Senin, 16 Desember 2019

Honest Review : Lumba Playmat


Dalam tulisan kali ini, aku ingin mencoba untuk membagikan pengalamanku menggunakan bumper bed dari Lumba Playmat (IG : @lumbaplaymat). Saat anakku berusia 5-6 bulan, ia sedang aktif-aktifnya berguling kesana kemari. Kita meleng sedikit dirinya sudah sampai ke pinggir kasur, ditinggal sebentar sudah menangis karena terjatuh dari kasur. Bikin was-was dan khawatir, apalagi anakku tipe anak yang speak less do more, tak bersuara tiba-tiba sudah menclok dimana-mana.

Saat tinggal dirumah mertua, posisi kamarku berada dibelakang, dekat dengan dapur dan jauh dari ruang tengah (ruang keluarga). Hal ini membuatku harus menggendong-gendong anakku ketika aku ingin duduk-duduk atau mengobrol dengan anggota keluarga lain diruang tengah. Untuk sekedar buang air kecil pun harus mencari orang yang bisa dititipkan anak bayi walau hanya sebentar, karena meninggalkannya dikamar sendirian sangat riskan meskipun kasurku tidak menggunakan dipan. Sulit sekali pergerakanku jika kemana-mana harus sambil membawa bayi.

Akhirnya aku melakukan penelusuran terkait "tempat bermain" anak, sampailah temuanku pada Lumba Playmat. Langsung tertarik dong, ketika melihat review-review di Instagramya. Dibandingkan dengan panel fence (parklon fence) yang didalamnya harus ditambahkan playmat lagi, rasanya kok ribet ya (no ribet-ribet club) karena pagar-pagarnya harus dipasang satu per satu, dalamnya diberi alas lagi. Melihat bumper bed Lumba, kelihatannya tinggal pakai aja tanpa sibuk nganu-nganu lainnya.

Kemudian aku mencari tau spesifikasi dari bumper bed ini, berikut hasilnya (bulan April 2019):
- Product Name : Bumper Bed
- Material Product : Aircell Pads & amp; Premium Soft Colour Waterproof PU Leather
- Product Size
Jika dijadikan playmat : 200 x 200 x tebal 5 (cm)
Jika dijadikan box : 100 x 150 x 50 (cm)

Buat yang mau mencari tau lebih detail, monggo kepo IGnya. Hehe.. Jujur yang paling aku fokuskan adalah pada ketebalan dari bumper bed ini. Bagi pasangan yang sudah memiliki anak dan sedang lincah-lincahnya bergerak, tau lah ya betapa seringnya si bocah kejedot dan nyungsrug karena tingkah polahnya. Akhirnya, setelah berdiskusi dengan suami kami sepakat untuk mengadopsi satu bumper bed dari Lumba Playmat tanpa tau berapa harga produk tersebut. Ternyata harganya Rp.4.500.000,- sebagai sobat misqueen mikir-mikir juga kalo segitu! Nabung dulu aja deh, siapa tau ada diskon.

Memang dasar kalau rejeki nggak kemana, saat bulan ramadhan tiba, Lumba Playmat mengadakan promo dari harga 4.5 juta menjadi Rp.2.499.000,- langsung aku berdiskusi lagi dengan suamiku dan memutuskan untuk membeli produk tersebut. "Biar nggak kebanyakan mikir, nanti nggak jadi-jadi," begitu kata suamiku. Haha. Akhirnya aku menghubungi admin Lumba dan ternyata harus Pre-Order (PO) karena bumper bed baru akan diproduksi lagi setelah lebaran. Bagus deh, bisa nunggu THR dulu! Aku kemudian melakukan pemesanan untuk bumber bed Scandinavian Living yang merupakan perpaduan warna blue sky, soft grey, soft purple dan baby blue. Kemudian aku mentransfer uang muka sebesar Rp.500.000,- dan pelunasan dibayarkan setelah bumper bednya selesai dibuat. Oiya, harga tersebut belum termasuk ongkos kirim yang mana pengiriman dilakukan dari Bandung, biaya ongkos kirimku saat itu adalah Rp.90.000,-

Scandinavian Living, My Bumper Bed by @lumbaplaymat

Setelah produksi bumper bed pesananku selesai, admin menghubungiku untuk melakukan pelunasan. Kemudian, keesokan harinya bumper bed dikirim ke rumah. Saat itu aku menunggu suamiku pulang dulu untuk memasang bumper bednya (mager masang sendiri). Anakku menunjukkan raut wajah yang begitu excited ketika melihat "mainan baru"nya itu dipasang.

Kesanku setelah menggunakan bumper bed dari Lumba Playmat adalah worth to buy. Banyak sekali manfaat yang aku dapatkan dengan adanya bumper bed ini, yang paling utama adalah tidak khawatir meninggalkan anak sendirian ketika aku ada keperluan seperti ke kamar mandi, makan, dan kegiatan lain yang rempong kalau harus bawa-bawa anak kemana-mana. Jika anakku bosan ditinggal agak lama, paling dia ngoceh-ngoceh dan menangis. Setidaknya aku tidak khawatir dia terantuk, terjatuh dan terpentok lantai, kursi, meja atau barang-barang keras lainnya.

Untuk anakku sendiri, bumper bed ini membantu sekali dalam proses ia belajar duduk, merangkak, berdiri, merambat hingga berjalan. Bahkan sekarang ia sedang gencar-gencarnya bereksperimen memanjat pagar dari bumper bednya. LOL. Bahannya yang tebal membuat ia tidak takut jatuh saat mencoba keahlian barunya seperti berdiri dan berjalan. Saat aku tinggal mandi atau memasak, anakku pun memiliki tempat yang aman untuk ia me time bersama mainan atau pun bukunya.

Hingga saat ini dimana anakku memasuki usia setahun lebih dua bulan, bumper bed dari Lumba Playmat masih menjadi andalanku ketika aku sedang beberes rumah, terutama saat ngepel lantai, mandi, memasak dan kegiatan rumah tangga lain yang sulit jika dilakukan seraya membawa anak atau meninggalkannya bermain sendiri karena ia sudah bisa menjelajah ke semua sudut rumah dan khawatir terjadi sesuatu jika tidak terpantau.

Sepengelihatanku di IG, saat ini Lumba Playmat sudah mengeluarkan produk generasi terbaru dari bumper bed yang material dan ketebalannya berbeda dengan bumper bed milikku (generasi sebelumnya), selain itu motifnya juga lebih bervariasi. Silahkan cek IGnya sendiri ya. Dengan harga sekian juta tersebut, menurutku barang ini worth to buy! Semoga review dari aku ini bisa membantu para orang tua yang sedang memilih dan memilah "tempat bermain" yang cocok untuk anak-anaknya.

Sukabumi, 16 Desember 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar