Pertolongan Pertama Mengatasi Gatal karena Terkena Ulat Bulu

mengatasi-gatal-karena-ulat-bulu

Beberapa hari yang lalu, saya tidak bisa tidur karena kulit di area tangan terasa sangaaat gatal. Ulat bulu nggak ada akhlak lah yang menyebabkan tangan saya bentol-bentol dan gatal luar biasa. *menulis dengan penuh emosi jiwa!

Paan sih, lu? Gue kan cuma numpang lewat doang. Sensi bener --"

-kata Ulat Bulu

Pengalaman yang akan saya tulis ini adalah pengalaman yang tidak menyenangkan sama sekali. Saya kesal, sebal dan geleuh karena ulat bulu adalah salah satu hewan yang saya takuti dan dia menyebarkan racunnya di kulit saya! *nangis di pojokan

Namun, mungkin saja pengalaman saya terkena ulat bulu ini bisa membantu teman-teman yang saat ini mengalami hal serupa. Bisa juga sebagai reminder untuk berhati-hati terhadap makhluk kecil uget-uget ini.

Kok Bisa Kena Ulat Bulu?

Dek, mainnya di sekitar garasi aja ya jangan ke sana-sana soalnya lagi banyak ulat bulu...

Itulah pesan saya pada anak saya sendiri yang hobinya ngacir keluar rumah saat melihat pintu depan terbuka.

Tak menghiraukan perkataan saya, beberapa hari lalu si toddler yang lagi kekeuh-kekeuhnya sama pendapatnya sendiri itu pergi main ke depan rumah (orang). Haha.

Saya pun bergegas menyusulnya sambil celingak-celinguk lihat kanan-kiri depan- belakang dan atas-bawah untuk memastikan semua aman terkendali, bebas dari ulat bulu.

Dari dulu, saya itu memang paling takut dan geli dengan hewan-hewan tak bertulang belakang seperti cacing, ulat dan sejenisnya.

Malang tak dapat ditolak, belakangan saya kerap menemukan ulat bulu sedang bersemedi entah di garasi rumah, dinding garasi rumah atau pun di jalanan depan rumah.

Qadarallah, rumah saya sekarang benar-benar mewah sekali alias mepet sawah, lol. Dibangun di perumahan baru, saya kebagian menempati rumah paling ujung yang berbatasan langsung dengan area persawahan.

Rumah saya dengan sawah hanya berbatas parit yang ditumbuhi semak dan pepohonan bambu. Dari pohon bambu inilah konon menurut tetangga sekitar ulat bulu bersumber.

Pembangunan perumahan yang belum sempurna memang kerap membuat saya parno. Takut ada ular dan hewan-hewan lain yang membahayakan terutama untuk anak saya.

Back to cerita saya bisa terkena ulat bulu, saya menemani anak saya bermain di depan rumah. Saya mulai was-was karena ia mulai mengambil kayu-kayu yang berasal dari rumah yang tidak ada penghuninya.


Jangan menjudge saya tidak mengingatkan dan melarang anak saya ya, lol. Saya melakukan hal tersebut dan ia beralih main pasir dan batu di sekitar sana. Gusti! Bukannya mau mengekang anak saya, tapi takut banget kalau pas main pasir terus ada pupi kucing yekaan -.-

Saya memantau anak saya yang akhirnya mau bersepakat untuk mengumpulkan batu saja. Oke, akhirnya dia mencari bebatuan dan bermain menumpuk-numpuk batu. Jujur perasaan saya saat itu tidak tenang. Khawatir ada ulat bulu (tetep ya) dan was-was anak saya bereksplorasi dengan hal-hal yang bikin saya cenat cenut.

Setelah sekitar beberapa belas menit memantau anak saya bermain, saya yang berdiri di dekat mobil merasa tangan saya gatal-gatal. Awalnya saya pikir nyamuk, tapi gatalnya menyebar ke sepanjang area tangan kanan saya. Wadidaw! Kayaknya beneran kena bulu-bulu halusnya ulat bulu nih. Huwaaa~

Ciri-ciri Terkena Ulat Bulu

Kok bisa tahu itu kena ulat bulu padahal di sekitar saya lagi nggak ada ulat bulu. Kadang feeling seseorang tentang pergerakan musuh itu sangat kuat dan tepat. Beberapa kali loh saya melihat ulat bulu hitam berseliweran di depan rumah, siapa lagi pelakunya?!

Tentunya ulat bulu yang pernah saya temukan itu langsung dimusnahkan oleh suami saya. Tapi kalau suami saya kerja, saya biasanya lebih memilih cepat-cepat kabur ke dalam rumah dan menutup pintu rapat-rapat. Nunggu dia berpindah ke tempat lain.

Lantas, seperti apa rasanya terkena ulat bulu?

1. Gatal

Pertama yang saya rasakan adalah gatal. Gatal yang timbul berbeda dengan gatal sebab digigit nyamuk, rasa gatalnya nggak habis-habis.

Mulanya saya tidak melihat adanya bentol atau ruam yang mencurigakan di kulit, meskipun saya pikir itu gatal karena di gigit nyamuk. Akan tetapi semakin digaruk atau diusap, rasa gatalnya semakin menjadi.

2. Muncul Bentol dan Kemerahan

Ciri kedua adalah timbul bentol-bentol yang disertai kemerahan. Kalau digigit nyamuk, nggak masuk diakal lah bentolnya disepanjang tangan kanan dan kiri saya.

Jika digaruk terus menerus, rasa gatalnya menjadi perih dan agak panas. Selain itu, bentol-bentol yang awalnya muncul one by one, lama-lama menjadi besar. Huhu~

3. Ciri Lain Kulit Terkena Ulat Bulu

Dilansir dari website kesehatan, gejala lain yang bisa timbul akibat paparan bulu dari ulat bulu adalah terjadinya iritasi di daerah yang terkena seperti mata dan mulut.

Di samping itu masih ada lagi, jika bulu halusnya terhirup ke dalam saluran pernapasan bisa menyebabkan sesak. Di beberapa kasus, paparan bulu dari ulat bulu bisa menyebabkan mual dan muntah.

Ciri-ciri yang muncul ini mirip dengan gejala alergi. Saya pun sempat berpikir demikian karena di hari itu saya masak udang. Tapi, udangnya belum saya makan masa iya udah alergi duluan? Kkk~

Dari beberapa sumber yang saya baca, bulu ulat ini mengandung racun yang mirip dengan yang dihasilkan semut, laba-laba dan tawon. Tubuh yang terkena racun ini kemudian memberikan respon imun yang berlebihan sehingga menyebabkan ciri-ciri seperti di atas.

Pertolongan Pertama Mengatasi Gatal karena Terkena Ulat Bulu

tips-mengatasi-gatal-karena-ulat-bulu

Hal pertama yang saya lakukan begitu sadar saya terkena bulu dari ulat bulu adalah mandi dan segera mencuci semua pakaian yang saya kenakan.

Guatelnya nggak main-main, guys! Saya langsung mandi, keramas dan bersih-bersih sebersih yang saya bisa untuk menghilangkan bulu-bulu halus ulat bulu yang mungkin masih tersisa.

Bagi teman-teman yang ketempelan ulat bulu, langsung lepas dan buang jauh-jauh hewan tersebut dari kulit. Setelahnya, lakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan di atas.

Kedua, saya mengirimkan pesan untuk berkonsultasi pada teman dan kerabat saya yang berprofesi sebagai dokter.

Sebenarnya bisa pakai telemedicine kalau mau, tapi karena saya butuh cepat jadi saya langsung mengirimkan foto area tangan saya dan menelepon mereka. Hihi, nggak sabaran emang.


Beberapa obat-obatan yang diresepkan untuk mengatasi gatal karena terkena ulat bulu antara lain obat antialergi dan obat untuk mengatasi peradangan (anti-inflamasi) yang dikonsumsi secara per oral.

Bisa juga menggunakan obat luar seperti lotion yang mengandung calamin, bedak dengan kandungan asam salicylate dan salep yang mengandung anti-inflamasi seperti golongan kortikosteroid.

Berikutnya, yang saya lakukan adalah mengompres area yang gatal dan kemerahan dengan es batu yang dimasukkan ke dalam plastik. Serius ini nyaman banget untuk mengurangi rasa gatal yang rasanya endless.

Tiga hal itu yang langsung saya lakukan untuk menolong diri saya sendiri yang terkena ulat bulu. Segera bersih-bersih, mengkonsumsi obat per oral dan salep sesuai resep dokter dan mengompres bagian yang terkena bulu halus dengan es atau air dingin.

Hal yang Harus Dihindari saat Sudah Terkena Ulat Bulu

Hanya satu yang harus dihindari ketika teman-teman sudah sadar kalau terkena ulat bulu, JANGAN DIGARUK atau DIUSAP!

Harus di capslock dan bold agar kejadian yang saya alami tidak terjadi juga pada kalian.

Berhubung saya awalnya hanya merasa digigit nyamuk, ya saya garuk dong sambil ngerasani kok nggak ada yang bentol? Akan tetapi, semakin digaruk rasa gatalnya semakin parah.

jika-terkena-ulat-bulu
Sabar, jangan digaruk yaa..

Ketika saya melihat tangan saya yang sebelah kanan, whuss muncul kemerahan di sekujur tangan saya yang kemudian disertai dengan timbulnya bentol-bentol.

Jadi ternyata, racun ulat bulu ini akan lebih cepat menyebar jika kita menggaruk atau mengusap area-area yang sudah lebih dulu terpapar. Hiks!

Jadi, mau segatal apapun ditahan aja ya. Sabaaar dan tawakal deh pokoknya. Saya sendiri mencegah tangan saya sendiri untuk menggaruk adalah dengan menggunakan baju lengan panjang, rajin-rajin mengoleskan lotion yang mengandung calamin dan mengompres dengan air dingin.

Mencegah Lebih Baik dari pada Mengobati

Gatal-gatal dan kemerahan yang parah baru berkurang sedikit demi sedikit setelah 2 hari sejak kejadian.

Saya tetap melakukan pengobatan baik per oral maupun dengan obat luar hingga hari ke-4 di mana kulit saya sudah bebas gatal dan ruam.

Seriusan setelah kejadian ini saya makin nggak seneng sama kegiatan berkebun atau yang berhubungan dengan tanaman-tanaman. Heu~

Geng hijau kayaknya saya nggak akan pernah jadi part of you deh.

Saking traumanya, saya langsung memanggil tukang rumput untuk membersihkan rumput-rumput yang ada di halaman rumah dan sekitarnya, serta berniat memperluas garasi dengan menghilangkan area yang masih tanah. Call me lebay and it's okay πŸ˜‚

Itu tadi curhat saya tentang pengalaman gatal karena terkena ulat bulu. Semoga jangan ada yang mengalami pengalaman serupa ya. Stay safe and healthy!

Sukabumi, 20 Mei 2022

Posting Komentar

7 Komentar

  1. Aku pernaaaaaaah mbaaa 🀣🀣🀣🀣. Zaman kls 6 SD kena ulat bulu. Dan masih ingetttt bangettt gatalnya yg menyiksa itu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Ya Allah jangan sampe lagi deh kena.

    Ceritanya lagi pulang sekolah Ama temen2, terus komolek rumah kami kan banyak pohon yaaa. Jadi pas lagi musim ulat bulu mungkin, si teman ada ngeliat sesuatu bergantungan rendah di pohon . Eh dipegang Ama dia Krn ga tau itu ulat bulu wkwkwkwkw. Maklum kami semua sebelumnya ga tau penampakan makhluk si ulat bulu. Kirain itu bunga dandelion sedang terbang2 🀣🀣🀣. Dengan bodohnya kami ber5 megangin si ulat dandelion πŸ˜‚. Untung ada 1 temen yg akhirnya sadar itu ulat bulu wkwkwkw. Tapi ya sudahlah, kami dah telanjur kena racunnya, langsung gataaaaaal seluruh tangan dan kaki 🀣.

    Mama langsung bawa aku ke RS. Saking berkesannya di kepala, aku inget bangettt si dokter nyemprot kaki dan tanganku pake semacam cairan dingin, tapi setelah disemprot, Ntah mataku yg siwer, atau memang itu yg aku liat, ada semacam benang2 kluar dari pori2 πŸ˜„. Gelii sumpah. Tapi setelah disemprot, adem enaaaak. Diksh salep juga. Ga lama sih ilang ruam dan gatalnya. Tapi cukup bikin aku trauma Ama ulat bulu πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huwaaahhh aku dari kecil mba takut sama ulat, cacing gitu-gitu deh. Bahkan waktu mau ujian sekolah tentang cacing, gambarnya aku tutup-tutup semua dong. Haha.

      Hii apaan tuh benang-benang keluar dari pori-pori? Serius aku kapok banget astagfirullah, sampai waktu masih gatel-gatel itu tidur malem pun terganggu. Dikit-dikit bangun kasi salep, kasi lotion..

      Hapus
  2. Membayangkan badan terkena ulat bulu aja bikin aku jijik. Melihatnya pun sudah merinding bulu kuduk. Bahkan saat menulis ini pun aku bergidik. hehehe..

    Terkena ulat bulu ini sama seramnya seperti menyentuh kecoa atau kelabang.

    Syukurlah kalau sekarang keadaan anaknya mbak ima sudah membaik.

    BalasHapus
  3. Saya baru tau kalau kena ulat bulu harus dikompress. Jadi inget adik saya paling alergi sama ulat bulu, liat dari kejauhan aja bisa gatel. Apalagi kalau kena. Dan entah kenapa selalu dia yang kebagian kena ulat bulu, yang lain nggak. seakan jadi magnet ulat bulu

    BalasHapus
  4. Anak saya pernah juga kena waktu main sama temannya. Sempat bingung, akhirnya menghilangkan gatal dg memberikan permukaan yg dingin kl ga salah

    BalasHapus
  5. Aku baca ini pun kok gak sadar sambil garuk-garuk puunn..
    kenapa lah ini?
    Masa cuma baca jadi nular yaak?!?

    Tapi sungguhan mereka cuma numpang lewat, kok bisa gatal yaa..?
    Di rumah juga ada ulat bulu kalau lagi hujan dereees, biasanya meerka kesasar mainnya kerumahku. Tapi anak-anak yang matanya jeli langsung ambil pembunuh serangga dan menyemprotkannya sampai mereka bener-bener gak bergerak lagi.

    Tips yang bagus banget untuk atasi gatal akibat ulat bulu.
    Terimakasih ^^

    BalasHapus
  6. Wih aku pernah banget tuh, dari yang gatelnya cuma secuil trus digaruk-garuk malah jadi sebadan gatel semua mana merah merah terus bentolnya meluas.. jadi panik banget

    BalasHapus