Sabtu, 29 Agustus 2020

Mengenang Masa Menjadi KPoper


Jikalau aku menyelesaikan tulisan ini, artinya tersisa 5 topik lagi dari Kdrama Writing Challenge yang sudah aku ikuti sejak bulan Juni lalu. Ya ampun, tak terasa!

Topik ke-25 ini berbicara tentang kenal mana duluan, antara Kpop dan drama Korea. Drama Korea sudah kutonton sejak zaman Song Hye Kyo bermain dalam Endless Love yaitu pada tahun 2000 silam. Setelahnya, aku belom terlalu banyak mengikuti serial drama Korea kecuali yang diputar di televisi dalam negeri.

Aku mulai menyukai musik Korea sejak menonton Full House, Sassy Girl Chun-Hyang dan Princess Hours yang kutonton melalui persewaan DVD, patungan dengan teman sekolahku. OST dari drama tersebut banyak yang membuatku tertarik untuk mencari MP3 dari lagu-lagunya.
Dulu, aku sebatas menyukai lagu-lagu OST drama saja. Tidak sampai menjadi bias dari suatu grup yang sering disebut girlband atau boyband. Sampai pada tahun 2010, dimana aku beserta beberapa teman kampus pergi mewakili fakultas untuk menghadiri acara di Korea Selatan.

Hampir semua teman-teman dari Indonesia yang berangkat kesana, baik dari Jakarta, Bandung dan daerah lain di Indonesia tau atau merupakan penggemar Kpop. Aku? Bengak bengok aja kalau mereka membahas grup A, B, C yang namanya saja tidak pernah ku dengar.

Ternyata, banyak dari panitia penyelenggara acara yang merupakan orang Korea Selatan juga seorang Kpopers. Jadilah aku seperti tiada berkawan diantara mereka yang heboh membahas idol masing-masing. Tapi, itu tidak membuatku lantas menjadi Kpoper, guys! Masih kekeuh nih, paan sih Kpop-Kpop?!

Adalah Jung Yong Hwa, laki-laki yang merusak prinsipku untuk tidak ingin menjadi Kpoper. Pertama melihatnya dalam drama You're Beautiful. Pertama kalinya juga aku mengalami second lead syndrome karena Yong Hwa oppa berperan sebagai pemeran utama kedua.

Nae namja (ngarep!)
Source : soompi.com
Dari sana, seorang sahabatku yang merupakan Kpoper kelas berat banyaaak menjejeliku informasi tentang Yong Hwa. Bahwa ia adalah lead vocal sekaligus leader dari band CNBLUE. Band loh, bukan boyband. Leh uga nih coba dengerin lagunya.
Mengenal CNBLUE seperti membukakan jalan padaku untuk lebih mengenal banyak idol-idol Korea lainnya. Setelah menonton Yong Hwa berpasangan dengan Seo Ju Hyun alias Seo Hyun SNSD dalam variety show We Got Married, aku jadi tertarik untuk mencari tau tentang girlband SNSD dimana Seo Hyun menjadi salah satu personilnya.

Setelah mengenal SNSD, perlahan-lahan aku mulai menyukai lagu-lagu dari girlband yang nama lainnya Girl's Generation tersebut. Dance-nya juga asyik untuk diikuti. Ternyata, anak-anak sekelas di kampusku saat itu banyak juga yang menggandrungi SNSD, nggak cewek nggak cowok.

SNSD versi lengkap
Source : soompi.com
Aku sendiri hanya tau lagu-lagu mereka yang terkenal-terkenal saja. Tidak sampai pula membeli album-albumnya seperti Kpopers sejati. Lanjut, setelah sering melihat-lihat show SNSD di internet, aku jadi tau bahwa mereka adalah girlband di bawah naungan manajemen SM Entertainment.

Kemudian aku mulai tau yang namanya Super Junior (SuJu) yang mana penggemarnya disebut ELF. Awalnya adalah ketika seorang teman memperlihatkan video klip No Other, seketika aku susah berpaling dari oppa ganteng yang ku tau bernama Choi Siwon.

Ada saat-saat dimana aku sukaaa sekali dengan SuJu sama sukanya dengan aku pada CNBLUE. Semua video live mereka dan music video-nya aku tonton, tapi saat itu aku hanya fokus pada Siwon seorang. Lainne sopo embuh aku yo ra ngerti! Rasanya nggak peduli pada member yang lain, baik namanya maupun wajahnya. Haha.

Fokusnya tetep Siwon ama Donghae ♥️
Source : allaboutkpop.com
Tapi ternyata, aku berpaling dari Choi Siwon setelah menonton drama berjudul Panda and the Hedgehog. Langsung banting setir ke Lee Dong Hae, dimana ia adalah salah seorang member SuJu yang menjadi pemeran utama dari drama tersebut. Kesukaanku pada Dong Hae oppa berlanjut hingga sekarang. Hehe.

Memang ada masa dimana aku sempat bosan menonton drama dan ingin mencari-cari sesuatu yang lain. Akhirnya aku beralih juga ke Kpop, meskipun tidak menjadi Kpoper luar biasa seperti teman-teman dan sahabat-sahabatku yang lain. Cukup menikmati musik dan visual mereka saja dari layar laptop.

2 PM
Source : allaboutkpop.com
Selain idol-idol yang aku sebutkan di atas, aku juga pernah tertarik dengan boyband 2PM. Dibandingkan dengan boyband lain, penampilan mereka kurasa lebih maskulin dan namja banget. Idol yang menjadi fokusku disana adalah Hwang Chan Sung. Gak bosen-bosen liat dia dulu tuu~

Dari semua idol Korea yang aku pernah tau, tidak ada yang benar-benar membuatku bertahan untuk konsisten ngefans dengan mereka kecuali CNBLUE dan SISTAR. Band dan girlgroup ini membuatku selalu menantikan lagu-lagu terbaru mereka.
Namun, masa-masa sebagai Kpoper pun akhirnya berlalu juga. Setelah lulus kuliah, kesukaanku pada idol-idol Korea Selatan perlahan-lahan memudar karena tidak ada lagi waktu untuk menonton video-video show mereka saat aku sudah bekerja. Pulang kerja yang ada capek dan tidur, kalaupun ada waktu luang pilihanku tetap pada menonton drama.

Apalagi setelah CNBLUE lama vakum dan SISTAR disband. Sudahlah, bye-bye Kpop. Adapun grup musik yang sempat menarik perhatianku adalah BLACKPINK. Itupun karena adikku sering kali mendengarkan lagu-lagunya ketika aku di Jogja. Tapi, aku juga tidak sampai mencari-cari info lebih lanjut mengenai mereka. Hanya suka mendengarkan beberapa lagu hits-nya saja.

2020 masanya BLACKPINK
Source : allboutkpop.com
Saat ini, paling aku hanya kepo-kepo saja saat idol yang kutau merilis lagu baru mereka. Menonton sekali atau dua kali video music mereka. Seperti BLACKPINK yang saat ini sedang mendunia karena berkolaborasi dengan Selena Gomez di lagu yang berjudul Ice Cream.

Sukabumi, 29 Agustus 2020

1 komentar: