belajar seo untuk pemula

SEO atau Search Engine Optimization adalah sebuah istilah yang banyak membuat blogger pemula jiper dan ragu untuk melangkah maju menekuni dunia nge-blog. Saya pun awalnya demikian.

Mulai aktif lagi di blog tahun 2020, saya hanya bermodal nulis aja dulu. Nggak memikirkan PUEBI, panjang-pendeknya kalimat dalam satu paragraf, nggak paham apa itu internal dan eksternal link bahkan nggak mudeng sama kata kunci.

Sampai saya kenal dengan aktivitas blogwalking, saya mampir dan meninggalkan jejak ke blog teman-teman blogger. Nggak sekedar komen, saya juga banyak memperhatikan betapa rapi dan terstrukturnya tulisan teman-teman.

Ih, kok bisa ya tulisannya nyambung ke tulisan lain? Kok bisa ya bikin sub-heading kayak gitu, gimana caranya? Haha. Kok keren tulisannya bisa muncul di laman pencarian? How come?!

Lama-lama, sampai juga ke telinga saya istilah SEO ini. Ternyata, teman-teman blogger saya yang udah pada keren-keren dan mejeng di pejwan mesin pencari ini menerapkan kaidah SEO dalam tiap artikel yang ditulisnya di blog.

Duh! Kok kayaknya susah ya? Dah deh gue skip aja. Bagi saya ketika itu yang terpenting adalah membangun konsistensi menulis. Takutnya, keburu ribet duluan dengan SEO malah tulisannya nggak jadi-jadi. Hmmm..

Awal Berkenalan dengan SEO

seo dasar untuk pemula
Annyeonghaseyo, SEO!

One day, for the first time in my life, saya mendapatkan pekerjaan untuk menulis artikel. Mulanya, saya daftar ketika melihat ada peluang tanpa mempersiapkan apa-apa. Modal nekat doang, lol! Ternyata lolos job dong. Wow, so happy karena sejak resign dan berkarir sebagai ibu rumah tangga, menjadi seorang freelancer adalah cita-cita saya.


Di sana, saya mendapatkan tugas menulis artikel dengan menggunakan kata kunci. Jengjreeng! Naon eta keyword teh? Akhirnya saya mencari tau sendiri, baca-baca sendiri dan mulai berkenalan dengan SEO terutama SEO on page.

Ketika itu saya sendiri belum mulai menerapkannya untuk blog sendiri (blog ini maksudnya). Akan tetapi, setelah saya menjadi kontributor di salah satu website K-Drama, penerapan SEO on page ini terasa lebih ringan ketika kita sudah terbiasa menulis sesuai dengan kaidah SEO.

Menjadi lebih mudah juga karena saat menulis di blog sebelah terbantu dengan adanya plugin. Sementara, kalau di blog sendiri apa-apa serba manual. Biarpun belum menerapkannya secara sempurna, saya merasa ada yang kurang aja kalau dengan sengaja mengabaikan penerapan SEO on page dalam artikel di blog sendiri.

SEO Adalah ...

definisi seo

Search Engine Optimization yang didefinisikan sebagai suatu teknik untuk mengoptimasi blog atau website agar peringkatnya naik ke peringkat teratas di halaman pencarian mesin pencari.

Saya pernah mengikuti sebuah workshop komunitas parenting terkait dengan SEO ini, di sana dianalogikan seperti ini :

Kita pergi ke toko untuk mencari suatu barang yang kita butuhkan, di mana toko ini merupakan mesin pencarinya. Lalu kita meminta kepada pelayan toko untuk mengambilkan barang yang kita butuhkan tadi, dalam hal ini kita memasukkan kata kunci agar pelayan toko dapat mengerti apa yang kita cari.

Selanjutnya, pelayan toko akan mencarikan barang dan merekomendasikan produk-produk yang dinilai sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Jadi, mesin pencari pun demikian. Ia akan menjalankan tugasnya dengan menampilkan artikel atau halaman yang paling relevan dengan kata kunci yang kita masukkan, paling menjawab keinginan atau pertanyaan kita dan artikel yang memberikan pengalaman pengguna terbaik.

Pertanyaannya, gimana caranya supaya artikel yang kita tulis bisa memenuhi tiga hal di atas tadi? Menulis dengan SEO friendly adalah jawabannya.

Macam-macam SEO

3 macam seo

Di awal-awal tadi, saya ada menyebutkan tentang SEO on page. Selain on page, ada dua macam SEO lain yang bisa diterapkan pada blog atau website untuk optimasi yaitu SEO Teknis dan SEO off page.

SEO Teknis

Nama SEO teknis tidak sepopuler SEO on page dan SEO off page. SEO ini hanya dilakukan satu kali di awal untuk memastikan bahwa blog atau website terkonfigurasi sehingga mesin pencari akan lebih mudah mengenali blog kita saat melakukan crawl.

SEO On Page

Diterapkan di dalam artikel yang kita buat. Ketika kita menulis, maka usahakan tulisan yang kita buat merupakan tulisan yang SEO friendly.

Tulisan yang disebut dengan SEO friendly ini sendiri sebenarnya adalah tulisan yang memiliki struktur sehingga mesin pencari akan lebih mudah menemukan dan merekomendasikan artikel yang kita buat.

Artikel yang terstruktur dengan baik sesuai dengan kaidah SEO on page akan menjadi sinyal untuk mesin pencari ketika sedang mendeteksi dan mencari sebuah website atau blog sesuai dengan kebutuhan orang yang mencari. 

SEO Off Page

Adalah optimasi yang dilakukan di luar website utama. Dilakukan dengan memperbanyak backlink menuju website atau blog utama sehingga kredibilitas blog kita akan meningkat dan semakin populer di mata mesin pencari.


SEO off page ini nggak kalah penting dengan dua macam SEO lain, karena mesin pencari akan menilai website atau blog kita berkualitas sebab banyak link building dari website lain yang merujuk ke website utama kita.

Menulis Artikel yang SEO Friendly

menulis artikel seo friendly

Menulis artikel yang SEO friendly adalah salah satu langkah untuk PDKT dengan mesin pencari. Ada strategi-strategi tertentu yang membuat mesin pencari akan lebih menyukai website kita sehingga menampilkannya di halaman pertama mesin pencari.

Ciri-ciri Artikel yang SEO Friendly

Setidaknya ada 4 ciri-ciri artikel yang ramah terhadap mesin pencari, yaitu :

  • Isinya mudah dipahami oleh bot / spider mesin pencari
  • Nyaman dibaca oleh manusia
  • Terstruktur sehingga mesin pencari mudah menangkap sinyal yang diberikan oleh website kita
  • Artikel yang dibuat tidak mengandung unsur plagiarisme

Penerapan SEO On Page Sederhana

Tahun ini, saya membuat peta belajar blogging untuk memudahkan saya fokus mencari dan memperdalam ilmu-ilmu yang memang saya butuhkan terkait dengan aktivitas nge-blog.

Beberapa waktu yang lalu, saya berdiskusi dengan salah satu teman nge-blog yang juga sama-sama menyukai drama Korea dan saat ini kami berada dalam satu kelas yang sama untuk mendalami kepenulisan non-fiksi.

Beliau menyebutkan bahwa dari kelas blog yang beliau ikuti sebelumnya, ada 18 indikator SEO on page. Wow! Banyak ya, Bund...

Tapi tenang, untuk permulaan dan sambil belajar tentunya, SEO on page ini bisa diterapkan secara lebih sederhana dengan melakukan hal-hal berikut :

Menentukan Keyword untuk Topik Utama

Keyword atau kata kunci ini sebenarnya adalah topik utama apa sih yang ingin dibahas di dalam tulisan? Kita bisa riset dulu kata kunci menggunakan Google Trends, fitur Related Search Google dan website lainnya baik yang berbayar maupun free.

Meletakkan Keyword dalam Bagian Artikel

Setelah kita menentukan kata kunci apa yang akan kita gunakan, berikutnya adalah melakukan sebaran keyword dalam bagian-bagian artikel. Kata kunci dapat disebar di :

  • Judul artikel
  • Permalink
  • Paragraf pertama artikel
  • Sub-pokok bahasan (Headings)
  • Tubuh artikel / body
  • Akhir paragraf

Kita juga harus memperhatikan kepadatan keyword atau keyword density agar artikel yang dibuat SEO friendly. Meskipun tujuan akhirnya adalah artikel kita menduduki peringkat teratas mesin pencarian, jangan lupa kalau kita menulis untuk dibaca oleh manusia.

Sehingga, sebaran keyword ini tetap harus dilakukan secara natural. Nggak usah diulang-ulang terus sampai lebay karena kepadatan keyword utama itu hanya berkisar antara 1% - 2% dari keseluruhan jumlah kata dalam artikel.

Jadi misalkan kita menulis artikel sepanjang 600 kata, maka jumlah keyword yang dimasukkan berkisar di angka 6 - 12 saja.

Memperhatikan Jumlah Kata dalam Artikel

Panjang atau pendeknya sebuah artikel juga mempengaruhi apakah artikel yang kita tulis dapat bersaing ranking teratas mesin pencari.

Jumlah kata ini saya belum menemukan pastinya atau range sakleknya berapa sebab setiap mengikuti workshop menulis SEO kayaknya beda-beda nih minimal jumlah kata yang memenuhi persyaratan SEO friendly.

Tapi, untuk menjadikan artikel kita paling relevan, paling menjawab dan memberikan pengalaman pengguna terbaik, tidak ada salahnya jika kita melihat tulisan serupa yang sudah lebih dahulu menduduki peringkat teratas.

Selanjutnya, kita bisa menuliskan dengan lebih lengkap dibandingkan artikel serupa tadi dan dapat bersaing dengan artikel-artikel lain di mesin pencari.

Memperhatikan Panjang Paragraf

Membaca sebuah tulisan di blog tentu berbeda dengan ketika kita membaca novel atau buku. Apalagi, pembaca membaca melalui layar yang membuat mata lebih cepat lelah. Sehingga, panjang paragraf dalam menulis artikel di blog harus diperhatikan.

Idealnya hanya sekitar tiga sampai empat baris saja, agar pembaca tidak cepat bosan dan mata pun tidak cepat lelah melihat banyaknya tulisan yang tersaji dalam satu artikel.

Mengoptimasi Gambar

Untuk mempercantik tulisan dan mengusir kejenuhan pembaca, memasukkan gambar-gambar terkait artikel semisal infografis sudah menjadi salah satu persyaratan sebuah artikel dikatakan SEO friendly.

Gambar yang kita input ke dalam tulisan juga perlu dioptimasi. Agar loading speed blog tidak lemot, kita bisa menggunakan gambar yang memiliki format webp atau format gambar lain dengan catatan ukurannya jangan besar-besar (sekitar 100 kb).

Selain itu, lengkapi juga gambar dengan alt text dan judul gambar yang mengandung kata kunci.

Jangan Stress Duluan!

Saya sendiri hingga sekarang masih berusaha menerapkan kaidah SEO on page untuk setiap tulisan yang saya biarpun masih jauh dari kata sempurna. Heheh..

Sebenarnya banyak banget ya manfaat dari belajar SEO dan menerapkannya di blog. Selain meningkatkan performa blog kita di mata mesin pencari, biasanya branding seorang blogger juga lebih mudah ketika artikel-artikelnya banyak ditemukan di halaman-halaman pertama mesin pencari.


Terutama juga bagi yang menjadikan blognya sebagai ladang mencari penghasilan, tentu blog yang teroptimasi dengan baik akan mempermudah seorang blogger untuk mendapatkan tawaran kerja sama dari klien.


Tapi, buat saya pribadi menulis di blog ini adalah sebuah hobi. Hobi yang membuat saya betah berlama-lama di depan laptop dan mengalirkan pikiran melalui tulisan. Nge-blog buat saya adalah me time. Sehingga, belajar SEO nggak perlu sampai dibawa stress.

Terus belajar dan menerapkannya sedikit demi sedikit sesuai dengan kapasitas dan kemampuan, practices make progress asalkan kita mau konsisten :) Selamat mencoba!

Sukabumi, 17 Februari 2022