Sabtu, 10 Oktober 2020

Kemandirian, Tantangan Hari Ke-10


Membangun trust and attachment antara anak dan orang tua sangat penting bagi perkembangan psikologisnya. Anak yang memiliki bonding yang kuat dengan orang tuanya akan selalu merasa aman dan nyaman. Ini berpengaruh pada tumbuh kembangnya dimana ia akan menjadi anak yang lebih percaya diri dalam menjalani kesehariannya.

Trust and attachment dibutuhkan terutama di masa awal kehidupannya, dimana anak butuh sosok yang selalu hadir dan melindunginya dari dunia yang masih begitu asing. Orang tua diharapkan bisa menjadi figur tersebut, tempat dimana anak selalu merasa nyaman dan percaya bahwa dunia tidak semenakutkan itu.

Trust and attachment tentunya bisa terjadi saat anak dan orang tua sering melakukan special time bersama. Dengan adanya kebersamaan ini, anak akan lebih mengenali orang-orang terdekatnya dan menjadi lebih percaya dan nyaman dengan mereka.

Aku mencoba meningkatkan lagi trust and attachment antara anakku dengan ayahnya. Belakangan, anakku yang sudah terlalu lengket denganku sulit sekali untuk mau berkegiatan tanpa kehadiran diriku. Tentu ini membuatku juga kesulitan melakukan hal-hal atau pekerjaan yang hanya bisa aku lakukan sendiri.

Weekend adalah hari yang tepat untuk membangun kembali trust and attachment antara anakku dengan suamiku. Dimana aku memilih untuk mengerjakan pekerjaan domestik yang tidak bisa melibatkan anakku di dalamnya seperti menyetrika pakaian. Sementara, anakku bisa memiliki special time dengan ayahnya.


Melatih Kemandirian Anak - Tantangan Hari Ke-10


Temuanku

Usia anakku saat ini 23 bulan dan target kemandirian yang ingin aku latih hari ini adalah dirinya mampu melepaskan pakaiannya sendiri serta meletakkannya ke keranjang pakaian kotor.

Hari ini aku menyerahkan tugas melatih kemandirian dalam aktivitas mandi pada ayahnya karena aku mengerjakan hal yang lain. Aku menemukan anakku mau kooperatif diajak mandi dan berpakaian dengan ayahnya. Ia pun mau mencoba melepas dan memakai pakaiannya sendiri didampingi oleh ayahnya.

Strong Why

Alasan utamaku ingin melatih kemandirian ini pada anakku adalah karena ia mulai menunjukkan fase otonomi dimana ia akan menolak jika diperintah (dalam hal ini untuk mandi).

Anakku juga sedang menunjukkan ketertarikan untuk selalu mencoba melepas dan memakai pakaiannya sendiri tanpa dibantu.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian

Hari ini aku menyerahkan tugas memandikan anak pada suamiku karena aku harus menyelesaikan pekerjaan domestik yang lain. Aku juga ingin membangun kembali trust and attachment antara anakku dengan ayahnya saat melakukan hal seperti mandi dan makan. Sebelum-sebelumnya, anakku sempat selalu menolak saat ayahnya menawarkan diri untuk membersamainya dan memilih aku untuk menemaninya melakukan segala hal.

Strategiku agar anakku hari ini mau bekerjasama dengan ayahnya adalah dengan memberikannya pengertian bahwa aku harus menyelesaikan pekerjaan lain sehingga ia harus beraktivitas dengan ayahnya. Aku juga berkata bahwa ia boleh mencoba melepas dan memakai pakaian sendiri saat bersama ayahnya sama halnya dengan saat bersama denganku.

Sukses Apa Aku Hari Ini?

Sukses karena anakku mau mandi bersama ayahnya tanpa drama, dengan sukarela melepas pakaiannya sendiri (melepas baju masih dengan bantuan), kemudian meletakkan pakaian kotor ke dalam wadah pakaian kotor dan menutup kembali tutupnya.

Setelah mandi, ia mau mencoba memakai baju sendiri, sudah lebih mahir memakai celana sendiri dan mau berusaha menyisir rambutnya sendiri.

Tantanganku Hari Ini

Tantanganku adalah menghilangkan rasa khawatir saat anakku harus mandi dengan ayahnya. Aku harus sepenuhnya percaya bahwa suamiku pun bisa melakukan hal yang sama baiknya seperti diriku saat memandikan anak.

Rasa khawatir ini muncul karena biasanya anakku menolak jika dimandikan dan dipakaikan baju oleh ayahnya. Biasanya anakku selalu memintaku untuk melakukannya.

Ingin Sukses Apa Esok Hari?

Besok aku masih ingin melatih anakku untuk membersihkan dirinya seperti hari ini. Fokusnya adalah agar ia semakin lancar memakai bajunya sendiri.

Rasaku dan Respon Ananda

Rasaku tentu saja senang karena aku bisa melanjutkan pekerjaanku yang lain sementara anakku mandi dan berpakaian dengan ayahnya. Anakku terlihat senang dan bersemangat.

Imawati Annisa Wardhani
Regional Sukabumi

#harike-10
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar