3 Cara Ampuh Meningkatkan Rasa Percaya Diri

By Imawati A. Wardhani - Mei 02, 2020


Ketika dulu aku mulai suka menulis, entah mengapa aku merasa tidak percaya diri dengan apa yang ku tulis. Memang, sebenar-benarnya aku adalah seorang yang memiliki sifat pemalu. Deep down inside, namun aku berusaha menutupi sifat tersebut dengan bergaul dan memiliki banyak teman.

Sifat tersebut kerap muncul saat aku diminta untuk tampil di depan umum, contohnya saat aku harus menjadi wakil siswa untuk memberikan pidato berbahasa Inggris di depan semua teman-teman dan guru pada waktu upacara bendera. Benar-benar grogi, merasa minder dan tidak percaya diri dengan apa yang akan aku lakukan dan sampaikan. Tapi ternyata aku berhasil melewatinya meski dengan lutut yang bergetar saking groginya.

Pengalaman lain adalah saat aku dimintai pendapat dalam sebuah forum. Aku itu termasuk orang yang senang bergabung dalam suatu komunitas atau berorganisasi, tapi dulu aku bukan tipe orang yang aktif berpendapat saat ada perkumpulan. Aku lebih senang menyampaikan pendapatku secara personal dan menjadi orang di balik layar ketimbang harus show off di depan umum.

Jadi, saat aku diminta untuk berpendapat di depan banyak orang rasanya malu sekali dan ingin segera menghilang dari hadapan mereka semua. Tapi lagi-lagi, aku berusaha menyingkirkan rasa tidak percaya diri itu dengan mencoba menutup mata terhadap sekitar. Anggap saja disana hanya ada aku dan orang yang meminta pendapatku, sehingga akhirnya aku mampu melewati sesi diskusi dalam suatu forum besar.

Sama halnya dengan menulis, sejak dulu aku gemar menulis diary, membuat cerpen bahkan draft novel yang meski pada akhirnya tidak (belum) pernah selesai tapi tidak pernah sekali pun aku memperlihatkannya pada orang lain. Rasanya tidak percaya diri dengan apa yang aku tulis, merasa kurang ini-itu dan masih banyak karya yang lebih baik dari tulisanku.

Sampai akhirnya, tahun 2017 aku mulai kembali menulis beberapa cerita dan mencoba memberanikan diri untuk memperlihatkannya pada beberapa orang sahabat dekatku. Mereka memuji hasil karyaku dan menganggap aku bisa melakukan yang terbaik untuk menghasilkan cerita yang lebih baik lagi, namun ujungnya tetap saja aku tidak berani mempertunjukannya pada khalayak umum. Aigoo!

Tidak ingin jalan di tempat, aku pun mencoba menulis hal yang lebih realistis melalui blog. Mulanya, di tahun 2018-2019 aku menulis beberapa catatan di blog yang tidak berani juga aku tunjukkan ke umum. Haha. Padahal niatnya menulis blog agar masyarakat bisa membaca tulisanku, tapi membagikannya saja tidak punya nyali bagaimana yang lain bisa membacanya?

Aku pun membuat resolusi di tahun 2020 ini, aku ingin menjadi seseorang yang bisa lebih bermanfaat untuk orang lain. Ingin juga membagikan hal-hal yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Berhubung keseharianku berada di rumah, aku ingin berbagi melalui tulisan. Aku pun mulai meningkatkan rasa percaya diri terhadap apa yang aku tulis untuk ku bagikan ke social media supaya yang lain dapat membaca tulisanku.

Awalnya sulit, aku merasa memiliki banyak kekurangan dalam teknik menulis. Tidak yakin bahwa tulisanku layak untuk dipublikasikan. Takut salah dalam pengejaan, penggunaan kata sambung, tidak tepat dalam menggunakan kaidah SPOK dan lain-lain. Pada akhirnya, membiasakan diri membuat diriku melangkah sedikit demi sedikit hingga sampai saat ini aku rutin menulis dan mengisi kekosongan blog-ku selama bertahun-tahun.

Kali ini, aku ingin berbagi 3 rahasia untuk meningkatkan kepercayaan diri yang sudah aku terapkan pada diri sendiri dan terlihat hasilnya :

1. Berpikir Positif
Seperti yang aku sampaikan di paragraf sebelumnya, begitu banyak ketakutan dan kekhawatiranku ketika akan membagikan karya-karya yang sudah aku tulis. Untungnya, aku menyadari bahwa semua itu adalah buah dari pikiran negatif yang ada di benakku.

Walau pun baru menyadari hal tersebut sekarang, menyingkirkan rasa takut dan khawatir serta menggantinya dengan pikiran lebih positif membawa dampak yang baik juga. Sekarang aku berpikir, mungkin saja tulisanku bermanfaat untuk yang membacanya, mungkin tulisanku bisa menjadi penyemangat yang lain atau kalau pun tidak ada yang membaca tulisanku, apa yang pernah ku tulis ini bisa menjadi pengingat untuk diriku sendiri di lain waktu.

Jadi, pikirkan hal-hal positif dan singkirkan hal-hal negatif yang belum tentu terjadi di masa yang akan datang. Kalau pun kita membuat kesalahan, jadikan itu pelajaran. Terima semua saran dan kritik yang sekiranya dapat membangun kita menjadi lebih baik lagi. Singkirkan juga rasa takut akan kegagalan, karena itu sangat membuat kita jalan di tempat.

2. Banyak Bergaul
Manfaat yang aku rasakan dengan memiliki banyak teman dan mengikuti banyak organisasi saat sekolah mau pun kuliah dulu adalah meningkatnya rasa percaya diriku.

Seperti yang sudah aku ceritakan di atas, mulanya berbicara di depan forum saja aku tidak berani. Kalau pun ada group chat biasanya hanya menjadi silent reader. Semuanya sekarang sudah berubah seiring berjalannya waktu, saat ini aku mengikuti beberapa komunitas dan kenal berbagai macam karakter orang.

Dari sana aku bisa belajar bagaimana cara menjadi lebih percaya diri seperti mereka, mencoba menerapkannya sedikit demi sedikit, mencoba aktif dalam group chat semisal bertanya atau menanggapi. Aku pun tidak segan untuk meminta saran dari teman-teman yang lebih berpengalaman.

Sebelumnya, aku bahkan tidak percaya diri untuk menceritakan hobi menulisku ini pada suami sendiri. Sekarang, setelah mendapat banyak teman-teman menulis aku jadi lebih percaya diri dan terbuka pada suamiku tentang mimpi-mimpiku dalam bidang literasi ini.

3. Berani Mengambil Tantangan

Be brave. Remember that bravery is not the lack of fear, but the ability to move forward in spite of fear. -unknown 

Mulai aja dulu, ini yang paling penting. Kita harus berani mengambil langkah pertama untuk maju hingga ke langkah-langkah berikutnya. Langkah pertama ini penting, karena tanpanya kita tidak akan pernah tau apakah kita akan sukses atau sebaliknya?

Ini lah yang sedang aku coba jalani, jangan takut untuk maju. Mengikuti berbagai tantangan blog dan lomba blog sebagai amatiran membuat aku banyak belajar dari teman-teman blogger yang sudah lebih sukses. Meski belum pernah menang lomba dan mendapatkan hadiah jutaan rupiah, setidaknya aku memiliki pengalaman dan senang melakukannya.

Ada beberapa tulisanku yang di apresiasi oleh teman-teman lain seperti Ladang Pahala Para Tenaga Kesehatan yang di publikasikan di salah satu website untuk tenaga kesehatan. Lalu Kisah Inspiratif Bu Indari Mastuti : Berjuang dengan Inovasi Tanpa Batas yang di apresiasi langsung oleh yang bersangkutan. Aku tidak akan pernah merasakan hal seperti ini apabila aku terus takut membagikan hasil tulisanku pada orang banyak.

Aku juga salah satu orang yang cenderung tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang apabila aku melihat akan sanggup mengerjakannya. Ambil saja bila kesempatan itu tiba, tentu dengan komitmen bahwa kita akan bersungguh-sungguh menyelesaikannya.

Tidak usah banyak-banyak, 3 tips di atas cukup efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam diriku. Tidak hanya dalam hal menulis, aku menerapkannya dalam hal-hal lain juga yang sekiranya aku tidak cukup confident. Kalau aku bisa, pasti kalian juga bisa menerapkannya! Semoga berhasil dan menjadi orang yang lebih percaya diri.

Sampai jumpa!

Sukabumi, 03 Mei 2020

  • Share:

You Might Also Like

23 komentar

  1. berani mengambil tantangan itu salah satu cara untuk menimbulkan PD ya.
    Sekali nyoba mungkin masih kagok, lama-lama jadi terbiasa dan makin pede :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya harus belajar banyak dr Mba Rey ni supaya bisa PD terus. Hehe.

      Hapus
  2. Point satu tentang berfikir positif bisa menumbuhkan rasa PD tepat sekali mbak. Selain berpengaruh juga pada mental, berpikir positif juga berpengaruh pada kesehatan juga lo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, kadang suka jiper duluan tp selalu berusaha posthink. Kalo nggak stuck disitu2 aja ya..

      Hapus
  3. Saya dulu juga termasuk orang yang enggak pede bicara di depan orang banyak. Lebih karena faktor ada trauma sih. Tp pada perjalanannya karena dipaksa untuk terus ngomong di depan banyak orang, akhirnya rasa percaya diri itu sedikit demi sedikit tumbuh juga. Memang harus dipaksa memang ya... baru kita bisa keluar dari zona nyaman,hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya Mba bisa mengatasi traumanya. Tapi memang harus dilatih supaya makin terbiasa dan PD..

      Hapus
  4. Sepertinya karakter kita sama, hihihi sokntaunya aku. Dan mbanya termasuk pribadi yang introvert kah?
    Introvert bukan berarti pendiam atau penyendiri. Namun ada saatnya dia butuh sendiri untuk menenangkan hati. Menulis adalah jalan keluar dari kebosanan dan kegalauan hati ya. Karena denganenulis bisa srkakigus mencurahkan uneg-uneg yang tak dapat diungkapkan. Semangat menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk sa ae ah Mba. Mungkin ya, saya suka kalo ngapa2in sendiri tapi ttep nyaman juga kalo berada di sekitar yg banyak orang. Tergantung orang2'y sih. Hehe. Ya Mba, semangat terus juga menulis'y.

      Hapus
  5. Widyanti Yuliandari20 Mei 2020 22.27

    Dulu aku termasuk pemalu dan gak pe de an. Apalagi juga ada sedikit kekurangan di fisik yang kadang menjadi bahan olokan. Makin ke sini aku merasa makin nyaman dengn diriku, makin pede dan bahkan bisa overdosis pedenya. Wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seorang Mba Wid aja dulunya bisa pemalu ya. Yang penting berani maju ya Mba, kalau nggak ya nggak akan tau kita bisa melangkah sejauh apa.

      Hapus
  6. Buatku, berani menerima tantangan adalah cara terampuh. Aku pribadi, merasa nggak percaya diri kalau berada di lingkungan yang di dalamnya aku nggak kenal orang secara akrab atau nggak memahami materi yang dibicarakan. Makanya itu, dengan menerima tantangan, aku bisa mengukur kapasitas diri. Semakin banyak menguasai materi, aku semakin pede.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Mba, mencoba sesuatu yg baru bikin kita makin percaya diri juga ya.

      Hapus
  7. Wah iya mbak. Saya juga ada sifat pemalu. Waktu ngeblog sifat ini suka muncul. Memang benar berpikir positif membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip Mba. Keep being positive thinker, semangat terus!

      Hapus
  8. Cara no 2 Perlu banget aku coba, as introvert susah sekali bergaul bahkan dalam grup chat saja sering jadi silent reader. Harus berani dobrak mental block. Bissmillah akan mulai dicoba. Trimakasih tipsnya Mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba. Kadang dgn menjawab singkat seperti oke atau iya saja udah membuat si pengirim pesan nggak merasa diabaikan. Jd kita bisa memberikan kontribusi meski hanya sedikit2, lama2 jadi bukit.

      Hapus
  9. Aamiin, semoga harapan mbak ima terwujud ya di tahun ini. aku kasih tips sedikit kalau mulai grogi selain penjamkan mata, tarik napas sebanyak2nya. kenapa? dengan mengambil oksigen di sekitar memberikan energi untuk tubuh mengafirmasikan diri lebih baik...lalu hembuskannya pelan2 yaa hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mba. Okee, inhale exhale ya Mba. Terima kasih banyak untuk tipsnya, nanti saya terapkan. Hihi..

      Hapus
  10. Satu tips lagi dari saya, yaitu pakai kacamata kuda :D
    Misal mau ikut lomba blog, daripada minder duluan, saya lebih baik tidak cari tahu siapa-siapa yang ikutan. Asalkan saya paham temanya, ya sudah, jalan aja, setelah itu let it go :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Mba! Terima kasih tipsnya. Senang nih diberi tips sama senior. Hehe.

      Hapus
  11. Wah awal mula ceritanya percis saya nih. Saya juga awalnya minder, gak PD, nulis cuma buat dibaca sendiri. Dan baru pulih setelah bbrp kali terapi. Lama2 malah sy berani bicara depan umum walau masih ada grogi. Tapi sy gakkan mundur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sampai terapi segala ya Mba. Seperti apa terapi'y? Iya Mba, harus semangat maju terus supaya bisa melakukan hal yg lebih baik lagi

      Hapus
  12. Rasa enggak pede ini memang kadang saya alami juga Mbak. Memang perlu dibiasakan, berpikir positif dan berani mengambil tantangan biar bisa mengikis rasa kurang percaya diri. Tetap semangat, ya, Mbak

    BalasHapus