Misi Kelima : Menyelami Core Value Ibu Profesional

By Imawati A. Wardhani - Mei 13, 2020


Setelah minggu kemarin berhasil menyelesaikan misi pencarian makna Ibu Profesional, ternyata aku berhak mendapatkan permata amethys seperti di bawah ini. Yeay!




Aku bersama teman-teman matrikulasi batch 8 Institut Ibu Profesional pun kembali melanjutkan penjelajahan samudera kami. Kami sudah sampai pada tahap penyelaman, kami pun diwajibkan untuk mengumpulkan minimal 3 dari 4 permata yang ada di dasar laut. Wah, kemampuan diving sedang diuji sepertinya. Hehe.

Masuk ke misi kelima, kali ini kami ditugaskan untuk menyelami dan mendefinisikan core value dari Ibu Profesional. Sebelumnya, seperti biasa para pendamping kami yaitu widyaiswara sudah memberikan gambaran tentang core value dalam Ibu Profesional.

Pada intinya, ada 5 komponen utama yang membentuk core value Ibu Profesional. Kelima komponen tersebut adalah belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak.

Selanjutnya, kami diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan salah satu widyaiswara melalui Whatsapp Group. Aku memilih Bunda Yani sebagai partner diskusi, sederhananya karena jadwal Bune yang paling malam yaitu pukul 21.00 - 22.00 WIB. Maklum, harus mengondisikan anak terlebih dahulu supaya belajar lebih khusyuk.

Dalam forum diskusi, teman-teman penjelajah samudera yang lain sangat antusias dan membuat aku tidak ingin ketinggalan untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Banyak hal yang disampaikan oleh Bune, hal-hal yang membuat kita lebih mendalami diri sendiri. Contohnya ketika Bune bertanya, "Kapasitas diri apa yang ingin ditingkatkan untuk menjadi seorang Ibu Profesional?" Jleb! sekali pertanyaannya, tidak bisa dijawab tanpa harus menelusuri lebih jauh tentang diri sendiri.

Ternyata hasil diskusi dua malam yang lalu sangat membantu diriku untuk menyelesaikan misi kelima ini, dalam misi ini aku diminta untuk menentukan sendiri core value yang sesuai dengan kepribadianku untuk menuju status sebagai Ibu Profesional. Seperti ini gambaran dari misi kelima yang sudah aku selesaikan :



Aku tau...
Ilmu yang perlu aku pelajari adalah bagaimana cara mengelola emosi dan stress. Alasannya, sebagai manusia yang masih banyak sekali kekurangannya terutama sebagai ibu dan istri, pengelolaan emosi dan stress ini sangat penting untuk masa depan keluargaku.

Jelas sekali, sebagai ibu aku merupakan kunci utama rumah tangga. Kebahagiaan keluarga tidak lepas dari kebahagiaan ibu, maka dari itu aku ingin belajar untuk menjadi ibu yang bisa mengendalikan emosi dan stress sebaik mungkin sehingga menciptakan suasana rumah yang senantiasa bahagia.

Aku tau...
Ilmu yang perlu aku tingkatkan adalah tentang komunikasi efektif dengan buah hati dan pasangan, ilmu agama serta literasi.

Aku perlu meningkatkan bagaimana menerapkan komunikasi yang efektif dengan anakku yang saat ini baru menginjak 1.5 tahun, bagaimana mengajarinya untuk bisa mengomunikasikan perasaannya dengan bahasa yang masih sangat terbatas. Tujuannya tentu agar kami dapat saling mengerti.

Aku perlu meningkatkan komunikasi yang efektif dengan suamiku untuk menghindari adanya kesalahpahaman serta konflik yang tidak perlu. Aku percaya bahwa suatu hubungan dapat berjalan dengan minim hambatan jika komunikasi berjalan dengan baik.

Aku perlu meningkatkan ilmu agamaku karena ingin sekali menjadi wanita yang masuk sebagai golongan wanita sholehah dengan harapan bisa masuk ke dalam surga melalui pintu manapun, kelak. Aamiin.

Aku perlu meningkatkan ilmu mengenai literasi karena minatku dalam bidang menulis. Aku ingin mengembangkan apa yang saat ini aku kerjakan untuk mencapai apa yang sudah menjadi target dan tujuanku. Senang sekali jika bisa menjadikan hobi sebagai salah satu passion yang selama ini aku cari-cari.

Aku tau...
Ilmu yang perlu aku latih adalah memperluas sabar dan memasak berbagai macam menu untuk keluarga. Keduanya perlu aku asah dan latih lagi, karena menurutku aku sudah memiliki basic mengenai kedua hal tersebut.

Semua manusia pasti memiliki sabar, namun sabar yang sebenarnya adalah sabar tanpa batas. Aku sendiri masih memiliki rentang sabar yang cukup sempit, sehingga rentang ini yang harus diperlebar supaya kesabaranku tidak segera habis saat menghadapi suatu masalah. Ini penting karena merupakan bagian dari pengelolaan emosi dan stress.

Sementara untuk memasak, tentunya sebagai seorang ibu rumah tangga yang salah satu wilayah pekerjaannya adalah di dapur, aku ingin memasak berbagai masakan untuk keluarga tercinta. Keterbatasan kemampuan memasak ini yang mendorongku untuk terus berlatih memasak bermacam-macam menu supaya anak dan suami tidak bosan.


Aku tau...
Ilmu yang perlu aku bagikan adalah perlunya rasa percaya diri untuk menjadi ibu rumah tangga yang produktif dan ilmu tentang penggunaan obat-obatan secara rasional. Mengapa aku merasa capable dan perlu membagikan ilmu tersebut?

Banyak yang menyayangkan keputusanku untuk resign saat akan menikah dulu, dengan penghasilan dan posisi di tempat aku bekerja pada waktu itu. Tapi tidak sedikit juga yang menganggap aku memiliki keberanian yang besar, karena biasanya jika sudah memiliki pendapatan sendiri akan tidak tahan saat tidak berpenghasilan dan diam di rumah.

Nyatanya aku bisa menjalani kehidupanku dengan cukup baik menurut versiku. Aku juga masih bisa menyalurkan hobi menulisku serta mengikuti komunitas seperti Ibu Profesional ini. Kemudian, banyak teman-teman yang meminta saran serta motivasi dariku saat mereka memikirkan untuk menjadi ibu rumah tangga setelah sebelumnya bekerja.

Dari sini aku merasa aku bisa memberikan pandangan-pandanganku mengenai keseharianku sebagai stay at home mom dan mencoba bersikap realistis saat mereka menanyakan pendapat. Aku berbagi banyak suka dan duka selama di rumah dan bagaimana cara untuk menjaga kepercayaan diriku ketika di luar sana masih banyak yang memandang sebelah mata pekerjaan ibu rumah tangga ini.

Sebagai seorang apoteker yang sudah tidak terjun langsung dalam dunia profesi ini, aku hanya bisa membantu teman-temanku yang membutuhkan konseling mengenai obat serta penyakit ringan yang mereka derita. Feel free to ask if you need, biasanya teman-teman akan menghubungiku via whatsapp.

Dari konsultasi obat ini, aku bisa memberi teman-temanku sedikit edukasi mengenai swamedikasi, penggunaan obat-obatan secara rasional dan penggunaan antibiotik yang tepat. Karena banyak dari mereka yang menghadapi masalah seputar tiga hal tersebut. Aku harap ilmu yang aku miliki dapat membantu meringankan beban mereka.

Itulah hasil penyelamanku mengenai core value Ibu Profesional versi diriku sendiri. Semuanya ingin aku implementasikan karena belajar-berkembang-berbagi-berkarya-berdampak adalah core value bagiku.

Semoga dengan ini aku bisa mendapatkan permata keduaku. Sampai jumpa di penyelaman berikutnya!

Imawati Annisa Wardhani
IP Regional Sukabumi

#navigasidanberaksi
#matrikulasibatch8
#institutibuprofesional
#belajardarirumah

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar