Sabtu, 03 Oktober 2020

Kemandirian, Tantangan Hari Ke-3


Hari ini adalah hari ke-3 menulis jurnal tantangan Melatih Kemandirian Anak di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional batch 6. Sebelum menulis apa yang terjadi hari ini, aku ingin sedikit mengulas mengenai materi api unggun zona 2 yang sudah diberikan di awal. Setelah kemarin membahas tahapan melatih kemandirian anak, hari ini aku akan membahas sedikit mengenai hal-hal yang menghambat kemandirian anak.


Secara tidak disadari, ternyata faktor utama penghambat anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri adalah orang tua itu sendiri. Beberapa hal yang biasa orang tua lakukan dan ternyata menghambat proses kemandirian anak antara lain :

Terlalu Memanjakan Anak

Memanjakan anak tidak ada salahnya, selama masih dalam tahap wajar. Terlalu memanjakan anak dapat membentuk pribadi anak manja yang melekat hingga ia dewasa sehingga ia tidak terbiasa mengerjakan hal yang sebetulnya bisa dilakukan sendiri sejak ia berusia dini.

Tentu hal ini akan lebih menyulitkan untuk orang tua dan anak itu sendiri. Ia akan tumbuh sebagai seseorang yang hidupnya selalu bergantung pada orang lain untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya dapat dikerjakan seorang diri.

Sad but true, aku kenal dengan tipe orang yang seperti ini. Betul-betul menjadi pembelajaran untuk mendidik anakku.

Tidak Konsisten Terhadap Aturan yang Sudah Dibuat

Terkadang orang tua tidak tahan dengan respon anak saat diminta untuk berlatih mengerjakan sesuatu secara mandiri, salah satunya adalah kalah dengan tantrum anak yang sebenarnya adalah strategi untuk memenangkan apa yang anak inginkan. Biasanya ini akan dilakukan anak dan orang tua jika berada di tempat umum, ketika banyak mata yang memerhatikan sehingga pertahanan orang tua akan kalah.

Dapat juga terjadi ketika orang tua yang memberikan aturan tidak menjadi teladan bagi anak-anaknya dengan melanggar aturan yang dibuat oleh mereka sendiri. Terakhir adalah karena orang tua yang belum menjelaskan sebab akibat dari perbuatan yang ia lakukan jika menaati atau melanggar aturan yang telah disepakati.

Merasa Insecure

Sikap orang tua selanjutnya yang ternyata dapat menghambat kemandirian anak adalah rasa insecure yang berlebihan. Tidak percaya dengan kemampuan bahwa anak berhak memilih dan mencoba untuk melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri.

Ternyata, sikap seperti ini justru membuat anak kehilangan rasa percaya dirinya dan percaya bahwa ia tidak mampu melakukan segala hal sendirian sehingga harus mengandalkan orang lain.

Merasa Bersalah Pada Anak

Biasanya terjadi pada orang tua yang bekerja, sehingga di waktu luang mereka akan meluangkan waktunya bukan hanya untuk menemani anak-anaknya tapi juga melayani dan menuruti kemauan anak-anaknya.

Itulah tadi sedikit materi api unggun yang sudah diberikan sebelum tantangan di mulai, mengenai hal-hal yang dapat menghambat proses anak menuju mandiri.

Sekarang, aku akan menuliskan jurnal tantangan hari ke-3 sesuai dengan apa yang aku alami hari ini.


Melatih Kemandirian Anak - Tantangan Hari Ke-3


Temuanku

Usia anakku saat ini 23 bulan dan target kemandirian yang ingin aku latih hari ini adalah dirinya mampu melepaskan pakaiannya sendiri serta meletakkannya ke keranjang pakaian kotor.

Setelahnya, aku juga mulai melatih dirinya agar bisa membersihkan dirinya saat mandi meski masih dengan bantuan. Aku mengajarinya untuk mengambil air dari gayung dan menyiramkan pda tubuhnya. Aku juga mengajarinya untuk menekan pump pada botol sabunnya sehingga ia bisa sabunan sendiri, kemudian membilas diri sendiri.

Setelah selesai mandi dan handukkan, aku mengajarinya untuk memakai pakaiannya sendiri sampai terakhir ia berlatih untuk menyisir rambutnya.

Pada mulanya anakku menolak untuk mandi, kemudian aku memberikannya pilihan untuk membawa mainannya ikut mandi bersamanya. Cara itu langsung berhasil, ia tidak menolak lagi di ajak mandi dan langsung melepaskan celana serta bajunya (masih dengan bantuan) dan memasukkannya ke dalam kerjanjang pakaian kotor kemudian masuk kamar mandi.

Di sesi terakhir yaitu saat ia akan memakai baju, aku ijin untuk pergi ke kamar mandi sehingga proses memakai pakaian ditemani oleh ayahnya. Ternyata, ayahnya berinisiatif untuk memijat anakku sebelum memakai baju dan hal ini membuatnya tidak nyaman sehingga ia menangis dan tidak mau memakai baju dan celana sendiri meskipun sudah dibujuk dan ditemani olehku setelah keluar dari kamar mandi.

Strong Why

Alasan utamaku ingin melatih kemandirian ini pada anakku adalah karena ia mulai menunjukkan fase otonomi dimana ia akan menolak jika diperintah (dalam hal ini untuk mandi).

Anakku juga sedang menunjukkan ketertarikan untuk selalu mencoba melepas dan memakai pakaiannya sendiri tanpa dibantu.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian

Hari ini, aku memintanya untuk membuka baju sendiri dan melepaskan celananya. Saat proses membuka baju, ia sudah mau mencoba tapi ternyata masih sangat kesulitan sehingga akhirnya aku memberikan sedikit bantuan. Agar ia mau mencoba melakukannya, aku memberikan pilihan apakah ia mau mencoba melepas pakaian sendiri atau mau aku yang melakukan untuknya? Sudah pasti ia akan menjawab dirinya mau mencoba, karena memang saat ini sedang berada di fase otonomi.

Sukses Apa Aku Hari Ini?

Hari ini aku sukses mengajak anakku mandi tanpa drama, ia mau mencoba melepas pakaiannya sendiri meskipun saat melepas baju masih membutuhkan bantuan. Ia juga mau menggosok giginya sendiri namun tetap aku bantu untuk menyikat bagian tertentu.

Tantanganku Hari Ini

Tantanganku pagi ini adalah ketika anakku tantrum dan menolak untuk memakai pakaian baik memakai pakaiannya sendiri maupun dipakaikan. Aku dan ayahnya harus menunggu tantrumnya reda baru ia kembali kooperatif mau dipakaikan pakaian.

Ingin Sukses Apa Esok Hari?

Esok hari aku masih akan mencoba melatih anakku untuk bisa membersihkan dirinya sendiri, terutama saat memakai baju dan melepasnya. Hari ini, sebelum mandi ia sudah mau mencoba namun karena ada suatu kejadian setelah mandi, ia tantrum dan menolak memakai pakaian.

Rasaku dan Respon Ananda

Rasaku hari ini agak sedikit sedih dibandingkan dengan hari sebelumnya karena kejadian tantrum yang membuat latihan memakai pakaian sendiri tidak jadi dilakukan. Karena ayahnya mau memijat badannya, anakku pun menjadi sedih karena memang punya pengalaman kurang menyenangkan saat dipijat sehingga efek tantrumnya terbawa ke kegiatan lainnya.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike-3
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar