Tak terasa, tinggal menghitung hari umat muslim menuju hari kemenangan. Insha Allah kita akan segera bertemu dengan hari raya Idul Fitri 1442 H. Semoga puasa dan semua ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan diberkahi dan diterima oleh Allah swt, ya. Aamiin.

Lebaran tahun ini sama halnya dengan tahun kemarin, masih kita lalui dalam suasana pandemi. Masha Allah. Rencana mudik setelah tahun lalu nggak mudik ya bye bye lagi!

Sudah dua tahun terakhir aku tidak pulang ke Jogja, merayakan Idul Fitri bersama keluargaku. Apalagi ke Banjarmasin, tanah kelahiran ibuku? Sudah lamaa sekali tidak ke sana!

Di tahun 2014, aku sekeluarga sempat berlebaran di Banjarmasin. Rasanya itu adalah kali terakhir kami berkumpul dengan anggota keluarga yang masih lengkap. Dua tahun setelahnya, nenekku berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa dan lebaran kami tentu tidak akan pernah sama lagi. Setelah itu, terakhir kali aku ke sana adalah tahun 2017 sebelum menikah.

Hal yang dirindukan dari suasana Idul Fitri selain momen kumpul keluarga, tentu makanannya yang berlimpah. Hehe. Kali ini, aku akan bernostalgia dengan kuliner khas kota seribu sungai, Banjarmasin.

Why Banjarmasin? Tentu karena kuliner khas Kalimantan Selatan berbeda dengan yang ada di daerah pulau Jawa. Dari segi bentuk, bumbu dan juga rasa. Baca yuk, kuliner khas Banjarmasin yang endulita dan kerap menjadi bintang saat hari raya Idul Fitri :

1. Soto Banjar

Kuliner yang satu ini memang sangat ikonik di kota Banjarmasin. Kuliner yang pasti diburu wisatawan luar kota bahkan negeri yang datang berkunjung ke Banjarmasin.

Soto Banjar ini juga populer sebagai sajian saat hari raya Idul Fitri, loh. Rasanya hampir setiap rumah akan menyajikan soto Banjar sebagai makanan saat lebaran.

Saat terakhir kali aku bersama merayakan Idul Fitri ke sana, lupa tepatnya tahun berapa, yang aku ingat adalah makan soto Banjar setiap mengunjungi rumah saudara. Selama beberapa hari kami bersilaturahim dengan keluarga, makannya ya soto Banjar terus!

soto banjar banjarmasin
Bintangnya bintang sajian lebaran di Banjarmasin (borneo24.com)

Soto Banjar ini berbahan utama ayam yang telah disuwir, dilengkapi dengan bihun, perkedel, kentang, wortel, potongan telur rebus dan disantap bersama ketupat.

Kuah soto Banjar terkadang dicampur dengan susu sehingga warna kuahnya keruh, di dalamnya terdapat beragam rempah yang membuat soto Banjar ini kaya rasa. Rempah-rempah yang digunakan seperti pala, cengkih dan kayu manis.

Jujur meskipun sempat bosan karena berhari-hari makan soto Banjar ketika lebaran di sana, kangen juga sekarang sudah lama nggak makan soto Banjar di Banjarmasin langsung. Hehe.

2. Iwak Haruan Sambal Habang

Haruan atau ikan gabus adalah jenis ikan yang cukup sering diolah oleh masyarakat Banjarmasin menjadi kuliner yang lezat. Salah satunya adalah haruan masak habang.

"Iwak" dalam bahasa Banjar berarti ikan, "haruan" adalah gabus dan "habang" sendiri memiliki arti merah. Pasti yang terbayang di benak teman-teman bentuknya seperti balado, ya?

Yes! Secara visual, bumbu masak habang ini memang tampak seperti balado. Akan tetapi, teman-teman akan menemukan perbedaan dari segi cita rasanya. Meskipun namanya sambal habang dan wujudnya tampak nendang banget pedasnya, sebenarnya dia tidak seperti itu kok. Malah rasanya cenderung manis.

Visual dari haruan sambal habang nih ;) (klikbanjar.com)

Ini disebabkan karena adanya gula merah yang digunakan dalam proses memasak, membuat warnanya menjadi merah kecoklatan dan rasanya pun sedikit (banyak) manis.

Haruan sambal habang ini enak banget jika dimakan bersama lontong sayur atau nasi kuning khas Banjar. Kuliner ini juga tidak hanya muncul saat lebaran saja, di hari-hari biasa pun teman-teman akan banyak mendapati pedagang yang menjual makanan ini.

3. Sate Tulang

Gimana caranya makan tulang, kita? Hehe. Sebetulnya bagian dari ayam yang digunakan untuk bahan sate tulang ini adalah tulang muda yang sudah diremukkan, dan daging ayam atau kulitnya yang masih melekat pada tulang.

Kelihatan seperti sate pada umumnya ya! (borneo24.com)

Saat ini, sate tulang tidak hanya menggunakan tulang mudanya saja tapi juga daging hingga lemak ayam. Tentu yang menjadi ciri khasnya adalah bumbu otentik asal Banjarmasin yang digunakan.

