Sejak menikah dengan suami, banyak hal yang baru aku ketahui tentang dirinya terutama soal makanan-makanan kesukaan. Padahal sebelumnya, 3 tahun kami berteman cukup akrab. Tapi aku baru tau kalau suamiku salah satu penggemar cuanki setelah kami menikah.

Saat tinggal di Bandung bersama mertua dan kakak ipar, suamiku memiliki tukang cuanki langganan yang biasa lewat depan rumah. Dari beberapa abang-abang cuanki yang biasa lewat, dia bahkan tau perbedaan rasa dari tiap penjual. Haha, amazing!

Terutama saat weekend, hampir setiap siang suamiku memberhentikan abang cuanki untuk membeli jajanan kesukaannya itu. Aku sebagai follower pasti terinfluence juga dong dengan kebiasaannya tersebut. Sebelumnya, mungkin terakhir kali aku makan cuanki adalah saat masih tinggal di Cilegon sekitar belasan tahun lalu lah. Sudah lama sekali ya.

Oiya daritadi aku berbicara tentang cuanki tanpa menjelaskan seperti apa makanan tersebut. Cuanki, dari yang aku baca di resepkoki.id merupakan singkatan dari Cari Uang Jalan Kaki. Sungguh ku baru tau tentang arti kata cuanki ini. Cuanki sendiri sering disebut sebagai bakso Bandung karena para pedagang cuanki kebanyakan berasal dari kota Paris van Java.

Source : Dokumentasi Pribadi

Umunya cuanki berisi bakso, siomay goreng/kukus, tahu rebus dan tahu goreng. Ditambah bumbu dan kuah lalu dilengkapi seledri, bawang goreng serta saos untuk meningkatkan selera makan (jika suka). Cuanki biasa dijajakan di siang menjelang sore hari.

Pindah ke Sukabumi, ternyata ada juga abang cuanki yang suka lewat depan rumah. Dengan membayar sebesar Rp. 10.000,- kita bisa menikmati cuanki dengan beragam isi yang aku sebutkan di atas tadi. Namun, suamiku kurang menikmati rasa cuanki disini dan lebih merindukan cuanki langganannya di Bandung. Yaa njuk piye?

Chuanky AA


Source : Dokumentasi Pribadi

Salah seorang teman sekaligus seniorku saat kuliah dulu, Mba Naela, saat ini membuka usaha rumahan berjualan cuanki instan yang dinamakan Chuanky AA.

Ketika Mba Naela membuka pre-order, suamiku memintaku untuk menghubunginya dan memesan cuanki instan tersebut. Tidak heran, sebagai penggemar cuanki pasti tergoda untuk mencoba.

Aku kemudian menghubungi Mba Naela dan mengobrol sedikit tentang latar belakang beliau membuka usaha cuanki ini. Ternyata, suaminya yang bekerja di salah satu perusahaan di ibu kota harus dirumahkan sementara waktu akibat pandemi Covid-19. Jelas saja, hal ini membuat kondisi finansial keluarga mereka goyah. Sebagai alternatif, Mba Naela membantu suaminya berjualan Chuanky AA.

Source : Dokumentasi Pribadi

Mulanya Mba Naela dan suaminya ingin membuka usaha dengan berjualan coklat atau kue kering. Namun, jenis usaha ini dilihat memiliki pelanggan yang hanya akan membeli di musim-musim tertentu. 

Seperti gayung bersambut, seorang teman Mba Naela menawarkan diri untuk menjadi supplier cuanki. Mba Naela dan suaminya yang saat itu masih berpikir untuk berbisnis apa akhirnya menerima tawaran untuk menjual cuanki dari temannya tersebut.

Mba Naela dan suaminya memilih untuk membuka bisnis yang bergerak di bidang makanan karena saat wabah Corona seperti ini, jenis usaha yang masih tetap bertahan salah satunya adalah kuliner.

Saat ini, Chuanky AA sudah memiliki pasar sendiri dan pelanggan yang cukup banyak sehingga progress terkini dari Chuanky AA yakni sedang mendesain logo sendiri serta memperbanyaknya.

Price List

Ada 3 jenis paket yang ditawarkan oleh Chuanky AA, ketiga paket tersebut yaitu :

Source : Dokumentasi Pribadi

1. Paket Rp.13.000,-

Berisi 2 buah bakso, 2 buah siomay goreng, 1 buah tahu, bumbu, kaldu, sambal, seledri dan jeruk nipis.

2. Paket Rp.17.000,-

Berisi 4 buah bakso, 3 buah siomay goreng, 1 buah tahu, bumbu, kaldu, sambal, seledri dan jeruk nipis.

3. Family Package Rp. 130.000,-

Berisi 20 buah bakso, 20 buah siomay goreng, 10 buah tahu, bumbu, kaldu, sambal, seledri dan jeruk nipis.

Family Package

Aku memesan paket nomor 2 dengan mengganti tahu menjadi bakso atas saran Mba Naela karena Cuanki ini dikirim keluar kota, sehingga dikhawatirkan tahunya tidak kuat alias basi. Hal ini dikarenakan semua bahan-bahan yang digunakan untuk Chuanky AA merupakan bahan berkualitas tanpa pengawet.

Bisa dibilang paket nomor 2 ini adalah paket kenyang. Sebelumnya aku tidak tau kalau ukuran bakso dan siomay gorengnya cukup besar, aku pikir sama seperti yang biasa aku beli di abang cuanki yang lewat di depan rumah. Haha.

Honest Review

Aku mendapat kabar bahwa pesananku dikirim pada hari Jum'at menggunakan ekspedisi Ninja Express. Hari Sabtu sorenya, pesananku sudah sampai.

Pertama kali menerima paket, aku langsung mengecek kondisi barang yang aku terima. Berhubung ini makanan, aku memeriksa apakan aman dan tidak basi? Alhamdulillah semua aman. Packagingnya pun tebungkus dengan rapih.

Saat akan mengeksekusi, sebenarnya aku sedikit bingung karena tidak ada petunjuk penyajiannya. Jadi, aku menghubungi Mba Naela untuk bertanya sebaiknya ini diseduh atau dimasak layaknya membuat mie instan?

Katanya, sebenarnya diseduh pun tidak apa-apa tapi lebih nikmat jika semua bahan direbus terlebih dahulu. Akhirnya aku memasak Chuanky AA supaya yakin bahwa semua bahan matang sempurna.

Kira-kira begini cara penyajiannya :
  1. Tuangkan bumbu dan sambal ke dalam mangkok
  2. Panaskan air
  3. Masukkan bakso, siomay, tahu dan kaldu ke dalam air yang sudah dipanaskan tadi
  4. Masak hingga bakso dan siomay goreng menjadi lebih empuk
  5. Tuangkan hasil rebusan tersebut ke dalam mangkok
  6. Aduk-aduk hingga bumbu tercampur
  7. Beri perasan jeruk nipis dan taburan seledri
  8. Nikmati selagi masih hangat

Source : Dokumentasi Pribadi

Ketika melihat bakso-bakso dan siomay tersaji di dalam mangkok yang ada di benakku adalah wow! Banyak ya! Haha. Serius satu mangkok isinya penuh, bakso dan siomaynya memiliki ukuran lebih besar dari yang biasa aku beli di tukang jualan keliling.

Rasa baksonya enak, empuk dan terasa dagingnya. Siomay gorengnya pun renyah dan nikmat saat disantap bersama kuah. Sambalnya pas, tidak terlalu pedas tapi tidak terlalu light juga.

Oiya, aku tetap menambahkan sedikit kecap manis untuk membuat rasanya lebih mantap. Meski hal ini dikritik oleh suamiku, menurutnya cuanki tidak cocok jika ditambah kecap manis. Up to you deh, Mas.

Untuk bumbunya sendiri, di percobaan pertama aku merasa rasa mericanya terlalu strong. Namun, saat mencoba kemasan kedua dan ketiga rasanya enak-enak saja, pas dan tidak ada yang terlalu berlebihan atau kekurangan.

Mungkin karena mangkok yang aku gunakan saat penyajian pertama lebih kecil dibandingkan dengan saat memakan untuk yang kedua dan ketiga kalinya. Sehingga volume air yang digunakan terlalu sedikit di percobaan pertama, jadi rasa bumbunya menjadi lebih kuat.

Sebagai camilan, Chuanky AA ini membuat perutku kekenyangan sehingga malas untuk makan besar. Haha. Kenyangnya pun bertahan lumayan lama. Apalagi jika penyajian Chuanky AA ditambah dengan mie, jadilah makin kenyang. Hehe.

Mungkin kalau mau tidak terlalu kenyang teman-teman bisa mencoba paket yang Rp.13.000,- ya. Kalau yang Rp.17.000,- ini rasanya sudah seperti makan berat (penilaian subjektif).

Kenyang syekali, mantulita!

Secara keseluruhan, untuk rasa menurutku sudah oke. Jangan dibandingkan dengan cuanki yang dijajakan setiap sore hari di depan rumah. Jelas Chuanky AA memiliki rasa yang lebih premium.

Saranku untuk Chuanky AA, sebaiknya menambahkan petunjuk penyajian pada kemasannya seperti yang ada pada bungkus mie instan. Untuk memudahkan para pelanggan membuat Chuanky AA agar rasa yang didapatkan optimal. Juga ditambah dengan petunjuk penyimpanan dan lama waktu simpan, supaya pelanggan ngeh kapan paling lambat menghabiskan Chuanky AA sebelum expired.

How to Order

Kalau teman-teman tertarik dan berminat untuk mencicipi segarnya Chuanky AA, kalian bisa langsung memesan via Whatsapp ke nomor 085624205447  (Mba Naela). Mba Naela ini orangnya cukup fast respond kok, jadi kalian tidak akan menunggu lama untuk mendapatkan pesan balasan.

Kalau kalian masih penasaran, silakan kepo dan ulik sendiri ya ke Instagram Cuanki AA.

Aku merekomendasikan cuanki ini karena rasanya yang enak juga sangaat mengenyangkan untuk ukuran makanan camilan. Apalagi untuk para pecinta bakso dan cuanki, cobain deh! Hihi.

Sekian.

Sukabumi, 7 Juni 2020