Jumat, 23 Oktober 2020

Drakorclass, Bukan Blog Drakor Biasa


Kemarin, aku baru saja mengunggah tulisan berjudul Oppa Ganteng Penderita Mental Illness di halaman blog drakorclass.com. Tulisan tersebut adalah tulisan ke-2 setelah Drama Battle, Flower of Evil vs Two Weeks. Sekarang ceritanya aku punya kesibukan baru yaitu mengisi blog drakorclass.com.

Buat teman-teman yang membaca tulisan-tulisanku di blog, pasti sering menemukan tulisan dengan topik seputar drama Korea. Sebenarnya sudah sejak lama aku suka menonton drakor, namun tidak pernah terpikir sama sekali untuk menjadikannya sebagai bahan tulisan di blog. Setelah bertemu dengan teman-teman di WAG KLIP Drakor dan Literasi, aku jadi paham alasan banyaknya reviewer drama Korea yang malang melintang di internet.

Menulis sesuatu dari hal yang bagi kita menyenangkan itu menyenangkan sekali. Haha. Menulis mengenai film atau drama yang kita sukai membuat ide datang begitu saja dan jari jemari bisa dengan luwes menuliskan apa yang ada di dalam benak kita. Daebak!

Sedikit bercerita mengenai teman-teman di grup Drakor dan Literasi, mulanya kami membuat grup Whatsapp baru hanya karena kami sering sekali ngobrol hingga larut malam di grup besar Whatsapp KLIP. Berdasarkan asas sopan santun dan tidak enakan, akhirnya kami membuka lapak sendiri untuk ngobrol ngalor ngidul seputar drama Korea, aktor dan aktris Korea serta perK-Pop-an.

Mulanya grup ini hanya terdiri dari beberapa orang, lama-lama anggota semakin bertambah dan hingga saat ini berjumlah 21 orang dimana semuanya perempuan. Ya, namanya juga kebanyakan dari kami anggota Ibu Profesional jelaslah pasti wedhok kabeh.

Dalam grup ini, kami dipertemukan akibat dua hobi yang sama yaitu menonton drakor dan menulis. Bagi kami menulis dan menonton drama Korea itu sama-sama hobi yang membuat kami tetap waras menjalankan aktivitas kami di luar dunia maya. Jangan pikir kerjaan ibu-ibu doyan drakor melulu mantengin oppa, lol. Di samping nge-drakor, semua teman-teman Drakor dan Literasi adalah wanita-wanita produktif.

Di bidang literasi, banyak teman-teman yang sudah meluncurkan buku solonya dan saat ini sedang sibuk dengan project buku-buku solo terbarunya. Ada yang sibuk menulis dan akan segera me-launching buku antologi, sibuk mengikuti seminar atau webinar serta aktif di komunitas lain dan masih banyak aktivitas lainnya. Itu tentunya di luar pekerjaan utama mereka sebagai ibu rumah tangga yang harus membersamai anak beserta kerempongan school from home, masak, beres-beres rumah dan mengurus suami masing-masing. Wih, ngeri!

For your information, sebenarnya aku merasa bagaikan butiran debu di antara teman-teman ini. Giley sih, udah sibuk ngerjain ini-itu masih punya waktu buat menulis sekaligus menonton drama Korea! Bahkan ada yang memang sengaja meluangkan waktu setiap hari untuk menulis, membuat cerpen ribuan kata, ada juga yang sekali menulis dua-tiga artikel terselesaikan dengan hasil yang outstanding. Kapan tidurnya mereka ini?

Gimana nggak sebutir debu nih gue diantara mereka?! Haha.

Di sela-sela kesibukan teman-teman Drakor dan Literasi, kami mengadakan challenge ala-ala untuk mengasah kemampuan menulis kami dengan tema seputar Korea. Pertama kami mengadakan tantangan menulis review film Korea dan setelahnya selama 4 bulan kami menantang diri sendiri untuk menulis 30 topik seputar Korea. Ini semua tercetus karena adanya dua kesamaan hobi kami tadi, menonton drakor dan menulis.

Ternyata, ide untuk mengkombinasikan antara drakor dan literasi tidak berhenti sampai disitu. Saat ini, kami sudah membuat wadah baru berupa blog bersama untuk menulis seputar drama, film Korea maupun review buku dan tulisan-tulisan lainnya. Berdasarkan hasil survey, kami memberi nama wadah baru ini dengan drakorclass.com. Usia blog drakorclass sebentar lagi memasuki 2 minggu. Hoho.

drakorclass.com official logo

Blog drakorclass mempunyai 21 orang kontributor yang semuanya adalah anggota grup WA KLIP Drakor dan Literasi. Tujuan dibentuknya blog ini adalah agar kami semua memiliki ruang yang sifatnya bebas untuk menuangkan kesenangan kami terhadap dunia drama Korea termasuk oppa-oppa kesayangannya masing-masing. Hahaha!

Kontributor blog drakorclass

Sebenarnya hal ini sehubungan dengan tidak semua blog kontributor mengangkat drakor sebagai niche-nya. Jadi, dengan adanya blog khusus drakor blog pribadi mereka bisa tetap fokus dengan topik-topik di luar niche yang sudah mereka tentukan.

Selain menulis tentang review drama dan film Korea, tulisan-tulisan di blog drakorclas juga menggali sisi lain dari drama atau film yang dibahas. Bisa mengenai teori psikologi, mengenai tips ini-itu ala drama ini-itu bahkan nilai-nilai serta kebaikan apa yang bisa kita ambil setelah menonton drama tersebut. Dijamin menang banyak kalau jalan-jalan di blog drakorclass. Hehe.

Tujuan lainnya adalah untuk menuliskan review buku-buku yang recommended atau bahkan mempromosikan blog serta buku-buku yang sudah dihasilkan oleh kontributor drakorclass.

Manarik sekali ya kan drakorclass ini?! Untuk yang penasaran silakan mampir ke blog kami ya ♥️

Setelah mengelola blog serta sosial media drakorclass, masih banyak cita-cita yang ingin diwujudkan oleh teman-teman Drakor dan Literasi. Tentunya berkaitan dengan dua hobi kami tadi. Semoga kami bisa tetap kompak dan merealisasikan apa yang menjadi impian bersama kami.

Sukabumi, 23 Oktober 2020

2 komentar:

  1. Ah suka suka suka. Dirimu bukan butiran debu kakak. Tulisanmu juga keren, Lo. Saya pun suka membaca tulisan-tulisanmu.

    BalasHapus