Sabtu, 06 Juni 2020

VIU, Aplikasi Pilihan Menonton KDrama


Pada tulisan kali ini, aku ingin berbagi tentang tempat tongkronganku menonton drama Korea. Hehe. Memasuki topik ketiga di Kdrama Writing Challenge, hal yang akan kami bahas adalah web streaming yang biasa digunakan untuk menonton drakor.

Zaman sekolah dan kuliah, seperti yang aku ceritakan pada episode sebelum ini (baca : Awal Akhirnya Terjerumus ke Dunia Drakor) aku mempunyai beberapa pemasok drakor yakni teman-teman kampus dan kosan. Sama halnya dengan saat aku bekerja, teman sekamarku adalah supplier utamaku yang selalu bersedia membagikan drakor-drakor hasil unggahannya denganku.

Jadi dulu kalau mau nonton drakor aku tidak bisa mandiri, tergantung orang lain merekomendasikan drama lalu aku mengcopy dari miliknya kemudian memindahkannya ke laptopku. Mungkin karena teman-temanku selalu available, maka aku tidak terpacu untuk mencari-cari web streaming sendiri untuk menonton dan mendownload drama Korea.

Setelah menikah, TV kabel menjadi andalanku menonton drakor. Beberapa stasiun TV Korea seperti TvN, SBS dan KBS banyak menayangkan drama-drama disana, tinggal dipilih mau menonton yang mana.

Tapi, menurutku menonton drakor dari TV itu kurang seru. Alasannya karena kita tidak bisa marathon dan harus menunggu dramanya tayang di hari dan waktu tertentu. Ingat ketika menonton Innocent Defendant (2017) yang saat itu sedang tayang, betapa gemaaas sekali aku ingin buru-buru menamatkan drama tersebut sementara di TV harus bersambung. Bersambungnya di scene yang sedang seru-serunya pula!


Selain itu, kalau menonton di TV rasanya kurang dapet feel-nya. Terganggu oleh kehadiran iklan, waktu yang tidak fleksibel karena kita yang harus menyesuaikan jadwal dengan jam tayang di TV. Kalau tidak sempat menonton terpaksa ada episode yang terlewat. Banyak nggak enaknya deh.

Belakangan, saat sedang menghabiskan waktu untuk menonton Youtube terkadang muncul iklan yang mempromosikan aplikasi bernama Viu dimana aplikasi ini menyediakan banyak drama Korea untuk kita saksikan.

Mengunggah Aplikasi VIU

Saking seringnya itu iklan nampang ketika aku membuka Youtube, akhirnya ku download juga aplikasi Viu. Alasannya? Penasaran aja. Haha. Termakan iklan, bah! Namun karena belum ada mood untuk menonton sesuatu, ku diamkan saja aplikasi itu.

Suatu hari, aku ingin mencari drakor berjudul Dr. John (2019) karena beberapa referensi mengatakan kalau drama ini seru untuk ditonton dan juga karena pemeran utamanya adalah Ji Sung, salah satu aktor yang ku gemari.

Aktingnya yang luar biasa saat bermain dalam drama Kill Me Heal Me (2015) dan Innocent Defendant membuatku tidak ingin melewatkan dramanya yang satu ini. Gara-gara Ji Sung akhirnya aku membuka aplikasi Viu yang sudah aku download sejak kapan taun itu. Hehe.

Sebelum mengakses, buat akun dulu menggunakan email atau Facebook
Kecewa saat sudah semangat-semangat mencari Dr. John di Viu tapi ternyata harus berlangganan Viu Premium untuk menontonnya. Zzz, pengennya kan gratisan gitu! Sebenarnya banyak pilihan drama yang bisa kita tonton tanpa berlangganan, tapi tetap saja pilihannya terbatas dan harus tahan dengan pop-up iklan yang sering muncul.

Upgrade ke VIU Premium

Saat aku membuka Viu, sering sekali penawaran-penawaran untuk berlangganan Viu Premium itu muncul. Sampai suatu waktu dimana ada penawaran yang sangat menggiurkan, menjadi Viu Premium hanya dengan membayar Rp.15.000,- untuk 2 bulan. Kok murah? Haha. Akhirnya, termakan iklan lagi dong dan langsung upgrade menjadi Viu Premium setelah membayar menggunakan GoPay.

Setelah berlangganan Viu Premium, aku merasakan perbedaan kasta yang amat sangat jauh dengan pengguna Viu gratisan. Pilihan dramanya bebas sesuka hati, tinggal search kemudian drama yang aku cari selalu muncul. Tidak ada iklan dan satu kelebihan lagi film-film yang ada bisa di download.

Kualitas gambarnya untuk ditonton menggunakan ponsel juga sudah sangat baik. Menyediakan subtitle bahasa Indonesia juga, untuk memudahkan penonton menikmati tontonannya tanpa harus berpikir untuk mentranslate dialog dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Walau aku pribadi lebih senang membaca subtitle berbahasa Inggris sebenarnya, tapi tidak masalah juga jika subtitle yang disediakan berbahasa Indonesia.

Beragam pilihan film di Viu
Sejauh ini, drama yang sudah aku tonton melalui Viu adalah Dr. John (2019), Secret Garden (2010) (rewatch), Jealousy Incarnate (2016) dan The World of The Married (2020). Drama terakhir aku tonton karena selalu ada di kolom rekomendasi, termakan iklan lagi! Haha.


Oiya, semua drama tersebut aku tonton dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan. Karena hingga saat ini paket langgananku belum habis. Ini salah satu kelemahanku, jika sudah mulai menonton pasti akan terus berlanjut marathon hingga tamat dan beralih ke judul yang lain lalu marathon lagi dan lingkaran setan terus berulang, lol!

Ada hal lain yang membuat kacau, kuota internetku yang mendadak drop sampai aku kaget karena baru membeli sekian belas giga tapi sudah habis dalam kurun waktu seminggu lebih sedikit. Maygad! Padahal biasanya sekian belas giga itu bisa untuk 3-4 minggu. Huhu. Maklum, di rumah belum pasang wifi jadi masih mengandalkan kuota.

Apakah kemudian aku berhenti menonton drakor dari Viu? Jawabannya tidak, lol. Kan masih berlangganan jadi aku nikmati saja ke-premium-anku saat ini. Nanti kalau paket premium sudah habis baru pikir-pikir lagi deh untuk berlangganan atau berhenti dulu.

Overall menggunakan aplikasi Viu untuk menonton drakor atau film-film lain yang tersedia disana oke-oke saja. Lebih oke ketika kita membayar untuk berlangganan. Kalau teman-teman berniat menonton banyak drama dan film dari aplikasi ini aku sarankan memilih untuk berlangganan, toh banyak promo yang menawarkan Viu Premium dengan harga miring. Coba saja untuk sebulan dulu, misalnya. Hehe.

Jika boleh memberi rating, Viu versi gratis akan aku beri nilai 3/5 karena aku terganggu dengan banyaknya iklan yang muncul dan pilihan drama serta film yang sangat terbatas.

Viu versi premium aku beri nilai 4.5/5 karena hampir semua drama yang aku cari ada (ada juga sih yang tidak tersedia), bebas iklan, kualitas gambar dan suara baik, tidak boros baterai. Minusnya boros kuota. Hiks.

Itulah ceritaku menonton drakor menggunakan aplikasi Viu. Kalau teman-teman suka web streaming dimana biasanya? Ada rekomendasi menarik?

Sukabumi, 6 Juni 2020

8 komentar:

  1. Saya juga menggunakan viu di awal-awal streaming online, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah baru2 aja pake viu, gaptek sih mba. Nggak pernah cari2 web streaming sendiri. Wkwk..

      Hapus
  2. Aku selalu suka dengan cara penulisnya yg rapi. Izin aku adopsi beberapa teknik penulisannya ke blogku ya mbak 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe mangga mba silakan d adopt yg kira2 berguna buat tulisan'y 🙏

      Hapus
  3. Mbak nonton dari viu di download dl apa langsung streaming? Kl aku selalu di download dl, karena kuota yang yang diperlukan lebih sedikit. Pernah aku coba streaming habis sekitar 600 mb, sedangkan kalau download dulu, biasanya hanya di kisaran 200 mb untuk kualitas sedang. Untuk HD hanya sekitar 400 mb

    Kayanya walaupun gak premium, kalau sudah di download, trs pas nonton internet di HP dimatikan, rasanya gak ada iklan. Rasanya sih hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha iya sih ya aku kok gak kepikiran klo download akan lebih hemat drpda streaming? Mikir'y klo download ngabisin memori aja 😅

      Hapus
  4. Beneerr...dulu selama belum niat pindah ke premium, aku betah-betahin deeh. tuuh...tiap pertengahan nonton selalu ada iklan yang kadang hauwooo...lamanyuaaa.
    Eh, lama-lama si drama banyak yang digembokin.
    Akhirnya premium aja deeh...

    Sampai sekarang akupun ga tega mau ninggalin VIU padahal uda langganan Netflix juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Viu dan netflix ini saling mengisi kayak'y mba. Ada drama yg gak ada d viu tp muncul d netflix dan sebalikny. Bagus klo langganan keduanya, tontonan lantjar jaiaaa. Hahaha

      Hapus