5 Jajanan Khas Ramadan di Sukabumi

5 Jajanan Khas Ramadan di Sukabumi

Bagi saya, setiap Ramadan memiliki ceritanya masing-masing yang berkesan ketika dikenang. Seperti Ramadan tahun ini, yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

Tahun lalu, saya masih tinggal di Sukabumi dan menjalani ibadah puasa berjauhan dengan suami. Sekarang, kami sekeluarga sudah berkumpul bersama lagi dan berpuasa di kota tempat tinggal yang baru.

Sedikit mengenang pengalaman tahun lalu, ketika saya masih tinggal di Sukabumi, Jawa Barat. Di sana, sama seperti di kota-kota lainnya, masyarakat menyambut bulan penuh berkah ini dengan antusias. Uniknya, saya menemukan banyak kompleks yang mengadakan bazar menjelang berbuka puasa.

Tentunya, kuliner dan jajanan khas Ramadanlah yang paling banyak dijual. Sekalian ngabuburit, masyarakat bisa membeli hidangan untuk berbuka puasa. Di sana, saya jadi tau jajanan khas Sukabumi apa saja yang banyak dijajakan pada saat bulan Ramadan.


Dalam tulisan ini, saya tuliskan 5 jajanan khas Ramadan di Sukabumi yang jarang atau bahkan tidak dijumpai di daerah lainnya ya.

1. Ciwang

ciwang
Sumber: iNews

Ciwang alias Aci Bawang adalah jajanan khas yang Sunda banget, deh. Bahan dasarnya saja aci, yang sering banget dijadikan bahan makanan khas Jawa Barat, seperti cireng, cimol, cilok dan sebagainya. Ciwang ini disebut juga dengan ciuk atau cilung.

Tepung aci yang digunakan adalah aci kawung atau tepung aren. Cara makannya adalah dengan dibanjur kuah atau bumbu kacang dan taburan bawang goreng, serta seledri. Rasanya gurih, mirip-mirip cireng gitu, khas gorengan aci lah ya.

Jajanan ini laris manis dibeli oleh anak-anak, dewasa seperti saya yang masih asing dan penasaran, atau memang suka makanan ini juga nggak ketinggalan ngantri untuk membelinya.

2. Bandros

bandros
Sumber: Pinterest

Selanjutnya ada bandros. Kuliner ini sebenarnya nggak hanya ditemukan di Sukabumi saja. Di daerah Jawa Barat lainnya seperti Bandung, bandros juga banyak dijumpai. Bedanya, saat bulan puasa, yang berjualan bandros ini semakin ramai dan menjadi salah satu jajanan khas Ramadan.

Jajanan khas Sunda ini terbuat dari beberapa bahan seperti tepung beras, kelapa parut, daun suji dan juga santan. Itu merupakan bahan dasar bandros yang masih otentik ya, sekarang sudah banyak dijumpai bandros dengan berbagai toping seperti keju, coklat, susu, dan lainnya.

Sekilas, bandros ini mirip dengan kue pukis, tau kan ya? Namun, tentu saja rasanya berbeda karena terdapat parutan kelapa di bandros yang membuat rasanya lebih gurih. Ada dua jenis bandros sebenarnya, manis dan asin, namun yang masih banyak dijumpai di Sukabumi itu bandros yang original tadi, yang rasanya asin.

3. Kerupuk Asoy

Jangan tanya saya kenapa namanya kerupuk asoy. Wkwk. Saya mencari-cari literatur tentang asal usul nama kerupuk ini tapi belum ketemu. Kerupuk asoy adalah jajanan khas Ramadan berikutnya yang akan sering dijumpai jika kalian ke Sukabumi.

Sebenarnya rasa kerupuk ini yaa seperti rasa kerupuk pada umumnya, gurih-gurih renyah gitu, namun yang membedakan adalah ukurannya. Ukuran kerupuk asoy ini lebih besar dibandingkan dengan ukuran kerupuk yang biasa kita jumpai.

Nah, kerupuk ini biasanya akan dipasangkan dengan hidangan khas Sukabumi lainnya yakni mie leor atau mie glosor.

4. Mie Glosor

mie-glosor
Sumber: iNews

Saat tinggal di sana, saya biasa berbelanja sayur di tukang sayur langganan. Someday, saya membeli mie kuning yang niatnya mau saya masak bakmi jowo gitu, frens. Nggak nanya-nanya pula kan sama Mang sayurnya, ternyata ketika mau saya olah, "Loh, kok mie-nya begini ya?" Wkwk, ternyata yang saya beli itu mie glosor atau mie leor, gais.

Jadi teksturnya dia itu lebih licin dan rasanya pun berbeda dari mie telor biasa karena komponen penyusunnya berupa aci, atau tepung singkong, yang dicampur dengan kunyit. Haha. Koplak banget deh kalo diinget lagi.


Di bulan puasa, ternyata saya menemukan banyak mie ini dijual sebagai hidangan untuk berbuka. Mie glosor ini akan disajikan bersama sayur-sayuran seperti tauge, kol atau caisim, dan disiram dengan bumbu kacang. Lebih lengkap lagi jika dimakan bersama dengan kerupuk asoy.

Nah, kalau cara masaknya betul, rasanya enak deh!

5. Geco

geco-jajanan-khas-ramadan
Sumber: wisata.id

Jajanan khas Ramadan di Sukabumi selanjutnya adalah geco. Sama seperti banyak jajanan Sunda lainnya yang suka disingkat-singkat, geco ini juga singkatan dari tauge-tauco. Dari beberapa sumber yang saya baca, geco ini sebenarnya berasal dari Cianjur, tetangganya Sukabumi, namun jadi kuliner khas yang populer juga di sana.

Sekilas, penampakan geco ini mirip-mirip dengan kupat tahu bumbu kacang khas Singaparna gitu, deh. Akan tetapi, dari rasa ya jelas beda karena bahan yang digunakan sebagai bumbu pun salah satunya adalah fermentasi dari tauco. Jadi, kuliner ini bercitarasa asin gurih, ada asem-asemnya sedikit.

Selain tauge, yang jadi isian geco ini juga ada ketupat dan mie glosor. Bumbu tauconya sendiri mungkin lebih tepat disebut kuah kali ya, karena bentuknya cair dan disiram ke atas bahan-bahan yang menjadi isian geco tadi.


Ngomongin makanan tu jadi bikin laper, ya frens! Ayo, ceritakan juga dong jajanan khas, unik, dan jarang dijumpai selain di Ramadan yang ada di daerah kalian apa aja, nih?

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Nahh kalau di Jabar kenapa kebanyakan jajanan terbuat dari aci ya

    BalasHapus
  2. Welah dalah. Namanya unik-unik ya. Yang saya pernah cobain cuma bandros. Lainnya belum. Aci bawang ini sering banget kulihat konten kreator yang masak ini. Kayaknya mudah. Cuma memang belum pernah nyoba. Hehehe

    BalasHapus
  3. wah selain bandros aku baru tahu nih kuliner sukabumi ini. penasaran nih jadinya sama rasa makanannya tapi kalau makanan sunda nggak jauh-jauh dari aci ya? hehe

    BalasHapus
  4. Kebanyakan teman-temanku yg orang Jawa asli (baca: gak pernah tinggal selain di Jawa Tengah) pada nggak suka sama tauco. Aku pun mungkin sekarang udah lupa sih sama rasanya juga 😆🤣
    Anyway, daerah Sunda tuh emang terkenal dgn ciri khasnya pake aci-acian ya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya 😊 yang mau ngobrol-ngobrol terkait artikel di atas, yuk drop komentar positif kalian di kolom komentar.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya, Frens! 😉

Satu lagi, NO COPAS tanpa izin ya. Mari sama-sama menjaga adab dan saling menghargai 👍