Stimulasi Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Art and Craft

stimulasi kreativitas melalui art and craft


Mamah, Dipta mau lukis dong...

Krayon, Cat air, kuas serta kertas menjadi peralatan yang harus ada di rumah kami. Sejak usia sekitar 21 bulan, anak saya sudah menunjukkan ketertarikan dalam bidang art and craft. Ada masa di mana setiap hari kegiatannya mencorat coret kertas menggunakan peralatan menggambarnya seperti krayon, spidol atau cat air.

Dalam metode Montessori, area seni (art and craft) dipercaya sebagai area tempat penemu-penemu kecil tercipta. Selain kreativitas, area ini mendukung berbagai perkembangan pada anak-anak seperti kemampuan kognitif, meningkatnya rasa percaya diri dan perkembangan fine motor skill.


Sempat vakum beberapa waktu dari kegiatan art and craft karena tertarik dengan kegiatan lain, belakangan anak saya mulai berpaling kembali ke kegiatan yang berkaitan dengan seni terutama menggambar, melukis dan membuat prakarya untuk mengisi waktunya di rumah.

'Hidden Victim' Selama Pandemi Covid-19

Di balik wajahnya yang tampak selalu ceria dan senantiasa menebarkan kegembiraan bagi sekelilingnya, ternyata anak-anak merupakan hidden victim selama masa pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia.

Berbagai aturan yang diterapkan oleh pemerintah seperti menjaga jarak hingga diberlakukannya school from home, membuat anak-anak bisa merasa tertekan dan terkekang sebab kebutuhannya untuk bergerak bebas di luar rumah dan berinteraksi dengan teman-temannya sangat besar.

stimulasi kreativitas dengan art and craft selama pandemi


Di samping itu, orang tua yang juga sibuk bekerja meskipun sama-sama dari rumah dapat membuat anak merasa kesepian dan mengalami beberapa gangguan psikologis.

Hal ini sejalan dengan apa yang diteliti oleh Soetikno, Verauli dan Tirta (2020) bahwa terdapat peningkatan masalah perilaku dan emosi yang muncul pada anak akibat paparan stress di masa pandemi Covid-19.

Pada webinar parenting bertajuk "Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital" yang diadakan oleh Faber-Castell pada 25 September 2021 lalu, Yohana Theresia, M.Psi, Psikolog dari Yayasan Heart of People.id menyampaikan bahwa masalah yang muncul pada anak-anak yang terdampak stress selama masa pandemi antara lain withdrawal, somatic, anxiety, depresi, problem sosial, masalah berpikir dan atensi serta agresi.

art and craft faber castell
e-flyer Webinar Parenting "Soft Skill Apa yang Diperlukan di Abad Digital?"

Oleh sebabnya, penting sekali bagi orang tua untuk memperhatikan elemen penting yang membuat anak-anak tidak terpapar terlalu banyak stress selama pandemi.

Gadget Sebagai Win-Win Solution?

Pernah nggak sih, teman-teman merasa bingung saat memikirkan harus bermain apalagi sama anak-anak? Saya sering, loh! Haha. Harus diakui, kadang saat saya kelelahan dan menyerah menemaninya bermain, gadget adalah alternatif untuk menyelamatkan situasi.

Terutama di masa pandemi begini, mau mau ngajak main di luar rumah cemas, di dalam rumah terus bosan. Akhirnya Mama rebahan, anak nonton bentar deh!

Meskipun demikian, saya sadar bahwa gadget memiliki dampak negatif bagi perkembangan anak. Apalagi, anak saya masih termasuk kategori anak usia dini yang semestinya membutuhkan lebih  banyak aktivitas gerak.

Saya menjaga betul agar anak saya tidak terlalu banyak mendapat paparan dari gadget. Akan menjadi hal serius ketika masalah kesehatan fisik seperti mata lelah dan nyeri pada bagian leher muncul pada anak saya. Tentu saja saya nggak mau hal tersebut terjadi.

gadget for children
Apakah gadget merupakan sebuah solusi?

Efek negatif lain yang dapat timbul dari penggunaan gadget yang berlebihan pada anak adalah speech delay hingga masalah atensi dan konsentrasi yang muncul 5 hingga 10 tahun kemudian.


Lebih jauh lagi, Yohana Theresia, M.Psi menyebutkan bahwa penggunaan gadget yang tidak bijaksana dapat menyebabkan anak mengalami masalah pada executive functionnya. Executive function ini sendiri berkaitan dengan kemampuan anak untuk membuat perencanaan, pengambilan keputusan hingga kemampuan untuk mengingat suatu hal.

Jika masalah atensi dan konsentrasi serta masalah pada executive function akan muncul di kemudian hari, lain halnya dengan masalah jangka pendek yang dapat timbul dari penggunaan gadget yang berlebihan. Masalah tersebut adalah anak menjadi kecanduan gadget hingga tantrum saat ia harus berhenti menggunakan gadget.

Udah sering banget deh contoh kasus di mana anak-anak ngamuk dan tantrum hebat jika orang tua memberhentikan atau tidak memberikan gadgetnya lagi. Di samping itu, kualitas bonding dengan orang tua bisa menjadi kurang baik.

Oleh sebabnya, saya benar-benar memberikan aturan yang ketat dalam pemberian gadget ini pada anak saya. Jangan sampai saya menyesal di kemudian hari karena kelalaian saya membiarkan gadget menggantikan peran saya sebagai orang tua dalam membersamai tumbuh kembang anak.

Alhamdulillah-nya, hingga saat ini anak saya masih lebih tertarik untuk melakukan aktivitas fisik maupun kegiatan lain dan tidak mengandalkan gadget.

Pentingnya Stimulasi Kreativitas bagi Anak

Creativity are teachable and can be ingrained in children through activity in everyday life!

Dari pada kita, sebagai orang tua, mengambil jalan pintas dengan memberikan gadget untuk anak sebagai penyelamat situasi, ada baiknya kita sibuk memberikan stimulasi yang tepat untuk mengasah dan mengembangkan kreativitas anak.

Kreativitas memiliki makna yakni kemampuan untuk memproduksi atau mengembangkan suatu karya asli, ide, teknik atau pemikiran.

Terkadang, saat kita melihat orang lain yang mahir di bidang seni dan kita menilai orang tersebut merupakan orang yang kreatif. Tidak salah memang, tapi ternyata orang-orang yang kreatif ini tidak hanya mereka yang berkecimpung di bidang seni.

Orang-orang yang memaknai masalah dengan cara yang unik, mereka yang berani mengambil resiko, senang menyajikan ide yang fresh dan berbeda serta tahan banting dalam menghadapi berbagai masalah juga termasuk ke dalam karakter orang-orang kreatif.

creative thinking by art and craft

Di zaman serba modern dengan kecepatan pertumbuhan teknologi di dunia saat ini, kemampuan manusia yang tak tergantikan oleh alat apapun adalah ways of creative thinking.

Mungkin sekarang sudah banyak perusahaan yang mempekerjakan robot untuk menggantikan pekerjaan manusia. Digitalisasi berkembang dengan pesat, bahkan mobil pun sudah ada yang autopilot. Orang-orang yang tidak memiliki skill lebih dan cara berpikir yang kreatif tentu akan semakin sulit bersaing mendapatkan pekerjaan di masa depan.

Cara Menstimulasi Kreativitas pada Anak

Kreativitas itu tidak hanya tergantung dari bakat tapi juga proses pembelajaran yang dilakukan sejak dini. Ada banyak cara untuk menstimulasi kreativitas pada diri anak-anak :

Menghargai Proses Belajar

Setiap anak memiliki keunikannya sendiri-sendiri, memiliki cara belajar masing-masing yang tidak apple to apple jika dibandingkan dengan anak lain.

Menghargai proses belajar anak dengan memberikannya waktu untuk menikmati proses belajarnya merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas anak.

Tidak jarang saya menemukan anak saya sengaja melakukan kesalahan pada saat melakukan suatu aktivitas. Misalnya pada saat bermain puzzle, ia sengaja memutar kepingan puzzle sehingga menjadi tidak pas seperti seharusnya.

Jika saya hanya berpatokan pada hasil akhir, maka tentu saya akan langsung membenarkannya pada saat ia melakukan hal tersebut. Akan tetapi, saya melihat bahwa ia sedang melakukan double loop learning, di mana ia mencoba berbagai cara untuk memposisikan kepingan puzzle tersebut secara tepat.

