Minggu, 21 Februari 2021

Mengajarkan Ragam Emosi Melalui Buku "Seri Mengenal Emosi"


Saat memasuki usia 2 tahun pada bulan Oktober lalu, anakku tampak menunjukkan tanda-tanda bahwa ia sedang mengalami fase ledakan emosi yang lebih lumrah disebut dengan tantrum. Banyak yang mengatakan bahwa usia 2 tahun adalah "Terrible Two" yang harus dilalui dengan penuh perjuangan dan kesabaran seluas alam semesta.

Dalam suatu buku, aku membaca bahwa tantrum sebenarnya adalah ungkapan emosi anak yang menandakan bahwa ia membutuhkan bantuan orang terdekatnya. Actually (s)he's crying for help dan sedang mengalami masa sulit.

Pada mulanya, saat menghadapi anak yang sedang tantrum yang aku lakukan pertama kali adalah menerima perasaannya. Saat ia menangis karena hal sepele aku akan diam sejenak lalu mengatakan, "Wah, kayak'y ada yang lagi sedih. Mama disini ya, kalau sudah selesai nangisnya kamu boleh datangi Mama."

Tentunya ini aku lakukan saat otak bagian atasku bekerja dengan baik, bukan berarti aku tidak pernah oleng dan tidak pernah ikutan tantrum saat melihat anak berprilaku demikian. Namanya juga manusia, ye kan? Hehe.

Semakin kesini, aku sadar bahwa bukan hanya soal menerima perasaan anak saja yang penting. Hal lain yang harus aku ajarkan adalah mengenalkannya pada berbagai jenis emosi. Memang secara teori aku sudah pernah membaca tentang pengenalan emosi pada anak usia dini, namun pada praktiknya selama 2 tahun menemani anakku yang aku ajarkan padanya hanyalah perasaan senang dan sedih. Padahal, ada banyak emosi yang sebetulnya dapat ia rasakan.

Aku merasa ia sudah butuh dan harus mengetahui berbagai emosi tersebut agar dapat menerima dan meregulasi apa yang ia rasakan di kemudian hari. Entah itu perasaan baik atau buruk.

Sampai pada akhirnya aku menemukan buku "Seri Mengenal Emosi" karya Watiek Ideo dan Nindia Maya. Ketika melihat dan membaca bukunya, aku langsung merasa bahwa ini adalah buku yang tepat yang dapat memfasilitasiku menjelaskan ragam emosi untuk anakku yang sedang dalam fase terrible amazing two-nya.

Tentang Buku "Seri Mengenal Emosi"

Buku "Seri Mengenal Emosi" milik Dipta

Data Buku

Judul Buku : Seri Mengenal Emosi
1 Paket Buku terdiri dari :
- 10 Buku Cerita Anak
- 1 Buku Panduan Orang Tua Memahami Emosi Anak
- 1 Buku Pengenalan Emosi
- Bonus Ular Tangga Mengenal Emosi
Pengarang : Watiek Ideo dan Nindia Maya
Ilustrator : Bella Ansori
Jumlah Halaman :
20 Halaman, 15 x 15 cm, ISBN 978-623-95011-1-2
Penerbit : CV Solaris Mega Persada
Tahun Terbit : 2020

Ulasan Buku

Hasil menyusun buku di rak bersama Dipta

Penulis dari buku "Seri Mengenal Emosi" ini adalah Watiek Ideo dan Nindia Maya yang memiliki latar belakang pendidikan psikologi. Berkolaborasi dengan Bella Ansori, seorang ilustrator yang akhirnya mewujudkan mimpi bersama yaitu mengedukasi anak-anak mengenai pengenalan emosi melalui buku.

Seri buku ini terdiri dari 10 judul buku yang masing-masing "Mama di Mana?" untuk mengenalkan emosi takut; "Akhirnya Aku Bisa!" untuk mengenalkan emosi senang; "Kepergian Moli" untuk mengenalkan emosi sedih; "Ke Mana Bolanya?" untuk mengenalkan emosi jijik; "Jangan Rusak Mainanku!" untuk mengenalkan emosi marah; "Pilih yang Mana?" untuk mengenalkan emosi bingung; "Aku Ingin Berenang Lagi" untuk mengenalkan emosi semangat; "Bermain Apa Lagi?" untuk mengenalkan emosi bosan; "Aku Harus Bagaimana?" untuk mengenalkan emosi cemas dan "Wah, Ada Pertunjukan Seru!" untuk mengenalkan emosi kagum.

Pada dasarnya, buku ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan mental positif pada anak dengan mengenalkan beragam emosi sejak usia dini. Terutama anak yang memasuki fase ledakan emosi, membutuhkan validasi dan pengenalan terhadap emosinya agar ia dapat meluapkan perasaannya dengan cara yang lebih positif di kemudian hari.

Masing-masing dari buku ini menceritakan tokoh yang berbeda-beda, ada anak perempuan dengan laki-laki baik bersama ibu maupun ayahnya. Tokoh dalam setiap buku diceritakan mengalami kejadian yang membuatnya merasakan suatu emosi dan pada akhirnya ditekankan bahwa emosi tersebut dapat dirasakan oleh siapapun dan kapanpun, sehingga perasaan tersebut valid dan anak-anak harus belajar untuk mengendalikan perasaan tersebut.

Bahasa yang digunakan dalam buku sederhana dan mudah dipahami bahkan oleh anak seusia anakku yaitu 2 tahun. Saat menceritakan isi buku ini pada anakku dengan metode read aloud, terlihat Dipta begitu menikmati dan menghayati setiap kalimat yang aku katakan hingga wajahnya dapat menunjukkan ekspresi yang sama dengan apa yang terjadi pada tokoh dalam cerita di dalam buku.

Misalnya saja pada saat aku menceritakan buku yang berjudul "Di Mana Mama?", anakku terlihat memperlihatkan raut muka yang takut serta khawatir seperti yang dirasakan oleh tokoh dalam buku tersebut ketika ia bangun tidur dan tidak menemukan mamanya berada di sekitarnya.

Setelah membacakan buku tersebut, aku pun bertanya pada anakku hal apa yang membuatnya takut? Ternyata ia menceritakan kejadian beberapa bulan silam ketika aku sedang berdua dengannya di rumah, kemudian tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras disertai dengan petir dan padamnya lampu di rumah kami. Ia yang sedang asyik bermain sendiri pun langsung histeris dan menangis saat kejadian itu terjadi.

Siapa sangka ia paham bahwa perasaannya waktu itu adalah takut. Sekarang, ia sudah bisa mengungkapkan emosi takutnya seperti pada saat bertemu dengan orang-orang baru dan tidak ingin terlalu dekat-dekat dulu dengan mereka yang masih ia anggap asing.

Dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak serta ilustrasi yang menarik, orang tua akan lebih mudah mengajarkan anak-anak tentang emosi melalui buku ini. Ceritanya pun sederhana dan sangat relate dengan aktivitas yang biasa dilakukan oleh anak-anak seperti berenang, bermain sepeda dan lainnya.

Mengajarkan anak akan ragam emosi seperti melalui media buku "Seri Mengenal Emosi" ini selain bertujuan agar anak dapat mengenal dan mengelola emosinya dengan baik, ia mampu mengekspresikan perasaannya dengan cara yang tepat.

Di samping itu, mengajarkan anak akan berbagai macam emosi dapat membantunya menyelesaikan masalah dengan baik di kemudian hari, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan yang tidak kalah penting adalah anak akan dapat berempati dan memahami apa yang dirasakan oleh orang lain.

Penutup


Buku merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif untuk anak usia dini, selain mengajarkan anak-anak untuk menyukai dunia literasi sejak kecil, membaca buku bersama anak-anak akan membangun bonding antara anak dengan pendampingnya. Melalui buku "Seri Mengenal Emosi" ini, orang tua akan dengan mudah menunjukkan bahwa di dalam kehidupan ini ada banyak macam emosi yang bisa kita rasakan.

Melihat respon anakku setelah membaca beberapa judul dalam seri ini secara bersama-sama, aku dapat mengatakan bahwa buku ini adalah buku yang patut untuk direkomendasikan bagi orang tua yang ingin mengajarkan anak-anaknya mengenai emosi sejak usia dini. Dengan berbagai ulasan yang telah disampaikan di paragraf-paragraf sebelumnya, aku belum menemukan adanya kekurangan dari buku "Seri Mengenal Emosi" ini.

Poin plus lainnya adalah, orang tua juga mendapatkan buku panduan memahami emosi anak, serta permainan ular tangga mengenal emosi lengkap dengan dadu dan pion-pionnya untuk dimainkan bersama dengan anak-anak.

Akhir kata, peran orang tua terhadap kesehatan mental anak-anaknya sangatlah penting. Oleh sebabnya, salah satu cara untuk menumbuhkan anak-anak yang sehat bukan hanya secara fisik namun juga secara mental adalah dengan mengenalkannya beragam emosi sejak dini. Semoga kita sebagai orang tua selalu semangat mendampingi tumbuh kembang anak-anak, ya!

#RekomendasiFebruari
#BacaIniYuk
#RumahBelajarLiterasi
#IbuProfesionalSukabumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar