Selasa, 04 Agustus 2020

Pengalaman Konsultasi Online Dengan Dokter di Aplikasi Halodoc


Di suatu pagi yang cerah sekitar satu minggu yang lalu, suamiku tiba-tiba memanggil-manggil diriku yang masih berkemul di bawah selimut. Aku langsung melempar selimut ketika ia berkata anak kami muntah-muntah.

Kami berdua segera membersihkan badan anak kami dari sisa-sisa muntah dan membersihkan lantai yang kotor. Tak berapa lama, aku membalur badannya dengan minyak kayu putih dan memberikan air hangat.

Beberapa menit sebelum suamiku berangkat bekerja, anakku kembali muntah di depan pintu saat ingin ikut mengantar keberangkatan ayahnya. Suamiku pun menunda kepergiannya dan membantuku untuk kembali membersihkan lantai dan tubuh anak kami.
"Kalau masih begini nanti aku ijin aja," kata suamiku kemudian ia pergi ke kantor. Tinggal lah aku berdua dengan anakku, berusia 20 bulan, sambil berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Tak lama berselang, aku menyuapi anakku bubur sebagai menu sarapannya pagi itu. Ia terlihat begitu kelaparan dan makan dengan lahap. Namun, di tengah sesi makan ia tiba-tiba menangis dan disusul oleh keluarnya semua bubur yang baru ia santap. Hiks!

Wah, ada yang nggak beres nih sama perutnya! Setelah membersihkan tubuh dan kursi serta lantai, aku kembali membalurnya dengan minyak kayu putih sambil melakukan pijat ILU pada perutnya. Jangan-jangan karena makan soto daging semalam, batinku.

Malam sebelumnya, suamiku memasak soto daging menggunakan bumbu instan ditambah santan. Memang rasanya tidak seenak masakan suamiku biasanya, namun yaa masih bisa dimakan lah. Anakku pun ikut makan soto tersebut meski hanya beberapa suapan karena ia kurang tertarik.

Belum lama setelah ia muntah, ia merengek minta ASI. Sebenarnya aku belum ingin memberinya sesuatu lagi untuk dimakan atau minum karena takut akan dikeluarkan lagi. Tapi ia terlihat sangat lapar dan haus karena dari pagi semua yang ia makan dan minum tidak ada yang benar-benar terserap oleh tubuhnya.
Akhirnya, dengan perasaan was-was aku menyusuinya. Benar saja, belum lama setelah ia menyusu semuanya dimuntahkan lagi. Aku langsung menghubungi suamiku agar segera pulang karena aku kewalahan menghadapinya sendirian. Anakku sama sekali tidak mau ditinggal, ingin digendong terus.

Aku bahkan tidak bisa mengganti bajuku yang terkena cipratan muntahnya karena ia yang terus menggelayutiku. Hadeehh~ piye iki? Mamak mulai panik saat itu. Mau bawa ke rumah sakit atau dokter langsung juga tidak memungkinkan karena saat itu ia benar-benar nempel kayak perangko. Sementara untuk pergi aku harus menyiapkan diriku sendiri dan juga anakku.

Aplikasi Halodoc

Sembari digendong, ia pun lambat laun mengantuk dan tertidur. Ketika diletakkan di atas kasur ia akan kembali menangis sehingga ia tertidur dalam pangkuanku. Aku memutar otak untuk mencari pertolongan pertama. Saat itu, untuk pertama kalinya aku terpikir untuk menggunakan jasa konsultasi online. Aku ingat seorang teman pernah memakai Halodoc dan cukup puas dengan layanannya.

Logo dari aplikasi Halodoc
Segera aku mengambil ponsel dan menginstall aplikasi Halodoc dari Playstore. Kemudian membuka aplikasi tersebut, ternyata konsultasi pertama tidak dikenakan biaya alias gratis! Setelah mendaftarkan diri, aku langsung memilih dokter spesialis anak yang saat itu available.

Pilihan dokter spesialis anak untuk konsultasi di Halodoc
Di saat memilih dokter, kalian bisa melihat rating dokter tersebut melalui persentase yang ditunjukkan. Tentu saja aku memilih dokter yang memiliki rating tinggi. Hehe. Tidak berapa lama setelah memilih dokter, aku dapat berkonsultasi via chat dengan dokter mengenai masalah anakku.

Disana kita bebas menjelaskan keluhan serta bertanya tentang apa saja yang berkaitan dengan penyakit yang sedang diderita. Kemudian dokter akan memberikan usulan resep, kita pun bebas bertanya tentang obat yang diresepkan.
Setelah sesi konsultasi selesai, aku tidak menggunakan jasa apotek yang ada di Halodoc melainkan langsung menghubungi suamiku untuk membeli obat yang telah diresepkan. Setelah sampai rumah, kami langsung meminumkan obat untuk anak kami dan alhamdulillah hari itu tidak ada lagi drama muntah-muntah.

Di masa pandemi seperti saat ini, jujur saja aku termasuk dalam golongan orang yang khawatiran jika harus bepergian dan berada di tempat yang banyak orang. Rumah sakit jelas salah satu tempat yang paling ingin dihindari selama Covid-19 masih merajalela di Indonesia. Makanya, sedih sekali ketika harus menghadapi anak sakit seperti kemarin.

Namun, thank's to kecanggihan teknologi yang melahirkan aplikasi-aplikasi online seperti Halodoc. Pastinya aplikasi konsultasi online dengan dokter seperti ini sangat membantu masyarakat luas. Tanpa harus antre dan menunggu di rumah sakit untuk bertemu dokter, kita bisa berkonsultasi mengenai masalah kesehatan yang kiranya bisa ditangani dari rumah dan tidak tergolong kondisi gawat darurat yang harus segera dibawa ke rumah sakit.

Berbicara mengenai aplikasi Halodoc, ada beberapa fitur yang tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh penggunanya. Fitur tersebut dapat dilihat seperti gambar dibawah ini :

Fitur yang tersedia pada aplikasi Halodoc
Kita pun dapat memesan obat secara online menggunakan aplikasi Halodoc ini, bahkan kita juga bisa menebus obat dengan resep menggunakan salah satu fitur yang ada di aplikasi Halodoc.

Bisa menebus resep dokter juga, loh!

Kelebihan Menggunakan Aplikasi Halodoc

Berhubung ini adalah kali pertama aku menggunakan jasa konsultasi dokter secara online, maka aku tidak bisa membandingkan aplikasi Halodoc dengan aplikasi lainnya. Yang jelas beberapa kelebihan ketika kita memilih jasa konsultasi kesehatan secara online adalah sebagai berikut :

1. Bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun
2. Dilakukan untuk jenis penyakit atau kondisi yang masih tergolong ringan
3. Bebas biaya untuk pertama kali melakukan konsultasi
4. Biaya yang dikenakan untuk sesi konsultasi selanjutnya cukup terjangkau
5. Dokter dapat memberikan rekomendasi obat yang dibutuhkan saat itu juga
6. Bisa memesan obat langsung melalui aplikasi
7. Terdapat beragam pilihan dokter umum maupun dokter spesialis
8. Bisa memilih dokter sesuai dengan rating tingkat kepuasan pasien
9. Menghemat waktu dan biaya dibandingkan dengan jika harus pergi ke rumah sakit/klinik
10. Penggunaan aplikasi terbilang mudah dilakukan oleh siapapun yang memakai ponsel

Buatku pribadi, aplikasi konsultasi online dengan tenaga medis terutama dokter seperti ini betul-betul membantu mengatasi kepanikan di rumah saat ada anggota keluarga yang sakit. Tentunya, tidak semua jenis penyakit atau kondisi bisa dikonsultasikan secara online. Kalau memang keadaannya gawat darurat lebih baik segera bawa ke klinik atau rumah sakit terdekat, ya!

Sekian dulu, pengalaman pertama kali menggunakan aplikasi Halodoc. Semoga bermanfaat.

Sukabumi, 4 Agustus 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar