Piknik Sekejap ke Taman Salabintana


Setelah mengendap di rumah sekian bulan, akhir pekan kemarin aku bersama suami dan anakku pergi berpiknik ke sebuah taman wisata yang lokasinya tidak jauh dari rumah kami. Nama tempat wisata tersebut adalah Taman Salabintana.
Hari minggu kemarin tanggal 9 Agustus 2020, seorang sahabat dekatku yang saat ini tinggal di Bogor datang berkunjung ke Sukabumi. Ia datang bersama suami, ibu mertua serta kedua anaknya yang masih balita dan bayi.

Anggun, adalah temanku sejak duduk di bangku SMP. Kami pun satu sekolah saat SMA bahkan duduk satu meja saat kelas XI atau 2 SMA. Tak disangka, kami masuk ke universitas yang sama di Yogyakarta walau beda jurusan. Kami pun sering main dan pergi bareng sebagai sesama warga rantau dari Cilegon.

Setelah lulus kuliah, aku masih melanjutkan kuliah profesi di Jogja sementara Anggun kembali ke Cilegon dan bekerja disana. Ia kemudian pindah ke Bogor setelah menikah dan ikut suaminya yang bekerja disana. Sampai kami berdua menikah dan sudah memiliki anak masing-masing, kami tidak pernah putus komunikasi.

Bersama teman sebangku semasa SMA
Sejak aku pindah ke Sukabumi, memang kami sudah membuat wacana untuk main bareng lagi. Sebelum wacana tersebut terealisasi, ternyata Covid-19 keduluan mewabah sehingga wacana tinggal wacana karena PSBB dilakukan di semua kota termasuk Bogor dan Sukabumi.

Setelah pelonggaran PSBB dan kota Sukabumi dinyatakan sudah menjadi zona hijau, Anggun dan keluarganya memberanikan diri berkunjung ke rumahku di Sukabumi kemarin ini.
Untuk menghibur diri dan anak-anak yang mulai bosan karena bermain di rumahku yang sangat luas, haha, aku dan suamiku mencari alternatif tempat wisata yang bisa kami kunjungi dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan agar menghindari virus yang mungkin saja masih bertebaran di Sukabumi meskipun sudah dikatakan zona hijau.

Taman Salabintana, Sukabumi

Pilihan kami jatuh pada Taman Salabintana. Letaknya tidak jauh dari perumahan tempat aku tinggal, hanya sekitar 8 km saja sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai kesana. Lokasinya agak menanjak dan terletak di dataran yang cukup tinggi sehingga memiliki hawa yang sejuk.

Pemandangan di Taman Salabintana
Setelah mempersiapkan diri dan membawa berbagai perbekalan kami pun berangkat ke Taman Salabintana yang berlokasi di Jl. Salabintana Km. 7. Sekitar 15-30 menit kemudian, kami tiba di parkiran tempat wisata dan membayar sebesar Rp. 15.000,- per orang.

Anggun dan suaminya membawa cukup banyak peralatan seperti matras tidur untuk camping yang kami gunakan sebagai alas duduk serta tenda kecil. Ia juga membawa perlengkapan lain seperti bantal dan selimut untuk anaknya yang masih bayi. Haha. Rempong dah kayak mau pindahan, padahal niatnya hanya mau duduk-duduk piknik tipis-tipis.

Tidak lupa kami menggunakan masker dan membawa hand sanitizer sebagai alternatif jika tidak ada tempat cuci tangan. Lalu, kami mulai masuk dan mendaki hingga ke pusat Taman Salabintana. Ngos-ngosan juga jalan kaki, nanjak sambil pakai masker. Fyuh~ emang udah lama ni kaki nggak dipakai untuk berjalan jauh.

Alhamdulillah, wisatawan yang datang tidak terlalu ramai. Masing-masing sudah menempati spot sendiri-sendiri yang mereka anggap ternyaman. Jarak antara kelompok wisatawan satu dengan lainnya juga jauh-jauh, jadi aman lah insha Allah. Kami pun mengambil spot di bawah pohon untuk menghindari terik matahari dengan jarak yang cukup jauh dengan orang lain.

Bagi yang pernah ke Kebun Raya Cibodas, Taman Salabintana mirip-mirip seperti itu. Berupa hamparan rumput hijau yang luas dan dikelilingi pepohonan. Ada juga sungai yang mengalir di tengah-tengahnya, tapi airnya tidak banyak dan bukan sungai betulan sih lebih mirip got. Haha.

Banyak pedagang yang menjajakan dagangannya disana. Tersedia juga sewa tikar bagi pengunjung yang tidak membawa alas duduk sendiri. Harga penyewaan tikar adalah Rp. 20.000,- untuk sepuasnya.

Banyak juga tukang dagang mainan yang diserbu oleh anak-anak. Ada yang jual bola, layang-layang, balon busa dan mainan lain yang pasti diminati oleh sebagian besar anak-anak. Tak terkecuali anakku, ia langsung mengambil bola dari dagangan salah satu penjual mainan. Hadeeh. Harga sebuah bola adalah Rp. 20.000,-

Kegiatan di Taman Salabintana

Kegiatan yang bisa dilakukan di Taman Salabintana adalah kegiatan seputaran piknik. Anak-anak bisa berlarian dengan bebas di padang rumput, bermain layang-layang atau bermain bola atau mainan lainnya. Bebas bergerak pokoknya!

Areanya bisa dibilang sangat luas dan benar-benar terbuka alias beratapkan langit, jadi kita bisa dengan baik menerapkan social distancing dan sangat mungkin tidak membuat kerumunan.

Happy banget bisa lari-larian di tempat luaas!
Ibu-ibu bisa ngobrol-ngobrol santai sembari memerhatikan anak-anak yang sibuk berlarian di padang rumput sambil bermain. Bapak-bapak, menemani anaknya main dong, lol.

Kita dapat menikmati bekal sambil duduk-duduk di bawah pohon yang rindang dan menikmati sejuknya udara disana. Tapi, pastikan teman-teman memilih tempat yang aman dari semut-semut kecil yang banyak hidup di pohon-pohon sekitar situ ya karena aku sempat beberapa kali ganti spot nongkrong karena banyaak sekali semut di sekitar pepohonan disana.

Disana juga terdapat kolam renang umum yang bisa digunakan oleh dewasa dan anak-anak. Aku pribadi belum berani mengajak anakku berenang di tempat umum seperti itu, kemarin pun pengunjung yang berenang cukup banyak.

Bagi yang tidak membawa bekal makanan, di Taman Salabintana banyak penjual makanan. Mulai dari makanan dan minuman ringan seperti cilok, es doger hingga makanan berat seperti bakso dan mie ayam. Harganya aku kurang tau ya karena aku membawa bekal makanan juga snack sendiri jadi tidak membeli disana.

Berswafoto bersama keluarga tercinta
Sempat aku membeli air panas untuk menyeduh mie instan cup yang aku bawa dari rumah. Harga air panas adalah Rp. 3.000,- per cup.
Setelah anak-anak puas bermain dan orang tua lelah menemani, sekitar pukul 2 siang kami sudah berbenah dan kembali pulang. Anggun dan keluarganya pun harus bergegas pulang ke Bogor untuk menghindari macet karena ia mengambil jalur pulang lewat Puncak.

Tips Berwisata Di Masa Pandemi

Sebenarnya, kalau tidak terpaksa banget lebih baik tetap stay at home. Kalaupun ingin melakukan liburan tipis-tipis, mungkin tips berikut dapat teman-teman terapkan :

1. Usahakan untuk memilih tempat terbuka seperti wisata alam agar sirkulasi udara bagus dan udara yang dihirup selalu merupakan udara segar.

2. Pilih tempat wisata yang memungkinkan untuk menerapkan social distancing. Lebih baik untuk memilih tempat wisata yang sepi pengunjung sehingga tidak berpotensi membuat kerumunan atau antrian panjang.

3. Menyiapkan dan membawa bekal makanan serta minuman sendiri agar tidak perlu atau meminimalisir kontak dengan penjual makanan dan makan dengan pengunjung lain di tempat makan.

4. Tetap terapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin dan membawa hand sanitizer untuk berjaga-jaga saat tempat cuci tangan tidak memungkinkan.

5. Jangan lupa untuk segera bersih-bersih badan dengan mandi setelah pulang ke rumah. Walaupun kita sudah berusaha meminimalisir kontak dengan orang lain, tetap saja kita harus senantiasa menjaga diri dan keluarga dengan membiasakan diri bersih-bersih sampai bersiiih. Jangan kasih kendor, sist! Hehe.

Sekian dulu pengalamanku piknik sekejap ke Taman Salabintana. Biar dikata piknik, tetap loh dihantui oleh perasaan cemas dan khawatir meskipun kota Sukabumi termasuk zona hijau. Ingin sekali bepergian tanpa khawatir Covid-19 ikut membayangi!

Sampai jumpa di tulisan-tulisan tentang travelling selanjutnya.

Sukabumi, 12 Agustus 2020

Posting Komentar

12 Komentar

  1. Terakhir ke Selabintana saat saya hamil. Berarti sekitar tujuh tahun lalu. Hahaha ...
    Terakhir ke Sukabumi ke Kadudampit, pas soft opening the suspension bridge

    BalasHapus
  2. Enak ya piknik di tempat luas seperti ini. Aman dan nyaman karena tidak berkerumun. Saya juga kalau ngajak anak liburan mendingbke taman.

    BalasHapus
  3. wah ini deket rmh mamah. mbak ima sukabumi sebelah mana? aku di bojong duren, bulan kmrn pulang seminggu hehe...

    BalasHapus
  4. Wah menyenangkan sekali bisa piknik di taman. Betapa rindunya saya juga untuk bisa duduk di atas rumput sambil baca-baca buku santai gitu. Pastinya refreshing banget.

    BalasHapus
  5. Paling seneng dengan yang namanya taman bahkan jauhh sebelum pandemi
    D sini pun tempat yg sering aku kunjungi y taman mbaa
    Anak pun seneng y mba karena bisa bebas

    BalasHapus
  6. Asik ya mbak..
    Piknik di alam terbuka, menghirup udara segar..
    Refresh deh

    BalasHapus
  7. Aduh aku juga kepengen deh ke taman gini. Mudah2an bisa. Cuma biasanya main ke taman Jakarta dan agak ngeri. Mungkin bisa cari taman yang agak jauh dari keramaian ya mbak. Apalagi sambil ketemuan teman, menyenangkan sekali

    BalasHapus
  8. Wah ini Sukabumi ya. Belom pernah sama sekali menginjak Sukabumi. Smoga suatu saat deh

    BalasHapus
  9. Aku baru tau di Sukabumi ada taman seperti ini juga mbak, aku taunya di Sukabumi ada pantai pelabuhan ratu aja hehe. Tapi aku pernah ke taman cibodas, jadi penasaran juga pengen ke taman salabintana ini

    BalasHapus
  10. Duh, udah kangen juga nih travelling. Saya baru pekan kemarin berani pergi agak jauh tapi ke rumah nenek :)
    Mau banget pergi ke tempat terbuka seperti Taman Salabintana ini. Iyes, lebih aman karena luas, ya. Insyaallah segera saya agendakan bersama keluarga :)

    BalasHapus
  11. Memang ya, di era New normal seperti sekarang ini paling pas wisata alam di area terbuka. Tapi ya memang kebanyakan tempat wisata masih agak sepi sih

    BalasHapus
  12. Iya bener, Mbak. Kalau berwisata di masa pandemi ini sebaiknya di tempat terbuka dan sepi. Seru ya Taman Salabinta apalagi pikniknya sama sahabat tersayang dan keluarga.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya 😊 yang mau ngobrol-ngobrol terkait artikel di atas, yuk drop komentar positif kalian di kolom komentar.

Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup ya, Frens! 😉

Satu lagi, NO COPAS tanpa izin ya. Mari sama-sama menjaga adab dan saling menghargai 👍