Senin, 04 Mei 2020

Untuk Blogger Pemula, Lakukan 6 Hal Ini Agar Konsisten Menulis


"Kalau mau jadi blogger atau penulis kuncinya itu konsistensi dalam menulis, Mba," begitu saran yang disampaikan oleh seorang teman sesama blogger.

Membangun konsistensi dalam menulis memang suatu hal yang harus dipupuk oleh seorang blogger yang kerjaannya menulis, sebenarnya sepenting apa sih konsistensi menulis dan mengunggah konten dalam dunia blogging?


Dari hasil penelusuran sana-sini, aku menyimpulkan bahwa blogger yang secara rutin mengupdate konten berpeluang mendapatkan traffic yang banyak pula. Blog yang selalu update lebih disukai oleh pembaca sehingga berpotensi untuk mendapat kunjungan lebih banyak.

Konsistensi menulis juga dapat membuat seorang blogger menjadi lebih disiplin dalam mengatur jadwal menulis dan kegiatan lain di luar dunia blog. Semakin rutin seorang blogger menulis maka akan semakin mudah juga menemukan ritme menulisnya tanpa mengganggu pekerjaan lainnya.

Meningkatkan penghasilan juga menjadi salah satu alasan utama mengapa seorang blogger harus konsisten mengupdate blognya. Lalu lintas pengunjung yang membaca blog akan semakin bertambah seiring dengan semakin aktif seorang blogger mengunggah konten. Sesuai dengan teori kemungkinan, jika traffic meningkat maka kemungkinan blogger mendapat klik dari iklan yang dipasang (adsense) juga semakin besar.

Aku sendiri belum berpikir sampai ke meningkatkan penghasilan dari kegiatan ngeblog ini, mempertahankan konsistensi menulis selama beberapa bulan ini saja sudah merupakan suatu perjuangan. Haha. Traffic dan penghasilan meningkat tentunya aku anggap sebagai bonus.

Sebagai blogger pemula, aku ingin membiasakan diri dulu untuk rutin menulis. Tujuannya agar aku terbiasa mencari ide untuk membuat tulisan dan supaya blog ini semakin aktif dan dikenal banyak orang. Tidak mudah memang membangun kebiasaan ini karena dulu aku hanya menulis jika ada mood untuk menulis. Tahun ini, aku mencoba untuk menjadikan kegiatan menulis sebagai bagian dari keseharianku.

Baca juga : Untuk Apa Nge-blog?

Kali ini, aku ingin berbagi tips bagi para pemula untuk menjaga konsistensi menulisnya. Yuk simak bersama-sama :

1. Buat Jadwal Menulis

Berhubung aku bukan termasuk tipe deadliner dan lebih suka suatu kegiatan berjalan teratur, maka aku menjadwalkan kapan aku akan menulis. Biasanya sekitar pukul 11.00 WIB dan sekitar jam 21.00 WIB.

Meskipun pada akhirnya waktu menulis akan lebih fleksibel mengikuti ritme kegiatan bersama anak di rumah, biasanya baru bisa benar-benar menulis ketika anak sedang tidur.

Dengan adanya jadwal menulis harian seperti ini, aku merasa lebih profesional saja dan jadi seperti punya jam kerja. Ini membuatku lebih semangat untuk mengumpulkan ide dan menulis sesuai jadwal, kalaupun tidak sesuai jadwal minimal aku membuat satu tulisan dalam sehari.

2. Kumpulkan Ide Sebanyak-banyaknya

Memiliki kepala penuh ide untuk menulis itu penting terutama untuk penulis pemula seperti aku. Penulis pemula akan lebih cepat menyerah ketika kehabisan ide sehingga dirinya merasa stuck lalu berhenti menulis.


Satu-satunya jalan untuk terus menulis untuk orang sepertiku tentunya dengan berbelanja ide yang banyak lalu ditulis dalam bentuk draft. Ide-ide inilah yang kemudian akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan utuh, bisa juga sewaktu-waktu ide yang sudah ada tadi terasa kurang cocok untuk aku jadikan tulisan sehingga kuhapus atau aku ganti dengan yang saat itu terlintas dalam pikiranku.

Bagiku, metode ini cukup berhasil karena hingga memasuki pertengahan tahun 2020 ini aku bisa menulis hingga 20 tulisan di setiap bulannya berbekal metode belanja ide. Semoga konsisten terus. Hehe.

3. Tentukan Target

Tanpa adanya sesuatu yang ingin dicapai, kegiatan menulis akan terasa kurang greget. Target ini penting agar kita berpikir untuk terus berusaha bagaimana mencapai apa yang kita harapkan.

Tahun ini, targetku adalah lulus dalam Kelas Literasi Ibu Profesional dengan meraih 12 badge berturut-turut. Artinya, dalam satu bulan minimal aku harus menghasilkan 10 tulisan. 

Aku juga ingin meningkatkan kemampuan menulisku dengan mengikuti beberapa workshop kepenulisan, mengikuti beberapa proyek menulis sehingga bisa menghasilkan karya yang lain.

Adanya target ini membuatku semangat untuk merealisasikannya. Tujuanku mengerjakan hal ini dan itu menjadi jelas ketika memasang target.

4. Fokus pada Tujuan

Pesan alm. bapak sejak dulu yang selalu aku ingat adalah, "Kalau kamu mau sesuatu kamu harus fokus. Pikirkan terus kalau kamu bisa meraihnya suatu hari nanti, fokus-fokus-fokus. Jangan lupa berusaha, lama-lama ada jalan dan cita-cita kamu bisa tercapai," begitu pesannya.

Aku menerapkannya saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, aku bercita-cita untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada. Fokus terus kesana hingga akhirnya aku menemukan jalan dan berhasil masuk ke kampus impianku.

Beberapa hal lain juga terbukti bisa terealisasi saat aku fokus pada apa yang menjadi tujuanku, tidak lupa berdo'a dan berusaha tentunya untuk mewujudkannya.

Fokus pada tujuan membuat kita tidak mengsla-mengsle ingin ini-itu-ini-itu dalam satu waktu, fokus saja pada satu hal. Lakukan satu per satu, insha Allah semua akan tercapai pada waktunya.

5. Take Your Time

Keempat tips di atas terasa begitu serius? Padahal aku melakukannya dengan santai. Hehe. Santai dan take your time, jangan lupa lakukan hal lain yang kalian sukai selain menulis.

Bagiku, menulis merupakan suatu hobi jadi aku harus melakukannya dengan perasaan senang sama seperti ketika aku travelling. Perasaan senang itulah yang membuat aku menikmati kegiatan menulis ini.

Meskipun aku memiliki jadwal serta beberapa target yang ingin dicapai, kehidupanku tentu tidak melulu menulis. Untuk menjaga mood dan semangat menulis, aku menyediakan beberapa hari bebas menulis. Di hari dimana aku tidak menulis, biasanya aku mengumpulkan ide sehingga saat sudah tidak libur aku bisa langsung melanjutkan ide tersebut menjadi tulisan.

Intinya, jangan jadikan kegiatan yang kalian sukai (dalam hal ini menulis) menjadi beban. Kalau dijadikan beban ya tentunya kegiatan menulis menjadi kurang menyenangkan.

6. Motivasi Diri Sendiri

Motivasi terbesar itu datangnya harus dari diri sendiri. Meskipun support system kita sangat mendukung diri kita untuk terus berkembang, apabila hal tersebut tidak muncul dari dalam diri sendiri tentu tidak akan ada pergerakan yang dibuat.

Untuk memotivasi diriku sendiri, biasanya aku akan mengacu pada poin 3 dan 4. Ingat-ingat lagi tujuan utama kita apa dan kembali fokus untuk mewujudkannya.

Melihat kesuksesan teman-teman yang lain juga bisa memantik semangat dari dalam diri sendiri untuk terus melangkah dan menjadi sukses dengan jalan yang kita pilih. Ayo semangat terus, jangan menyerah untuk terus berusaha melakukan yang terbaik!

Begitulah teman-teman, 6 tips menjaga konsistensi menulis bagi penulis pemula yang bisa aku bagikan untuk kalian. Keenam tips tersebut sudah aku terapkan sejak awal tahun hingga bulan Mei ini, semoga aku juga bisa terus menjaga konsistensi menulis ini hingga tercapai semua cita-citaku dalam bidang literasi.

Bagaimana menurut kalian? Kalau kalian sendiri, bagaimana cara menjaga agar tetap konsisten menulis?

Sekian dan semoga bermanfaat ya!

Sukabumi, 04 Mei 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar