Selasa, 03 November 2020

Cerdas Emosi dan Spiritual, Tantangan Hari Ke-6

Bunda Sayang IIP

Saat kecil, tentu aku sudah lupa bagaimana kedua orang tuaku mengajarkan tentang konsep ketuhanan. Aku hanya ingat dimana orang tuaku selalu meminta aku dan adik-adik untuk rajin sholat dan mengaji, serta disekolahkan di sekolah agama agar lebih mengenal agama Islam.

Orang tuaku juga mengajarkan melalui contoh yang mereka lakukan sehari-hari. Mereka menjadi teladan agar aku dan adik-adik menjadi seorang individu yang selalu menomorsatukan Tuhan di atas segalanya.

Di tantangan hari ke-6 sampai seterusnya, aku akan mulai menuliskan jurnal mengenai mengenalkan konsep ketuhanan pada anakku yang saat ini usianya baru 2 tahun.

Kecerdasan spiritual, seperti yang sudah dibahas di tulisan sebelum-sebelumnya merupakan hal yang vital yang harus ditanamkan dan diajarkan pada anak-anak sebagai bekal untuk ia bawa hingga dewasa nanti.

Konsep ketuhanan merupakan suatu yang abstrak, dimana anak di rentang usia 0-6 tahun masih sulit untuk menerima hal-hal yang bersifat abstrak karena mereka lebih paham dengan sesuatu yang sifatnya konkret. Sehingga, menjelaskan dan mengajarkan anak untuk beriman pada Tuhan ini cukup tricky sehingga ini harus dilakukan secara perlahan dan konsisten. Tidak lupa pula dengan terus menjadi contoh dan teladan pada anak untuk beriman kepada Allah swt.

Cerdas Emosi dan Spiritual - Tantangan Hari Ke-6

Zona 3 Bunda Sayang IIP

Judul Project

Belajar Mengenal Konsep Allah Tuhanku

Rencana

Melibatkan Allah SWT dalam setiap aktivitas yang dilakukan bersama dengan anak dengan tujuan anak mengenal konsep ketuhanan sejak dini. Aktivitas yang dilakukan misalnya berdo'a sebelum melakukan suatu kegiatan, beribadah dan mengenal huruf hijaiyah melalui lagu dan buku.

Aktual/Kendala

Siang ini, aku mengajak anakku berdo'a sebelum tidur siang seperti biasanya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya dimana anakku menurut saat diminta untuk berdo'a, siang tadi ia sempat menolak terlebih dahulu.

Ia meminta agar aku menyanyi daripada berdo'a. Namun, aku menjelaskan padanya dengan bahasa sesederhana mungkin kalau sebelum tidur itu harusnya berdo'a bukan bernyanyi.

Setelah bernegosiasi sedikit dengannya, win win solution yang didapat adalah aku menyanyi hingga ia merasa lelah dan sudah mau terlelap. Sebelum tidur, ia pun menurut untuk berdo'a lebih dulu.

bunda sayang IIP
Jangan lupa bilang "Aamiin" setelah berdo'a


Refleksi


Anakku sepertinya belum begitu paham dengan konsep Tuhan dan agama. Ia belum mengerti mengapa kita harus selalu berdo'a pada Allah dan menomorsatukanNya di atas yang lain.

Aku harap, aku dan suamiku bisa membimbing anakku untuk menanamkan rasa cinta terhadap Allah swt. sedari kecil hingga nilai-nilai keimanan akan selalu ia bawa hingga dewasa nanti.

% Antusiasme dan Pemenuhan Rencana

75% 🤩🤩🤩

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar