Bagaimana Personal Branding yang Disukai Brand?

personal branding cover

Pada tulisan yang lalu, aku menuliskan sedikit yang aku dapat dari sharing session bersama VIP member The Asian Parent mengenai "Personal Branding : Strategi Sukses Era Digital". Dalam tulisan berjudul Mengenal dan Membangun Personal Branding, aku menyarikan materi yang dibawakan oleh Vega Karina Andira Putri atau yang akrab disapa dengan Mom Vega.

personal branding
E-Flyer Sharing Session bersama The Asian Parent

Selain Mom Vega, yang hadir menyampaikan materi mengenai personal branding dalam acara tersebut adalah Titi Akmar, atau sering dipanggil dengan nama Mom Titiw. Mom Titiw adalah seorang travel blogger dengan blognya yaitu www.titiw.com, dan aktif juga bersosial media terutama di Instagram @travelmom.id yang sering banget memposting hobi berkebunnya.

personal branding tap
Personal Branding yang ditampilkan Mom Titiw di Instagramnya

Apa Pentingnya Personal Branding?

personal branding unik
Sumber gambar : freepik

Personal branding dapat diartikan sebagai persepsi suatu kelompok atau masyarakat terhadap beberapa aspek yang dimiliki oleh seseorang. Personal branding tidak hanya dilihat dari sudut pandang satu orang saja melainkan banyak orang.

Bisa dikatakan juga kalau personal branding ini merupakan citra atau image yang ingin ditampilkan oleh seseorang melalui berbagai platform. Misalnya saja blog, media sosial dan juga perilaku sehari-hari. Seseorang bisa menampilkan brandingnya melalui opini, status, gambar ataupun video.

Kenapa, sih, seseorang harus memiliki personal branding? Terutama bagi seseorang yang berkecimpung di dunia maya alias sosial media, personal branding memiliki peran penting untuk mendukung karir orang tersebut.

Pengakuan

Seseorang dapat dikenal oleh banyak orang sebab ia membranding dirinya dengan kecakapan tertentu yang spesifik. Misalnya saja food reviewer, beauty blogger, parenting ethusiast, dan lainnya.

Diferensiasi

Apa nih yang membuat kita berbeda dari influencer atau blogger lainnya? Personal branding yang spesifik tentu akan membuat kita lebih mudah dikenali dan diingat oleh orang lain.

Lebih Mudah Dikenal

Terkadang, rezeki itu bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka. Bukan mustahil, personal branding kita tersebar melalui words of mouth. Sehingga jika image kita kuat, agency, teman atau brand pasti lebih mudah mengenali kita.

Tips Mengembangkan Personal Branding

mengembangkan personal branding
Sumber gambar : freepik

Sekarang setelah mengetahui bahwa peran personal branding ini penting bagi seorang blogger yang membuka kerjasama tulisan advertorial, lalu bagaimana untuk mengembangkan personal branding tadi supaya lebih banyak lagi yang mengenal kita?

Mulai Dari Hobi

Paling mudah adalah memulai dari apa yang kita sukai, kemudian eksplorasi lebih dalam lagi. Jangan dari awal melakukan sesuatu yang "mungkin orang lain suka", karena jika mindset awalnya seperti ini lambat laun kita akan merasa jenuh dan tidak bersemangat lagi untuk mengembangkan hal tersebut.

Beda ya kalau kita senang melakukan sesuatu, pasti kita akan meluangkan waktu untuk melakukan hal tersebut meskipun orang lain belum tentu suka juga. Tapi, kalau kita suka dan kegiatannya merupakan aktivitas yang positif, lanjut aja terus. Hehe.

All About Story

Kita saat ini berada di era digital di mana banyak sekali yang mempelajari teknik story telling, hal ini membuat foto atau video yang bagus belum tentu cukup untuk menarik perhatian viewers atau pengikut kita di sosial media. Bungkuslah foto atau video tadi menggunakan narasi yang menarik dan membuat orang penasaran dengan ragam aktivitas yang kita lakukan.

Berkomunitas

Dengan berkomunitas, akan banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan. Selain sudah pasti nambah teman baru, kita memiliki akses untuk belajar lebih banyak dari teman-teman lainnya. Bisa jadi juga, berbagai tawaran kerjasama akan datang melalui komunitas yang kita ikuti.

Be Yourself yang Dibatasi

Menjadi diri sendiri itu memang baik dan sebuah prinsip yang harus dipegang untuk membangun personal branding. Akan tetapi, bukan berarti semuamua diri kita harus ditunjukkan di sosial media. Apalagi kalau ternyata yang kita tampilkan itu sesuatu yang membawa efek negatif. Bukannya diajak kerjasama oleh brand, yang ada nama kita masuk ke dalam daftar blacklist. Amit-amit, ya!

Be Positive

Seseorang dapat dikenal karena dua hal, positif dan negatif. Bukan positif dan negatif Covid-19, ya! Haha. Hari gini kalau sebut positif kok konotasinya kayak negatif aja, lol.

Maksudnya gini, tentu kita ingin dikenal karena karya kita yang edukatif dan memberikan manfaat bagi orang lain, bukan? Sehingga upayakan untuk selalu membuat konten yang bernilai positif, tanpa meninggalkan image kita yang sebenarnya.

Ingatlah kalau konten yang negatif tidak akan bertahan lama dan tidak akan membawa manfaat baik terutama bagi diri kita sendiri. Awal-awal mungkin viral ya, tapi jangan sampai nih kita harus membuat konten klarifikasi apalagi permohonan maaf di kemudian hari. Duh-duh.. Klien juga ogah mengajak kerjasama, yekaan?

Personal Branding yang Disukai Brand

personal branding yang diminati brand
Apa yang dilihat brand dari image kita?

Dari tadi aku sudah sebut-sebut tentang kerjasama dengan brand atau klien, terus gimana sih personal branding seseorang yang disukai oleh suatu brand? Apa yang brand atau klien cari dari seseorang sehingga mereka tertarik untuk mengajak kerjasama?

Visi, Misi, Image

Sebuah brand atau klien tentu akan mengajak seseorang bekerjasama apabila ia melihat kesamaan visi, misi dan image yang ditampilkan dari personal branding seseorang tersebut dengan jasa atau produk yang akan digunakan untuk bekerjasama.

Misalnya sebuah brand kosmetik tentu akan melirik dan tertarik untuk bekerjasama dengan blogger, vlogger maupun influencer yang sering mengunggah konten seputar beauty di channel mereka. Tentunya lebih tepat sasaran ya audiensnya dibandingkan jika mengajak kerjasama seseorang yang menekuni bidang otomotif.

Kreativitas dan Originalitas

Teknik pengambilan foto, video serta proses editing yang apik kemudian dibungkus dengan story telling yang menarik tentu akan menambah nilai jual personal branding kita di mata sebuah brand.


Maka dari itu, jangan bosan untuk belajar, mengulik serta bereksplorasi untuk membuat sebuah konten yang unik, kreatif dan berbeda dengan konten serupa yang diunggah oleh orang lain.

Influencer yang Mudah Dihubungi

Jangan lupa untuk mencantumkan nomor telepon dan alamat email agar brand mudah menghubungi kita. Rajin-rajin juga mengecek inbox untuk segera menanggapi apabila ada pesan yang dikirimkan klien melalui direct message sosial media seperti Facebook, Instagram maupun Twitter.

Sayang banget kan kalau brand sudah tertarik dengan portofolio kita namun kita susah diraih karena tidak mencantumkan kontak kerjasama ataupun lupa membuka inbox. Hiks!

No Scandals

Nggak cuma idol atau artis Korea nih yang langsung kena blacklist ketika mereka terlibat suatu skandal, sekelas influencer lokal aja pasti diblacklist oleh klien atau brand jika pernah terlibat skandal atau drama yang menyebabkan personal brandingnya tampak negatif.

Usahakan kita selalu menampilkan citra yang positif dan baik, ya meskipun nobody's perfect ya? Seenggaknya image kita nggak akan membawa dampak buruk bagi image brand yang akan mengajak kita bekerjasama.

Tidak Blunder

Maksudnya di sini adalah konsisten dengan apa yang pernah kita sampaikan sebelumnya. Misalnya, Mom Titiw memberikan contoh seorang influencer yang gencar banget nih mengkampanyekan gerakan no diapers. Eh tapi, ketika ada brand pospak yang mengajak kerjasama dengan fee yang lumayan, diambil juga!

Jadi nggak sinkron dong ya dengan yang sebelumnya dikampanyekan? Personal branding orang tersebut bisa jadi bergeser nih, audiens pun pasti akan menilai berbeda juga nantinya.

Doing Extra Miles

Nggak ada salahnya nih, kita memberikan lebih untuk brand yang mengajak kita bekerjasama. Contohnya saja, brand tersebut hanya meminta kita untuk mengunggah konten di blog tapi kita promosikan juga dengan membuat konten di sosial media yang lain.

Melihat kita melakukan sesuatu yang ekstra untuk brand tersebut, bukan tidak mungkin next time kita akan dihubungi kembali untuk diajak bekerjasama. Asyik banget, kan!

Report dan Invoice Tepat Waktu

Kalau bisa nih, saat bekerjasama dengan klien atau brand, kerjakanlah tugas lebih cepat dari target dan jangan sampai molor dari deadline yang ditentukan. Tentunya konten yang kita buat adalah konten yang terbaik ya, bukan cepat tapi asal-asalan.

Menjadi deadliner itu sah-sah saja, tapi nggak ada salahnya saat kita diajak bekerjasama dengan sebuah brand, kita dapat melakukan yang lebih baik dengan tidak menjadi deadliner. Dengan demikian, kita akan memiliki waktu lebih untuk mempromosikan konten kita, sehingga insight yang didapatkan juga akan semakin bagus.

Mencapai Key Performance Index (KPI)

KPI ini sebenarnya bisa jadi index performa yang kita tentukan sendiri ya. Kita sendiri harus memiliki target seperti apa kinerja yang kita harapkan tercapai, dengan tujuan semakin meningkatnya performa diri kita sendiri.

Tentunya kita nggak ingin dong ya skill ngonten kita stuck di situ-situ aja? Makin baik performa yang kita tunjukkan, semakin baik juga nilai personal branding kita di mata brand.

Membangun Personal Branding yang Berkelanjutan

sustainable personal branding

Dari ulasan di atas, kita sudah mengetahui tentang apa pentingnya personal branding, bagaimana mengembangkan personal branding dan seperti apa personal branding yang disukai dan banyak dilirik oleh brand.

Setelah bersusah payah mengusahakan agar personal branding kita bernilai baik dan memenuhi standar untuk masuk jajaran orang yang dilirik oleh suatu brand, jangan lupakan satu hal yang tak kalah penting, menjaga sustainability dari personal branding kita.

Berikut adalah 3 tips untuk menjaga keberlanjutan personal branding yang telah kita bangun :

Mengikuti Tren

Nggak ada salahnya sesekali kita membuat konten yang mengikuti tren. Contohnya, orang-orang lagi banyak banget nih yang suka drakoran, gimana caranya supaya kita bisa tetap masuk mengikuti tren tersebut meskipun kita nggak nonton drakor?

Ada banyak jalan menuju Roma! Misalnya saja, kita nggak suka drakor tapi konten kita kebanyakan tentang masakan, bisa banget kita coba bikin resep masakan ala Korea yang sering muncul di drama Korea. Atau kita nggak suka drakor tapi suka traveling, bikin aja konten berbagai tempat wisata yang wajib dikunjungi jika ke Korea Selatan.


Semua balik lagi ke bagaimana kita mengeksplorasi tren yang ada dengan kreativitas kita.

Terus Belajar

Perkembangan sosial media terutama di masa pandemi ini bisa dikatakan melesat dengan cepat. Jangan kalah dengan teknologi yang semakin berkembang, karena kita dapat terus meningkatkan skill apabila kita mau belajar dan berusaha untuk tidak gaptek.

Mungkin saat ini fokus kita memang sebagai seorang blogger, akan tetapi jangan tinggalkan sosial media yang menjadi wadah untuk mempromosikan tulisan kita di blog. Nggak ada salahnya kita mencoba untuk belajar membuat video untuk keperluan IGTV, TikTok maupun Reels yang saat ini sedang happening di jagad Instagram.

Berkolaborasi

Tips terakhir sebelum menyelesaikan tulisanku kali ini, jangan hanya melakukan kegiatan live seperti IG Live, webinar atau sharing session ketika sedang ada job aja. Kalau nggak cuan nggak mau, ah! Adududuhh, coba mindset seperti itu dihilangkan yuk.

Ada banyak cara yang bisa kita coba agar eksistensi kita tetap terlihat meskipun kita tidak sedang menghadiri event yang disponsori. Misalnya dengan berkolaborasi bersama komunitas dan persona yang cocok dengan personal branding kita.


Jadi, apa nih personal branding yang teman-teman sedang coba bangun? Sharing juga yuk tips agar teman-teman konsisten dengan personal branding tersebut ;)

Sukabumi, 22 Juli 2021

Posting Komentar

28 Komentar

  1. Intinya, cara2 yang dipakai, sebenernya bisa diterapkan dalam hal apapun yaaa. Sebagai influencer, blogger, vlogger atopun pekerja kantor, pasti kita semua ingin memberikan branding yang baik buat company yg memakai jasa kita. Kalo dari kitanya ga ada niat utk improve skill, ga serius dalam mengerjakan pekerjaan, siapapun pasti kapok memakai jasa kita.

    Aku sendiri pgn dikenal sebagai blogger yg hobi travelin, kuliner dan doing extreme activities trutama yang menyangkut ketinggian mba. Mungkin utk orang2 terdekat dan blogger yg udh kenal aku, mereka mulai nangkep branding yg pengen aku bentuk sih :D. Soalnya kalo ada postingan dari tempat lain yg berbau ketinggian, apapun itu, pasti mereka srg ngetag aku hahahaha . Aku sih malah seneng, berarti udh kebentuk apa yg mau aku tampilin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo traveling sama kuliner juarak deh Mbak Fanny, tapi kalo olahraga ekstrim gitu saya belum tau kalo Mbak Fanny juga suka. Hehe. Antimainstream ya, Mbak jadi cepet deh diinget sama orang lain..

      Hapus
  2. wah ilmu baru nih tentang personal branding bisa dimanfaatin juga sih di segala aspek juga, thanks infonya mbak acaranya bermanfaat banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semoga bisa diterapkan ya apa yang sudah didapatkan..

      Hapus
  3. Bener tipsnya terus belajar Dan pantang menyerah nanti akan ada saatnya di lirik brand yang kita inginkan jodoh ga akan kemana-mana kok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya bener banget, insha Allah ada jalan menjemput rezeki ya Mbak. Tentunya harus pakai usaha dong ya..

      Hapus
  4. Sangat setuju tahap-tahapannya, tinggal ditingkatkan belajar agar semua tahap personal branding dpt terwujud

    BalasHapus
  5. Poin "be yourself yang dibatasi", aku setuju banget. Soalnya banyak yang atas nama kebebasan menjadi diri sendiri, malah membawa efek atau contoh yang buruk. Jadinya dosa jariyah juga kan huhu

    BalasHapus
  6. Yap bener banget ini, membangun personal branding dimulai dari hobi, jadi kita bisa jadi diri sendiri. Tapi meskipun jadi diri sendiri, tidak sekarepnya dewek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dimulai dari hal yang disuka pasti lebih gampang ya. Nggak perlu yang berpikir keras. Wkwk..

      Hapus
  7. kereeenn, terimakasih banyak sharingnya.
    ini bermanfaat banget buat aku yang juga lagi membangun personal branding. aku mau coba terapin satu per satu tipsnya supaya makin dilirik brand :D

    BalasHapus
  8. Personal branding memang perlu dibangun seorang influencer ntuk menarik brand khususnya, thank you sharingnya

    BalasHapus
  9. MasyaAllah aku banyak dapet insight lho mba dan belajar di postingan ini, aku yang masih belum bisa update itu medsos tapi kalau yang rutin aku full nya di blog sih. Memang harus ada salah satu yang dikalahi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mbak sepertinya brandingnya sudah terlihat deh 😄

      Hapus
  10. Bermanfaat banget tipsnya mbak buat pemula kayak aku, thanks for sharing

    BalasHapus
  11. bermanfaat banget tipsnya, thank u banget yaa infojya

    BalasHapus
  12. Lengkap banget, bisa jd catatan aku nih biar lebih baik lagi kedepannya, secara pekerjaanku menginfluence, cakep!

    BalasHapus
  13. abis baca blog ini, aku makin banyak tau soal personal branding. Emang susah tapi yakin kita pasti bisa

    BalasHapus
  14. Berkomunitas itu punya dampak yang besar banget sih, aku rasain banget perbedaan sebelum dan sesudah join komunitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaa mbaa, saya pikir setelah jadi IRT udah nggak akan bisa berkomunitas lagi kayak dulu jaman sekolah sama kuliah. Thanks to technology deh..

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya 😊 yang mau ngobrol-ngobrol terkait artikel di atas, yuk drop komentar positif kalian di kolom komentar.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya, Frens! 😉

Satu lagi, NO COPAS tanpa izin ya. Mari sama-sama menjaga adab dan saling menghargai 👍