Mengenal dan Membangun Personal Branding

membangun personal branding

Waktu awal-awal nulis blog dulu, ha-he-ho banget ketika banyak teman-teman blogger yang ngomongin soal personal branding. Ribet amat mikirin personal branding, nulis mah nulis aja. Rajin nulis aja udah alhamdulillah. Haha.

It was ya, sebelum aku paham kalau bagi seorang blogger atau orang yang ingin menunjukkan eksistensinya, personal branding itu cukup penting perannya.

Konsep dari personal branding adalah mempromosikan diri sendiri. Mempromosikan diri kita, kegiatan, ketertarikan, keberhasilan bahkan masalah atau hikmah dan pelajaran dari apa yang telah kita lalui.


Sehingga, secara singkat dapat disimpulkan bahwa personal branding itu adalah bagaimana kita melihat diri kita sendiri dan seperti apa orang lain melihat diri kita dari apa yang kita tampilkan.

flyer personal branding
Sharing session bersama The Asian Parent

Hari Kamis tanggal 15 Juli 2021 yang lalu, aku berkesempatan untuk ikut acara sharing session alias ngobrol seru bermanfaat bersama member "VIP The Asian Parent" yang membahas personal branding dari A sampai Z. Materi ini dibawakan oleh dua moms inspiratif yaitu Vega Karina Andira Putri dan Titi Akmar.

Konsep dan Definisi Personal Branding

personal branding unique

Di awal tadi, aku sudah menjelaskan ya mengenai konsep dan definisi personal branding secara sederhana. Untuk bisa membangun personal branding, kita membutuhkan dua hal yaitu apa yang kita lakukan dan diri sendiri of course.

Contohnya, seorang ibu rumah tangga yang suka memasak dan memposting hasil masakan serta resepnya di sosial media. Secara tidak sadar, ibu tersebut mem-branding dirinya sendiri dan menunjukkan eksistensinya bahwa beliau adalah seorang ibu kreatif yang suka memasak beragam jenis masakan untuk keluarganya.

Next time, saat ada orang yang mendengar nama ibu tadi disebut maka mindset-nya adalah, "Oh, Ibu A yang suka masak itu ya?". Ketika nama seseorang sudah melekat dengan suatu kegiatan yang ia tekuni, bisa dibilang sukses nih personal brandingnya.

Personal branding sendiri tidak hanya bisa dibangun melalui kelebihan yang kita miliki. Terkadang, seseorang bisa dikenal justru setelah dirinya melewati suatu masalah hidup dan mengambil pelajaran dari apa yang ia lalui. Atau bisa juga dengan menampilkan skill dan proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Tentunya, kita ingin membangun citra diri yang positif kan? Tidak ingin dikenal sebagai seseorang pencari sensasi atau panjat sosial semata? Yang perlu dilakukan agar personal branding kita positif adalah

Membungkus pengalaman, kemampuan serta kepribadian yang orang pikir tentang kita saat nama kita disebut dengan teknik bercerita yang apik sehingga orang dapat mengambil manfaat dari apa yang kita sampaikan.

Personal branding ini tidak hanya diperuntukkan bagi para artis ataupun influencer, semua orang pada dasarnya sudah memiliki branding-nya masing-masing. Namun, ketika kita ingin lebih memperkenalkan diri kita agar dikenal lebih banyak orang dan mendapatkan networking yang luas, tentu kita harus meningkatkan personal branding kita.

Soft Elements Dalam Personal Branding

elemen personal branding

Berbeda dengan barang yang akan dikenal orang dari bentuknya, warnanya dan harganya, personal branding yang dilakukan oleh seseorang membutuhkan soft element sebagai berikut :

Perilaku (Behavior)

Gerak tubuh, cara berjalan, cara duduk.

Cara Berbicara (Ways of Speaking)

Kecepatan penyampaian, aksen, intonasi berbicara.

Pakaian (Attire)

Seluruh penampilan atau aksesoris tertentu yang melekat sebagai ciri khas.

Penampilan (Appearance)

Bentuk bagian tubuh individu.

Tampilan (Views)

Titik kontak bagi orang lain untuk mengidentifikasi personal brand.

Lingkungan Sekitar (Surroundings)

Orang yang berasosiasi dengan merk tertentu.

Atribut (Property)

Objek yang secara jelas terkait dengan orang tertentu.

Kesadaran Diri (Self Awareness)

Diyakinkan akan nilai dan tujuan hidup seseorang.

Musuh (Enemy)

Isu perkelahian, haters.

Personal branding yang baik akan membawa manfaat bagi diri sendiri. Seseorang yang dapat membranding dirinya memiliki kesempatan untuk berkarir lebih baik, menumbuhkan bisnis serta memperluas jaringan personal.

Tips Membangun Personal Branding

Vega Karina Andira Putri dengan Instagramnya @siveve, membagikan tips untuk membangun personal branding yang ia lakukan sehingga followers Instagramnya melonjak hingga 45k. Uwow banget kan! Kira-kira apa ya yang dilakukan Mom Veve untuk mem-branding dirinya?

personal branding
Sekilas tentang profil Instagram @siveve

Perkuat Profil Diri dan Kenali Audiens

Mengenali audiens kita akan membuat kita lebih mudah untuk menyiapkan konten yang bisa menarik audiens agar unggahan kita di-notice oleh mereka. Meskipun demikian, personal branding paling mudah dilakukan apabila kita mengenalkan apa yang kita sukai dan membuat kita senang saat membuat konten tersebut.

Mom Veve memberikan conton dirinya sendiri, selama ini beliau banyak mengangkat tema parenting dan family sebagai bagian dari konten sosial medianya. Karena memang, Mom Veve merupakan seorang ibu dengan kehidupan keluarga yang selalu seru dan ramai. Namun, karena pekerjaannya yang juga seorang dosen maka Mom Veve juga sering membuat konten yang berkaitan dengan pendidikan.

Personal branding yang ditampilkan @siveve

Dengan demikian, followers-nya yang sebagian merupakan mahasiswa/i merasakan manfaat dari mengikuti akun Instagram dosennya tersebut. Jadi, nggak melulu bahas kehidupan emak-emak. Kalaupun membahas parenting atau family stories, kemaslah dengan cara yang menarik dan unik sehingga tetap seru untuk diikuti.

Mengikuti Tren Terkini

Tidak ada salahnya jika sesekali kita membuat konten yang mengikuti tren kekinian. Salah satu yang dianggap menarik banyak peminat adalah konten yang dikaitkan dengan drama Korea. Nggak ada salahnya nih kita mencoba untuk keluar dari zona nyaman dan lebih interaktif dengan followers melalui K-Drama.

Mom Veve sering kali membuka obrolan santai dengan pengikutnya di Instagram melalui konten yang berkaitan dengan K-Drama. Aku sendiri mengakui, sejak membuat tulisan-tulisan yang berisi review drama Korea, jumlah pengunjung blog ini naik secara signifikan. Bahkan, bisa dilihat di beberapa popular post kalau tulisan yang banyak dibaca dan dicari adalah tulisan seputar Korea. Hehe.


Tapi, jangan memaksakan juga kalau ternyata apa yang menjadi tren saat ini betul-betul 'nggak gue banget'. Tentunya akan lebih nyaman jika membuat konten yang dekat dan sesuai dengan kepribadian kita sehingga kita nggak perlu fake untuk mendapatkan perhatian dari banyak orang.

Lakukan Photoshoot yang Proper

Foto selfie boleh-boleh saja, tapi akan lebih baik jika kita mulai untuk belajar sedikit lebih banyak mengenai teknik fotografi untuk mendapatkan foto yang lebih proper dan menarik saat diunggah ke media sosial.

Mulai dari mempelajari teknik pengambilan sudut gambar, pencahayaan, videografi hingga editing foto dan video. Bukan tidak mungkin, foto yang kita unggah ke sosial media akan dilirik oleh brand dan membuka peluang kerja sama dengan mereka.

Bukan tidak mungkin juga kalau suatu hari brand akan menggunakan foto kita untuk diunggah ke profil mereka. Wah, pelajaran penting ini.

Buat Konten yang Kreatif

Belajar untuk berpikir menjadi berbeda dari yang lain. Eksplorasi konten kita melalui foto, video maupun permainan kata-kata yang membuat unggahan kita selalu terlihat menarik, berbeda dan ditunggu-tunggu oleh audiens.

konten personal branding
Contoh konten menarik oleh Mom Vega

Apabila kita sedang bekerja sama dengan klien, bisa nih kita membuat konten yang mengambil sudut pandang lain namun tetap sesuai dengan brief yang diberikan. Pelajari juga teknik soft selling sehingga audiens yang melihat konten kita akan ikut tertarik untuk membeli produk tersebut.

Update Konten Secara Berkala

Pastinya unggahan konten organik secara berkala akan mempermudah orang lain termasuk klien atau brand untuk lebih mengenal diri kita. Banyak endorse ya oke banget, tapi masa iya audiens kita hanya disuguhkan iklan di setiap postingan yang kita upload?

Oleh sebabnya penting sekali bagi kita membangun personal branding melalui hal yang kita sukai. Kalau teman-teman masih bingung apa ya kira-kira hal yang disukai? Teman-teman bisa mulai memikirkan sesuatu yang membuat teman-teman bersemangat saat membuat suatu konten tanpa harus dibayar.


Banyak contohnya, seperti membuat konten mengenai resep masakan, traveling, review buku atau film, berbagai tips dan tutorial, kegiatan sehari-hari, inspirasi home decor maupun tips kecantikan dan cerita seputar parenting.

Engage With Audiens

Penting juga nih untuk selalu keep in touch dengan para pembaca blog maupun pengikut kita di sosial media, supaya kehadiran kita selalu dirasakan dan mendekatkan diri kita ke audiens.

Ada berbagai macam cara untuk meningkatkan engagement dengan audiens. Misalnya dengan melakukan blogwalking dan tidak lupa untuk merespon teman-teman yang berkunjung ke blog kita.

Apabila kita ingin meningkatkan interaksi di sosial media, buatlah caption yang berupa pertanyaan. Ini akan membuat audiens merasa diundang untuk menjawab. Jangan lupa untuk memanfaatkan fitur DM dan komen untuk berinteraksi dengan audiens.

Saat ini bukan hanya Instagram ya yang memiliki fitur InstaStory, Facebook dan Twitter pun sudah memiliki fitur yang serupa. Optimasikan sosial media yang kita miliki dengan menggunakan fitur tersebut.

Membuat konten dengan mengikuti momen yang terjadi dan memberikan apa yang dibutuhkan oleh audiens juga bisa membuat audiens memberikan perhatian pada unggahan kita.

Terakhir, bangun relasi dengan audiens terutama followers kita dengan cara ngajak ngobrol misalnya kemudian hasil obrolan berfaedahnya kita repost di feed maupun story.

To be Continued ...

Setelah mengetahui apa itu personal branding dan bagaimana cara memulai untuk membangun personal branding, harapannya kita dapat mem-branding diri kita sebagai diri sendiri. Tidak perlu dibuat-buat apalagi mencoba untuk menjadi seperti orang lain.

Sejatinya setiap orang sudah membawa personal branding-nya masing-masing, dengan keunikan yang tidak sama antara satu dengan lainnya.

Seru sekali pembahasan mengenai personal branding yang disampaikan oleh Mom Vega. Masih ada lagi nih, pembahasan menarik seputar personal branding. Di tulisan berikutnya, aku akan membagikan tips dari Mom Titi Akmar atau yang akrab disapa dengan Mom Titiw tentang bagaimana mempertahankan personal branding kita supaya long lasting.

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa baca tulisan setelah ini ya :)

Sukabumi, 20 Juli 2021

Posting Komentar

0 Komentar