Selasa, 23 Februari 2021

Pantulan Warna Zona 6 : Stimulasi Matematika dan Finansial


Selesai sudah misi zona ke-6 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional batch 6 mengenai "Stimulasi Kecerdasan Matematika dan Finansial". Zona yang membuatku bersemangat karena tertantang untuk membersamai anakku mengenalkan konsep matematika dasar dan finansial sejak sedini mungkin.

Matematika adalah satu mata pelajaran yang paling tidak aku sukai semasa sekolah dulu. Tidak suka karena aku merasa tidak menguasai dan tidak dapat menangkap logika matematika dengan baik sehingga nilai matematikaku semasa sekolah selalu pas-pasan. Matematika adalah pelajaran yang paling menyulitkan hidupku, ini adalah pemikiran yang sampai sekarang membayangiku.

Setelah menjadi orang tua, tentu aku tidak ingin anakku mengalami hal yang sama denganku kelak ketika ia sekolah. Oleh sebabnya, aku tertarik untuk mengajarkan konsep matematika dasar pada anakku sedini mungkin DENGAN CARA YANG MENYENANGKAN. Harus capslock banget ya! Haha, yes karena cara belajar yang menyenangkan ini akan membuatnya tidak takut dan tidak menganggap matematika sebagai sesuatu yang "mengancam" seperti yang dulu aku rasakan.

Aku ingin anakku selalu berbinar saat ia belajar. Oleh sebab itu, metode belajar yang paling menyenangkan bagi anak usia dini yaitu bermain harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menanamkan konsep-konsep yang akan bermanfaat baginya di masa depan nanti. Salah satunya adalah matematika.

Beberapa kali aku mengikuti workshop parenting mengenai cara mengenalkan anak pada konsep matematika. Area matematika dasar adalah salah satu area yang diajarkan oleh metode Montessori. Bahwasanya pengenalan terhadap hal konkret lebih diutamakan daripada mengajarkan simbol dan angka terlebih dahulu.


Tentu saat mendapat materi dari zona ke-6 ini aku semakin tercerahkan karena materi yang aku dapat sebelumnya berkorelasi erat dengan materi yang aku dapatkan di kelas Bunda Sayang ini. Sehingga, tidak ada tumpang tindih informasi dan membuatku semakin yakin dan lebih mudah dalam bagaimana menstimulasi kecerdasan matematikanya.

Selama 10 hari, aku menuliskan jurnal-jurnal tantangan dengan memberikan pendahuluan mengenai materi-materi yang telah aku pelajari sebelumnya. Aku berharap, hal sederhana yang aku lakukan bersama anakku akan berdampak besar bagi masa depannya. Tentu ini harapan setiap orang tua, ya? Hehe.

Yang aku inginkan dalam kegiatan stimulasi kecerdasan matematika dan finansial ini bukan hanya sekedar anakku cerdas dan pandai hitung-hitungan saja, lebih jauh daripada itu, aku ingin anakku menjadi pembelajar yang bahagia. Dia senang mempelajari semua hal termasuk matematika. Ini adalah suatu hal yang tidak terjadi padaku di masa lalu. Huhu, gimana ni inner child masih belum tuntas! Huwee~

Pendidikan finansial pun sangat penting untuk masa depannya. Hal yang tidak bisa dianggap sepele dengan hanya mengajarkan anak konsep menabung. Menabung tanpa tujuan lalu untuk apa? Memang sebaiknya mengajarkan skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan itu harus sejak dini. Agar terbiasa on the track dan tidak mudah oleng saat tergoda hal-hal yang tidak urgent.

Tentu saja aku (dan semua orang tua pastinya) ingin anaknya melek finansial. Mampu mengelola keuangannya dengan sehat dan baik, mandiri di masa depan dan bertanggung jawab atas harta yang ia miliki. Jauh sekali pikirannya ya, Bun!

Ya memang mungkin saat ini terlihat kejauhan mikirnya tapi justru hal-hal seperti ini harus ditanamkan sejak dini, saat anak masih berada dalam periode emasnya. Di usia absorbent mind-nya ini, aku ingin menanamkan banyak sekali benih-benih kebaikan dan segala macam ilmu dasar yang bermanfaat bagi kemudahan hidupnya (dan oramg tuanya) di masa depan.

Terlihat berat sekali ya menjadi orang tua, lelah boleh tapi menyerah jangan ya, Pak dan Bu! Tantangan akan selalu ada, namun insha Allah langkah kita sebagai orang tua akan senantiasa dipermudah apabila niat dan tujuan kita membesarkan anak-anak murni karena ingin memberikan yang terbaik bagi amanah yang sudah dititipkanNya pada kita. Wow, reminder untuk diri sendiri nih!

Sekian dulu dan sampai jumpa di tantangan zona ke-7 kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional.

Sukabumi, 23 Februari 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar