Selasa, 06 Oktober 2020

Kemandirian, Tantangan Hari Ke-6


Hari ini adalah hari ke-6 aku menuliskan jurnal mengenai melatih kemandirian anak. Selain untuk mendokumentasikan kegiatan parenting, tulisan ini juga untuk menyelesaikan tantangan di zona ke-2 tentang kemandirian di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional.

Dari yang aku pelajari di kelas-kelas parenting yang sudah pernah aku ikuti, benang merahnya adalah anak terlahir bukan sebagai kertas kosong. Anak terlahir sudah sepaket dengan fitrah dan kemampuannya masing-masing. Tugas dan peran orang tua adalah melakukan pendampingan sembari mengobservasi dan percaya pada inner teacher anak.

Pada dasarnya anak-anak itu senang belajar dan memang pembelajar sejati, karenanya kita harus mendukung inner teacher anak, menghormati apa yang sedang ingin anak pelajari dan memfasilitasinya. Harapannya adalah anak akan terus menyukai proses belajar dan selalu ingin belajar mencoba hal baru tanpa terpaksa.

Kali ini, aku ingin menuliskan topik yang berbeda dari lima hari sebelumnya. Aku ingin menceritakan dan mendokumentasikan proses mengajarkan anakku untuk membereskan mainannya sendiri selama beberapa hari ke depan.

Melatih Kemandirian Anak - Tantangan Hari Ke-6


Temuanku

Usia anakku saat ini 23 bulan dan target kemandirian yang ingin aku latih hari ini adalah membereskan mainan yang telah selesai ia gunakan lalu meletakkan kembali di rak mainan.

Hari ini, sebelum mandi pagi kami melakukan aktivitas dengan beberapa mainan yang diambil dari rak mainannya. Semua dihamburkan ke lantai sehingga pemandangan di pagi hari sudah tidak mengenakkan (bagiku).

Sebelum ia mandi, aku memintanya untuk merapikan kembali mainannya dengan berkata, "Ayo kita bereskan mainannya, yuk? Kita sama-sama beresin terus taruh lagi di rak, ya?" aku mengatakannya sembari memungut mainan-mainan yang bertebaran di lantai.

Tak disangka, saat aku menoleh ke arahnya ternyata ia sedang menyusun mainannya satu per satu di rak mainan. Hehe.

Strong Why

Alasan utamaku ingin melatih kemandirian ini pada anakku adalah karena aku ingin ia belajar bertanggung jawab membereskan mainan yang sudah selesai ia gunakan agar rumah tidak berantakan sepanjang hari. Selain itu, agar saat ia ingin kembali bermain ia dapat dengan mudah menemukan mainannya karena sudah tersusun rapi di rak mainannya.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian

Membersamai dan mendampinginya selama proses membereskan mainannya serta memberikan contoh beres-beres mainan lalu mengembalikannya ke rak mainan.

Sukses Apa Aku Hari Ini?

Tanpa diminta dua kali, anakku dengan sukarela membereskan mainannya dan menata sendiri ke rak mainannya.

Tantanganku Hari Ini

Mempersiapkan diri untuk menerima penolakkan yang ternyata tidak terjadi. Hehe.

Ingin Sukses Apa Esok Hari?

Esok hari aku masih akan mencoba melatih anakku untuk bisa merapikan mainannya dan meletakkannya kembali ke rak setelah ia selesai bermain.

Rasaku dan Respon Ananda

Hari ini aku merasa cukup senang karena anakku dengan senang hati mau membereskan mainan yang sudah selesai ia gunakan.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike-6
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar