Penyelaman Ketiga : Karakter Moral Ibu Profesional

By Imawati A. Wardhani - Juni 10, 2020

Libur telah selesai, saatnya kembali belajar! Setelah menikmati masa libur lebaran bulan Mei lalu, kami para penjelajah samudera Matrikulasi Ibu Profesional Batch 8 siap kembali menyelesaikan misi-misi yang sudah menunggu.

Kali ini, sudah masuk ke misi penyelaman yang ketiga atau misi keenam. Sebelumnya, aku bersama teman-teman lain berhasil melewati misi penyelaman pertama dan penyelaman kedua serta memboyong harta karun berupa batu permata.

Permata pertama yang aku dapat adalah batu permata amethys dan dari hasil penyelaman kedua aku mendapatkan permata ruby.


Misi penyelaman ketiga ini membahas tentang Karakter Moral Ibu Profesional, seperti biasa kami ditemani dan dibimbing oleh para widyaiswara yang selalu setia dan senang hati berbagi pengalamannya.

Setelah ditelaah, karakter moral ini sangat penting untuk dimiliki seorang ibu. Dasarnya setiap ibu pasti sudah memiliki karakter moral masing-masing, namun apakah mereka sadar dan menjadikan karakter moral mereka sebagai modal untuk menjalankan tugas sehari-harinya?

Aku pun tidak pernah terpikir sebelumnya kalau karakter moral yang aku miliki bisa menjadi sebuah kekuatan untuk membangun dan memperbaiki diri menjadi individu yang lebih baik lagi. Melalui tugas ini, aku kembali merenung dan memikirkan banyak hal terutama tentang bagaimana rencana ke depan sebagai seorang istri, ibu dan juga individu.

Berdasarkan materi yang telah disampaikan, karakter moral seorang ibu profesional adalah sebagai berikut :
1. Never stop running, the mission alive
2. Don't teach me I love to learn
3. I know I can be better
4. Always on time
5. Sharing is caring

Dari kelima hal tersebut, tugas yang diberikan dalam misi penyelaman ketiga ini adalah :


Tantangan yang aku hadapi saat ini selama menjalani proses menjalani peran yang aku mainkan sebagai seorang ibu adalah adanya pergolakan batin ketika aku ingin mengambil dan memainkan semua peran dengan seimbang dan sempurna.

Aku ingin menjadi ibu terbaik, istri yang selalu mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik serta individu yang lebih produktif. Semua ingin aku capai dalam satu waktu dengan kadar yang sama baiknya.

Kemudian aku sadar, terlalu muluk semua keinginan itu jika aku mematok harga mati harus terealisasi dalam waktu bersamaan. Lebih baik aku mencoba untuk berusaha sedikit demi sedikit namun membawa progress yang terlihat nantinya.

Yang aku alami ketika mencoba menjadi sempurna dalam semua aspek adalah tidak fokus, terlalu banyak beban pikiran sehingga kesulitan dalam mengendalikan emosi. Maka aku mencoba untuk lebih menurunkan ekspektasi dari diriku sendiri, mencoba untuk memaklumi semua kekurangan dan ketidakmampuanku dalam mencapai semua target.

Setelah membaca dan mendalami mengenai karakter moral ibu profesional, aku baru sadar bahwa kelima karakter tersebut sudah ada di dalam diriku dan yang dibutuhkan adalah mengasah semua karakter tersebut untuk mencapai target dan tujuan.

Never stop running, the mission alive
Ada kalanya aku merasa ingin menyerah, putus asa dan rasanya ingin resign dari kehidupan sebagai ibu rumah tangga. Namun, tidak pernah ingin benar-benar melakukan semuanya.

Aku menganggap masa-masa itu manusiawi, harus aku terima sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tidak melulu mulus dan lurus. Apalagi aku merasa perubahan yang terjadi dalam hidupku terlalu cepat, dari seorang single, menikah tanpa lama-lama berpacaran dan langsung diberi keturunan. Perubahan status dari seorang wanita karir dan beralih menjadi ibu rumah tangga juga menjadi salah satu penyebabnya.

Misi dalam kehidupan sebagai ibu akan terus ada dan seharusnya menjadi tujuan utama mengapa aku berada disini, menjadi seorang ibu dan istri. Jika aku berhenti dan menyerah lalu siapa yang akan menggantikanku mencapai tujuan dan menuntaskan misi tersebut?

Oleh sebab itu, aku tidak akan menyerah meskipun begitu banyak cobaan dan tantangan yang akan dialami ke depannya.

Don't teach me I love to learn
Semua manusia pada dasarnya adalah seorang pembelajar sejati. Mulai dari lahir sebagai bayi lalu tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa, semua membutuhkan proses pembelajaran yang tidak sebentar. Belajar pun tidak hanya didapat melalui pendidikan formal, pendidikan moral dan spiritual yang tidak banyak didapat saat sekolah pun wajib dipelajari.

Aku pun merasa demikian, banyak yang masih harus dipelajari. Menjadi seorang ibu tidak ada sekolahnya, tidak ada pendidikan wajibnya, tidak juga bisa hanya mengandalkan naluri tanpa dasar teori. Walaupun banyak sekali yang harus diketahui dan dipelajari, tidak semua ilmu harus dimasukkan ke dalam otak secara bersamaan.

Aku harus pandai-pandai memprioritaskan ilmu apa yang ingin aku kuasai terlebih dahulu dan apa yang bisa dipelajari belakangan. Intinya adalah tetap semangat belajar kapanpun dan dimanapun, dengan membuat skala prioritas akan apa yang dibutuhkan saat ini dan di waktu yang akan datang.

I know I can be better
Jika hari ini lebih baik dari hari sebelumnya, maka kita termasuk ke dalam golongan orang yang beruntung. Rasanya kalimat tersebut terdengar begitu tepat, karena sebagai manusia kita harus bisa berbuat sesuatu yang lebih baik lagi dari hari kemarin dan menjadi semakin baik di hari esok.

Aku tau aku memiliki banyak kesalahan dan kekurangan. Dengan prinsip I know I can be better ini, aku akan mencoba untuk belajar dari kesalahan dan kekhilafan di masa lalu dan berusaha agar tidak mengulanginya lagi. Aku juga akan berusaha untuk terus mencoba melakukan suatu hal dengan sebaik-baiknya sehingga bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.

Always on time
Saat ini aku masih mempelajari bagaimana time management yang baik agar kehidupanku berjalan dengan seimbang. Aku harus bisa membagi waktu untuk rumah, anak, suami dan diriku sendiri.

Untuk mengembangkan diri, aku menjadwalkan diriku untuk rutin menulis setiap hari dan mengikuti berbagai kelas online salah satunya Ibu Profesional. Aku berusaha untuk mengikuti segala kegiatan dengan baik dan tepat waktu untuk menghargai yang lain, well yang ada disana bukan hanya aku sendiri melainkan melibatkan banyak orang.

Aku juga seorang freelancer yang harus bisa bekerja sesuai dengan deadline yang sudah ditetapkan. Ini membuat waktu menjadi hal yang sangat berharga dan tidak bisa disia-siakan untuk tidur-tiduran atau terus bermalas-malasan. Belajar untuk menjadi orang yang selalu on time adalah salah satu wujud pendisiplinan diri yang berguna agar selalu fokus pada hal-hal yang harus dikerjakan.

Sharing is caring
Alasan mengapa aku rutin mengisi blog saat ini adalah karena aku ingin berbagi hal-hal yang mungkin bisa menjadi inspirasi dan manfaat untuk orang lain yang membacanya. Saat aku bercerita tentang perjalananku selama travelling, selain untuk berbagi kisah dan mengabadikan pengalaman melalui tulisan, aku juga ingin memberikan informasi pada orang-orang yang mungkin akan bepergian ke tempat yang aku ceritakan.

Ketika aku menulis tentang motherhood journey, marriage, family dan parenting, aku ingin berbagi pada teman-teman atau siapapun yang mungkin memiliki pengalaman serupa. Aku ingin mereka tau bahwa diriku dan mereka tidak sendirian, banyak yang juga mengalami pengalaman seperti roller coaster saat berbicara tentang tema-tema tersebut.

Berbagi melalui tulisan mungkin adalah hal paling sederhana yang bisa aku lakukan untuk menunjukkan kepedulianku pada orang lain. Menghabiskan waktu sehari-hari dirumah seharusnya bukan menjadi penghalang agar aku bisa memberi manfaat untuk yang lain.

Begitulah kira-kira hasil penyelamanku pada misi penyelaman Karakter Moral ini. Aku harap, aku bisa mengaplikasikan apa yang sudah aku tulis dalam kehidupan sehari-hari untuk ke depannya.

Sampai jumpa!

Imawati A. Wardhani
Matrikulasi Ibu Profesional Batch 8
IP Regional Sukabumi

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar