Minggu, 28 Maret 2021

Kdrama Review : Doctor John (2019), Belajar Menghormati Rasa Sakit Orang Lain


Annyeonghaseyo, chingudeul!

Lama sepertinya nggak menulis seputar drama Korea di blog sendiri, setelah terbiasa ngobrolin drakor di blog Drakor Class. Demi mencegah laba-laba bersarang di label "Kdrama" pada blogku ini, kali ini aku akan menulis tentang drama Korea yang membuat aku sampai mengunduh dan berlangganan aplikasi Viu di ponsel. Drama tersebut berjudul Doctor John yang tayang pada tahun 2019 silam.

Sepenasaran itu aku sama drama yang dibintangi oleh Ji Sung oppa ini. Aku pernah melihatnya menjadi pria yang memiliki tujuh kepribadian dalam drama Kill Me Heal Me (2015), pernah juga menyaksikan dirinya menjadi seorang jaksa yang terkurung di penjara dalam drama Innocent Defendant (2017), tentu perannya sebagai dokter dalam drama "Doctor John" ini nggak boleh lolos, Bun!

Tentu untuk menonton drama tersebut aku mencari-cari tempat tongkrongan yang legal dan berkualitas, sampai akhirnya aku menemukan aplikasi Viu yang menyediakan drama ini untuk ditonton. Melihat promo yang menggiurkan pada saat itu, tanpa pikir lama-lama aku pun berlangganan Viu Premium yang bisa dibayar menggunakan Go-Pay. Hehe.

viu doctor john
Nonton drakor "Doctor John" di Viu


Nggak nyesel banget udah download aplikasi Viu demi nonton "Doctor John". Selain karena Ji Sung yang tentunya menjadi daya tarik utama saya untuk menonton drama ini, ceritanya juga menarik banget! Juga, tokoh utama perempuannya yang menurut saya menginspirasi. Lanjut baca yuk, sampai habis...

Sinopsis Drakor "Doctor John"

Bagi yang belum pernah menonton atau bahkan mendengar judul drama "Doctor John", sini aku spoiler kasi sedikit intisari dari drama yang mengangkat tema medis ini. Kita mulai dari profil dramanya dulu ya :

doctor john drama

Judul Drama : Doctor John
Hangeul : ė˜ė‚Žėš”í•œ
Genre : Medical Drama
Penulis Naskah : Kim Ji Woon
Sutradara :
Jo Soo Won, Kim Young Hwan, Lee Gyo Joon
Pemain :
Ji Sung sebagai Cha Yo Han
Lee Se Young sebagai Kang Shi Young
Lee Kyu Hyung sebagai Son Seok Ki
Hwang Hee sebagai Lee Yoo Joon
Jumlah Episode : 32 (35 menit per episode)
Ditayangkan oleh : SBS

Alkisah seorang dokter residen muda bernama Kang Shi Young (Lee Se Young) dimintai tolong oleh pamannya untuk menjadi dokter bantu di sebuah penjara. Dokter perempuan ini sebenarnya sudah lama memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya sebab memiliki kenangan buruk hingga mengalami trauma yang cukup dalam. Ia menerima tawaran tersebut karena sangat menghormati pamannya.

Di dalam penjara, ia bertemu dengan Cha Yo Han (Ji Sung) saat sedang menghadapi pasien yang kesakitan dan berada di ujung maut. Cha Yo Han dengan sigap memberi arahan pada Kang Shi Young hingga akhirnya narapidana tersebut dapat diselamatkan.

Sumber gambar : SBS

Usut punya usut, ternyata Cha Yo Han adalah seorang jenius dalam dunia kedokteran Korea Selatan pada masanya. Ia merupakan seorang dokter spesialis anestesiologi yang mendekam di dalam penjara karena dianggap melakukan pelanggaran dengan melakukan euthanasia pada pasiennya beberapa tahun silam.

Setelah masa tahanannya selesai, Cha Yo Han kembali ke rumah sakit dan menjadi profesor bagian anestesiologi. Tak disangka-sangka, Kang Shi Young juga mengambil residen di rumah sakit yang sama dengan Cha Yo Han. Kebetulan lagi, Kang Shi Young juga mengambil spesialis anestesiologi sehingga Cha Yo Han menjadi pembimbingnya di rumah sakit tersebut.

Cha Yo Han yang sering dianggap arogan dan sombong serta sok tahu oleh lingkungan sekitarnya ternyata memiliki concern terhadap rasa sakit yang dirasakan oleh pasien-pasiennya. Sebagai seorang dokter yang ahli dalam bidang anestesi, Cha Yo Han mengemban tugas untuk membebaskan pasien dari rasa sakit.

Saat mengetahui bahwa Kang Shi Young mengalami trauma yang cukup panjang karena merasa gagal menjalankan tugasnya sebagai dokter, Cha Yo Han memberi pesan padanya bahwa sebagai dokter memang sudah menjadi kewajiban untuk menolong pasien dan mengupayakan kesembuhan pasien dengan bantuan obat serta peralatan medis. Namun, bagaimana jika semua itu hanya akan memperpanjang rasa sakit pasien dan bukannya membebaskan pasien dari rasa sakit?

Kata-kata yang disampaikan oleh Cha Yo Han kemudian menjadi suntikkan semangat untuk Kang Shi Young bangkit dan berusaha membebaskan dirinya dari rasa bersalah yang selama bertahun-tahun ia rasakan. Ia mencoba menggapai mimpinya kembali untuk menjadi seorang dokter spesialis anestesiologi.

Drama ini menarik banget untuk ditonton, selain melihat kepiawaian aktor dan aktris dalam memerankan karakter dalam tokoh drama, penonton mendapat banyak sekali pengetahuan baru mengenai istilah medis.

Dalam drama "Doctor John" kebanyakan penyakit yang diangkat sebagai kasus adalah penyakit langka. Sebut saja penyakit CIPA (Congenital Insensivity to Pain with Anhidrosis), hayo pernah dengar belum? Penyakit ini adalah penyakit di mana seseorang tidak merasakan sakit. Jadi, penderita tidak bisa merasakan perbedaan suhu tubuh, tidak sakit ketika dicubit atau dilukai bahkan tidak merasakan apapun ketika tubuhnya terjangkit infeksi.

Selain itu, masih ada lagi penyakit seperti epilepsi perut yang hanya dapat diketahui jika dilakukan pemeriksaan pada gelombang otak pasien. Seru sekali karena setiap episode, penyakit yang dihadapi berbeda-beda.

Kang Shi Young yang Menginspirasi

kang shi young doctor john
Sumber gambar : SBS

Selain Cha Yo Han yang sudah jelas-jelas jenius luar biasa, dalam drama ini aku cukup terinspirasi dengan tokoh Kang Shi Young. Berbeda dengan karakter perempuan dalam drama Korea yang biasanya digambarkan sebagai sosok yang ceria, supel, lucu dan menggemaskan, Kang Shi Young justru sebaliknya. Ia adalah sosok yang introvert, yang menarik diri dari lingkungan dan tidak memiliki kepercayaan diri.

Tentu semua ada sebab musababnya. Saat ia dan ayahnya sedang mendaki gunung, ayahnya mengalami kecelakaan hingga terluka cukup parah. Kang Shi Young berusaha semampunya untuk menyelamatkan nyawa ayahnya dengan mencoba menghentikan perdarahan yang terjadi. Akan tetapi, ayahnya saat itu berkata bahwa rasa sakit yang dirasakannya sudah melampaui batas dan tidak tertahankan lagi. Ayah Shi Young meminta dirinya untuk merelakannya.

Sejak saat itu ayah Kang Shi Young terbaring di rumah sakit dan hidup dengan bantuan peralatan medis. Kang Shi Young pun merasa gagal menyelamatkan pasiennya, ditambah dengan memburuknya hubungan dirinya dengan adik perempuan serta ibunya. Akhirnya ia memilih untuk mundur dari dunia kedokteran dan menarik diri dari orang-orang di sekelilingnya.

Meskipun demikian, karakter dari Kang Shi Young ini berkembang di sepanjang episode, guys! Mulanya ia adalah seorang dokter yang kembali dari hiatusnya, merasa tidak capable dan tidak percaya diri. Semakin ke sini, sosoknya ber-progress menjadi dokter yang bersemangat dan tidak mudah putus asa.

Kalau boleh merangkum, kira-kira berikut adalah beberapa alasan mengapa tokoh Kang Shi Young dalam drama "Doctor John" ini menginspirasi :

Mengikhlaskan Demi Kebaikan

Ada satu adegan yang membuatku terhenyak (dilanjutkan dengan crying~) adalah saat ayah Kang Shi Young yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan segala peralatan pendukung hidupnya itu mengalami perburukan. Detak jantungnya melemah hingga istrinya, ibu dari Kang Shi Young, harus melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).

Ketika melihat hal tersebut, Shi Young justru mencoba menghentikan apa yang ibunya lakukan. Ia berkata kalau ayahnya kesakitan, ia dapat melihat air mata yang keluar dari sudut mata ayahnya yang tidak berdaya. Ia sadar bahwa terkadang membebaskan seseorang dari rasa sakit adalah dengan mengikhlaskan kepergiannya. Meskipun tentunya hal tersebut sungguh sangat berat, apalagi yang harus kita ikhlaskan adalah salah satu orang yang paling kita cintai.

Susah sekali memang memilih untuk mempertahankan orang tersayang dengan harapan keajaiban akan terjadi sehingga ia dapat pulih kembali, atau harus merelakan ia pergi agar tidak lagi menderita karena harus menanggung rasa sakitnya selama ini.

Namun, jika kita percaya bahwa kepergiannya adalah hal terbaik yang Tuhan berikan untuk dirinya, pasti kita akan menjadi lebih legowo menerima kenyataan walaupun rasanya kita tidak akan sanggup menghadapinya.

Mencoba Bangkit dan Pantang Menyerah

Hal positif lain yang dapat diambil pelajarannya dari tokoh Kang Shi Young adalah ia tidak menyerah untuk berusaha keluar dari lubang trauma masa lalunya. Tak lain dan tak bukan, Cha Yo Han adalah sosok yang membuatnya kembali bangkit dan mencoba meraih kembali cita-citanya. Memang hidup itu butuh motivator ya, Sis!

Sebagai seorang dokter residen, kemampuan Kang Shi Young tentu masih sangat jauh di bawah Cha Yo Han, akan tetapi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar. Kang Shi Young selalu mencoba memahami, menelaah dan mempelajari setiap kasus (penyakit) yang ia temukan. Ia selalu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membantu pasien agar dapat sembuh dan pulih kembali.

Kang Shi Young juga membuktikan pada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya bahwa ia masih layak untuk menjadi seorang dokter spesialis anestesiologi yang diperhitungkan.

Mencintai Dengan Secukupnya

Drama medis yang satu ini sebetulnya sudah sangat seru tanpa adanya unsur romance, tapi nggak lengkap lah ya kalau nggak ditambah dengan bumbu-bumbu asmara di dalamnya. Hehe. Sudah jelas couple dalam drama ini adalah Cha Yo Han dan Kang Shi Young.

Mulanya, hubungan mereka berdua hanya sebatas profesor dan residen. Akan tetapi, saat Shi Young menemukan fakta bahwa Cha Yo Han mengidap suatu penyakit langka, ia mulai perhatian pada seniornya tersebut. Dirinya mengkhawatirkan keadaan dan kesehatan Cha Yo Han hingga akhirnya menyadari bahwa perasaan tersebut berbeda dari biasanya. Ehm.

