Awal Akhirnya Terjerumus ke Dunia Drakor


Tantangan topik pertama KDrama Writing Challenge sudah diselesaikan, kini waktunya untuk melanjutkan tantangan ke topik nomor 2.


Kali ini, kami diminta untuk mengisahkan bagaimana awal mula tertarik untuk menonton Kdrama hingga akhirnya keterusan sampai saat ini. Topik yang menarik dan aku anggap mudah untuk dituliskan, karena based on my experience. Hehe.

Pertama sekali aku menonton drama Korea adalah tahun 2000 ketika drama Endless Love diputar di salah satu stasiun televisi nasional. Endless Love ini dikenal juga dengan judul Autumn in My Heart (2000). Saat itu berarti aku masih SD? Hah, masa iya? Haha.

Entahlah, mungkin ditayangkan tidak tepat di tahun 2000 itu ya di Indonesia. Tapi aku ingat betul Endless Love adalah drakor pertama yang aku tonton. Antara menyesal tidak menyesal juga nontonnya, menyesal karena sad ending namun tidak menyesal karena mengenal Song Hye-Kyo dan aktor-aktor tampan seperti Won Bin serta Song Seung-Hon. Hehe.

Endless Love
Source : idntimes.com
Drama berikutnya yang berhasil membuatku betah menatap layar kaca adalah Full House (2004). Tentu saja tertarik menonton drama ini karena pemain utamanya Song Hye-Kyo yang sebelumnya sudah aku kenal lewat drama Endless Love. Disamping itu, banyak sekali teman-teman sekolah yang membicarakan drama ini terutama karena pemeran utama prianya adalah Rain yang saat itu banyak digemari kaum wanita. Jadilah penasaran dan ikut menonton lalu ketagihan. Aigoo..

Berbeda dengan Endless Love yang memiliki akhir tragis sehingga membuat penonton banjir air mata, drama Full House berakhir bahagia dan memiliki jalan cerita yang lebih ceria serta humor di beberapa adegan. Gini-gini nih yang gue demen! Jadi kepikiran terus dong sama drakor ini, haha.

Full House
Source : idntimes.com
Sampai akhirnya tergantikan oleh Sassy Girl Chun-Hyang (2005), saat itu aku sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Suka sekali dengan cerita yang diperankan oleh Han Chae-Young (Chun-Hyang) dan Jae-Hee (Lee Mong-Ryong) ini. Gagal move on sekian lama dari drama ini juga original soundtrack-nya.

Sassy Girl Chun-Hyang
(Source : idntimes.com)
Satu lagi racun yang membuatku jadi terjebak terus-terusan menonton drakor adalah Princess Hours (2006). Drama ini juga salah satu drakor favorite yang masih sering aku tonton saat kangen melihat Yoon Eun-Hye dan Ju Ji-Hoon berperan sebagai Shin Chae-Kyung juga Pangeran Lee Shin. Aku juga menikmati OST-nya dan sampai sekarang masih suka mendengarkan lewat Spotify. Hehe.

Terakhir kali menonton ulang Princess Hours adalah saat aku hamil tahun 2018 lalu, sempat-sempatnya mengulang marathon drakor tersebut.

Princess Hours
(Source : idntimes.com)
Mulai dari judul-judul di atas didukung oleh beberapa sahabat yang juga gemar menonton drama Korea, aku jadi ketagihan untuk mencari drakor-drakor lain untuk di tonton. Mungkin masa-masa menonton drakor tersering dan terbanyak adalah pada waktu aku kuliah hingga bekerja.


Dulu aku tidak mengandalkan web-streaming untuk menonton drakor, melainkan menunggu sahabat-sahabatku baik itu teman kampus maupun teman kos untuk men-download semua episodenya kemudian aku copy ke laptop milikku. Senang sekali karena supplier drakorku tidak hanya satu orang tapi banyak. Haha. Kebanyakan drakor yang aku tonton juga berdasarkan rekomendasi dari mereka.

Ketika memasuki dunia kerja dan harus tinggal sekamar berdua di mess, teman satu kamarku juga merupakan penggemar drakor. Yasudah, kebiasaan menonton drakor lanjut terus! Kadang kami menonton drama bersama seperti Descendants of the Sun (2016), Another Miss Oh (2016), Goblin (2016), Strong Woman Do Bong-Soon (2017), dan masih banyak lainnya.

Descendants of the Sun
(Source : kapanlagi.com)
Menghabiskan waktu dengan menonton drakor bersama teman sekamar tentu lebih berfaedah ketimbang bergosip hingga larut malam. Haha.

Kadang kami juga menonton drama di laptop masing-masing menggunakan headset sendiri-sendiri juga agar tidak mengganggu satu sama lain. Tidak semua apa yang sedang aku tonton teman sekamarku berminat menonton juga, pun sebaliknya.

Setelah menikah dan sebelum memiliki anak pun aku masih getol menonton drakor. Apalagi kakak iparku yang juga tinggal di rumah mertua suka menonton Kdrama meskipun beliau seorang laki-laki. Berhubung di rumah kami berlangganan TV kabel, jadilah acara menonton drakor lancar jaya sejahtera.

Jadi, dimanapun aku berada supplier drakor pasti ada. Inilah yang membuat aku tidak berhenti menonton drama Korea, lol.

Anehnya, sebelum hamil kebanyakan drakor yang aku tonton bergenre romantis/komedi akan tetapi saat hamil malah suka sekali menonton drama yang berbau thriller atau crime film seperti Signal (2016), Innocent Defendant (2017), Tunnel (2017) dan Room No.9 (2018).

Keadaan berubah setelah aku punya anak, pasca melahirkan aku hiatus cukup lama sebagai drakorian. Hampir 1.5 tahun aku tidak menonton Kdrama, baik yang terbaru maupun drama lawas yang biasa aku rewatch.

Sampai pada akhirnya aku mengenal para ibu-ibu doyan drakor yang tergabung dalam grup Drakor dan Literasi ini. Karena mereka aku jadi kembali menikmati masa-masa marathon menonton drakor, saat itu drama pembuka setelah hibernasi sekian tahun adalah Crash Landing On You (2019).


Sampai sekarang deh, aku jadi mengulang kebiasaan menonton drakor secara marathon. Kali ini harus pintar-pintar membagi waktu antara menonton, menulis juga membersamai anak dan suami. Ternyata bisa sekaligus seru.

Oiya, sebenarnya aku juga penikmati series US selain Kdrama. Intinya sih aku memang suka nonton, tapi kenapa ya aku suka sekali mengikuti Kdrama dibandingkan menanti-nanti episode terbaru dari sinetron Indonesia? Haha. Beberapa alasannya adalah sebagai berikut :

Tidak Bertele-tele

Ada banyak judul dan cerita yang bisa kita pilih saat akan memutuskan untuk menonton drama Korea. Banyak diantaranya hanya memiliki jumlah episode 16 sampai 24. Beda jauh kan dengan sinetron Indonesia yang jumlah episodenya bisa mencapai ribuan bahkan kru-nya mengadakan anniversary segala.

Dengan jumlah episode yang terbatas inilah jalan cerita pada drama Korea fokus pada inti cerita dan penyelesaian konflik. Tidak melebar kemana-mana hingga beranak cucu. Alasan utama mengapa aku menyukai drama Korea adalah karena hal ini.

Aktor dan Aktris yang Mumpuni

Kalau aku ditanya siapa bias aktor dan aktris Korea, pasti akan bingung menjawabnya karena banyak. Haha. Terkadang aku menonton drakor bukan hanya karena pemainnya yang terkenal tapi juga karena memang akting mereka yang bagus dan cerita yang menarik.

Tapi jujur sih, aku akan lebih betah menonton saat aktor dan aktrisnya memiliki visual yang menarik untuk dilihat. Beberapa drama yang aku tonton mandeg di tengah jalan karena aku kurang sreg dengan pemainnya. Hehe.

Banyak aktor dan aktris yang memerankan tokoh fiksi mereka secara nyaris sempurna. Contohnya San So-Hee yang menjadi Yo Da-Kyung dalam drama The World of The Married, ia banyak menerima hujatan dari netizen asal Indonesia karena perannya sebagai perebut laki orang dalam drama tersebut. Artinya? Sukses dong dia memerankan tokoh tersebut.
 

Kreatif dan Imajinatif

Dari sekian banyak drama, entah mengapa judul-judul favorite-ku adalah drama bergenre fantasy. Sebut saja My Girlfriend is a Gumiho (2010), Secret Garden (2010), The Moon That Embraces The Sun (2012), Rooftop Prince (2012), Big (2012), Master's Sun (2012), My Love from Another Star (2013), masih banyak lainnya lah.

My Girlfriend is a Gumiho
(Source : m.liputan6.com)
Cerita dalam drama Korea bisa mengangkat hal-hal halu menjadi sesuatu yang layak tonton tapi tidak menjadi norak. Idenya unik dan menarik, hal-hal yang di luar nalar dapat menjadi ide cerita yang seru untuk disajikan.

Soundtrack yang Mendukung

Salah satu hal yang terpenting saat mengikuti drama Korea adalah backsound yang digunakan. Lagu yang diputar bisa membawa emosi penonton sehingga ikut terlarut dalam cerita film.

Sering juga OST lah yang membuat penonton drakor gagal move on. Banyak sekali OST drakor yang menjadi lagu-lagu kesukaanku, diantaranya OST Descendants of the Sun (2016) dan OST Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo (2016).

Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo
(Source : kapanlagi.com)
Kira-kira begitulah kisah awal perjalanan aku mengenal Kdrama hingga berakhir menjadi drakorian seperti saat ini. Kalau bukan drakorian tentunya aku tidak akan mengikuti Kdrama Writing Challenge ini, lol.

Bagiku, menonton drama baik series Amerika maupun Korea adalah kegiatan seru pengisi waktu luang dan pelepas kebosanan. Lumayan, bisa kabur ke dunia lain untuk sejenak.

Dulu saat masih single aku bisa seharian menghabiskan kegabutan sehari-hari dengan marathon drakor, sekarang alhamdulillah sudah tobat dan semoga tidak kembali ke zaman itu lagi. Haha.

Terima kasih sudah membaca, bertemu lagi di topik ketiga tantangan menulis drama Korea ya!

Sukabumi, 5 Juni 2020

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Amanah bertambah, harus pinter bagi waktu biar bisa tetep me time nge drakor.. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, harus bisa mengkondisikan rumah dan anak supaya bisa me time. Hehe

      Hapus
  2. Hahaha drakor lawas yang ditonton sama kakak. Kita pun, sepertinya sama mencintai Harry Potter, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu frekuensi kayak'y ya kita. Betul banget, maka'y nama blog ini Written Pensieve ^^v

      Hapus
  3. Tulisanya rapi banget. Enak dibaca. Dan entah kenapa aku merasa tulisan ini mewakili pikiranku banget.

    Drama pertama yg bikin terjerumus drakor sama. Maraton jaman kuliah dan kerja. Pemasok yg gak ada habisnya. Hihihi sama begitu ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh terima kasih, saya juga banyak belajar dr tulisan temen2 yg lain kok.

      Haha pengalaman kita mirip2 ya mba berarti..

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya 😊 yang mau ngobrol-ngobrol terkait artikel di atas, yuk drop komentar positif kalian di kolom komentar.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya, Frens! 😉

Satu lagi, NO COPAS tanpa izin ya. Mari sama-sama menjaga adab dan saling menghargai 👍