Cara Bantu Anak Fokus Belajar Jelang Ujian Sekolah

Cara Bantu Anak Fokus Belajar Jelang Ujian Sekolah

“Besok belajar lagi ya, ujian udah bentar lagi nih.”

Kalimat di atas mungkin hampir setiap hari terdengar di rumah saat musim ujian sekolah tiba. Namun uniknya bocah-bocah, makin sering diingatkan, malah kadang anak malah makin susah fokus. Baru buka buku sebentar, sudah terdistraksi. Duduk belajar beberapa menit, tiba-tiba bilang capek atau bosan.

Di sisi lain, orang tua juga sering ikut bingung dan cemas menjelang ujian sekolah. Mau dibiarkan takut mereka jadi terlalu santai, tapi kalau terlalu sering diingatkan malah khawatir anak merasa tertekan. Suasana rumah pun akhirnya jadi lebih terasa tension-nya.

Nah, supaya anak bisa belajar lebih fokus tanpa merasa terbebani, ada beberapa cara sederhana yang bisa mulai dicoba di rumah nih, frens!

Mengapa Anak Sulit Fokus Saat Menjelang Ujian Sekolah?

Sebelum membantu anak belajar lebih fokus, pastinya penting bagi orang tua untuk memahami dulu apa yang sebenarnya dirasakan anak menjelang ujian. Ketika anak mulai terlihat nggak fokus saat belajar, sebaiknya dicari tahu dulu apa yang membuat mereka sulit berkonsentrasi.

Rasa Cemas dan Tuntutan Nilai

Menjelang ujian, nggak hanya orang tuanya aja yang cemas. Justru banyak anak-anak yang juga mulai merasa cemas. Mereka takut nilainya jelek, takut dimarahi, atau merasa harus selalu mendapat hasil sempurna.

Perasaan seperti ini sering kali membuat anak sulit berkonsentrasi saat belajar. Jadi, alih-alih memahami materi, pikiran mereka justru peuh dengan rasa khawatir.

Terlalu Banyak Distraksi

Fokus belajar anak juga bisa terganggu oleh banyak hal di sekitarnya. Mulai dari gadget, TV, diajak main sama saudaranya, hingga kebiasaan menunda belajar. Kalau di situasi ini orang tua kurang bisa  membantu mengatur suasana belajar, anak akan lebih mudah kehilangan konsentrasi.

Kondisi Fisik yang Kurang Mendukung

Kadang, anak terlihat malas belajar padahal sebenarnya tubuhnya sedang lelah. Kurang tidur, terlalu banyak aktivitas, atau pola makan yang tidak teratur bisa membuat konsentrasi menurun. Akibatnya, anak jadi cepat bosan dan sulit memahami pelajaran.

Jadi ingat kejadian saat rumah kami kebanjiran dan anak saya drop ketika mau menghadapi ujian tengah semester. Huft!

Cara Membantu Anak Fokus Belajar Jelang Ujian

Setelah mengetahui apa yang menyebabkan anak-anak sulit fokus belajar, orang tua bisa mulai mendampingi anak dengan pendekatan yang sesuai, cara yang lebih nyaman dan nggak bikin anak-anak belajar dalam tekanan. Beberapa tips yang bisa dilakukan antara lain:

Orang tua dan anak jelang ujian sekolah

Buat Jadwal Belajar yang Realistis

Semakin lama durasi anak belajar dalam sekali duduk, tidak sama dengan anak semakin paham dan mengerti pelajarannya. Belajar terlalu lama justru bisa membuat anak lelah dan kehilangan fokus. Jadi, better untuk membuat jadwal belajar yang realistis dan disesuaikan dengan kemampuan anak.

Cara sederhana seperti memberikan jeda di antara waktu belajar ini sering dibagikan juga dalam berbagai tips parenting modern di Catatan Harian Rani R Tyas. Proses belajar anak pun akan terasa lebih nyaman ketika dilakukan tanpa tekanan berlebihan.

Ciptakan Suasana Belajar yang Nyaman

Suasana belajar punya pengaruh besar terhadap konsentrasi anak. Meja yang rapi, pencahayaan yang cukup, dan lingkungan yang nggak berisik bisa membantu anak lebih fokus memahami materi. 

Distraksi-distraksi seperti gangguan dari saudara lain mungkin bisa memecah fokus anak. Dalam kondisi seperti ini, biasanya saya berbagi tugas dengan suami siapa yang menjaga adik dan siapa yang menemani kakaknya belajar.


Mendampingi Tanpa Terlalu Menekan

Berbeda dengan saya dulu yang lebih senang belajar sendiri tanpa ditemani orang tua, anak saya lebih nyaman ketika belajar didampingi oleh saya. Padahal, saya sering gemes ya ketika menemani anak saya belajar dan dia kayak nanya terus, malah ngajak ngobrol, banyak cerita dan mudah hilang fokus.

Akan tetapi, yaudah coba sabar aja dan mengingatkannya untuk "kembali ke jalan yang benar" tanpa menekannya. Saya juga menghindari membandingkan anak sendiri dengan teman atau saudara lainnya yang mana bisa membuat mental anak makin tertekan.


Menentukan Prioritas Materi

Terutama untuk anak-anak yang masih kecil seperti anak saya, mana peduli dia hari Senin - Jumat ada ujian apa saja? Wkwk. Di masa inilah justru, saya sebagai orang tua yang sering merasa materi pelajarannya kok sebanyak ini?!

Oleh karenanya, saya selalu membantu anak menentukan mana materi yang perlu diprioritaskan, mana yang harus dipelajari duluan, terutama bagian yang masih belum dipahami.

Satu lagi, saya selalu membiasakan anak untuk tidak belajar dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam). Sebab, dengan belajar secara bertahap, harapannya anak akan merasa proses belajar lebih ringan dan tidak mudah panik karena belum menguasai banyak materi di H-1 ujian.

Berikan Apresiasi atas Usaha Anak

Mostly yang namanya anak-anak pasti senang dipuji dan diberikan apresiasi, ini juga bisa menjadi motivasi anak-anak untuk belajar lebih giat menjelang ujian sekolah. Sebisa mungkin, berikan apresiasi pada anak atas usahanya belajar dan memahami materi.

Kesalahan Orang Tua yang Sebaiknya Dihindari

Kadang, tanpa kita sadari, ada beberapa sikap orang tua yang justru membuat anak makin sulit fokus belajar. Beberapa di antaranya seperti:

Memaksa Anak Belajar Terlalu Lama

Menjelang ujian, sebagian orang tua mungkin merasa anak harus belajar terus-menerus agar hasilnya maksimal. Padahal, belajar terlalu lama tanpa jeda justru bisa membuat anak kelelahan dan sulit menyerap materi.

Setiap anak punya batas fokus yang berbeda. Sehingga, memberi waktu istirahat agar pikiran anak tetap segar itu penting banget. Belajar yang efektif adalah tentang bagaimana si anak bisa memahami materinya atau konsep pelajarannya, bukan dari lama durasinya belajar.

Terlalu Fokus pada Nilai

Orang tua yang terlalu menekankan hasil (nilai) akhir bisa membuat anak lebih tertekan. Padahal, perlu ditanamkan lekat-lekat (termasuk dalam benak saya) bahwa nilai bukan satu-satunya ukuran keberhasilan anak. Kalau terus dituntut harus sempurna, khawatirnya anak bisa kehilangan semangat belajar dan merasa takut gagal.

Meskipun saya bisa bilang kalau saya cukup perfectionist, tapi saya mencoba untuk lebih menghargai proses yang sudah anak saya jalani. Asalkan dia mau sudah belajar dengan sungguh-sungguh, berusaha dan diiringi dengan do'a, saya yakin hasil akhir tidak akan mengkhianati usaha. Anak pun akan lebih percaya diri saat menghadapi ujian.

Mengabaikan Waktu Istirahat Anak

Tubuh dan pikiran anak juga butuh waktu untuk rileks menjelang ujian sekolah. Kurang tidur atau terlalu lelah karena kebanyakan belajar justru membuat konsentrasi menurun saat belajar maupun saat ujian berlangsung.

Selain belajar, anak-anak juga tetap mesti punya waktu bermain ringan, makan dengan teratur, dan tidur yang cukup agar kondisinya tetap stabil.


Penutup

Menemani anak saat ujian

Menjelang ujian, suasana rumah memang sering ikut berubah. Terkadang anak jadi lebih sensitif, orang tua juga sering kali ikut khawatir memikirkan hasil belajar anak-anaknya. Apalagi kalau anak mulai susah diajak belajar atau gampang terdistraksi, rasanya pasti bingung harus mulai dari mana mengkondisikannya.

Setiap keluarga pasti punya cara masing-masing dalam membersamai anak belajar. Namun yang terpenting, anak tetap merasa nyaman dan tidak sendirian menghadapi masa ujian.

Kalau Mae frens biasanya punya cara apa untuk membantu anak lebih fokus belajar saat ujian? Cerita yuk di kolom komentar. Siapa tahu pengalaman di rumah kalian bisa membantu sesama orang tua juga.

Posting Komentar

0 Komentar