Tapi, hubungan profesional di antara keduanya tetap terjalin dengan baik. Meskipun baper, Kang Shi Young dapat membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan pekerjaan, terutama jika menyangkut pasien. Setelah Cha Yo Han kembali dari luar negeri pun, saat keduanya kembali bertemu, bukannya kangen-kangenan tapi tetep dong bahasannya, "Apakah kau sudah melakukan pemeriksaan gelombang otak pada pasien tersebut?". Haha.

Menjaga hubungan profesional ketika kita ingin berhubungan lebih personal dengan seseorang di lingkungan pekerjaan memang rada-rada tricky. Harus tahu diri dan tahu batasan yang mana pekerjaan tidak bisa disatukan dengan permasalahan pribadi.

Dalam hal ini, Kang Shi Young bisa dibilang mahir dalam menjaga hubungannya dengan Cha Yo Han secara profesional sehingga pekerjaannya sebagai dokter tidak terganggu saat kisah cintanya sedang berjalan tidak baik.

Bisa dikatakan porsi romance dalam drama ini tipis syekalee~ sedikit skinship, tapi lirikan mata yang mengambil banyak peran. Ihiiy...

Nonton Drama Korea di Aplikasi Viu

nonton doctor john viu
Betah nongkrong di Viu

Zaman sekarang, nonton drama Korea sudah sepatutnya menggunakan aplikasi yang legal dong ya! Salah satunya adalah dengan menggunakan "aplikasi Viu" yang bisa didownload melalui ponsel (Android/iOS iPhone), tablet, PC, laptop hingga smart TV. Canggih bener ye kan?

Aplikasi Viu ini merupakan layanan video over the top (OTT) yang menyediakan drama Asia, program variasi, anime dan berita hiburan. Viu pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 di Hong Kong dan masuk ke Indonesia secara resmi pada tanggal 26 Mei 2016.

Dengan menggunakan aplikasi Viu sebagai tempat tongkrongan untuk menonton, ada banyak kelebihan yang bisa kita peroleh di antaranya banyaknya pilihan konten yang tersedia. Jadi, aplikasi Viu ini nggak hanya menyediakan drama Korea saja tapi juga beragam variety show, film dan series yang bukan hanya asal Korea namun beberapa negara di Asia seperti Thailand, China bahkan Indonesia.

home viu
Beragam tontonan di aplikasi Viu

Kalau aku pribadi sih ya, lebih sering nonton drama Korea di aplikasi Viu karena hampir semua judul yang aku cari ada di sana. Mulai dari drama yang sedang tayang (on going) seperti "Mouse" nya Lee Seung Gi sampai drama yang sudah lawas seperti "Secret Garden"-nya Abang Hyun Bin dari tahun 2010 juga ada.

Kelebihan lainnya adalah aplikasinya yang user friendly. Tentunya, untuk memudahkan pengguna aplikasi tersebut, tampilan yang user friendly hukumnya wajib deh ya! Viu ini gampang banget dipakainya, mau dari PC atau laptop maupun dari ponsel.

Untuk memiliki akun di Viu, pendaftaran dapat dilakukan menggunakan akun Gmail, Facebook maupun email lain selain Gmail. Prosesnya juga mudah dan tidak memakan waktu lama.

Terpenting lainnya nih ya, biaya untuk berlangganan Viu ini terjangkau banget. Sekarang saja, biaya yang aku keluarkan per bulan untuk menjadi pelanggan Viu Premium adalah only Rp15.000,-. Memang saat meng-upgrade ke Viu Premium setahun yang lalu, aku memanfaatkan adanya promo. Berita baiknya, Viu ini sering banget ngadain promo berlangganan. Cihuuy!

Metode pembayaran yang dapat digunakan untuk berlangganan bermacam-macam dan tidak menyusahkan sama sekali. Bisa bayar pakai Go-Pay, pulsa hingga OVO. Aku sendiri sudah setahun memanfaatkan pembayaran menggunakan Go-Pay yang akan terpotong secara otomatis setiap bulannya.

Sebenarnya, fitur yang dapat digunakan tanpa berlangganan juga cukup banyak. Kita tetap dapat menikmati layanan yang tersedia di Viu dengan gratis, tapi tentu saja tidak sebebas jika kita menjadi pengguna Viu Premium.

Satu lagi nih kelebihan yang akan didapatkan ketika kita men-download aplikasi Viu, kita bisa menonton secara offline karena Viu sudah dilengkapi dengan fitur download. Sehingga, tidak perlu streaming berjam-jam dan menghabiskan banyak kuota internet. Kalau sudah di-download dan tersimpan kan, bisa nonton kapanpun dan di manapun tidak tergantung dengan konektivitas yang kadang galau. Uhuks!

Aplikasi Viu sangat melindungi hak cipta, jadi biarpun kita sudah mengunduh siaran yang ingin kita tonton, video akan tersimpan di aplikasi Viu dan bukan di galeri ponsel kita. Selain itu, kita nggak bisa sembarangan screen capture adegan drama yang kita tonton dari aplikasi Viu ini.

Sekian dulu ulasan tentang drama Korea "Doctor John" yang aku nikmati dari aplikasi Viu, serta cerita tentang Kang Shi Young, tokoh perempuan dalam drama Korea yang membuatku terinspirasi. 

Oiya, buat teman-teman yang tertarik untuk menonton drama Korea di aplikasi Viu bisa langsung mencari informasi lebih lengkap di websitenya yaitu www.viu.com. Siapkan camilan sebagai teman nonton, ya!

Sukabumi, 27 Maret 2021

37 komentar:

  1. iya sering nonton drama kode di aplikasi Viu. Menarik dan bagus sih. Lebih simple saat klik ini dan itu. Untuk film yang ini saya belum nonton. Biasa saya baca review dulu baru nontoh. Soalnya panjang serinya. Capek kalau ngak dikasih info sedikit mengenai film.

    Nah, nemunya reviewnya di sini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah habis ini bisa nonton deh ya mba. Haha. Memang lengkap rata2 drama, film, variety show yang ada di viu..

      Hapus
  2. Makasih reviewnya ya mam... Penasaran tp urung untun nonton. Kalau mas Ji Sung main biasanya ada dark-nya dikit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yak betul, romancenya pun tipis di drama ini.. Tapi aktingnya mas memang juara siiy..

      Hapus
  3. ah dokter John, ini adalah drakor yang membuat aku kembali setia menuntun drakor
    apalagi sejak langganan viu, jadi makin banyak pilihan drakornya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin banyak nonton makin produktif menulis ya mbak dk. Hehe..

      Hapus
  4. Baca tentang CIPA (Congenital Insensivity to Pain with Anhidrosis), kok jadi mikir enak ya kalau punya kekhasan itu ... huhuhu gak mungkin juga senak sepenuhnya kali ya .. pasti bermasalah karena gak normal. Apakah dalam drama Korea Doctor John ini bisa diketahui apa saja masalahnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru bahaya kalau kita nggak bisa merasakan sakit. Karena kalau kita punya penyakit nggak ada tanda dari tubuh kita. Bisa jadi bom waktu yabg meledak kapanpun. Huhu..

      Iya biasanya di akhir sesi kasus ada latar belakang masalahnya dan penyelesaiannya..

      Hapus
  5. Berarti di korea sebenarnya ga boleh euthanasia tapi para tokoh utama di sini justru cenderung bersedia melakukannya, ya. Itu kenapa biasanya dokter ga boleh menangani keluarga sendiri, khawatir jadi bias secara emosional

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di akhir kisah hanya dikatakab semua dokter ingin yg terbaik untuk pasiennya. Saya juga belum update lagi mengenai euthanasia ini..

      Hapus
  6. Yihaaa sukaa banget dgn review drakor ini.
    Aplikasi VIU memang cucok bgt jadi soulmate selama pandemi ini yak.
    Drakornya berkualitas semuaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Drakornya nggak abal abal ya. Banyak pilihannya, bisa pilih sesuai genre atau yang direkomendasikan

      Hapus
  7. Seseru apapun kisahnya, tak lengkap tanpa dibumbui dengan masalah asmara ya, Mbak Ima. He .. He ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe betul, nek. Kurang manis gitu rasanya kalo drama tanpa romance tuh 😁

      Hapus
  8. Ah, aku belum nonton drama ini. Seru juga ternyata. Mau nonton di VIU ah nanti.

    BalasHapus
  9. Wah seneng ya ada aplikasi Viu ini, bisa nonton drakor sepuasnya. Apalagi cerita2 drama Korea ini bagus2, pasti puas dong bisa berlangganan dengan harga terjangkau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul biaya berlangganannya memang jadi salah satu keunggulan viu. Padahal drama dan film2'y cukup lengkap..

      Hapus
  10. wah penasaran sama dokter john ini, aku belum nonton mbak ima. tapi aku sering beberapa kali lihat cuplikannya. aku pun langganan sama viu ini buat nonton drakor yang legal hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeaayy tontonan ilegal so yesterday ya. Haha.. Dulu nonton harus dowbload dulu ke warnet euy..

      Hapus
  11. Drama korean yang berbau medis selalu mengingatkan pada DoTS. Hihi, maap, taunya cuma itu. Tapi pas baca review ini, jadi penasaran deh sama jalan ceritanya.

    BalasHapus
  12. Wiwin | pratiwanggini.net10 April 2021 05.24

    Selalu seru baca review tentang drakor. Selalu ikut mendapatkan insight juga. Btw Viu ini khusus nyediain film-film Korea saja ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak kok mbak wiwin. Macam2 tuh, sekitaran asia dia tayangin. Ada indonesia juga, thailand juga..

      Hapus
  13. Huah... Aku jadi kangen nonton drakorini lagi. Keren aksinya. Btw, nonton di view menurutku lebih nyaman. Gambarnya jelas banget. Suaranya bagus. Filmnya banyak pilihan, termasuk yang on going juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak deris. Viu nggak usah diragukan lagi deh ya..

      Hapus
  14. Aku sudah nonton drama ini dan suka banget jalan ceritanya
    Di dunia dokter memang cinta itu sesuatu yang menggelikan kata temenku haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha begitu rupanya ya. Tapi banyak juga loh couple2 yang keduanya dokter ya kan?

      Hapus
  15. Sudah nonton doctor John. Memang yahud banget akting Ji Sung dan Lee See Young di sini. Saya sampai nonton dua kali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh mantap sampai nonton 2x. Saya nonton ulang buat merefresh ceritanya sebelum menulis ini. Hehe.. Tapi emang sekeren itu sih drama'y!

      Hapus
  16. Keren bgt nih drakor,sy jg sdh nonton mba. seruuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeaayy nggak salah ya saya tulis reviewnya. Haha..

      Hapus
  17. Kayaknya nih drakor mulai banyak mengangkat tema dokter2 gitu ya mba. Seru juga nih membaca review Doctor John ini. Ada motivasi juga yang terselip di saat seseorang merasa hampir gagal, maka dukungan orang lain sangat berarti baginya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul dan awalnya bukan karena si cewenya udah suka sama cowonya tapi karena tokoh utama cowonya dicerotakan cerdas bgt sbg dokter dan selalu profesional. Jadilah dy termotovasi..

      Hapus
  18. Saya belum nonton drakor Dokter John ini jadi pengen kepoin juga jalan ceritanya. Sepertinya menarik setelab baca ulasan di atas. Cus ah nanti mau nonton di Viu. Aplikasi yang paling nyaman memang buat nonton drakor. Apalagi biaya berlangganannya juga cukup terjangkau ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo nonton juga dr john. Betul salah satu alasan enak langganan viu karena langganannya murah, bayarnya pun gampang

      Hapus
  19. Saya pun betah nongkrong di Viu, Mbak. Udahlah nontonnya legal, pilihannya juga banyak. Terutama drakornya. Termasuk Doctor John ini.

    BalasHapus