Senin, 10 Februari 2020

Berbelanja Online dengan Bijaksana


Saat melihat postingan di feed Instagram dari @parentalk.id dibawah ini, aku langsung yakin bahwa hampir seluruh ibu-ibu pengguna Instagram setuju pada kedua gambar tersebut. Hal yang membahagiakan selain mendengar suara motor suami memasuki halaman rumah adalah teriakan, "Pakeeett!!" yang dilontarkan oleh kurir jasa pengantaran barang. Siapa coba hari gini yang tidak suka belanja online?


Tidak dipungkiri, berkembangnya zaman berbanding lurus dengan lahirnya kemajuan teknologi yang diciptakan oleh orang-orang cerdas dari berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah online marketplace yang memudahkan siapa pun untuk belanja apa pun hanya menggunakan sebuah ponsel. Tanpa harus keluar rumah, kita bisa membeli berbagai barang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Hal ini tentunya banyak dimanfaatkan oleh para wanita yang biasanya lebih doyan shopping ketimbang pria, apalagi ibu-ibu rumah tangga yang sehari-harinya berkecimpung dirumah dan susah untuk pergi-pergi karena mengurus anak, cuci mata di online shop menjadi salah satu hiburan termudah yang bisa dilakukan.

Berita buruknya, berbelanja online seperti ini bisa menyebabkan kecanduan. Ketika mulanya membuka aplikasi olshop hanya untuk cuci mata, kemudian tergiur dengan produk-produk yang sebenarnya tidak begitu butuh tapi suatu hari mungkin butuh, akhirnya memasukkannya ke dalam keranjang dan berakhir dengan melakukan pembayaran.

Berbagai produk yang dibanderol dengan harga miring dan banyaknya diskon yang bertebaran membuat mata makin berbinar ingin memiliki produk-produk tersebut, semakin kalap jika sudah tiba harbolnas (Hari Belanja Online Nasional). Pernah loh aku melihat screenshot seorang teman yang berbelanja online hingga 23 paket sedang dikirim dan beberapa paket lainnya dikemas. Luar biasa!

Tidak ada salahnya dengan berbelanja online, aku pun senang sekali belanja online dan sangat senang ketika paket tiba dirumah. Namun, alangkah baiknya kalau kita bisa lebih bijaksana dalam mengeluarkan uang untuk berbelanja. Memang bukan urusanku sih masalah kalian belanja berapa banyak dan menghabiskan uang berapa, tapi demi masa depan finansial yang lebih cerah tidak ada salahnya kita menghindarkan diri dari kecanduan belanja online.

Hal yang harus dilakukan adalah lakukan perencanaan dan buat daftar barang yang akan dibeli. Akan lebih baik jika kita membuat daftar belanjaan diawal sebelum kita mulai berbelanja, sehingga membuat kita hanya fokus pada barang yang ada didalam daftar.

Kemudian, tentukan prioritas barang mana yang sangat penting untuk dibeli hingga yang paling tidak apa-apa jika kita tidak membelinya saat itu. Coret barang-barang yang tidak perlu hingga tersisa daftar barang yang memang benar-benar urgent untuk dibeli.

Terakhir, disiplin pada dua hal diatas. Tanpa adanya kedisiplinan, percuma membuat daftar belanjaan dan membuat skala prioritas jika ujung-ujungnya tetap memasukkan berbagai macam barang ke keranjang kemudian di check-out.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari belanja online secara berlebihan adalah sejarang mungkin membuka aplikasi olshop. Kalau mau ekstrimnya ya dengan menguninstall aplikasi tersebut, namun sepertinya tidak mungkin ya karena hampir tiap bulan dibutuhkan. Haha.

Tidak kalah penting, daripada menghabiskan uang untuk berbelanja ingatlah bahwa menabung itu lebih baik daripada menghamburkan! Dimana-mana yang namanya menabung itu akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, menabung ilmu maka kita akan mendapat kepintaran dan kecerdasan, menabung pahala maka kita akan mendapatkan surga, menabung uang? Jelas ya jawabannya seperti slogan Menabung Pangkal Kaya. Lebih baik mengalokasikan dana untuk berinvestasi daripada berlebihan dalam berbelanja.

Intinya, belanja online itu boleh. Sangat boleh. Belanjalah untuk memenuhi kebutuhan hidup atau belanjalah hanya untuk sekedar bersenang-senang. Bebas saja selama punya uang dan tidak berhutang sana-sini untuk memenuhi gaya hidup. Haha. Yang perlu menjadi catatan adalah kita harus cerdas dalam mengelola keuangan, salah satunya adalah dengan bijaksana saat berbelanja online. Sekian dan terima kasih.

Sukabumi, 10 Februari 2020

26 komentar:

  1. Financial planning yg bijaksana mutlak diperlukan banget ya
    Semogaaa kita bisa jadi ibu yg wise.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semangat, asal disiplin dan selalu ingat tujuan.

      Hapus
  2. Betul harus cerdas kelola keuangan alias kekepin dompet eeh... ga pakai dompet ya belanja online itu? Haha..

    BalasHapus
  3. Ahahaha aku tiap saat cek shopee. Hiburanku. Belanja? Tergsntung. Tp nge add barang ke keranjang itu kesenangan tersendiri. Ahahahaha
    Makasih tipsnya. Akan diingat2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting gak kalap yaa cemplungin barang ke keranjang πŸ˜…

      Hapus
  4. Benar banget bund. Tawaran banyak banget apalagi dari e-commerce. Kalo gak direm, bisa pemborosan. Ingatnya kalo gak butuh banget gak usahlah. Thanks mba artikelnya.

    BalasHapus
  5. Mungkin di dunia ini hanya saya ya orang yang gak bisa belanja online Mbak Ima, hahaha. Suka heran dan ngiri lihat saudara dan teman bisa belanja online dengn mudah dan murah. Saya tuh masih bingung kalau belanja online. E tapi mungkin ada untungnya juga ya. Biar gak kalap hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untungnya mbaa gak sering cemplang cemplung barang ke keranjang terus dibeli pdhal gak butuh. Hehe. Btw, you're not alone kok mba, ibu saya juga gak bisa belanja online tapi sering minta tolong saya beliin ini itu di olshop πŸ˜‚

      Hapus
  6. Bener ya, kalau saya kayaknya harus di uninstal nih. Apalagi teriakan abang paketnya sudah memunculkan bisik-bisik tetangga. Keganggu mungkin yaa. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk serius tetangga sampe bisik2? Mungkin gara2 bukan paket mereka mba yg dateng πŸ˜…

      Hapus
  7. Bener banget, belanja online boleh aja asalkan disesuaikan budget dan beli yang perlu aja. Jangan beli semua yang diinginkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus bisa menahan hawa nafsu dari godaan barang2 sale yg gak perlu2 amat ya mba. Hehe..

      Hapus
  8. Mksh tipsnya, alhamdulillah sudah mulai berkurang belanja onlinenya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, kali-kali mah gpp mba asal jgn tiap belanja kalap. Bahaya buat saldo atm. Haha..

      Hapus
  9. Salah satu cara mengerem belanja online untuk saya itu memasukkan barang-barang yang diincar ke wishlist atau keranjang belanja tapi nggak langsung check out. Tinggalkan saja di situ, kalau besok waktu buka keranjang atau wish list nggak ada keinginan untuk check out berarti benda itu nggak perlu untuk saya dan nggak harus dibeli saat itu juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mba, kadang udh masuk2in keranjang kemudian diemin beberapa hari. Pas buka udah gak minat beli lagi, hapus deh. Hehe..

      Hapus
  10. Asli aku paling gak seneng mbak pake aplikasi buat belanja² gitu😣 (ya alasan karena memang kudu hemat dan gak khusuk untuk memilih dengan cermatπŸ˜…πŸ˜†, karena ada anak² yang ngrecohin emaknya kalau lagi pegang hp)πŸ˜…πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gapapa mba, belanja offline biar sekalian ajak jalan anak2 πŸ‘Œ

      Hapus
  11. Kalau saya salah satu cara supaya ga kalap belanja online. Install aplikasinya kalau pas ada yang mau dibeli saja Mba. Kalau paket sudah sampai. Trus saya uninstall lagi. Ribet sih tapi lumayan ampuh ngerem belanja online hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh hebat mba. Ku pikir nggak ada yg bakal tega dan rela mengunistall aplikasi market placenya πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      Hapus
  12. Belanja online itu menggoda banget sih. Apalagi pas diskon, voucher, maupun free ongkir...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mba, sini aja suka tergoda ngeliatnya. Hihi..

      Hapus
  13. Kalau stalkingin produk via online iya juga sih. Tapi bukan pengguna atau konsumen marketplace. Entah kenapa kurang suka dengan siatem marketplace.

    But ini sangat bermanfaat nasihat tipsnya buat saya juga terutama poin menabung. Hehe

    Salam kenal www.sakinahbersamamu.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mba. Bagus mba, jarang-jarang ada yg tergoda sama marketplace dizaman seperti skrg ini..

      Iya. Ini pun reminder utk saya supaya ingat nabung.

      Hapus