Jumat, 02 Oktober 2020

Kemandirian, Tantangan Hari Ke-2


Hari ini adalah hari ke-2 tantangan Melatih Kemandirian Anak dalam kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional Batch 6. Aku masih mengangkat tema yang sama seperti kemarin yaitu mengajarkan anakku untuk bisa membersihkan dirinya sendiri atau belajar mandi sendiri.

Dari materi yang sudah aku dapatkan, ada 3 tahapan utama dalam melatih kemandirian anak. Pertama adalah melatih anak agar dapat mengurus dirinya sendiri dan membuatnya percaya diri. Hal ini dicontohkan dengan mengajarkan anak makan sendiri, mandi sendiri, memakai pakaian sendiri dan hal lain yang membuatnya mampu mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.


Lalu orang tua dapat melatih anak untuk lebih percaya diri dengan memberikannya kesempatan atau melibatkannya dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan dirinya. Misalnya dengan memberinya kesempatan untuk memilih baju yang akan dipakainya hari itu, mau bermain dengan mainan yang mana dan lainnya agar anak merasa bahwa dirinya memiliki hak untuk menentukan pilihan yang berkaitan dengan hidupnya.

Orang tua juga dapat memberikan anak kesempatan untuk mengatur jadwalnya sendiri, tentunya untuk kegiatan-kegiatan sederhana seperti kapan ia harus mandi, kapan waktunya bermain dan kapan harus beristirahat. Ibu dan ayah bisa membimbing anak-anak agar ia tau ritme kegiatan hariannya.

Tahapan kedua yaitu melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Orang tua dapat mengajarkan anak-anak untuk senantiasa menjaga lingkungannya, contoh sederhananya adalah dengan tidak mencoret-coret tembok rumah, kursi, meja dan barang-barang lain di rumah. Atau dengan mengajarkan anak untuk selalu menjaga kebersihan rumah dengan melibatkannya dalam kegiatan bersih-bersih rumah, membuang sampah pada tempatnya dan membereskan mainannya.

Ketiga adalah melatih empati pada anak. Libatkan ia dalam berinteraksi dengan orang lain, ibu dan ayah bisa menjadi teladan bagaimana harus bersikap dan memperlakukan orang lain. Ibu dapat meminta anak pertama untuk menjaga adiknya sebentar sementara ibu pergi ke kamar mandi, atau mengajarkan anak untuk selalu saling menyayangi dan tidak boleh menyakiti orang lain baik secara fisik maupun verbal.

Sepertinya 3 tahapan tersebut sudah mulai bisa dibiasakan untuk anak-anak sejak usia dini. Jangan lupa untuk selalu konsisten, memberikan motivasi pada anak dan menjadi teladan yang baik sebagai role model bagi anak.

Sekarang, aku akan mulai menyelesaikan tantangan hari ke-2 di zona ke-2 tentang melatih kemandirian anak.

Melatih Kemandirian Anak - Tantangan Hari Ke-2


Temuanku

Usia anakku saat ini 23 bulan dan target kemandirian yang ingin aku latih hari ini adalah dirinya mampu melepaskan pakaiannya sendiri serta meletakkannya ke keranjang pakaian kotor.

Setelahnya, aku juga mulai melatih dirinya agar bisa membersihkan dirinya saat mandi meski masih dengan bantuan. Aku mengajarinya untuk mengambil air dari gayung dan menyiramkan pda tubuhnya. Aku juga mengajarinya untuk menekan pump pada botol sabunnya sehingga ia bisa sabunan sendiri, kemudian membilas diri sendiri.

Setelah selesai mandi dan handukkan, aku mengajarinya untuk memakai pakaiannya sendiri sampai terakhir ia berlatih untuk menyisir rambutnya.

Strong Why

Alasan utamaku ingin melatih kemandirian ini pada anakku adalah karena ia mulai menunjukkan fase otonomi dimana ia akan menolak jika diperintah (dalam hal ini untuk mandi).

Anakku juga sedang menunjukkan ketertarikan untuk selalu mencoba melepas dan memakai pakaiannya sendiri tanpa dibantu.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian

Strategiku hari ini adalah dengan konsisten membujuknya untuk mandi saat ia menolak, aku kemudian menerapkan komunikasi produktif agar ia mau mandi tanpa drama tantrum dan merasa dipaksa. Aku sudah mencoba memotivasinya dan memberikannya contoh untuk melepas dan memakai baju sendiri.

Anakku hari ini sudah berhasil meningkatkan kemampuannya dalam beberapa hal seperti menutup kembali keranjang pakaian kotor, menyikat gigi dengan gerakan yang lebih baik dan mencoba untuk memakai celanannya sendiri dengan sedikit bantuan meskipun aku belum berhasil membujuknya untuk melepas dan memakai bajunya sendiri.

Sukses Apa Aku Hari Ini?

Pagi ini aku sukses membujuk anakku untuk mau mandi tanpa drama berkepanjangan. Anakku juga dengan sukarela memasukkan pakaian kotor ke tempat pakaian kotor dan menutup kembali penutupnya, biasanya tutupnya ia letakkan dan tinggalkan begitu saja di lantai.

Anakku juga menawarkan dirinya untuk mencoba menyikat giginya sendiri saat aku tanpa segaja tidak melibatkannya dalam kegiatan memencet odol dan akan langsung menyikat giginya. Ia pun dengan sukarela dan tanpa disuruh sudah mau berhenti mandi setelah puas bermain air.

Tantanganku Hari Ini

Tantanganku pagi ini adalah ketika mulanya anakku menolak untuk mandi, lalu tidak mau mencoba untuk melepas bajunya sendiri. Setelah selesai mandi pun ia menolak untuk mencoba memakai baju sendiri meskipun sudah dibujuk.

Ingin Sukses Apa Esok Hari?

Esok hari aku masih akan mencoba melatih anakku untuk bisa membersihkan dirinya sendiri, terutama saat memakai baju dan melepasnya. Hari ini, ia tampak ogah-ogahan untuk mencoba hal tersebut.

Rasaku dan Respon Ananda

Rasaku hari ini agak sedikit kecewa dibandingkan dengan hari sebelumnya karena anakku tidak sekooperatif kemarin. Namun, aku melihatnya tetap bersemangat dan senang ketika diminta untuk melakukan hal lain selain mencoba memakai baju sendiri.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike-2
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar