7 Skill Blogger yang Bisa Jadi Banyak Peluang Kerja Digital

skill blogger di dunia digital

Beberapa tahun terakhir, banyak blogger (termasuk saya) yang mulai merasa bahwa job menulis artikel tidak seramai dulu. Brand dan bisnis kini lebih banyak mengalokasikan budget mereka ke short-form video, influencer marketing, hingga AI-generated content.

Menurut HubSpot, short-form video menjadi salah satu format konten dengan ROI tertinggi untuk marketing saat ini, sementara penggunaan AI dalam pembuatan konten juga terus meningkat.

Perubahan ini pastinya membuat dunia blogging ikut berubah ya. Namun sebenarnya, menurut saya nih, skill yang dipelajari seorang blogger masih sangat relevan di era digital sekarang.

Saat ngeblog, kita bukan cuma belajar menulis artikel, tapi juga memahami audience, riset keyword, SEO, mengelola website, sampai menyusun strategi konten. Tanpa sadar, banyak blogger yang sebenarnya memiliki skill digital yang bisa berkembang menjadi peluang kerja lain.

Saya sendiri merasakan hal tersebut. Dari yang awalnya hanya belajar mengelola blog pribadi dan beberapa blog komunitas, sekarang skill yang saya kembangkan menjadi peluang ide bisnis di bidang jasa. Saat ini, saya sedang bekerja bersama klien luar dalam pembuatan website. Dan ternyata, banyak skill blogger lain yang juga masih sangat dibutuhkan di dunia digital saat ini.

Kenapa Skill Blogger Masih Dibutuhkan di Dunia Digital?

Sering kali, ketika seorang blogger sedang mengulik dan ngutak-atik blognya, ada banyak skill yang mereka pelajari. Skill inilah yang akhirnya bisa membuka peluang kerja lain di dunia digital. Bahkan banyak kemampuan yang awalnya dipelajari untuk mengembangkan blog, ternyata juga dibutuhkan oleh bisnis, brand, maupun personal brand saat ini.

Terbiasa Memahami Audience

Seorang blogger terbiasa memikirkan apa yang dicari pembaca, topik apa yang menarik, hingga gimana caranya membuat tulisan yang nyaman dibaca, baik untuk audience maupun mesin pencari. Hal ini melatih kemampuan memahami audience dan membuat konten yang lebih relate dengan kebutuhan mereka.

Skill seperti ini sangat berguna dalam dunia content marketing karena brand saat ini tidak hanya membutuhkan konten yang bagus, tetapi juga konten yang benar-benar bisa relate dengan target market mereka.

Punya Kemampuan Riset yang Baik

Saat membuat artikel, blogger biasanya melakukan riset terlebih dahulu. Cari-cari keyword, melihat tren topik, sampai memahami pertanyaan yang sering dicari audience di Google.

Kemampuan riset ini menjadi salah satu skill penting di dunia digital. Hampir semua strategi content marketing dan SEO membutuhkan data serta pemahaman tentang perilaku audience.

Terbiasa Belajar Secara Mandiri

Dunia blogging juga membuat banyak blogger terbiasa belajar secara otodidak. Mulai dari belajar SEO, mengatur tampilan blog, mencoba berbagai tools, sampai mencari solusi saat website mengalami error.

Kebiasaan untuk terus belajar dan beradaptasi ini pastinya jadi nilai tambah tersendiri, terutama karena industri digital terus berubah dengan cepat.

7 Skill Blogger yang Bisa Jadi Peluang Kerja Digital

Skill yang dipelajari blogger sebenarnya sangat dekat dengan kebutuhan industri digital saat ini. Jaman now mah apa-apa digital aja, kan! Di sinilah peluang kita sebagai blogger masih sangat terbuka lebar, frens. Berikut beberapa skill blogger yang masih relevan dan banyak dibutuhkan saat ini:

peluang kerja digital

1. SEO (Search Engine Optimization)

Blogger dan SEO seharusnya berteman akrab. Mulai dari riset keyword, optimasi artikel, hingga memahami cara kerja mesin pencari secara basic. Skill ini sangat dibutuhkan oleh banyak bisnis karena hampir semua website ingin tampil di hasil pencarian Google.

Saat ini, jasa SEO juga makin luas, lho. Nggak hanya sebagai SEO Specialist, tapi juga merambah ke dunia virtual assistant sebagai SEO VA. Kliennya pun bukan hanya blogger yang memiliki blog pribadi, tapi juga website bisnis, company profile, hingga toko online.

2. Content Writing

Menulis artikel tentunya adalah skill utama yang paling sering dipelajari blogger. Namun kemampuan ini sebenarnya masih bisa berkembang ke banyak bidang lain, seperti menulis artikel website (lain), konten edukasi, advertorial, hingga content writing untuk brand.

Oleh karena sudah terbiasa membuat tulisan yang informatif dan nyaman dibaca, blogger akan lebih mudah beradaptasi dalam dunia content writing profesional.

3. Copywriting

Selain menulis artikel panjang, blogger juga sering belajar bagaimana membuat headline yang menarik dan CTA yang engaging agar pembaca mau terus membaca artikel mereka.

Kemampuan ini sangat berguna dalam dunia copywriting, terutama untuk kebutuhan landing page, caption promosi, email marketing, maupun campaign digital.

4. Website Design Dasar

Banyak blogger belajar mengatur tampilan blog mereka sendiri. Memilih template, mengatur layout, hingga memahami struktur website sederhana.

Skill inilah yang kemudian bisa berkembang menjadi kemampuan desain website atau pembuatan website sederhana untuk klien maupun bisnis kecil.

5. Content Strategy

Ketika mengelola blognya, blogger sedari awal sudah belajar menentukan niche, membuat ide konten, hingga memahami jenis topik yang disukai audience.

Tanpa sadar, kemampuan content strategy mereka sudah terlatih. Peluang ini cukup dibutuhkan oleh brand maupun bisnis digital untuk mengembangkan konten mereka secara lebih terarah.

6. Editing dan Proofreading

Blogger juga terbiasa mengecek typo, memperbaiki struktur tulisan, dan memastikan artikel nyaman dibaca sebelum dipublikasikan. Meskipun tampaknya gitu doang, skill editing dan proofreading tetap penting karena banyak brand membutuhkan konten yang rapi, jelas, dan profesional.

7. Affiliate Marketing

Banyak blogger juga mengenal affiliate marketing sebagai salah satu cara mendapatkan penghasilan dari blog. Saya sendiri sempat mencobanya meski tidak diteruskan pada akhirnya. Dari sini, blogger belajar bagaimana membuat konten promosi yang tetap natural dan tidak terasa terlalu hard selling.

Skill ini cukup relevan dengan kebutuhan digital marketing saat ini, terutama untuk content promotion dan strategi soft selling.

Pengalaman Pribadi: Dari Blogger ke Peluang Kerja Lain

Dari blogging, saya pribadi jadi belajar banyak hal di luar menulis artikel. Awalnya mungkin hanya sekadar ingin punya blog yang rapi dan nyaman dibaca. Semakin lama, ternyata ada banyak skill lain yang ikut berkembang dan akhirnya bisa digunakan untuk membantu kebutuhan digital klien maupun bisnis.

Belajar Website dari Blog Pribadi

Dulu saya cukup sering eksplor template blog, mengatur layout, mencoba tampilan halaman, sampai belajar bagaimana membuat website terlihat lebih nyaman untuk pengunjung. Dari proses itu, saya jadi memahami dasar-dasar website design secara perlahan.

Skill tersebut akhirnya berkembang menjadi peluang di mana saya berkesempatan bekerja bersama klien luar dalam pembuatan website bisnisnya. Bahkan saat ini, banyak bisnis yang membutuhkan website sederhana namun tetap nyaman digunakan, termasuk bisnis kuliner yang mulai sadar pentingnya memiliki website untuk membangun branding dan menjangkau lebih banyak pelanggan secara online.

Blogging Jadi Tempat Belajar Skill Digital

Menurut saya, blog itu seperti “tempat latihan” untuk belajar banyak skill digital sekaligus. Saat mengelola blog, kita biasanya belajar sambil praktik langsung. Mulai dari menulis artikel, belajar SEO, memahami audience, mengatur tampilan website, sampai memikirkan strategi konten agar blog bisa terus berkembang.

Menariknya, semua proses tersebut bisa menjadi portfolio alami yang menunjukkan kemampuan kita di dunia digital.

Blogging isn't Dead, But Changing

Meskipun tren digital terus berubah, menurut saya blogging sebenarnya belum mati. Hanya saja, cara orang mengonsumsi konten sekarang memang mulai berbeda. Saat ini, audience lebih cepat tertarik dengan video singkat, konten visual, atau informasi yang serba cepat. Sehingga, banyak brand juga mulai mengubah strategi marketing mereka ke platform lain seperti TikTok, Instagram Reels, maupun AI-generated content.

Namun di sisi lain, blog tetap punya peran penting, terutama untuk konten yang lebih mendalam dan mudah ditemukan lewat mesin pencari. Bahkan sampai sekarang, banyak orang masih mencari informasi melalui Google untuk membaca review, tutorial, rekomendasi, maupun artikel edukatif.

Selain itu, skill yang dipelajari dari blogging juga tetap relevan di dunia digital. Mulai dari SEO, content writing, website management, sampai content strategy masih menjadi kebutuhan banyak bisnis saat ini.

Menurut saya, yang berubah bukan nilai bloggingnya, tetapi cara blogger beradaptasi dengan perkembangan digital.

Penutup

Menjadi blogger ternyata bukan hanya tentang menulis artikel di website pribadi. Di balik prosesnya, ada banyak skill digital yang bisa berkembang dan membuka peluang kerja lain yang dipelajari secara perlahan dari pengalaman mengelola blog.

Saya sendiri juga masih aktif ngeblog sampai sekarang, karena blogging bukan cuma tempat menulis, tetapi juga tempat belajar, berkembang, dan membangun portfolio digital. Biarpun yaa simply karena suka nulis aja, sih. Hehe..

Jadi kalau saat ini job blogger terasa lebih sepi, mungkin ini saatnya mulai melihat peluang lain dari skill yang sudah kita miliki. Kalau kamu sendiri, skill apa yang paling berkembang sejak mulai ngeblog?

Posting Komentar

19 Komentar

  1. Ini bener banget sejak ngeblog dari tahun 2017an, banyak skill digital yang meningkat.

    Dan masih stay ngeblog meskipun banyak temen2 yang udah pada vakum atau beralih ke konten visual audio. Menurutku ngeblog masih sangat menyenangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya banget, Kak. Buat saya blog udah kayak rumah kedua, tempat hening yang bikin healing. Hihi..

      Hapus
  2. Bener kalau dibilang blogger itu serba bisa bahkan dari yang dulu tidak bisa karena kemauan dan ada yang terpaksa juga jadi bisa seperti mengedit video misalnya keunggulan seorang blogger adalah dia biasa bertutur sehingga ceritanya runtut dan sangat detail sehingga membedakan karya dibandingkan yang bukan blogger dan setuju sih kalau bisa dibilang blogger itu tidak habis tapi sedikit berubah. Jadi teruslah berkarya apapun platformnya

    BalasHapus
  3. Yes, mba Ima.
    banyak yg bilang bloging udah senjakala.
    aku dianggap makhluk purbakala waktu ikutan acara Seminar Kominfo di salah satu hotel.di Surabaya, lalu ku perkenalkan diri, "Saya adalah bloger"

    banyak yg senyum sinis gitu 🤣padahal.kita bisa pivot/convert ke profesi2 dan job lain ya.

    BalasHapus
  4. makasih mbaaa insight nyaa jadi berasa lebih terbuka mau gak mau blogger memang harus beradaptasi dengan perubahan yaa bukannya meninggalkan blog tapi menambah skill lain agar kemampuan menulis kita tidak jalan ditempat yaa....dan aku sendiri juga banyak belajar dari dunia blog ini mba,,dari belajar menulis, belajar membuat artikel yang menarik, belajar edit video juga..gak ada yang sia2 selama mau belajar ya kan mba ;)

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah, saya pun merasakan betul hikmah dari ngeblog ini. Selain untuk hobi, peluang untuk mendapatkan penghasilan pun tetap mengalir.

    Saya sangat sepakat dengan poin-poin yang sudah dijabarkan. Intinya kita harus beradaptasi dengan cepat melihat perubahan di sekitar kita, termasuk dalam dunia kepenulisan. Kalau mau mendapat peluang kerja, memang tak boleh sekedar menulis saja, tetapi skill seperti SEO, copywriting, sampai content writing pun perlu, ya

    BalasHapus
  6. Saya pun merasa kalau job menulis sekarang memang sepi, Mbak. kalaupun ada, fee juga sangat kecil. Saya ambil karena menganggap sebagai tabungan untuk bayar domain. Kadang jadi malas ngeblog, tapi kalau blog kosong ya malah lebih parah lagi. Dan ternyata ada skil-skil blogger yang bisa dikembangkan ya. Wah.. jadi semangat lagi nih, Mbak.

    BalasHapus
  7. Aku suka bagian blogging isn't dead, but changing. Harus kuakui, memang benar short video kayaknya lebih tinggi ROI-nya. Tapi, blogging tetap long lasting. Dengan catatan, kitanya juga mau improve. Nggak hanya stuck di tempat yang nyaman doang.

    BalasHapus
  8. Saya sendiri tetap nulis walaupun dunia blog saat ini sedang sepi. Meskipun tidak berharap dapat peluang usaha lain meski skill ngeblog ada, tapi Alhamdulillah masih ada rezekinya walaupun receh
    Justru sambil ngeblog ini saya malah nambah kemampuan lain
    Tetap belajar dan tulisan teman dan otodidak

    BalasHapus
  9. Aku salah satu yang mendapatkan pekerjaan kantoran duluuu banget karena ngeblog hehe. Pas jadi emak2 pernah dikontrak juga buat content writer blog tetapi sayangnya webnya kemudian off :(
    Tapi emang sih insyaAllah ngeblog nggak sia2 ya, pokoknya ada aja manfaatnya, meskipun kadang tidak kitadapatkan secara langsung.
    Minimal banget tulisan yang kita tulis bisa menemukan pembacanya. Bermanfaat buat cari info2.
    Tapi setuju banget, jadi blogger walau di era AI sekarang tetep kudu upgrade skill yaa siapa tahu ada yang mau hire kita krn punya skill itu :D

    BalasHapus
  10. Kalau dari blogger lalu jadi content creator yaa enggak masalah karena memang sudah biasa ngonten dengan terstruktur, paham algoritma di media sosial, dll. Ternyata skill blogging bisa dimanfaatkan di banyak bidang lain yaaa.

    BalasHapus
  11. SEO ini masih banyak dicari di website lowongan kerja. Apalagi untuk gajinya juga lumayan kan.
    Ini jadi peluang penting buat kita sebagai blogger untuk terus meningkatkan skill ini.

    BalasHapus
  12. Setuju sekali, blogger tuh nggak ngilang. Cuma scopenya udah ganti dan lebih luas dengan istilah² yang nggak cuma 'blogging' aja.

    Nah, jadi sebuah keuntungan sendiri ya kalau memulai dari blogger. Skill²nya tuh bisa diterapin lintas bidang dan dalam jenis pekerjaan digital skg mulai SEO sampai copywriting tuh diperlukan banget. 😍

    BalasHapus
  13. Sepakat sekali. Sebenarnya bagi saya pribadi blogging is healing, ternyata lama-lama skill kita meningkat, mulai dari tulisan semakin rapi, bisa otak-atik dan layout tenplate, belajar SEO, belajar covert selling juga he...he...

    BalasHapus
  14. Bener sih. Kalau aku perhatikan, skill blogger itu berguna dan bisa dikembangkan untuk bidang pekerjaan lain. Ya sebagian besar sudah disebutkan di atas. Kalau aku pribadi malah merambah ke menulis novel online. Di sini skill blogger tetap dibutuhkan, terutama buat promosi tulisan karena kalau mau banyak yang baca, tetap harus dibarengi promosi mandiri 😁

    BalasHapus
  15. Affiliate marketin nih yang blm aku gelutin. Kyk ilmu baru nih buat nekunin dunia jualan via sosmed. Pelan2 sih ya. Emg duia blogging udh berubah seiring perkembangan zaman.

    Org2 lbh suka konten audio visual dibanding hanya visual berupa teks dan foto. Tp emg kita hrs berubah sih, adaptasi dgn perubahan zaman biar rezeki makin terus cuan. Hehe. Semangat para blogger dan kreator konten semuanya.

    BalasHapus
  16. Banyak kalau mau dilakoni
    Hanya saja IRT terbatas waktunya
    Kadang harus begadang juga
    Makanya cukup mengerjakan yang bisa saja
    Apalagi kalau urusan perkontenan, bener bener cari yang memang produknya digunakan saja kalau dapat endorse

    BalasHapus
  17. Menurutku memang blog masih tetep relevan sampe sekarang siih..
    Alasannya, karena pertanyaan manusia yang dijawab AI juga jawabannya dari data yang ud masuk, kan yaa.. salah satunya dari tulisan di blog.
    Dan dengan penjelasan yang masih ramah di mesin pencari, pastinya blog masih eksis sampai kapanpun.

    BalasHapus
  18. Kebetulan aku lagi memperdalam dan mempertajam poin ke 4 sama 7 nih. Makanya blogku lagi kurombak habis-habisan. Selain demi mempertegas konsep, juga sekalian belajar lagi ilmu web design yang selama ini kurang maksimal, heuheu.
    Rencananya dengan desain yang baru ini, aku mau mengadopsi lebih banyak placement yang pas untuk konten-konten dan link affiliate. Mayan lah, bisa nambahin pemasukan, heuehu

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya 😊 yang mau ngobrol-ngobrol terkait artikel di atas, yuk drop komentar positif kalian di kolom komentar.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya, Frens! 😉

Satu lagi, NO COPAS tanpa izin ya. Mari sama-sama menjaga adab dan saling menghargai 👍