Tiap bercermin dan memoles wajah menggunakan kosmetik, pernah nggak sih Mae frens kepikiran untuk membuat kosmetik dengan brand sendiri? Pasti pernah ada pengen-pengennya kan ya? Udah kepikiran soal nama brand, warna kemasan, produk apa aja yang mau dijual. Biasanya yang berjiwa bisnis nih udah berandai-andai ke mana-mana.
Sayangnya, mimpi tersebut kebanyakan terhenti ketika membayangkan proses produksinya. Sering kali muncul banyak pertanyaan seperti bagaimana agar punya pabrik sendiri? Bagaimana membuat formulanya? Tak ketinggalan, bagaimana dengan keamanan dan izin edarnya?
Padahal, in this era, frens, punya brand kosmetik sendiri ternyata nggak harus dimulai dengan membangun fasilitas produksi dari nol. Saat ini, ada pilihan yang memungkinkan kalian mewujudkan ide produk kosmetik dengan bantuan pihak yang memang memiliki fasilitas dan keahlian di bidang produksi. Namun, prosesnya tentu nggak berhenti pada memilih produk dan memasang logo brand.
Ada beberapa tahapan penting yang perlu dipahami agar produk yang dihasilkan bukan hanya menarik dari sisi tampilan, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan legalitas. Jadi, kalau kalian sedang punya impian membangun brand kosmetik sendiri, yuk cari tahu seperti apa proses produksinya dari awal sampai siap dipasarkan.
Apa Itu Maklon Kosmetik?
Kalau kalian punya keinginan membangun brand kosmetik sendiri tetapi belum punya fasilitas produksi, jangan langsung menyerah. Paham sih, pasti teman-teman berpikir bahwa kalian harus menyiapkan pabrik, mesin, sampai laboratorium sendiri.
Untuk menjawab keresahan soal hal-hal tersebut, di sinilah sistem maklon kosmetik bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan. Apa itu maklon kosmetik, Ma?
Secara sederhana, maklon kosmetik adalah layanan produksi yang memungkinkan pemilik brand bekerja sama dengan pihak produsen untuk membuat produk kosmetik sesuai konsep dan kebutuhan brand.
Jadi, kalian bisa fokus memikirkan identitas brand, target konsumen, kemasan, hingga strategi pemasaran, sementara proses produksinya ditangani oleh pihak yang memang memiliki fasilitas dan keahlian di bidang tersebut.
Bagaimana Sistem Maklon Bekerja?
Prosesnya biasanya diawali dengan konsultasi mengenai produk yang ingin dibuat. Kalian bisa menyampaikan jenis kosmetik, konsep produk, target pasar, serta karakteristik yang diinginkan. Setelah itu, pihak produsen akan membantu mengembangkan produk hingga siap masuk ke tahap produksi.
Menggunakan jasa maklon kosmetik juga dapat menjadi alternatif bagi brand yang ingin memulai bisnis tanpa harus membangun fasilitas produksi sendiri. Namun, jangan sampai hanya terpaku pada harga atau jumlah minimum produksi. Standar fasilitas, kualitas produk, legalitas, serta layanan yang diberikan juga penting diperhatikan sejak awal.
Dengan memahami cara kerja maklon, kalian bisa punya gambaran yang lebih realistis tentang apa saja yang perlu disiapkan sebelum ide kosmetik yang selama ini ada di kepala benar-benar berubah menjadi produk yang bisa dipasarkan. Menarik, bukan?
Baca tentang: 5 Hal Penting tentang Face Contouring
Bagaimana Proses Membuat Produk Kosmetik dengan Sistem Maklon?
Teman-teman sudah memahami konsep maklon. Namun, mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya seperti apa sih perjalanan sebuah ide kosmetik sampai akhirnya menjadi produk yang siap dijual?
Prosesnya ternyata cukup kompleks dan terstruktur. Meski setiap produsen bisa memiliki alur layanan yang berbeda, secara umum ada beberapa tahapan yang perlu dilalui:
1. Menentukan Konsep Produk
Langkah pertama yakni menentukan produk apa yang ingin dibuat. Apakah ingin membuat lip cream, cushion, blush, mascara, atau jenis kosmetik lainnya?
Di tahap ini, penting juga untuk menentukan siapa target konsumennya, seperti apa karakter brand yang ingin dibangun, serta keunggulan apa yang ingin ditawarkan. Semakin jelas konsepnya, semakin mudah proses pengembangan produk dilakukan.
2. Konsultasi dan Pengembangan Produk
Setelah konsep ditentukan, ide tersebut kemudian dikonsultasikan dengan pihak produsen. Diskusi bisa mencakup karakteristik produk, pilihan warna, tekstur, aroma, kemasan, hingga kebutuhan lainnya sesuai jenis kosmetik yang akan dibuat.
Tahap ini penting karena ide yang terlihat sederhana di awal tetap perlu disesuaikan dengan aspek teknis produksi. Produsen akan membantu mengarahkan konsep agar dapat diwujudkan menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan brand.
Baca juga: Beauty Hacks Ragam Fungsi Lipstick
3. Membuat Free Sample Sebelum Produksi
Nah, ini salah satu tahap yang sebaiknya nggak dilewatkan. Sebelum masuk ke produksi dalam jumlah besar, teman-teman pasti ingin tahu seperti apa hasil produk yang akan dipasarkan nanti, kan?
Oleh sebab itu, pembuatan free sample menjadi hal yang patut dipertimbangkan ketika memilih mitra maklon. Sampel memungkinkan pemilik brand melihat dan mengevaluasi produk terlebih dahulu, mulai dari tekstur, warna, aroma, hingga kesesuaiannya dengan konsep yang sudah direncanakan.
Kalau ternyata masih ada bagian yang belum sesuai, tahap pengembangan dapat didiskusikan kembali sebelum produk diproduksi secara massal. Jadi, meskipun proses produksi diserahkan pada maklon, kita sebagai pemilik brand wajib ikut andil dalam rangkaian prosesnya juga.
4. Produksi dalam Jumlah Besar
Setelah sampel dan konsep produk disepakati, produk dapat masuk ke tahap produksi. Jumlah produksinya tentu bergantung pada ketentuan masing-masing produsen.
MPM Beauty menawarkan MOQ atau minimum order quantity mulai dari 2.000 pcs per produk. Jumlah ini dapat menjadi pilihan bagi brand pemula yang ingin meluncurkan produk pertamanya maupun brand yang sudah berjalan dan berencana melakukan ekspansi ke lini produk baru.
Namun, jumlah produksi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Kualitas fasilitas dan standar produksi juga menjadi bagian penting yang sebaiknya dicek sebelum menentukan mitra untuk membuat produk kosmetik.
Tips Memilih Produsen Kosmetik
Pasti senang sekali kalau konsep produk yang kita rancang bisa direalisasikan. Akan tetapi, sebagai pebisnis yang ingin membangun sebuah brand, memilih produsen yang tepat akan menjadi poin krusial.
Kita harus ingat bahwa produk kosmetik akan digunakan langsung oleh konsumen. Oleh karenanya, kualitas proses produksinya perlu menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum memutuskan bekerja sama dengan sebuah produsen.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan memilih produsen kosmetik, di antaranya:
1. Perhatikan Standar Fasilitas Produksi
Salah satu hal yang bisa diperiksa adalah standar fasilitas produksi yang dimiliki. MPM Beauty, misalnya, memiliki fasilitas produksi yang telah bersertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik) Grade A.
Sertifikasi ini menjadi salah satu indikator bahwa proses pembuatan kosmetik dilakukan dengan menerapkan standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Dengan fasilitas dan proses produksi yang memenuhi standar tersebut, kualitas serta keamanan produk dapat lebih terkontrol dari tahap produksi hingga produk siap digunakan.
Baca tentang: Aroma Parfum yang Tepat untuk Berbagai Acara
2. Pastikan Produk Memiliki Legalitas yang Jelas
Selain fasilitas produksi, legalitas produk juga nggak boleh luput dari perhatian. Produk kosmetik yang akan dipasarkan di Indonesia perlu memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk terkait izin edar.
Produk yang dihasilkan MPM Beauty telah memiliki sertifikasi BPOM resmi, sehingga dapat dipasarkan secara legal di Indonesia. Bagi pemilik brand, aspek ini penting bukan hanya untuk memenuhi ketentuan, tetapi juga membantu membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
3. Sertifikasi Halal Juga Perlu Dipertimbangkan
Bagi konsumen di Indonesia, aspek kehalalan juga menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih produk kosmetik. Calon pemilik brand pun sebaiknya memastikan bahwa mitra produksinya memiliki sertifikasi yang relevan.
MPM Beauty sebagai perusahaan maklon kosmetik dan skincare juga telah dilengkapi dengan sertifikasi Halal. Kelengkapan tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi brand yang ingin menghadirkan produk kosmetik dengan memperhatikan aspek kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap kebutuhan konsumen.
Jadi, ketika memilih produsen, jangan hanya bertanya, “Berapa harga produksinya?” atau “Berapa minimal pesanannya?” Jangan ragu untuk lebih kritis dengan melakukan pengecekan soal standar fasilitas, legalitas, sertifikasi, dan layanan yang ditawarkan. Hal-hal inilah yang nantinya ikut menentukan kualitas dan kredibilitas brand teman-teman di mata konsumen.
MOQ 2.000 Pcs, Apakah Cocok untuk Brand Pemula?
Salah satu hal yang biasanya langsung ditanyakan calon pemilik brand ketika mencari produsen kosmetik adalah jumlah minimum produksi atau MOQ (Minimum Order Quantity). Wajar saja, terutama bagi yang baru memulai bisnis. Memproduksi terlalu banyak produk di awal tentu perlu dipertimbangkan dengan matang agar sesuai dengan modal yang dimiliki dan stok tetap bisa dikelola dengan baik.
MPM Beauty menawarkan MOQ mulai dari 2.000 pcs per produk. Jumlah ini dapat menjadi pilihan bagi brand pemula yang ingin meluncurkan produk kosmetik pertamanya, sekaligus bagi brand yang sudah berjalan dan ingin menambah lini produk baru.
Namun, sebelum menentukan jumlah produksi, seperti yang disebutkan sebelumnya nih, sebaiknya kalian sudah memiliki gambaran mengenai target pasar, strategi penjualan, dan kemampuan distribusi produk. Dengan begitu, keputusan produksi bisa disesuaikan dengan kondisi bisnis, bukan sekadar mengikuti jumlah minimum yang tersedia.
Jangan Lupakan Sampel dan Legalitas
Membangun brand kosmetik memang bukan hanya soal menciptakan produk yang terlihat menarik. Ada banyak hal yang perlu dipastikan sejak awal agar produk yang nantinya sampai ke tangan konsumen benar-benar sesuai dengan standar yang diharapkan.
Untuk itu, jangan ragu untuk manfaatkan tahap free sample untuk mengevaluasi produk sebelum masuk ke produksi dalam jumlah besar. Di sisi lain, pastikan pula produsen memiliki fasilitas yang memenuhi standar dan mampu mendukung proses produksi yang legal.
Mulai dari CPKB Grade A, sertifikasi BPOM, hingga sertifikasi Halal, berbagai aspek tersebut layak menjadi bahan pertimbangan ketika kalian sedang mencari mitra produksi kosmetik.
Siap Mewujudkan Brand Kosmetik Impian?
Sekarang, Mae frens sudah tahu nih, kalau memiliki brand kosmetik sendiri ternyata nggak harus dimulai dengan membangun pabrik atau menyiapkan fasilitas produksi dari nol. Dengan adanya sistem maklon, kalian bisa mengembangkan ide produk bersama produsen yang memiliki fasilitas dan kemampuan produksi sesuai kebutuhan brand.
MPM Beauty menawarkan layanan produksi dengan MOQ mulai dari 2.000 pcs per produk, fasilitas produksi bersertifikat CPKB Grade A, produk dengan sertifikasi BPOM resmi, serta sertifikasi Halal. Ditambah adanya layanan pembuatan free sample, kalian bisa mendapatkan kesempatan untuk mengevaluasi produk sebelum masuk ke tahap produksi massal.
Jadi, kalau saat ini kalian punya ide untuk membuat brand kosmetik sendiri, mungkin sekarang saatnya mulai mencari tahu lebih jauh dan mempersiapkan langkah pertamanya.
Nah, Mae friend, kalau kalian diberi kesempatan membuat satu produk kosmetik dengan brand sendiri, produk apa yang paling ingin kalian buat? Lip cream, cushion, blush, atau produk lainnya? Ceritakan ide kalian di kolom komentar, siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi pembaca lainnya!




22 Komentar
susah susah gampang ya ternyata, terimakasih sudah sharing ya kak
BalasHapusSama2 Kak ❤️
HapusBetul saya yg awam juga mikirnya gimana bisa sih sementara membayangkan proses produksinya aja udah terbayang ribet
BalasHapusJadi banyak pertanyaan kan seperti bagaimana agar punya pabrik sendiri? Bagaimana membuat formulanya? bagaimana dengan keamanan dan izin edarnya? Nah semua itu udah keder duluan walaupun keinginan untuk punya produk kosmetika sendiri sangat besar
Kalau ada jasa maklon ternyata prosesnya lebih mudah dan tinggal ngikutin aja ya
Menurut saya sertifikasi halal bukan hanya perlu dipertimbangkan, tapi wajib alias harus
Mengingat di Indonesia muslim terbesar, kondisi produk jelas kehalalannya itu jadi point utama
Jumlah awal 2000 itu lumayan banyak juga ya, sama kayak nerbitin buku yang sekali cetak biasanya 3000 eks. Tapi, bagi mereka yang punya trik marketing bagus, 2000 ini bahkan bisa terjual di masa PO. Nah, maklom kosmetik gini juga yang banyak dilakukan oleh para beauty influencer atau bahkan artis besar.
BalasHapusMereka banyak punya brand sendiri tapi aslinya ya ada pihak lain yang memproduksinya dan peluang bisnis terkait maklon kosmetik ini di era sekarang wajar banget. Di Palembang juga ada yang jadi tajir melintir haha karena berhasil memproduksi kosmetik dengan merek dagangnya sendiri.
Dulu sempet bingung maklon apaan, ternyata yg membantu untuk produksi jika kita ingin buat produk sendiri yaaa. Ga terbatas kosmetik dan skincare berarti ya mba?
BalasHapusMembantu banget dengan adanya maklon. Kita yg ingin menciptakan brand sendiri, cukup menyiapkan konsep, konsultasi, trus produksi diserahkan pada ahlinya 👍.
Tp memang kitanya juga hrs pandai memilih maklon yg bagus dan certified yaa. Jangan sampe produk yg dihasilkan malah merusak pengguna
Aku sendiri belum kepikiran untuk buat brand kosmetik sendiri mba. Masih bingung juga kalau disuruh mikirin konsep. 🤭😅. Mungkin Krn minatku juga bukan ke arah sana.
Sekarang semakin mudah ya bikin produk kosmetik dengan brand sendiri. Dengan maklon, sudah bisa dibantu mengembangkan ide produk. Bahkan saya baru tahu juga kalau dengan bisa ada layanan pembuatan free sample, jadi kan bisa evaluasi produk sebelum produksi dalam jumlah besar
BalasHapusDulu sempat kepikiran pengen punya brand sendiri tapi langsung ciut pas mikirin pabrik dan izinnya. Ternyata modal konsep jelas sama sampel yang pas udah bisa jalan ya, apalagi ada pilihan MOQ dua ribu pcs yang ramah buat pemula.
BalasHapusPoin soal sertifikasi BPOM dan Halal itu emang krusial banget sih biar konsumen merasa aman. Kalau dikasih kesempatan, aku pengen banget bikin cushion yang ringan tapi tahan seharian buat cuaca tropis
zaman now, segala sesuatu dimudahkan ya, Mbak. Asal ada keingainan kuat, pasto bisa terwujud. Kayak pengin punya kosmetik dengan brand sendiri. Tinggal koonsepnya jelas dan kuat, biar dibantu dengan maklon kosmetik untuk mewujudkan. Apalagi Indonesia kaya dengan bahan alami. Kosmetik bahan alami khasn indonesia pasti sesuai juga dengan perempuan Indonesia. Makanya para seleb banyak yang punya bisnis kosmetik dengan nama sendiri ya.
BalasHapusSebenarnya asyik juga sih punya produk sendiri dan merek sendiri. Kita jadi punya kepuasan dan bisa membuktikan ke orang lain bahwa ide kita bisa terealisasi. Namun, itu tadi, jangan sembarang memilih produsen. Soalnya pasti akan merugikan kita dan orang lain kalau sampai salah produsen.
BalasHapusBener, sempat terlintas dalam benakku juga membuat kosmetik dengan brand sendiri. Aku sudah berpikir bakalan bikin lip cream dan blush on sih. Kenapa? Dua produk ini ku suka sekali hehehe.
BalasHapusTapi ada benernya, meski sekarang ada solusi maklon kosmetik, tetap aja mesti cerdas dan teliti supaya dapat produsen terpercaya dan menghasilkan produk yang beneran aman, halal, secara era sekarang ini sertifikasi halal buat kosmetik pun penting sekali.
Pantesan ya banyak yang mulai merintis bisnis kecantikan, karena bisa se-simple itu untuk memulainya, lewat proses maklon ini. Apalagi bisa dikatakan, Orang-orang juga banyak yang paham berapa pentingnya merawat diri, sehingga kehadiran bisnis kosmetik bisa menunjang perawatan diri tersebut
BalasHapusTernyata kalau udah tahu alurnya, nggak seribet yang dibayangkan ya. Kalau masih pemula kadang suka bingung-bingung nentuin maklon mana yang bagus dan berapa minimum quality yang diproduksi. Sepaham saya, kayaknya tiap maklon bisa beda-beda kan ya??
BalasHapusTerus soal free sample itu penting banget sih, jadi nggak asal produksi massal tanpa evaluasi dulu.Jadi kalau ada sample gitu, kita jadi tahu apa yang perlu di evaluasi dari produksi awal. :)
Bagian free sample ini yang menurutku paling penting ya kak. Kadang orang terlalu fokus menghitung harga per pcs dan MOQ.
BalasHapusPadahal sebelum ribuan produk dibuat, kita perlu tahu dulu tuh barang yang mau dijual itu benar-benar sesuai bayangan atau tidak.
Apalagi 2.000 pcs itu bukan jumlah sedikit loh. Kalau ternyata produknya kurang cocok di pasaran kan berabe. Ya memang sudah jadi konsekuensi bisnis sih ya.
Jadi aku setuju banget dengan poin bahwa maklon bukan berarti tinggal pasang logo lalu beres. Pemilik brand tetap harus cerewet di awal supaya nggak menyesal belakangan.
Salah satu jenis bisnis yang jadi impian aku nih, punya brand kosmetik sendiri. Soalnya aku punya impian punya produk yang unik yang memang sesuai dengan kebutuhan aku. Aku yakin, di luaran sana yang kayak aku banyak. Tapi ya gitu, selain butuh modal besar, sadar diri gak punya nama besar. Mungkin kudu sambil gandeng nama besar ya. Entah itu tokoh masyarakat ataupun selebritis. Untuk produksinya sendiri, sepertinya tidak susah. Ada maklon kosmetik yang bisa. Kayak yang satu ini.
BalasHapusAku tau istilah maklon ini, soalnya kebetulan Bapakku juga kerja di perusahaan maklon. Hari-harinya ngejar produksi kosmetik buat brand orang lain, hihihi.
BalasHapusDan emang kurang lebih step by stepnya serupa dengan yang disampaikan sih ya. Intinya deal-dealan dulu, konsultasi, terus semua proses R&D nya ya dikerjain sama pihak maklonnya. Kita mah pokoknya asal ada duit, bisa ungkang ungkang kaki aja, hihihi.
2000pcs itu, kedengerannya kayak kecil ya. Padahal kalo dikonversi, ya duitnya lumayan juga. Gak mungkin puluhan juta doang lah ya. Minimal ratusan, atau bahkan miliaran rupiah.
Sejujurnyaaa..
BalasHapusAku aga bingung juga yaa.. kalau yang kayaa profesinya artis tapi bikin brand skincare... kalau parfum, menurutku masih oke siih yaa..
Tapi dengan mempercayakan ke maklon yang punya standarisasi terbaik, bisa jadi produknya tetap bisa menjadi produk andalan dalam perawatan kulit yaa.. karena selain diawasi langsung, juga melalui banyak uji kelayakan yang aman untuk jangka panjang.
Dulu pertama kali kenal "maklon" tu sempet kepikiran juga punya usaha kosmetik atau skincare brand sendiri, tapi nyadar keknya lumayan ya dananya. Tapi sejujurnya keberadaan maklon tu salah satu cara buat yang mungkin modalnya nggak terlalu besar tapi emang bisa mencoba berbisnis pakai jasa maklon dulu.
BalasHapusTapi tetep ya nggak semua2nya diserahkan ke maklon, yang punya usaha juga sebaiknya aktif research, brainstorming sama maklon, sampai didapatkan produk yang sesuai.
Bagus kalau boleh bikin 2000an dulu nggak langsung bikin massal yaa. Sebaiknya saat mulai usaha emang coba tes pasar dulu. Kalau OK baru deh pesan lagi agak banyakan.
Pilih maklon yang terpercaya yang sekalian bisa mendapatkan sertifikat aman dari BPOM, syukur2 sertifikat halalnya ya, sehingga konsumen pun mudah tertarik. Thanks info maklonnya :D
Jasa maklon ini pastinya ngebantu banget dan bisa lebih efisien daripada produksi sendiri ya mba. Tapi memang sebagai owner mau nggak mau mesti terlibat juga dan tahu banget soal ingredients produk-produknya. Mesti tetap belajar juga..
BalasHapusTapi kalau pakai maklon proses itu bisa lebih cepat dan nggak perlu bikin pabrik sendiri, lebih terjangkau juga. Orderannya juga nggak harus yang banyak banget ya sampai puluhan ratusan ribu, 2000 pcs juga udah bisa..
sekarang kayaknya semua orang bisa memiliki brand skincarenya tanpa harus sekolah atau memiliki dasar ilmu kimia ya karena adanya maklon kosmetik ini. belakangan juga kita bisa melihat banyak yang sukses memulai usaha bisnis skincare dengan maklon kosmetik tapi tentunya dalam memilih maklon kita juga harus teliti jangan sampai memilih maklon yang tidak mengedepankan kualitas dalam pengolahan produknya atau bahkan menipu dalam hal ingredients seperti yang sempat viral beberapa tahun lalu
BalasHapusAku dulu mikir kok kaya gampang banget orang-orang ini bikin brand kosmetik. Beberapa tahun belakangan ini kan emang makin masif ya. Ternyata ada sistem maklon kaya gini ya. Jadi nggak perlu punya pabrik sendiri untuk punya brand make up. Tapi penting untuk memastikan semua aspeknya aman.
BalasHapusMantap Imawati soon yaaa Aamiin
BalasHapusTernyata punya brand kosmetik sendiri nggak harus langsung mikirin bangun pabrik ya. 😍 Justru bagian free sample menurutku penting banget, supaya kita bisa evaluasi dulu sebelum produksi ribuan pcs. Apalagi kalau menyangkut produk yang dipakai langsung di kulit, urusan standar produksi, BPOM, dan halal memang nggak boleh asal pilih. Jadi kepikiran juga nih, kalau bikin brand sendiri kayaknya harus mulai dari konsep yang benar-benar matang dulu.
Menarik ya tawaran dari MOQ ini, kita bisa buat kosmetik sendiri yangs sesuai dengan karakter kulit kita. Hal ini juga dilakukan beberapa orang termasuk artis-artis. Kalau aku pengen buat krim pe;embab yang sekaligus bisa jadi foundation dan tabir surya, lanjut bedak atau cushion jadi praktis dan cantik tanpa ribet wkwkwk
BalasHapusTerima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya 😊 yang mau ngobrol-ngobrol terkait artikel di atas, yuk drop komentar positif kalian di kolom komentar.
Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya, Frens! 😉
Satu lagi, NO COPAS tanpa izin ya. Mari sama-sama menjaga adab dan saling menghargai 👍