Minggu, 30 Agustus 2020

Tentang Antologi PULIH


Di awal tahun 2020 ini, aku tidak membuat resolusi dengan target yang terlalu muluk. Hanya sekedar ingin menjadi individu yang lebih produktif lagi, bukan sekedar menjadi istri dan ibu dengan segala urusan rumah tangga.

Peran sebagai istri dan ibu itu jelas sangat penting di rumah. Tapi, as a human being, aku juga ingin menjadi diri sendiri, mengerjakan hal lain yang aku sukai disamping bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Singkat cerita aku memilih untuk kembali berkomunitas dan menghidupkan kembali blog ini yang sudah lama hiatus, sambil melemaskan jari jemari untuk kembali menekuni hobi menulis.

Ternyata, dari komunitas aku mendapatkan banyak kesempatan untuk mengembangkan diri sebagai seorang individu. Aku mendapat teman-teman baru yang sehobi, mendapat pekerjaan dari nge-blog dan menulis sebagai freelancer hingga menjadi kontributor dalam proyek antologi.
Saat ada informasi mengenai pendaftaran untuk proyek menulis antologi bersama komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), aku langsung tertarik untuk mengikutinya setelah melihat tema yang ditawarkan. Mental Illness. Sebuah issue yang sedang marak diperbincangkan namun sering dianggap sepele oleh sebagian orang.

Kisahnya ditulis berdasarkan kisah nyata. Kalimat yang membuatku semakin tertantang untuk terjun ke dalam proyek antologi ini. Antologi ini digarap dengan tidak main-main, menghadirkan langsung seorang pakar kesehatan mental untuk mendampingi penulis selama proyek ini berlangsung.
Setelah mendapatkan inspirasi kisah untuk ditulis, aku memberanikan diri mendaftar untuk ikut seleksi dalam antologi ini. Alhamdulillah, namaku ternyata masuk ke dalam salah satu penulis yang naskahnya lolos untuk dibukukan. Menangys bahagya ya Allah~
Meskipun naskahku lolos dengan revisi (macam skripsi gitu ya?!), aku mengerjakan perbaikan dengan hati yang berbunga-bunga. Wah! Setelah sekian tahun berhenti menulis, akhirnya aku bisa menghasilkan sebuah karya yang dapat dibaca oleh banyak orang. Ya Allah baiknya Engkau~

Beberapa waktu berlalu sejak naskah akhir ku kirimkan ke pihak panitia, berita baik pun tiba. Cover buku sudah selesai dikerjakan, draft naskah buku pun sudah aku terima. Hanya tinggal menunggu layout selesai dikerjakan dan setelah itu PO bisa mulai dibuka.

Membaca naskah tulisan teman-teman dalam buku bertajuk PULIH ini membuatku lebih membuka mata terhadap issue kesehatan mental. Setiap judul cerita di dalamnya mengandung pelajaran berharga. Bagaimana kita harus menghargai dan mencintai diri sendiri, mengutamakan kebahagiaan diri sendiri agar bisa membahagiakan orang lain terutama keluarga.

Membaca buku ini juga akan membuat para pembacanya sadar bahwa masalah mental bisa dialami oleh siapa saja, bahkan orang terdekat kita. Serta ternyata, berbagai faktor dapat memicu terjadinya masalah kesehatan yang dapat berdampak serius.

Semua cerita yang ada tidak hanya menghadirkan cerita kelam, namun juga perjuangan untuk bangkit dari titik terendah hidup yang pernah dialami. Setiap usaha dan upaya tokoh yang berhasil keluar dari masa lalu yang kelam demi meraih mimpi dan cita-citanya sangat patut untuk diapresiasi.

Saya berharap banyak wanita sadar untuk melakukan self-care dan self-healing serta mengambil tanggung jawab pribadi untuk pulih.

Satu wanita saja dipulihkan maka dia akan msmpu mengurus kesehatan mental keluarga.

Intan Maria Halim, S.Psi, CH.,
Konselor, Founder Ruang Pulih

Buku yang ditulis oleh anggota komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis ini memang sangat layak untuk hadir dan dibaca. Teman-teman bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari setiap judul tulisan dari buku PULIH. Saat ini, teman-teman sudah bisa memesan antologi PULIH yang memiliki spesifikasi sebagai berikut :


OPEN PO PULIH
(26 Agustus 2020-16 September 2020)

Judul: Pulih
Tebal: 306 halaman
Ukuran: 14 x 20 cm
ISBN: 978-623-7841-76-0
Terbit: Agustus 2020
Harga normal: Rp 100.000,-
Harga PO: Rp 95.000,-

Untuk pemesanan bisa langsung menghubungi nomor Whatsapp 082136516493. Terima kasih semua!

Sukabumi, 30 Agustus 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar