Stimulasi Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-1


Assalammualaikum,

Hari ini adalah hari pertama aku menuliskan jurnal tantangan zona ke-6 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Zona ke-6 ini mengangkat tema tentang "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Sebuah tema yang membuatku cukup tertantang untuk menyelesaikannya dengan baik.

Setelah mengetahui teori pembelajaran matematika untuk anak usia dini, aku berharap bisa mengajarkan anakku mengenai konsep dasar matematika dengan cara yang asyik dan menyenangkan sehingga ia tertarik pada salah satu mata pelajaran yang menurut sebagian besar orang ini susah.

Kompetensi yang diharapkan dari tantangan di zona ke-6 ini adalah untuk menguasai keterampilan dan menstimulasi kecerdasan matematika. Tujuan dari tantangan ini yaitu memahami konsep dasar matematika melalui cara penyampaian yang mudah dan menarik. Sedangkan indikator keberhasilannya adalah sobatualang dan (atau) anak paham konsep dasar matematika dan berbinar saat mempraktikannya dalam kehidupan.

Sebelum masuk ke jurnal tantangan hari ini, saya ingin membagikan sedikit materi yang sudah diberikan oleh kakawi sebagai bekal kami para petualang di Pantai Bentang Petualang untuk menyelesaikan tantangan.

Matematika didefinisikan sebagai petunjuk dunia. Matematika sendiri digunakan hampir di setiap aspek dari kegiatan sehari-hari. Untuk mengenalkan konsep dasar matematika pada anak usia dini, yang perlu dilakukan adalah menggunakan ilustrasi atau alat peraga sederhana untuk memperkenalkan konsep abstrak.

Intinya, anak usia dini lebih mudah memahami hal-hal yang konkret sementara simbol-simbol atau angka-angka dalam matematika bersifat abstrak. Sehingga, yang perlu dilakukan adalah membawa simbol-simbol matematika ke dalam bentuk yang konkret agar dapat ditangkap oleh anak-anak.

Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial, Tantangan Hari Ke-1


Nama anak : Dipta

Usia : 2 tahun 3 bulan

Rencana Stimulasi :

Selama 5 hari ke depan, aku sebagai pendamping anak akan mengenalkan konsep dasar matematika mengenai perbedaan berbagai macam ukuran (panjang-pendek; tinggi-pendek; besar-kecil; luas-sempit, dan lainnya) menggunakan peralatan yang tersedia di rumah (atau luar rumah).

Aksi :

Hari ini, Dipta memainkan antena radio lama milik almarhum kakeknya. Aku kemudian menemukan celah untuk mengajarkan konsep panjang dan pendek padanya. Saat anakku menarik antena radio tersebut, aku menjelaskan bahwa antenanya menjadi panjang. Sebaliknya, ketika anakku menekan antena radio tadi, aku menjelaskan bahwa jika diperlakukan seperti itu maka antena akan menjadi pendek.

Refleksi :

Mengenalkan konsep dasar matematika untuk anak usia dini ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Dengan menggunakan peralatan seadanya pun orang tua bisa mengajarkan anak mengenai konsep dasar dan logika matematika.

Mengenal konsep panjang-pendek dari antena radio

Dipta tampak senang dan bersemangat saat bermain dengan antena radio. Ia dengan senang mengulang-ulang kembali kegiatan memanjangkan antena radio dan memendekkannya kembali. Ia juga dapat menangkap saat aku bertanya, "kalau panjang gimana?" kemudian ia akan menarik antena radio tadi menjadi panjang. Saat aku bertanya, "kalau mau jadi pendek gimana?" lalu ia akan menekan antena radionya menjadi pendek. Alhamdulillah...

Bintangku Hari Ini :

Hari ini karena aku dengan mudah mendapatkan ide untuk mengenalkan konsep dasar dan logika matematika pada anakku lalu anakku dengan antusias menerima apa yang aku sampaikan, jadi aku memberikan bintang 5 untuk hari ini.

#harike1
#tantangan15hari
#zona6stimulasimatematikafinansial
#pantaibentangpetualang
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Posting Komentar

0 Komentar