Jumat, 05 Maret 2021

Pendidikan Seksualitas, Tantangan Hari Ke-3


Assalammualaikum,

Selama dua hari ke belakang, kelompok 29 yang merupakan gabungan dari regional Sukabumi dan Tasikmalaya membahas mengenai "Penyimpangan Seksualitas, Pencegahan dan Solusinya". Hari pertama diskusi kami membahas mengenai definisi, contoh dan bagaimana mengidentifikasi penyimpangan seksualitas.

Tadi malam kelompok kami kembali berdiskusi membahas bagaimana cara menjaga fitrah seksualitas sehingga menghindari penyimpangan seksualitas serta solusi-solusi yang diberikan jika sudah terlanjur terjadi.

Berdasarkan hasil diskusi, ada beberapa kesimpulan yang didapatkan terkait dengan cara pencegahan perilaku penyimpangan seksualitas. Pertama adalah dengan menjaga fitrah seksualitasnya dengan kehadiran dan kedekatan kedua orang tua sesuai dengan perkembangan usianya. Hal ini bisa dijabarkan sebagai berikut :

1. Usia 0 - 2 tahun, baik anak laki-laki dan perempuan didekatkan dengan ibunya karena masih dalam masa menyusui.

2. Usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan perempuan harus dekat dengan ayah ibu agar memiliki keseimbangan emosional dan rasiobal dan memastikan identitas seksualitas di usia 3 tahun.

3. Usia 7 - 10 tahun, anak lelaki dekatkan dengan ayah dan perempuan dengan ibu. Masa ini sudah masuk sosio sentris, maka anak memahami peran sesuai gender. Jika tahap ini tidak ada, maka potensi penyimpangan seksual meningkat.

4. Usia 10-14 tahun, dekatkan lelaki dengan ibu dan anak perempuan dengan ayah. Pada masa ini sudah ada ketertarikan lawan jenis, anak lelaki dekat dengan ibu agar bisa memahami dan berempati pada perasaan dan fikiran seorang perempuan. Tahap ini persiapan untuk anak menjadi suami yang baik.

Bagi anak perempuan, dia memahami berempati langsung dari sosok lelaki terdekatnya dan ayahnya menjadi sosok ideal pertama. Jika anak perempuan tdk dekat dengan ayah akan berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatan pada lelaki yg dianggap dapat menganti sosok ayahnya.

Sehingga, menjawab pertanyaan yang marak dipertanyakan belakangan ini adalah, "Apakah gay dan lesbian itu dilahirkan?" atau dalam artian orang-orang dengan penyimpangan seksualitas itu terlahir darisananya atau tidak?

Penyimpangan seksualitas pada dasarnya ternyata tidak terjadi begitu saja, ada 2 penyebab utama terjadinya penyimpangan seksualitas. Pertama adalah salah asuh (psycho genic) dan yang kedua adalah salah budaya (socio genic). Contoh dari kedua penyebab tersebut yang bisa menyebabkan penyimpangan seksualitas antara lain fitrah seksualitasnya tidak tumbuh dengan baik, masa aqil baligh-nya terlewati tanpa pendidikan yang baik serta penyampaian yang kurang terhadap pendidikan seksualitas.

Lalu, upaya yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegah anak-anak terhindar dari penyimpangan seksualitas sejak dini adalah dengan memberikan pola asuh yang baik dan benar (dalam islam tentunya sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW). Menerapkan budaya dan gaya hidup (lifestyle) yang sebagaimana mestinya. Misalnya dengan mengobservasi dan mengawasi dengan siapa saja anak berteman atau bergaul, kemudian mendampingi saat anak-anak menonton TV atau menggunakan gadget.

Terakhir adalah dengan memastikan bahwa fitrah imannya terbangun dengan sempurna, sehingga anak-anak tidak mudah oleng ketika berada dalam lingkungan pergaulan yang berisi beragam sifat dan jenis manusia.

Pembahasan terakhir tadi malam sampai pada bagaimana solusi apabila penyimpangan seksualitas ini sudah terjadi. Beberapa cara yang dapat ditempuh adalah :

1. Aware atau menyadari perilaku anak sejak dini.
2. Jangan panik apalagi sampai menyalahkan diri sendiri apabila muncul kejanggalan terhadap perilaku seksualitas anak.
3. Mencari bantuan profesional.
4. Mengakui dan menerima keadaan.
5. Kedua orang tua (ayah dan ibu) harus saling mendukung, menguatkan dan bekerja sama.
6. Senantiasa berdo'a kepada Tuhan sang pemilik hati.

Itulah hasil diskusi kelompok kami di hari kedua. Pada hari ketiga ini, kelompok kami melakukan finalisasi bahan presentasi dan persiapan untuk presentasi. Apabila hari ini semua selesai, maka esok hari kelompok kami dapat mengumpulkan materi untuk presentasi dengan segera.

Sukabumi, 5 Maret 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar