Ingat Bersyukur

By Imawati A. Wardhani - Januari 20, 2020


Suatu malam ketika aku beserta suami dan anakku sedang pulas terlelap, terdengar sayup-sayup suara hujan turun dengan cukup deras. Lama-lama aku terbangun karena merasa suara hujan tidak hanya dari luar rumah tapi jatuh kedalam rumahku. Segera ku berjalan menuju ruang belakang rumah dan terkejut ketika melihat air mengucur dari sisi-sisi dinding dengan derasnya, menggenang diruang belakang. Ku bangunkan suamiku dan kami pun sibuk bekerja mengepel dan membersihkan air hujan yang terus turun ke dalam rumah kami hingga akhirnya reda setelah beberapa jam.

Beberapa hari kemudian, kejadian tersebut kembali terulang. Kali ini saat suamiku sedang bekerja dan aku sedang bermain dengan anakku diruang belakang saat rumah kembali bocor. Aku langsung menaruh anakku kedalam bumper bed-nya dan bekerja membersihan bocoran, tidak berapa lama lampu padam dan waktu saat itu menunjukkan hampir magrib. Gelap banget dong! Aku sungguh ketakutan, masuk ke dalam bumper bed untuk menemani anakku dan mencoba tetap bersikap stay cool agar anakku tidak takut dan menangis. Ku biarkan rumahku tergenang begitu banyak air.

Pada waktu itu aku sempat kesal dan ingin sekali mengumpat menyalahkan keadaan. Padahal kami sudah menghubungi pemilik rumah agar membetulkan bagian yang bocor sebelum kejadian seperti ini terjadi lagi. Aku menelepon suamiku dan ngomel-ngomel tentang keadaan rumah yang bocor dan mati lampu, menyuruhnya agar segera pulang. Aku sadar saat itu hujan sedang deras-derasnya dan dia tidak mungkin pulang hujan-hujanan naik motor. Lagi kesel aja pengen ngomel.

Beberapa saat kemudian aku berpikir, bahwa banyak diluar sana orang yang memiliki tempat berteduh saja sudah syukur, banyak orang yang rela hujan-hujanan untuk mencari nafkah dengan menjadi ojek payung, intinya aku mengingat bahwa banyak yang hidupnya lebih susah daripada kondisiku saat itu. Seketika itu juga aku bersyukur, masalahku terasa begitu receh dibandingkan mereka yang lebih kurang beruntung.

Tak dipungkiri, terkadang kita merasa hidup kita serba kekurangan. Terkadang kita melihat hidup orang lain lebih menyenangkan dibandingkan dengan hidup kita, hanya dengan membuka media sosial. Padahal, bisa jadi hidup kita yang tidak kita banggakan ini menjadi impian orang lain sama seperti kita memimpikan punya hidup seperti mereka. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau. Maka bersyukur adalah salah satu cara agar tidak kufur dari nikmat Allah yang tak terhingga jumlahnya.

Jika aku mulai berandai-andai nggak jelas, "enak ya kalau aku lanjut sekolah lagi pasti udah tinggal diluar negeri", "kalau aku nggak resign pasti bisa melakukan ini-itu", kalau A B C dan lainnya kupikirkan aku akan segera kembali mengingat betapa Allah sayang sekali pada diriku. Betapa banyak nikmatNya yang wajib aku syukuri, betapa diri ini harus segera minta ampun karena dengan segala kekurangan yang aku miliki Allah masih memberikan banyak rezekiNya untukku.

Jadi, mari kita senantiasa menyibukkan diri kita untuk ingat bersyukur atas apa yang telah Allah berikan. Meski pun kadang rezeki yang Allah turunkan tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan, namun pastinya Dia tau yang mana yang paling baik untuk kita. Alhamdulillah..

Sukabumi, 21 Januari 2020


  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. pake no drop mba biar gk bocor-bocor lagi.

    memang kita harus rajin bersyukur sih.
    thanks pesannya

    jangan lupa kunjungi juga ya
    https://looperday.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya kemudian di no drop kok! Siaap pasti berkunjung..

      Hapus
  2. Emang harus selalu bersyukur ya mbak mungkin kita ngeliat orang lain enak tapi kita hanya liat enaknya saja tanpa liat susahnya. Terimakasih sudah mengisnpirasi mbak


    www.allaboutgeo-edu.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mas. Iya, padahal tiap orang punya jalan susah-senang masing-masing ya.. Thanks udah mampir..

      Hapus