Dengan melakukan hal tersebut, ternyata anak akan belajar sendiri bagaimana posisi puzzle yang benar dan yang salah agar pas untuk ditempatkan tanpa kita beritahu.

Menyediakan Ruang Khusus untuk Anak Bereksplorasi

Sama halnya dengan orang dewasa yang butuh ruang dan waktu untuk bekerja, anak-anak pun demikian. Menyediakan ruang khusus ramah anak akan membuat anak bebas untuk bereksplorasi tanpa takut mendengar larangan dari orang dewasa di sekitarnya.

Dalam buku berjudul The Montessori Toddler yang ditulis oleh Simone Davis, dikatakan bahwa ruangan yang ditata sesuai dengan kebutuhan anak-anak akan membuat mereka lebih nyaman dan percaya diri.

ruang ramah anak
Bebaskan anak berekspresi di areanya

Saya sendiri juga menyediakan spot khusus untuk anak saya bebas bereksplorasi dengan semua barang-barang yang ia miliki. Ia pun sudah paham jika ingin melakukan kegiatan seperti menggambar atau membaca buku, ia akan langsung menuju area tersebut dan mengambil sendiri barang yang sesuai dengan kebutuhannya.

Memberi Kebebasan pada Anak

Anak usia dini perlu diberikan kebebasan untuk mencoba dan bereksplorasi dengan berbagai hal. Selama apa yang ia lakukan tidak merusak atau merugikan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan, maka saya mencoba untuk tidak terlalu banyak melarangnya.

Misalnya saja, saya menghargai pilihannya dalam berpakaian meskipun atasan dan bawahannya nggak matching. Saya menghargai keputusannya ketika ia lebih memilih untuk sarapan dulu lalu mandi kemudian. Apalagi saat ini anak saya sedang dalam fase otonomi yang sangat tinggi, sehingga semua yang ia kerjakan inginnya sesuai dengan keputusan yang ia buat.

Dengan memberlakukan freedom with limitation ini, saya berharap kelak anak saya akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, cepat tanggap dan dapat mengambil keputusan serta memiliki pemikiran yang kreatif.

Menjadi Contoh Nyata "Orang Kreatif"

Monkey see, monkey do. Children see, children do...

Ungkapan di atas pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Anak-anak merupakan peniru ulung dan orang tua harus menjadi panutan yang baik bagi anak-anaknya.

Di masa awal saya menjadi orang tua, ibu saya sudah mewanti-wanti agar berhati-hati dan menjaga sikap dan perilaku di hadapan anak. Tau nggak sih, mulanya saya nggak begitu percaya, apa iya anak saya akan meng-copy-paste apa yang saya katakan dan saya perbuat?

stimulasi kreativitas anak melalui art and craft

Setelah melihat sendiri bagaimana anak saya bisa dengan persis meniru cara saya berbicara, cara saya tertawa bahkan cara saya masuk ke kamar untuk menyendiri ketika sedang marah, baru saya paham apa yang di maksud oleh ibu saya.

Di usia yang masih sangat dini, otak anak akan menyerap apapun yang dilihatnya seperti spons. Sikap dan apa yang ditunjukkan oleh orang terdekatnya tentu akan ia cermati dan terapkan dalam hidupnya. 

Jadi, jika ingin anak-anaknya menjadi anak yang kreatif, yuk bisa yuk kita menjadi contoh bagaimana orang kreatif itu di kehidupan nyata.

Memperkaya Pengetahuan Anak

Lagi-lagi pengalaman pribadi nih, saya yang mulanya nggak percaya kalau anak akan ada masanya suka bertanya hingga ke ujung dunia *lebaaayy, Bund! , akhirnya merasakan juga masa di mana anak saya mengejar saya dengan pertanyaan "Apa?".

"Itu apa?"

"Ini nasi..."

"Nasi apa?"

"Nasi putih..."

"Putih apa?"

"Putih itu nama warna..."

"Warna itu apa?"

Gitu aja terus nggak kelar-kelar. Gemas sekaligus takjub melihat tingkah lakunya dan rasa ingin tau dalam diri anak yang sangat tinggi. Nggak apa-apa selama ini merupakan tahap perkembangan yang insha Allah menjadikannya anak kreatif. Hehe.

Di periode ini, sebagai orang tua tentunya kita harus mengupayakan untuk memberikan bekal pengetahuan yang cukup bagi anak. Anak nanya mulu, ya kita jawab aja terus. Nanti, ketika akhirnya sudah mentok nggak bisa jawab dengan baik dan benar lagi, biasanya saya akan menawarkan untuk mencari tau bersama-sama baik melalui buku atau informasi di internet.

Suportif dan Memberikan Apresiasi

suportif dan mengapresiasi anak untuk menstimulasi kreativitas

Memberikan dukungan dan apresiasi pada anak seolah menjadi mood booster yang membuat anak ingin untuk melakukan suatu kegiatan dengan lebih baik lagi. Sebaliknya, tidak menghargai apa yang ia lakukan dan tidak mendukung apa yang ia sukai membuat anak-anak menjadi down, minder dan mematikan kreativitasnya.

Ragam Kegiatan Art and Craft untuk Menstimulasi Kreativitas Anak

Setelah mengetahui bagaimana cara menstimulasi anak supaya dapat mengembangkan kreativitasnya, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah kegiatan apa saja yang dapat dilakukan bersama anak untuk menstimulasi kreativitasnya?

ragam kegiatan art and craft

Salah satu kegiatan yang menyenangkan dan banyak disukai anak-anak terutama anak usia dini adalah art and craft. Kegiatan ini merupakan aktivitas yang berhubungan dengan seni seperti menggambar, melukis, mewarnai, menggunting, menempel serta ragam aktivitas lain yang menghasilkan sebuah prakarya.

Adapun macam-macam kegiatan art and craft yang dapat dilakukan di rumah bersama si kecil antara lain :

Berkreasi dengan Kertas

Merobek, melipat, menggunting, menempel, membuat kolase dan meremas kertas.

Berkreasi dengan Warna

Melukis dengan kuas, melukis dengan memanfaatkan sisa daun, buah atau sayuran, finger painting, drop/splatter painting, dots painting, bubble painting, spray painting, marble/car wheels painting.

Yang perlu diperhatikan adalah pada saat berkegiatan bersama anak, berikan anak kebebasan untuk berkarya sesuai dengan pemahaman dan interpretasinya. Orang dewasa yang mendampingi anak-anak cukup menyediakan alat dan bahan sesuai usia dan kemampuannya.

Selanjutnya, kita perlu menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung anak untuk berkreasi. Sebaiknya tidak perlu banyak berkomentar ketika anak sedang bekerja menyelesaikan karyanya dan berikan feedback serta apresiasi setelah ia menyelesaikan prakaryanya.

Serunya Berkreasi dengan Faber-Castell Creative Art Series 2

Di suatu hari, saat saya sedang menemani anak menyantap makan siangnya, terdengar kurir memanggil dari depan gerbang dan memanggil dengan suara yang familiar di seluruh penjuru negeri, "Pakeeeet...".

Anak saya adalah yang paling bersemangat menyambut kedatangan barang baru tersebut. Sudah PD berat kalau paket yang datang adalah miliknya. Benar saja, dia kegirangan saat tau paket yang datang adalah Glow in the Dark Clock dari Faber-Castell Creative Art Series 2.

creative art series 2 faber castell
Paket lengkap untuk berkreasi bersama anak

Untuk teman-teman yang belum tau, Faber-Castell Creative Art Series 2 ini merupakan seperangkat alat dan bahan yang dapat digunakan untuk membuat suatu prakarya dengan tema tertentu.

Harsyal Rosidi, selaku Product Supervisor Faber-Castell International Indonesia mengungkapkan bahwa produk Creative Art Series ke-2 ini merupakan kelanjutan dari produk Creative Art Series pertama yang diluncurkan tahun 2020 lalu.

Pengembangan produk ini didasarkan oleh kebutuhan anak-anak untuk bereksplorasi dan mengusir rasa jenuh selama pandemi. Tentunya, dengan melakukan aktivitas berkreasi bersama anak-anak, harapannya adalah bonding antara orang tua dan anak menjadi semakin baik dan orang tua tidak selalu mengandalkan gadget untuk memberi hiburan bagi anak-anaknya.

Mengapa Harus Faber-Castell Creative Art Series 2?

Saya setuju dengan pendapat Yohana Theresia, M.Psi pada webinar parenting "Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital" mengenai keunggulan dari produk Faber-Castell Creative Art Series 2 ini.

Menurut saya, produk ini merupakan paket komplit untuk melakukan aktivitas art and craft bersama anak-anak di rumah. Satu kit Faber-Castell Creative Art Series 2 berisi alat dan bahan lengkap dengan petunjuk pembuatan prakarya sesuai dengan tema yang kita pilih.

faber castell creative art series 2
Macam-macam produk Faber-Castell Creative Art Series 2

Lebih dalam lagi, Faber-Castell Creative Art Series 2 memiliki keunggulan dan manfaat sebagai berikut :

Kegiatan Baru di Masa Pandemi

Selama pandemi, anak-anak kerap merasa jenuh dengan rutinitas di dalam rumah yang terus menerus berulang. Kalau orang tuanya kreatif dan rajin untuk menyiapkan jadwal aktivitas bersama anak mungkin anak tidak akan sering merasa bosan, tapi bagaimana dengan anak-anak yang memiliki orang tua super sibuk?

Faber-Castell Creative Art Series 2 bisa menjadi alternatif  kegiatan baru di masa pandemi. Orang tua tidak perlu menyiapkan dan membeli berbagai alat dan bahan karena sudah tersedia lengkap dalam satu kit Faber-Castell Creative Art Series 2.

Produk-produknya pun terdiri dari macam-macam tema yang menarik dan tentunya akan menghasilkan karya yang artistik, contohnya seperti Glow In the Dark Clock, Basketball Arcade, Air Jet Sport Car dan masih banyak lainnya.

Melatih Kemampuan Motorik Halus

Menggunakan kuas, mewarnai dan merangkai akan melatih kemampuan motorik halus anak. Hal ini dapat dilakukan salah satunya adalah dengan berkegiatan menggunakan Faber-Castell Creative Art Series 2.

Kegiatan semacam ini juga akan melatih anak untuk meningkatkan rentang konsentrasinya. Semakin anak-anak tertarik dengan kegiatannya maka semakin lama pula ia akan berkonsentrasi melakukan kegiatan tersebut.

Mengasah Kreativitas

Tentu saja kegiatan yang berkaitan dengan art and craft mengasah kreativitas anak-anak. Meskipun di dalam produk Faber-Castell Creative Art Series 2 disediakan petunjuk pembuatan prakarya, Ayah dan Ibu boleh membebaskan anak-anak untuk menghias sesuai dengan imajinasi mereka.

Meningkatkan Self-Esteem dan Percaya Diri Anak

Saat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan art and craft, ada baiknya orang tua memberikan anak kebebasan untuk berkreasi dan menginterpretasikan pemahaman mereka. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan self-esteem serta rasa percaya diri anak.

Selain itu, hal yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anak adalah dengan memberikan apresiasi terhadap hasil karya mereka seperti apapun wujudnya.

Meningkatkan Bonding Orang Tua dengan Anak

Ini merupakan salah satu tujuan utama dari peluncuran produk Faber-Castell Creative Art Series 2. Produk ini seolah menjadi win-win solution bagi orang tua agar bisa berkegiatan bersama anak dengan menyenangkan tanpa mengandalkan gadget.

Media Mengekspresikan Emosi

Anak-anak terutama anak usia dini masih membutuhkan arahan dan wadah untuk menyalurkan beragam emosi yang mereka rasakan. Salah satu cara positif untuk mengekspresikan emosi adalah melalui seni.

Faber-Castell Creative Art Series 2 merupakan media yang cocok bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka melalui karya-karya yang kreatif dan imajinatif.


Pengalaman Mengikuti Workshop Faber-Castell Creative Art Series 2

Selain mengikuti webinar parenting, di tanggal 25 September 2021 lalu saya juga mengikuti workshop membuat Glow in the Dark Clock, salah satu produk dari Faber-Castell Creative Art Series 2.

Agenda ini dipandu oleh Kak Rizal Tri Susanto yang sudah sangat berpengalaman dalam memandu workshop Faber-Castell. Selain saya, suami dan anak saya pun stand by untuk bersama-sama bahu membahu membuat prakarya jam dinding tersebut.

workshop faber castell
Dokumentasi saat workshop berlangsung

Step by step pengerjaan dijelaskan secara detail oleh Kak Rizal dan membuat kegiatan ini tidak menemukan kesulitan yang berarti. Anak saya senang sekali ketika dimintai tolong untuk mencampurkan cat akrilik dengan bubuk gliter glow in the dark. Selanjutnya, ia pula yang mengambil alih kuas ketika sudah waktunya untuk membubuhkan campuran tersebut ke atas papan bundar.

creative art series 2 faber castell
Keseruan saat membuat "Glow in the Dark Clock"

Suami saya mengambil peran untuk melepaskan dan mengurutkan potongan gambar, saya memberikan lem dan menempelkannya di papan bundar setelah cat akrilik kering. Terakhir, suami saya deh yang melakukan finishing dengan memasang jarum jam serta baterai jam.

Senang sekali hasil karya kami bertiga akhirnya selesai dan langsung dipasang di kamar tidur.

Rekomendasi

Produk Faber-Castell Creative Art Series 2 ini recommended dan cocok banget buat teman-teman yang nggak mau repot menyiapkan alat dan bahan untuk beraktivitas bersama anak tapi tetap ingin memberikan stimulasi bagi kreativitas anak melalui kegiatan art and craft.

Harga dari produk ini beragam ya, teman-teman. Pastinya masih terjangkau dan nggak yang sampai bikin kantong jebol. Hehe. Produknya sendiri bisa didapatkan di marketplace seperti Shopee maupun Tokopedia.

Sekian dulu tulisanku mengenai apa yang aku ketahui tentang stimulasi kreativitas anak melalui kegiatan art and craft serta pengalamanku membersamai anakku melakukan aktivitas yang berhubungan dengan art and craft.

Semoga bermanfaat ya.

Sukabumi, 25 Oktober 2021

Posting Komentar

27 Komentar

  1. Terimakasih tulisan bikin menginspirasi deh cocok buat anak butuh mainan tanpa bersentuhan dengan gadget

    BalasHapus
  2. wah, ada faber castel creative art.. cucok banget nih buat anakku yang lagi hobi melukis menggambar.. lumayan bisa buat kegiatan anak supaya gak terpapar gadget berlebihan ya mba

    BalasHapus
  3. Kayaknya harus coba beli nih, anak anak ku di rumah kadang sampek gabut bingung mau mainin apa lagi

    BalasHapus
  4. produk faber castell emang recommended secara kualitas juga emang juara di bidang stationery akupun juga selalu pilih faber castell buat ATK di kantor

    BalasHapus
  5. Keren banget ya Faber Castell menghadirkan kit yang bermanfaat banget untuk anak. Jadi anak ada kegiatan dan gak selalu main gadget

    BalasHapus
  6. Seru banget ya bisa bikin karya bareng sama anak. Produk Faber-Castell emang bagus banget rekomended deh

    BalasHapus
  7. Wahh, ku baru tau ada produk yg ini. Daripada si kecil nyoret-nyoret tembok, mending disediain media dia buat nyalurin ekspresinya

    BalasHapus
  8. Kereeeennnn tulisannya menginspirasi para ibu muda yg minim pengalaman kek aku

    BalasHapus
  9. Aktivitas paling mudah memang berkreasi dengan warna sama anak2 ya. Biasanya ujung-ujungnya cat akan berlumuran di mana2 wkwk

    BalasHapus
  10. makasih sharingnya mom masyallah membantu banget buat aku yg punya balita di masa kritis lagi banyak nanya banyak ngomong ampun oadang suka pusing sendiri jawabnya

    BalasHapus
  11. Faber Castell mah bagus dari dulu. Kyk udah terpatri gitu di pikiran, kalo mau beliin alat2 mewarnai utk anak ya belinya Faber Castell

    BalasHapus
  12. Parents kudu baca artikel ini niiihh!
    Beneran solusi jitu buat ortu jaman now.
    Karena sering nge-blank mau ngajari kreativitas dgn cara apa dan gimana

    BalasHapus
  13. Keren banget ya sekarang jadi bisa kreatif di rumah dan nggak bikin anak gampang bosen

    BalasHapus
  14. Wah senangnya membaca isi blog yang yang berbobot seperti ini, memang benar dalam perkembangan anak berikan contoh dan dukungan serta apresiasi ini akan berdampak baik kedepannya

    BalasHapus
  15. Mbak Ima, anakku lihat gambar kreativitas dari faber-castell ini lah...dia kepengin mau dibelikan,wkwkwk. Tadi aku sempat baca quote yang bertuliskan tentang teknologi untuk anak. Intinya jangan sampai anak itu kalah dengan teknologi ya, makanya dari awal kreativitas itu perlu dilatih sejak dini. Begitu ya, Mbak Ima?

    BalasHapus
  16. Bangga nih anak saya jadinya setiap ke kamar selalu memandang jam glowing in the dark nya. Jadi teringat keseruan workshopnya ya... Pengen lagi, hehehe

    BalasHapus
  17. Ayeeyy, akuuu juga udah buat jam glowing iniii anakku paling senang bagian ngepas-ngepasin gambar hewannya. Bagian poles mah tetep aja mamak lah ya biar nggak belepotan kemana-mana, hihi.

    BalasHapus
  18. Faber castell komplit sekali memberikan paket kreatifitas seperti itu untuk anak-anak indonesia. Rasanya kepingin beli juga supaya bisa bikin jam glow in the dark juga. Bisa jadi stimulasi kreativitas buat anak2 ini!

    BalasHapus
  19. Membaca artikel ini, ada rasa berdosa terhadap anak2ku. Dalam mendidik dan membesarkan mereka mengalami apa adanya. Tanpa ditunjang sarana dan prasarana seperti anak2 sekarang. Ada faber-castell lah untuk menggambar,ini itulah. Cemburu nenek jadinya. He he ....

    BalasHapus
  20. Jadi Bisa dibilang kreatif itu nggak selalu berhubungan dengan seni, ya. Kreatif itu juga bisa dalam bentuk pola pikir yang luas dan terus berkembang. Semoga aja nih aku bisa menerapkan tips tips di atas biar anak-anakku tumbuh jadi sosok yang kreatif

    BalasHapus
  21. Semasa pandemi memang anak-anak menjadi sangat bosan sekali dengan aktivitas yang monoton di rumah aja yaa.. Alhamdulillah ada Faber-Castell Creative Art Series.

    Ada aktivitas yang memicu kreativitas ananda.

    BalasHapus
  22. Anakku juga paling seneng kalau diajak bebikinan begini, cuma emaknya suka mager. Untung sekarang ada Faber Castell Creative Art Series, jadi nggak perlu nyiapin printilan-printilan ini itu, tinggal beli Faber Castell, bisa seru-seruan deh ama anak-anak.

    BalasHapus
  23. Kalau lihat yang beginian langsung nostalgia masa kecil. Saya lebih suka main art dan yang berhubungan dengan kreativitas ketimbang main game. Senangnya main art begini kita jadi bebas berekspresi.

    BalasHapus
  24. ah asyiknya bisa ikutan workhsop ini mbak
    aku jadi pengen punya creative art series dari Faber Castle ini
    Sangat tepat untuk mengasah kreativitas anak ya mbak

    BalasHapus
  25. Whaa artikelnya menarik dan bermanfaat sekali, Mom. Terima kasih ya, Mom, inspirasi cara menstimulasi kreativitas anaknya 💝

    BalasHapus
  26. MasyaAllah, anaknya suka seni ya Mbak. Faber Castell emang produk yang rekomended dari zaman saya sekolah dulu deh, top

    BalasHapus
  27. wah seru bgt kegiatan artnya mba anak2 pasti senanh bgt tuh

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya 😊 yang mau ngobrol-ngobrol terkait artikel di atas, yuk drop komentar positif kalian di kolom komentar.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya, Frens! 😉

Satu lagi, NO COPAS tanpa izin ya. Mari sama-sama menjaga adab dan saling menghargai 👍