Sama seperti sate ayam pada umumnya, sate tulang pun dihidangkan dengan bumbu kacang. Penyajiannya bisa dimakan bersama lontong atau menjadi menu pelengkap dari soto Banjar.

4. Ayam / Itik Panggang

Kalau teman-teman membayangkan ayam panggang atau itik panggang biasa, ney ney neey! Ayam atau itik panggang asal Banjarmasin memiliki ciri khasnya sendiri.

Bumbu dan rempah yang digunakan dijamin membuat ayam atau itik panggang khas Banjarmasin ini berbeda dengan yang ada di pulau Jawa. Bagian ayam dan itiknya pun sudah dipotong sedemikian rupa sehingga kita nggak bisa membedakan lagi ini bagian apanya hewan-hewan itu? Sudah jadi potongan kecil yang pas untuk sekali lep!

Ayam atau itik panggang ini kemudian akan disajikan bersama dengan nasi dan sop. Juara deh!

Ayam panggang khas Banjarmasin yang menggugah selera (borneo24)

Rasa dari kuliner ini cenderung maniiiss, but I like that! Biasanya aku kurang suka dengan makanan yang dominan rasanya adalah manis. Tapi, ayam atau itik panggang khas Banjarmasin ini beda deh. Bisa dibilang ini makanan favoritku ketika berkunjung ke sana.

Saking sukanya, beberapa kali aku meminta saudaraku yang tinggal di sana untuk mengirimkanku stok itik panggang ke perantauanku. Hehe.

Oiya, aku lebih senang dengan sajian itik panggangnya daripada ayam karena rasanya lebih lembut. Meskipun rasa itik tentu lebih kenyal dibandingkan ayam.

5. Pakasam

Ada yang pernah dengar nama makanan ini? Hehe. Kalau ibuku bukan orang Banjar, entah kapan aku bisa mendengar dan melihat kuliner yang bahannya adalah fermentasi ikan air tawar ini.

Pakasam ini rasanya asam karena hasil olahan yang difermentasi. Ikan yang sudah diasamkan kemudian digoreng dan diberi tambahan bumbu seperti cabai dan juga gula. Makanan ini kemudian dijadikan teman makan nasi.

Aku sendiri masih merasa asing dengan rasa dari ikan yang sudah diasamkan ini. Akan tetapi, ibuku biasanya sangat lahap ketika menyantap hidangan ini.

Pakasam special picture from my mom

6. Selada Banjar

Sekilas jika teman-teman melihat selada Banjar, pasti akan teringat dengan selat Solo. Bedanya, selada Banjar tidak berkuah. Makanan khas Banjarmasin ini terdiri dari bistik daging sapi yang sudah dipotong-potong, dilengkapi dengan beraneka sayuran rebus seperti selada, wortel, kacang polong dan tomat.

Penampakan dari selada Banjar (klikbanjar.com)

Bumbu khas yang digunakan dalam selada Banjar membuat rasa makanan ini penuh cita rasa. Rasa gurih, manis serta pedas dapat kita rasakan dalam satu masakan. Ini dikarenakan rempah-rempah yang digunakan sebagai bahan membuat bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, biji pala, kayu manis, jahe dan rempah asli Indonesia lainnya.

Selain di hari lebaran, selada Banjar juga akan sering kita temukan dalam acara-acara resmi seperti pernikahan adat Banjar. Makanan ini biasanya hadir sebelum para tamu undangan menyantap hidangan utamanya.

7. Paliat

Sebagai kota seribu sungai, tentu banyak kuliner yang memanfaatkan hasil sungainya sebagai bahan utama. Salah satunya adalah paliat. Makanan ini menggunakan ikan seperti patin atau bauman sebagai lauk utamanya, banyak juga yang menggunakan udang galah yang berukuran besar. Udang ini tentunya didapatkan dari sungai-sungai yang ada di Banjarmasin.

Meskipun penampilan dari paliat ini sekilas mirip dengan opor yang biasa kita santap saat lebaran, rasa dan rempah yang digunakan berbeda. Penggunaan kunyit dan santan dalam masakan ini cenderung lebih kental dibandingkan dengan yang digunakan pada opor.

Paliat yang menggunakan udang sungai (borneo24.com)

Sebenarnya, ketujuh sajian tersebut tidak hanya tersedia saat lebaran saja. Hari-hari biasa pun kita dapat menemukan makanan-makanan tersebut. Hanya saja, kebanyakan masyarakat akan memasaknya di rumah untuk dihidangkan saat hari raya.

Jadi makin rindu kampung halaman, deh! Ingin sekali mengajak suami dan anakku ke sana, apalagi mereka sama sekali belum pernah mengunjungi kota Banjarmasin. Pandemi buruan kelar dong!

Sekian dulu, ceritaku mengenai 7 kuliner khas Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang biasa tersaji di meja makan ketika Idul Fitri tiba.

Kalau teman-teman, apa kuliner khas dan favorit dari daerah kalian? Share juga, yuk!

Sukabumi, 10 Mei 2021