False Celebration

bunda-cekatan-ibu-profesional

Assalammualaikum, Bunda Cekatan!

Memasuki pekan ke-5 jurnal kelas Bunda Cekatan, tahap Kupu-kupu di Institut Ibu Profesional. Alhamdulillah, satu pekan berhasil dilalui kembali dengan penuh refleksi. Di pekan kali ini, kami sebagai mentee membuat 'False Celebration' untuk mengakui kesalahan-kesalahan yang kami lakukan selama menjalankan sesi mentorship di tahap kupu-kupu ini.

Saya, bersama mentor saya, Mbak Puput sudah bertatap muka melalui video call bersama dengan rekan mentee saya yang lain yaitu Mbak Echa. Sebagai mentor pun, saya sudah bertatap muka dengan Mbak Amel dan Mbak Reni selaku mentee saya.


Insight apa saja yang saya dapatkan dari sesi pekan ini?

'False Celebration' with Mentor

Untuk pertama kalinya, saya bertemu dengan Mak Echa, teman dari IP Jakarta yang juga memilih Mbak Puput sebagai mentornya.

Senang sekali rasanya bisa meet up bertiga, lebih ramai dan hidup suasananya, saya juga banyak belajar dari apa yang Mbak Echa lakukan dan masukan yang diberikan oleh Mbak Puput untuk Mbak Echa.

Pengakuan dosa yang saya buat ketika bertemu mentor beberapa hari lalu ada beberapa hal :

Pertama, saya tidak benar-benar meletakkan BunCek sebagai prioritas utama. Masih banyak hal yang saya lakukan dan prioritaskan di luar kelas Bunda Cekatan yang akhirnya menempatkan project BunCek ini di urutan sekian dari skala prioritas.

Kedua, saya belum benar-benar menerapkan jadwal untuk menjalankan project BunCek dengan disiplin. Di awal saya membuat episode podcast untuk project BunCek ini, saya berusaha untuk disiplin membagi jadwal di mana satu hari untuk membuat script, satu hari untuk rekaman dan satu hari lain untuk mengedit dan mempublikasikan.

Akan tetapi, minggu berikutnya saya tidak bisa menjalankan jadwal tersebut karena lebih mementingkan hal lain yakni pekerjaan dan persiapan untuk pergi keluar kota. Sehingga saya mengerjakan podcast dengan terburu-buru, mulai dari membuat script hingga mempublish-nya.

Di minggu ini, malah sepertinya tidak akan ada episode baru yang tayang. Heuheu. Sebab, saya kembali memprioritaskan hal lain yakni keluarga, di mana ibu saya sedang berada di rumah dan pekerjaan saya sebagai blogger dan content writer.


Ketiga, saya masih belum percaya diri untuk mempublikasikan podcast terbaru saya ini ke banyak orang. Saya hanya memperdengarkannya pada Mbak Puput selaku mentor saya dan Mbak Reni serta Mbak Amel selaku mentee saya.

Mbak Puput pun memberikan banyak masukan untuk perkembangan podcast saya dan teknik-teknik public speaking untuk membuat intonasi saya saat rekaman podcast lebih baik lagi. Selain itu, Mbak Puput pun tidak menyalahkan saya ketika saya belum bisa menempatkan BunCek sebagai prioritas utama.

Yang terpenting adalah saya berusaha untuk menjalankan pembelajaran saya di kelas Bunda Cekatan ini dengan sebaik mungkin dan tetap bahagia.

'False Celebration' Mentee

Berikutnya, saya juga sudah bertemu secara daring bersama kedua mentee saya yakni Mbak Reni dan Mbak Amel. Keduanya bercerita mengenai 'false celebration'nya masing-masing.

Saya sebagai mentor mereka berdua sebenarnya sudah cukup senang melihat perkembangan dan keinginan belajar yang besar dari Mbak Reni maupun Mbak Amel. Masukkan yang saya berikan selalu diusahakan untuk dapat diaplikasikan baik dalam teknik menulis maupun settingan blog masing-masing.


Mbak Reni dan Mbak Amel penasaran bagaimana caranya menghasilkan uang dari blog, akhirnya saya pun sharing sedikit mengenai sumber pemasukkan yang biasa diterima oleh blogger. Catatan saya untuk mereka berdua adalah agar lebih konsisten lagi dalam membuat tulisan di blog, tidak perlu malu untuk mulai menulis dan membranding dirinya sebagai blogger.

Sekian dulu jurnal saya pekan ini, semoga pekan depan perjalanan saya di kelas Bunda Cekatan bisa lebih baik dan semangat lagi.

Posting Komentar

0 Komentar