Menghadiri Pernikahan di Chapel, The Apurva Kempinski Bali


Tanggal 24 Februari 2020 kemarin menjadi hari penting untuk sahabatku sejak kuliah, hari itu dia resmi menjadi seorang istri dan memulai kehidupan barunya untuk membangun keluarga bersama suaminya.

Momen pernikahan mereka berlangsung dengan khidmat dan dihadiri hanya oleh keluarga dan sahabat-sahabat terdekat. Aku menjadi salah satu tamu yang menyaksikan momen penting bagi sahabatku tersebut. Acara prosesi pernikahan di gelar di sebuah chapel yang berlokasi di The Apurva Kempinsi Hotel, Nusa Dua, Bali. Salah satu hotel bintang lima dan termasuk mewah untuk kelasnya.

Hari itu aku berangkat menggunakan gocar bersama suami, anak serta sahabatku dan juga suaminya. Jarak dari hotel tempat kami menginap kr The Apurva Kempinski tidak terlalu jauh, hanya sekitar 4 km. Setibanya di depan pintu gerbang, petugas keamanan memeriksa kendaraan yang kami tumpangi sesuai dengan standar pemeriksaan pada umumnya. Aura-aura kemegahan hotel sudah tampak nih dari luar. Setibanya di depan lobi hotel, kembali dilakukan pengecekan oleh petugas yang berjaga disana. Setelah memeriksa tamu, barang bawaan pun harus diperiksa melalui x-ray. Waw!

Pemandangan dari pintu masuk menuju lobi utama
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Kemudian kami bertanya dimana letak chapel yang menjadi lokasi pernikahan sahabatku, salah seorang staff hotel menjelaskan bahwa kami harus naik lift untuk turun ke lantai dasar dan nantinya akan ada staff hotel lain atau orang dari pihak wedding organizer yang siap mengantar kami ke venue pernikahan. Kami pun berjalan menyusuri lorong menuju ke arah lobi utama hotel untuk mencari lift. Suasana tenang dan damai terasa dengan pemandangan kolam ikan yang luas disekeliling jalan masuk menuju lobi utama hotel.

Dari lobi utama hotel
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Lobi utama The Apurva Kempinski
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Kami bertanya pada staff yang ada disana untuk menunjukkan letak lift hotel. Luas banget, bray! Tidak tampak tanda-tanda keberadaan lift. Staff dengan ramah menunjukkan arah tempat lift berada, kami pun berjalan sesuai dengan arahan staff tadi dan menemukan lift tidak jauh dari lobi utama. Pemandangan dari depan lift nampak luar biasa, terdapat jendela kaca bening yang mempertontonkan pemandangan hotel, kolam renang serta pantai yang langsung bersinggungan dengan The Apurva Kempinski. Ternyata lobi utama hotel berada di lantai 15 darisana kita bisa melihat dengan jelas penampakan The Apurva Kempinski secara keseluruhan.

Masha Allah for the view
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Setelah pintu lift terbuka, kami masuk ke dalamnya dan segera mencari tombol menuju lantai 1. Eh, pilihannya hanya ada angka 16 dong. Haha. Balik lagi deh kami bertanya pada staff hotel yang lewat, ia menjelaskan bahwa kami harus berjalan sampai ujung dulu kemudian belok kanan untuk menemukan lift. Setelah turun, jika tidak ada staff yang berjaga dibawah kami harus melakukan panggilan melalui telepon yang tersedia disana untuk minta dijemput dan diantar ke chapel. Panjang yaa perjalanannya!

Sepanjang perjalanan dilorong menuju lift, terdapat tempat untuk duduk-duduk sekedar minum kopi atau ngeteh, atau untuk ngobrol-ngobrol sambil menikmati indahnya pemandangan hotel, laut dan langit. Seperti yang tergambar dibawah ini :

Real definition of nongki-nongki cantik
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Masih dari lorong menuju lift
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Pemandangan didepan lift menuju lantai 1 juga tidak kalah dengan yang pertama tadi. Langit biru cerah bertemu dengan warna birunya laut seperti menyatu dalam satu frame, susah dideskripsikan dengan kata-kata untuk menggambarkan indahnya panorama tersebut. Rasanya bisa deh betah duduk berjam-jam ngelamun didepan view seperti itu.

Amazing!
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Setelah turun dari lift, tida ada satu staff pun yang menunggu kami disana. Namun, seperti yang sudah dijelaskan oleh staff sebelumnya kami melakukan panggilan melalui telepon yang tersedia tepat didepan lift. Tidak lama kemudian, kami dijemput oleh staff yang mengendarai mobil semacam mobil golf. Ternyata perjalanan masih berlanjut. Haha. Kami pun naik ke mobil dan berjalan menyusuri hotel hingga berhenti di sebuah pertigaan (dihotel ada pertigaannya, cuy! LOL!). Kami pun diminta berjalan kaki kembali untuk tiba ditempat tujuan akhir yaitu chapel.

Akhirnya sampai juga, guys! Pemandangan disekitar chapel juga sangat indah. Romantis dengan kolam yang mengelilingi chapel, tempatnya tidak terlalu besar namun desain dan interiornya sarat akan kemegahan. Cantik sekali, seperti di film-film romansa.

Finally arrived
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

So lovely
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

That chapel and the scenery
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Masuk ke dalam, prosesi pernikahan sedang berlangsung. Aku segera mengambil posisi tempat duduk bersama yang lain. Pemandangan romantis pengantin yang duduk didepan altar pun begitu terasa dengan latar belakang pantai beserta laut birunya. So sweet! Boleh banget nih untuk kalian yang ingin melangsungkan pernikahan dengan konsep sederhana tapi mevvah. Tamu undangan kebanyakan dihadiri oleh keluarga, jumlahnya pun tidak lebih dari 50 orang.

Untuk yang berminat mencari informasi lebih lanjut terkait The Apurva Kempinski Bali, bisa mengunjungi website-nya disini.

Khidmatnya suasana pernikahan
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Bride and groom with the view
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Ada salah satu momen yang mengharukan saat acara berlangsung, yaitu momen ketika pengantin wanita yaitu sahabatku melakukan "sungkem" pada kedua kakaknya sebagai pengganti orang tuanya yang sudah tiada. Terharu sekali melihat kebersamaan mereka sebagai saudara, hingga akhirnya kakak-kakaknya melepas sahabatku untuk tinggal bersama pria yang dicintainya.

Sahabatku bersama orang-orang yang dicintainya

Seselesainya acara pernikahan, aku pribadi sebenarnya masih ingin berlama-lama di The Apurva Kempinski. Untuk sekedar berjalan-jalan menikmati keindahan tempat tersebut, atau berfoto dibeberapa spot yang terlihat cantik untuk diabadikan. Tapi, berhubung sudah mulai sore dan anakku mulai tidak betah, aku pun menahan diri dan kembali menuju lobi hotel melewati rute panjang tadi.

Who doesn't love this place?
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Refreshing your mind
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Untuk menuju spot ini dimulai dari atas sana
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Belum menginap disana saja rasanya sudah senang sekali, apalagi kalau berkesempatan untuk bermalam disana dan menikmati berbagai fasilitas yang disediakan? Hihi, membayangkannya saja happy. Yang jelas tempat ini lebih cocok untuk dijadikan tempat staycation. Kalau mau pergi kemana-mana untuk mengeksplor Bali sebaiknya tidak usah bermalam disana, sayang banget!

Harga kamar termurah di The Apurva Kempinski Bali adalah Rp.3.694.000,- per malam untuk tipe kamar Grand Deluxe Room tidak termasuk dengan sarapan pagi (via traveloka.com). Sedangkan harga kamar termahal adalah sebesar Rp.13.216.830,- untuk tipe kamar Prestige Suite Oceanfront with breakfast (via traveloka.com). Waw! Seharga sebuah motor ya biaya untuk menginap disana.

Can't stop taking pictures
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

A little family potrait
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan yang ciamik. Semoga berkesempatan untuk datang kembali kesana dan menikmati fasilitas hotel lainnya di lain waktu.

Sampai jumpa!

Sukabumi, 03 Maret 2020

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Mevvah ya sist.. kalau bayar sendiri kayaknya aku sayang duitnya hahhahaa.. tapi seneng sih datengin tempat-tempat kayak gini di Bali.. so refreshing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lah mbaa tunggu ada sponsor buat nginep disana. Haha. Bener banget, meski hanya sekejap mata tapi bikin mata lgsg berbinar2 :p

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya 😊 yang mau ngobrol-ngobrol terkait artikel di atas, yuk drop komentar positif kalian di kolom komentar.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya, Frens! 😉

Satu lagi, NO COPAS tanpa izin ya. Mari sama-sama menjaga adab dan saling menghargai 👍