Senin, 08 Juni 2020

Serunya Mendapatkan Penghasilan dari Hobi


Saat dulu kuliah di jurusan Farmasi dan bekerja di perusahaan yang memproduksi obat, aku bertanya-tanya apakah ini passionku? Apa aku benar-benar menyukai dan menikmati pekerjaan di bidang ini?

Setelah justru merasa lega ketika berhenti bekerja dan beralih menjadi ibu rumah tangga, aku sadar bahwa that was not my style! Bekerja kantoran dari pagi hingga sore bahkan malam, mengerjakan setumpuk pekerjaan yang tidak ada habisnya dan merasa kurang diapresiasi atas apa yang aku lakukan. Sama sekali tidak ada rasa menyesal meninggalkan itu semua.

Baca tentang : Menemukan Passion

Aku yang dasarnya tidak bisa diam dan hanya berkutat dengan masalah rumah tangga ingin menemukan sesuatu yang lain. Sesuatu yang bisa membuatku melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan rumah dan mengurus anak, sesuatu yang menyenangkan. Aku kemudian berpikir untuk melakukan sesuatu.

Travelling dan menulis. Itu yang aku pikirkan pada waktu itu, dua hal yang menyenangkan yang bisa aku lakukan. Dulu aku berandai-andai menjadi pembawa acara reality show seperti jejak petualang, seru banget tuh kelihatannya! Tapi ya sepertinya cita-cita itu harus dicoret dari daftar, secara aku tidak bisa meninggalkan kehidupanku yang sekarang sudah menjadi istri dan ibu.

Aku juga berangan-angan menjadi seorang traveller yang disponsori seperti banyak traveller di Instagram. Kalaupun tidak dibayar ya tetap mau jadi traveller, tapi ya mana mungkin juga travelling mulu kapan nabungnya? Haha. Lagian membayangkan harus bepergian dengan anak bayi berdua saja sementara suami bekerja kantoran rasanya impossible. Hehe.

Menulis. Oke, nggak usah yang jauh-jauh dulu deh. Menulis adalah hal produktif terealistis yang bisa aku lakukan sembari tetap menjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Tetap bisa mengurus suami dan menemani anak bermain. Dengan menulis, aku juga bisa menuangkan banyak cerita kehidupan yang harapannya bermanfaat juga bagi pembaca.

Baca juga : Mengapa Menulis

Tidak pernah terpikirkan untuk mendapatkan uang dari menulis sebelumnya, meskipun aku bercita-cita menjadi freelancer. Gimana ceritanya nggak mikirin uang tapi pengen jadi freelancer? Haha.

Awalnya aku menulis di blog untuk diri sendiri saja, bahkan menunjukkan pada warganet saja tidak berani. Lama kelamaan, aku mulai membagikan hasil tulisanku setelah bergabung dengan komunitas menulis supaya mendapat feedback dan bisa belajar menulis lebih baik lagi. Sudah itu tok!

Aku berpikir, cita-cita untuk menjadi freelancer mungkin akan menjadi target di tahun depan atau depannya lagi. Sekarang sih, mengisi waktu luang dengan melakukan hobi yang aku sukai. Bahkan aku belum memasang adsense apapun untuk memonetisasi blogku, saking nggak seambi itu untuk dapat uang dari menulis.

Ternyata Allah membukakan jalanku untuk mencapai cita-cita lebih cepat dari dugaanku. Tanpa diminta dan tanpa mencari keuntungan, salah satu artikel yang aku post di blog ini ternyata dibayar. Wah! Alhamdulillah, senang sekali meskipun jumlah yang dihasilkan jauh dari gajiku sewaktu bekerja di kantor.


Benar-benar ada kepuasan tersendiri ketika hobi yang kalian lakukan bisa menghasilkan sesuatu (money) hehe! Tentu saja, ini membuat semangatku meningkat untuk membuat tulisan-tulisan lain yang lebih baik.

Bulan Mei lalu, aku kembali mendapat tawaran menulis artikel untuk diunggah ke blog. Mulanya aku diminta untuk menulis dua buah artikel, eh kemudian nambah jadi tiga. Tentu aku menyanggupinya, malah aku yang kelewat bersemangat langsung meminta tema yang akan dituliskan nanti padahal yang memberi pekerjaan masih mempersiapkannya.


Ternyata mendapat penghasilan melalui hobi itu semenyenangkan ini. Cita-citaku menjadi freelancer bisa terwujud dari hobi menulis ini. Tentunya suamiku ikut bergembira dan langsung memberi dukungan 100% karena dengan melihat istrinya lebih senang dia menjadi lebih tenang.

Namun saat ini aku masih belum terlalu berorientasi menulis untuk mendapatkan uang. Aku juga harus memilih-milih tawaran pekerjaan agar tidak terlalu menyita waktuku dan malah membuatku lalai mengerjakan pekerjaan rumah.

Aku juga masih belum ingin menerima atau mencari terlalu banyak pekerjaan menulis karena masih ingin menikmati kegiatan menulis ini sebagai hobi. Ingin melakukannya tanpa beban dan dikejar target, kalau pekerjaan banyak hingga menumpuk apa bedanya dengan saat aku bekerja di kantor?

Sekian deh cerita pengalaman pertamaku menjadi freelance dalam bidang content writer. Intinya, fokus saja dulu membuat tulisan yang baik dan bermanfaat. Jangan memfokuskan atau terlalu berambisi untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya dari hobi kalian. Let it flow dan insha Allah rejeki akan datang pada saat yang tidak terduga.

See you on the next story!

Sukabumi, 8 Juni 2020

2 komentar: