kalau kesadaran perempuan Indonesia akan pentingnya manajemen kebersihan selama periode menstruasi masih sangat rendah. Ommo!

Hal ini ditunjukkan dengan data-data yang cukup mencengangkan, yaitu 1 dari 2 anak perempuan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Lalu, hanya 1 dari 3 anak perempuan yang mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti pembalut. Kemudian, hanya 1 dari 3 anak perempuan yang mengganti pembalut dalam kurun waktu 4 - 12 jam, sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari ajah!

Padahal, menjaga kebersihan selama periode menstruasi ini penting banget! Oleh sebabnya, Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI) bekerja sama dengan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia menyelenggarakan webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" pada tanggal 27 Mei 2021.


Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 1000 perempuan Indonesia, di mana aku beruntung menjadi salah satu peserta webinar ini. Tujuan dari diadakannya webinar ini adalah sudah pasti untuk menambah pengetahuan dan pemahaman perempuan mengenai Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Selain itu, Mundipharma Indonesia juga menyuarakan kampanye #YangIdeal guna mengajak perempuan Indonesia menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaannya dengan tepat dan menggunakan produk yang sesuai.


Acara ini dipandu oleh Novita Angie, yang selama ini kita kenal sebagai public figure. Narasumber yang mengisi webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" ini adalah Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH. Beliau merupakan perwakilan dari anggota pengurus besar perkumpulan POGI.

Narasumber selanjutnya adalah Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog. Bu Anna ini merupakan Ketua IPK Indonesia wilayah Jakarta. Kemudian, dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Prov. DKI Jakarta.

Belum selesai sampai di sana, ada pula Mada Shinta Dewi, Country Manager Mundipharma Indonesia dan juga Adi Prabowo, Head of Marketing, Digital & E-Commerce Mundipharma Indonesia.

Bisa dilihat ya, mumpuni sekali semua speakers dalam webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi" tanggal 27 Mei kemarin ini. Apa aja nih yang ilmu baru yang didapat dari webinar tersebut? Baca terus ya sampai selesai. Hehe.

Pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM)

Sehat dan Bersih Saat Menstruasi

Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH. membuka materi webinar ini dengan slide-slide yang bergizi tinggi. Beliau memaparkan tentang proses fisiologis yang dialami perempuan pada saat terjadi menstruasi, menyampaikan bahwa

Menstruasi adalah kondisi normal yang terjadi pada seorang perempuan, di mana keluar darah selama beberapa hari (3-7 hari) dari organ intim dan terjadi setiap bulan dengan siklus setiap 28 atau 21-35 hari.

Pada saat menstruasi, resiko seseorang terinfeksi atau terkena penyakit di area kewanitaan meningkat. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah bakteri buruk di vagina. Oleh karenanya, Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) ini penting sekali untuk diterapkan.

MKM ini sendiri merupakan pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat perempuan mengalami menstruasi. Di mana, perempuan harus menggunakan pembalut yang bersih juga mengganti pembalut sesering mungkin selama periode menstruasi.

Tidak hanya itu, memiliki akses untuk pembuangan pembalut, dapat mengakses toilet, sabun, dan air untuk membersihkan diri dalam kondisi nyaman dengan privasi yang terjaga juga termasuk bagian dari MKM.

Dampak yang dapat terjadi bila MKM ini tidak diterapkan dengan baik adalah timbulnya berbagai penyakit di daerah kewanitaan seperti infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih, infeksi jamur dan peningkatan resiko kanker serviks.

Selain itu, penerapan MKM yang tidak optimal dapat menyebabkan seorang perempuan mengalami berbagai keluhan di sekitar area kewanitaan seperti keputihan, iritasi pada area kewanitaan, terjadinya gatal di sekitar area kewanitaan serta bau tidak sedap di area kewanitaan.

Lalu, bagaimana cara menerapkan MKM dengan baik?

Source : webinar "Sehat dan Bersih Saat Menstruasi"

Adapun beberapa cara yang dapat kita terapkan untuk menjaga kebersihan selama masa menstruasi adalah dengan membersihkan pembalut bekas pakai dan membuangnya ke tempat sampah setelah dibungkus dengan plastik terlebih dahulu. Apabila teman-teman menggunakan pembalut cuci ulang, maka cuci bersih pembalut tersebut setelah digunakan.

Hal penting lainnya adalah mengganti pembalut setiap 4-5 jam sekali, meskipun dalam kurun waktu tersebut darah yang keluar masih sedikit, GANTI AJA YAA... Hehe, jangan malas pokoknya biar nggak ada kuman-kuman jahat yang bersarang di area kewanitaan kita. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti pembalut.

Terakhir tapi penting juga untuk dilakukan adalah rajin mandi minimal 2 kali sehari agar tubuh selalu terjaga kebersihan dan kesegarannya. Mudah kan melakukan MKM?

Yuk, rajin terapkan MKM :)

Oiya, banyak berita yang beredar seputar menstruasi nih. Misalnya saja, minum es membuat darah haid menjadi tidak lancar. Atau menggunakan pembalut bisa membuat seseorang terserang kanker serviks. Semuanya mitos ya, teman-teman.

Prof. Dwiana menyampaikan bahwa pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan kita rutin mengganti pembalut dan menerapkan MKM dengan baik. Selain itu, dapat dicegah juga dengan vaksinasi HPV dan rutin IVA atau papsmear.

Peran Ibu Dalam Mengedukasi Tentang Menstruasi


Sekarang udah tahun 2021, udah nggak jaman lagi ya, Bun, ngomongin menstruasi kayak ngomongin aib yang harus bisik-bisik sampai kalau bisa sih nggak usah dibahas-bahas. Hoho...

Berbicara tentang menstruasi pada remaja perempuan itu penting sekali ternyata, Bunda. Bu Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psikolog memberikan penjelasan yang lengkap mengenai hal ini. Ibu yang memiliki anak perempuan mengemban amanah untuk memberikan edukasi pada anak perempuannya tentang sehat dan bersih saat menstruasi.

Di tahun 2020, UNICEF menyebutkan bahwa di Indonesia 1 dari 4 anak tidak pernah menerima informasi tentang menstruasi sebelum mereka mengalami menstruasi untuk pertama kalinya.

Hal ini disebabkan karena masih banyak orang yang menganggap pembicaraan seputar menstruasi itu adalah hal yang tabu. Kemudian, ibunya juga bingung harus menjelaskan dari mana atau kurang pengetahuan serta pengalaman untuk berbicara soal menstruasi.

Penyebab diatas, menyebabkan permasalahan lain yaitu anak perempuannya jadi ragu untuk bertanya pada ibunya perihal menstruasi. PADAHAL, lebih dari 90% anak perempuan itu percaya pada orang tua dan guru sebagai sumber informasi.


Sayang banget kan, kalau anak sudah berharap kita sebagai orang pertama yang menjelaskan hal penting ini pada mereka, tapi kita sendiri bingung seperti apa harus menjelaskannya?

Gambar di bawah ini bisa menjelaskan bagaimana pembicaraan mengenai menstruasi dapat dilakukan :

Sumber : Pemaparan Anna SurtiAriani, S.Psi., M.Si., Psikolog

Bu Anna juga memberi tips nih, tentang bicara menstruasi pada anak-anak. Simak yuk, 7 tips bicara menstruasi berikut ini :

1. Ibu Adalah yang Paling Diharapkan

Oleh karenanya, ibu harus membekali pengetahuan dan pemahaman tentang menstruasi. Sehingga, ibu bisa mengkomunikasikannya dengan anak-anak.

Jika ibu sudah tahu informasi penting terkait menstruasi termasuk fakta dan mitos tentang menstruasi, kebayang kan anak-anak pasti lebih tenang dan senang mendapatkan penjelasan dari bundanya.

2. Bicara Menstruasi Tidak Tabu

Zaman sekarang, pembicaraan mengenai pendidikan seksualitas termasuk saat anak-anak memasuki masa akil baligh harusnya bukan menjadi sesuatu yang tabu lagi.

Pembicaraan tentang menstruasi penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan generasi penerus bangsa.

3. Lakukan Berulang Kali

Ibu bisa menjelaskan hal-hal terkait menstruasi sejak sebelum anak-anak memasuki masa pubertas. Jelaskan dengan perlahan dan bertahap sesuai dengan usia anak. Sehingga, diharapkan anak akan mendapatkan pemahaman yang utuh saat mereka mengalami masa pubertasnya.

4. Bersikap Positif

Isu tentang pubertas ini termasuk ke dalam topik yang sensitif loh, Bun. Sehingga, Ibu harus tetap membangun positive vibe saat menjelaskan pada anak-anak.

5. Banyak Bertanya dan Berdiskusi

Daripada sibuk menceramahi dan menguliahi anak-anak dengan segudang materi mengenai menstruasi, Ibu dapat mengajak anak untuk aktif berdiskusi. Bisa juga dengan berbagi pengalaman Ibu semasa remaja dan menghadapi periode menstruasi untuk pertama kalinya.

Gimana kalau anak bertanya dan kita nggak tahu jawabannya? Ya dicari tahu dulu, kemudian beritahu anak informasi yang kita dapatkan setelah mendapatkan sumber yang valid.

6. Jelaskan Secara Kongkrit

Bisa menggunakan buku bacaan atau gambar.

7. Jelaskan Juga Pada Anak Laki-Laki

Menstruasi ini adalah hal yang normal yang terjadi pada perempuan. Jadi, anak laki-laki juga perlu pemahaman tentang menstruasi pada perempuan.

Tujuannya agar anak laki-laki dapat lebih menghargai dan memahami perempuan. Misalnya, saat ibunya atau teman perempuannya merasa sakit perut saat periode menstruasi, anak laki-laki dapat lebih berempati dan memberikan bantuan sederhana seperti mengambilkan minum.

Pengalaman nih, sewaktu SMA dulu aku pernah mengalami kebocoran yang cukup parah saat menstruasi di sekolah. Seorang teman laki-lakiku kemudian melepaskan jaketnya dan menutupi bagian belakang rokku dan mengantarkan aku pulang ke rumah untuk berganti.

Indahnya dunia jika semua orang saling membantu dan memahami ya.

Manfaat jika Ibu memberikan edukasi mengenai menstruasi pada anak perempuan adalah kesehatan reporoduksi anak remaja menjadi lebih baik, anak jadi paham kalau berhubungan seksual di luar nikah itu beresiko, mengurangi risiko masalah kesehatan mental terkait seksualitas dan bonding antara ibu dan anak menjadi lebih baik.

Program Pemerintah Dalam Manajemen Kebersihan Menstruasi

Guna meningkatkan kesadaran akan pemahaman MKM, pemerintah juga mengambil peran penting dengan menggalakan berbagai program yang dapat medukung masyarakat agar lebih banyak perempuan yang menerapkan MKM dengan baik.

Beberapa program pemerintah yang terkait dengan manajemen kebersihan menstruasi adalah :

Sumber : Pemaparan dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid


1. UKS

Usaha Kesehatan Sekolah merupakan kolaborasi sekolah dengan puskesmas dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat atau kemampuan hidup sehat bagi warga sekolah.
 

2. Posyandu Remaja

Merupakan sebuah pos kesehatan remaja yang memfasilitasi dalam memahami seluk beluk remaja selama masa puber.

3. Aku Bangga Aku Tahu

Penyuluhan rutin mengenai kesehatan reproduksi dan seputar penyakit infeksi menular seksual. 

4. Vaksinasi HPV

Menjadi salah satu pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah dengan sasaran anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko Kanker Serviks.

Gunakan Produk yang Tepat Untuk Membersihkan Area Kewanitaan

Menurut Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH yang disampaikan di awal, kita tidak bisa sembarangan menggunakan sabun mandi untuk membersihkan area kewanitaan. Pasalnya, ternyata ada banyak flora normal yang bisa mati apabila kita menggunakan sabun mandi untuk area kewanitaan.

Perempuan harus cerdas memilih produk untuk membersihkan sekaligus menjaga kesehatan area kewanitaannya. Sebab, PH di area kewanitaan yang cenderung asam (3.5 - 4.5) harus selalu terjaga keseimbangannya. Ini dapat dilakukan dengan memilih produk yang spesifik untuk area kewanitaan seperti Betadine.

Rangkaian Produk Betadine Khusus Untuk Area Kewanitaan

Betadine adalah produk yang sudah dipercaya lebih dari 50 tahun di seluruh dunia untuk mencegah dan mengobati infeksi. Betadine Feminine Care merupakan rangkaian lengkap untuk mendukung kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, mulai dari sehari–hari, menstruasi dan juga infeksi area kewanitaan.

Untuk sehari–hari, Betadine Feminine Wash dilengkapi dengan prebiotik yang merupakan makanan dari bakteri baik dan memberikan perlindungan alami sehari–hari.

Betadine  Feminine Hygiene, dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi dengan kandungan Povidone–Iodinenya yang memiliki spektrum luas dan terbukti mengatasi keputihan berlebih di area kewanitaan, gatal di sekitar area kewanitaan, bau tak sedap pada area kewanitaan dan iritasi ringan yang kerap terjadi saat menstruasi.

Produk-produk Betadine khusus untuk area kewanitaan ini mudah kok untuk didapatkan. Teman-teman bisa membelinya di offline store maupun online store seperti di Shopee atau di Tokopedia.

Jadi, jangan lagi membersihkan area kewanitaan menggunakan sembarang sabun, ya.

Penutup

Manajemen kebersihan menstruasi, harus dipahami bukan hanya oleh wanita dewasa tapi juga anak remaja perempuan. Tujuannya adalah agar para wanita dapat menjaga kesehatan reproduksinya dengan baik.

Ibu sebagai orang terdekat dari anak perempuan, menjadi edukator utama mengenai manajemen menstruasi. Bukan hanya anak perempuan saja yang berhak mendapatkan pengetahuan mengenai menstruasi, melainkan anak laki-laki pun sama.

Apabila masyarakat masih butuh penjelasan dan pemahaman lebih dalam mengenai manajemen menstruasi, hendaklah bertanya pada tenaga kesehatan atau profesional untuk menghindari informasi yang tidak tepat.

Sukabumi, 1 Juni 2021

Posting Komentar

47 Komentar

  1. wow, anakku laki-laki nih. Jadi aku tetap harus edukasi dia supaya punya empati pada ibunya dan wanita yang lain. bener banget nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong, anakku juga laki-laki dan mulai membiasakan untuk menormalkan kata-kata seperti haid atau menstruasi agar dia terbiasa dan menormalkan juga hal tersebut. Hehe..

      Hapus
    2. bener bangeettt...menormalkan istilah ini supaya nggak kaget dan nggak menganggapnya aneh.

      Hapus
  2. Iyaa betul emang edukasi ini juga perlu diketahui sama anak laki2 yaa.. #timanakcowok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tim anak cowok juga perlu memberi pemahaman tentang menstruasi ya, sis..

      Hapus
  3. Alhamdulillah..dapet pengetahuan ttg kebersihan saat haid..organ kewanitaan jd sehat. Dan aku punya anak cewe..yg nantinya bakalan aku edukasi dg baik saat udh haid diusia nya. Ga khawatir lg untk selalu jaga organ intim tetep sehat bersih wangi 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat, Bunda. Pasti anak-anak juga lebih nyaman kalau dibekali pengetahuan dari mamanya langsung..

      Hapus
  4. Setuju banget, kita emg hrus edukasi anak kita pelan2, jangan sampe dia blank pas dapet menstuasi pertamanya apalagi sampe diem2 karena malu dpt mens pertama. Jaman dulu tuh mitosny, kalo dpt mens, gak blh blg2 ke ortu, mereka malah ngumpet2, boro2 mau jaga kebersihan dll kan. Untung mama jaman skrg udh rajin2 baca blog gni ya, jdi gk cuek2 amat sama mslh pubertas anaknya kyk org tua jaman dlu. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih ya jaman dulu, kenapa juga menstruasi dianggap tabu dan memalukan? Padahal ya semua wanita mengalaminya..

      Hapus
  5. Wah keren bgt! Pembahasan kayak gini emang penting bgt diajarkan sejak dini, supaya perempuan juga lebih tahu dan laki2 bisa lebih menghargai. Sedih ternyata masi banyak ya anak2 perempuan yg kurang edukasi tentang menstruasi.. semoga ke depannya para orang tua bisa lebih terbuka pikirannya, gak dikit2 dibilang tabu 😋

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sekarang akses untuk dapat informasi lebih gampang, jadi kalo ibu2 yang kepo sih bisa dapet ilmu darimana aja ya buat membuka pikiran dan wawasan..

      Hapus
  6. Iya, nih. Bingung harus menjelaskan dari mana kepada anak perempuanku. Eh, ada penjelasannya di sini. Terima kasih informasinya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba, semoga bermanfaat utk kita semua..

      Hapus
  7. Ibulah yang memang berperan penting dalam mengedukasikan tentang menstruasi kepada anak perempuannya jangan sampai bertanya kepada temannya atau lewat internet ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huhu, kasian anaknya kalo gitu. Takut dapet informasi yg salah dan percaya sama mitos2 seputar menstruasi..

      Hapus
  8. Laily Fitriani6 Juni 2021 17.12

    Alhamdulillah bisa ikutan webinar ini ya Mbak? Bertabur ilmu banget. sehingga saya tahu bagaimana pentingnya MKM ini. Nah, giliran kita untuk mengedukasi para ananda kita yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, semoga ilmunya nggak terputus sampai di kita aja. Makin banyak yg teredukasi juga..

      Hapus
  9. Laily Fitriani6 Juni 2021 17.19

    Beneran penting banget persoalan menstruasi ini, dan ibu sangat berperan untuk mengedukasi para anandanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kita sebagai perempuan dan ibu2 harus paham ya mbak supaya luwes ngasih penjelasan ke anak..

      Hapus
  10. sebagai perempuan wajib mengetahui manajemen kebersihan menstruasi dan menularkannya kepada anak perempuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, setuju banget mbak Fu. Supaya makin banyak anak remaja perempuan yang sadar pentingnya MKM ini..

      Hapus
  11. manajemen kebersihan menstruasi penting banget buat anak perempuan agar ia siap ketika akan menstruasi pertamanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, supaya nggak shock dan sudah paham apa yang harus dilakukan saat menarke..

      Hapus
  12. jadi lebih tahu nih tentang menstruasi lbh dalam lagi, dan ternyata penting banget buat diketahui sejak dini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak. Webinarnya mengandung banyak informasi yang bermanfaat ya..

      Hapus
  13. Menjadi perempuan adalah anugrah ya kudu smart menjaaga kebersihan diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, abis ikut webinar ini jadi makin sadar pentingnya mkm..

      Hapus
  14. Jangan males buat ganti pembalut minimal 4 jam sekali. Cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut. Jangan males juga untuk mandi. Self reminder benget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, biar tetep bersih, sehat dan wangi terus seharian meskipun lagi haid. Hehe..

      Hapus
  15. Happy Menstrual Hygiene day kak, seneng banget kemarin webinar sharing soal kebersihan kala menstruasi, bener2 nambah pengetahuan bekal jadi Ibu nanti. Benar2 webinar yang berisi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, mbak. Iya, bagus sekali materi webinarnya..

      Hapus
  16. Jadi tau kalau harus menggantikan pembalut 4 jam sekali biasanya saya ganti kalo dah penuh aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ouch, berarti next month harus lebih rajin ganti mbak 😄

      Hapus
  17. Peer besar bgt. Anakku cewe dan cowo. Gara2 acara ini benar2 tercerahkan bahwa aku juga harus mengedukasi anak cowoku soal menstruasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah lengkap ya mba. Kasi edukasinya juga pendekatannya juga beda ya cewek ama anak cowok. Semangat mbak!

      Hapus
  18. Kalau habis BAK nggak ganti pembalut, rasanya emang risih. Kayak kita udah ngebersihin area kewanitaan, eh kok setelahnya area tersebut bersentuhan dengan kondisi yang lembab dan kotor.

    BalasHapus
  19. Seneng sekali ya mba bisa ikut hadir di Zoominar ini, selain banyak ilmu yg didapatkan, kitapun jadi semakin tahu tentang pentingnya edukasi masalah Menstruasi.

    BalasHapus
  20. Ibu memang punya peranan penting ya mba dalam memberikan edukasi tentang menstruasi

    BalasHapus
  21. Jujur pertama kali tahu judul webinarnya hmm kaget, temanya menarik dan menantang tapi justru mengedukasi sekali, dan bahkan ada momen dimana aku berkata, oh ternyata gitu ya. Thanks for sharing

    BalasHapus
  22. Emang edukasi seputar menstruasi dan seputar area kewanitaan ini penting banget buat semua perempuan. Seneng deh makin banyak yang sadar dan mau belajar hal seputar MKM

    BalasHapus
  23. salut ya, ternyata Betadine sangat berperan dalam membantu perempuan menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaannya
    produknya lengkap banget

    BalasHapus
  24. Alhamdulillah kemarin aku juga ikut webinar ini kak
    Keren banget narasumbernya. Ilmunya yang didapat banyak banget

    BalasHapus
  25. Kupikir anak perempuan aja yang wajib tahu tentang menstruasi ini, anak laki juga harus tahu ternyata.

    Supaya mereka lebih aware waktu ketemu temen cewenya yang lagi mens, bukannya ngebully

    BalasHapus
  26. Jujur lho mbak, aku baru tau tiap tanggal 28 Mei diperingati sebagai menstrual hygiene day setelah ikutan webinar ini. Dan ternyata tanggal tersebut udah diperingati sejak 2014 ya? Waduh kemana aja akuuu

    BalasHapus
  27. Anak laki2 jg wajib tau ya soal menstruasi, biar bisa saling menghargai klo pas permpuan lg mens

    BalasHapus
  28. Jadi diingatkan lagi tentang pentingnya menjaga kebersihan miss v saat menstruasi ya ka. Selama ini sempt dilema juga saat ingin memakai sabun khusus miss v. Alhamdlillaah sekrang tercerahkan.

    BalasHapus
  29. Kwerennya program pemerintah terkait MKM ya mb, btw itu kalau mau ikut program nya lgsg ke puskesmas terdekat kah?

    BalasHapus