Komunikasi Produktif, Tantangan Hari Ke-9

By Imawati A. Wardhani - September 11, 2020


Pada tantangan hari ke-9 zona pertama dari kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional mengenai komunikasi produktif, aku akan kembali menulis tentang toilet training.


Progress yang cukup menggembirakan ditunjukkan oleh anakku hari ini. Pencapaian yang sungguh membutuhkan waktu, tenaga dan cukup menguras emosi. Aku memulai toilet training sekitar akhir bulan Mei - awal bulan Juni lalu, saat ini baru berhasil sedikit demi sedikit memetik buah dari apa yang telah aku tanam beberapa bulan lalu.

Aku membaca dan mendengar beberapa anak berhasil toilet training hanya dalam waktu dua minggu. Kenapa aku bisa sampai berbulan-bulan? Tanpa berpikir keras aku tau sendiri jawabannya, karena aku tidak sekonsisten itu dalam menerapkan toilet training.

Yes! Kunci dari keberhasilan toilet training tiada lain tiada bukan adalah konsistensi orang tua dalam melepas diaper anak. Kalau perlu nggak usah beli-beli lagi deh tuh diapers! Yang kedua adalah kesabaran tanpa batas, regulasi emosi dan selalu menerapkan komunikasi produktif.

Sounding jauh-jauh hari, ratusan hingga ribuan kali untuk memberi tahu anak dimana tempat buang air yang sebenarnya juga menjadi faktor keberhasilan toilet training ini.

Dari faktor-faktor tersebut, wajar lah kalau aku harus bertahan mengajarkan anakku berbulan-bulan sebab semua faktor yang aku sebutkan tersebut tidak ku aplikasikan dengan optimal. Kadang aku kelelahan hingga akhirnya menyerah dan memakaikannya diaper lagi, kadang emosi, kadang lupa untuk mengingatkan pergi ke toilet dan kekhilafan lainnya.

Beberapa waktu lalu, aku bertekad untuk betul-betul serius dalam menjalani toilet training. Hasilnya, mulai bisa aku rasakan belakangan ini termasuk hari ini.

TANTANGAN 15 HARI ZONA #1 - Hari ke-9


Temuanku hari ini :

Hari ini, sepanjang siang anakku berhasil tidak ngompol untuk pertama kalinya sepanjang perjalanan toilet training. Terharu deh!

Aku selalu mengingatkannya hampir setiap jam jika ingin buang air maka harus ke toilet. Ada saat dimana ia sedang asyik bermain kemudian mengatakan ingin pipis tapi menolak saat diajak ke toilet.

Aku pun langsung memutar otak dan mengubah caraku mengajak anakku agar mau ke toilet dengan segera agar tidak keburu ngompol. Saat ia berkata, "Pis... pis...", dengan tergesa-gesa aku mengajaknya bangkit dari duduknya untuk segera ke toilet. "Ayo pipis dulu, pipis dulu!" kata-kataku ini ternyata mendapat penolakkan dari dirinya.

Aku langsung mengubah kalimatku, "Dipta mau buka celana sendiri atau dibukain Mama?" dan secara ajaib ia langsung membuka celananya kemudian pergi ke toilet. Hehe.

Sisa hari ini pun dilalui tanpa ada drama ngompol di celana. Hingga anakku mendapat apresiasi dari aku dan suamiku untuk pencapaiannya.

Tantangan yang kuhadapi hari ini :

Harus konsisten untuk mengingatkan anakku agar pergi ke toilet jika ingin buang air. Tetap menjaga intonasi dan nada bicara agar tidak terdengar menyuruh atau memaksanya untuk buang air ke toilet saat itu juga.

Rencanaku untuk esok hari :

Melanjutkan toilet training dan berusaha mempertahankan pengendalian emosiku hari ini yang sudah kuanggap cukup baik. Tentu saja jika bisa harus ditingkatkan lagi.

Poin komunikasi produktif hari ini :

1. Mengatakan apa yang aku inginkan
Meski bosan, berulang kali aku mengingatkan pada anakku untuk bilang jika ingin buang air dan segera mengajakku untuk pergi ke kamar mandi.

Walaupun kadang aku seperti tidak ditanggapi, sebenarnya anak kecil itu mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang tuanya dan berusaha memahami apa maksudnya. Jadi ya, sabar saja mengulang-ngulang instruksi hingga ia paham betul.

2. Jelas dalam memberikan pujian
Saat anakku berhasil buang air di kamar mandi, aku memberikannya pujian saat ia berkata, "Yeaaay!" dengan gembira.

"Horee, selamat ya! Sudah berhasil pipis di kamar mandi. Dipta sudah berusaha bilang ke Mama kalau mau pipis dan berhasil tidak ngompol,"

Pujian yang jelas ini membantu sekali membuat ia paham apa yang membuatnya patut mendapatkan apresiasi.

3. Memberikan pilihan
Saat anakku menolak diajak pergi ke toilet, aku berhasil tidak memaksanya dan memberikannya opsi agar ia menentukan sendiri apa yang seharusnya ia perbuat.

Berapa bintangku hari ini :

🌟🌟🌟🌟


Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

11/09/20

#harike-9
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar