Anti Mati Gaya 14 Hari

By Imawati A. Wardhani - Maret 18, 2020


Sehubungan dengan makin hebohnya penyebaran Covid-19 alias virus Corona di Indonesia, belakangan pemerintah menyarankan untuk #dirumahaja dan #kerjadarirumah atau work from home selama 14 hari. Hal ini bertujuan untuk menjauhkan diri sementara dari keramaian serta kerumunan orang yang dapat menyebabkan semakin tingginya angka penyebaran virus Corona pada masyarakat Indonesia.

Seperti kita ketahui bahwa virus ini memiliki tingkat virulensi yang tinggi, ia dapat dengan mudah melekatkan kunci yang ada pada tubuhnya ke reseptor yang ada pada manusia. Ya, tergantung individu dan sistem kekebalan tubuhnya juga sih. Namun, yang jelas virus ini mudah sekali menyebar pada manusia. Terlihat hingga saat ini virus Corona sudah mewabah hingga ke 152 negara dengan jumlah kasus lebih dari 180.000 di seluruh dunia (sumber : kompas.com tanggal 17/03/2020)

Mengapa harus 14 hari #dirumahaja dan #kerjadarirumah nya? Kenapa tidak hanya seminggu atau mungkin satu bulan? Ternyata, dengan 14 hari melakukan social distancing diharapkan dapat memutus rantai penyebaran virus Corona sehingga wabah ini tidak semakin menjadi-jadi. Kalau pun harus bepergian cobalah untuk jaga jarak sejauh mungkin dengan orang lain, jangan lupa cuci tangan dengan sabun, gunakan antiseptik ketika cuci tangan tidak mungkin dilakukan dan gunakan masker untuk pencegahan. Perkuat sistem imun juga wajib nih!


Nyatanya, 14 hari #dirumahaja dan #kerjadarirumah ini tidak digunakan dengan sebagaimana mestinya oleh sebagian (besar) orang yang entah kurang edukasi atau bagaimana. Banyak yang masih menganggap remeh perihal virus Corona yang sudah mewabah ke seluruh penjuru dunia ini. Banyak yang menggunakan waktu 14 hari ini sebagai ajang liburan dan mudik. Hhhzzz. Tolong lah, harusnya kita bisa bekerja sama untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang terjangkit virus Corona.

Bagiku, #dirumahaja selama 14 hari itu semacam piece of cake. Haha. Sehari-hari aku memang di rumah aja bersama anakku, pergi benar-benar hanya untuk sekedar membeli bahan makanan di supermarket. Belakangan ini karena padatnya pekerjaan suami, weekend pun lebih banyak dihabiskan di rumah daripada di luar rumah. Terus di rumah ngapain aja? Mati gaya nggak sih diem di rumah doang?

Sebagai ibu yang menjalankan tugasnya di rumah alias stay at home mom tentunya aku sudah terbiasa menjalankan aktivitas sehari-hari ini. Sejak menikah aku memang sudah memutuskan untuk berhenti bekerja di ranah publik dan ini sudah berjalan selama 2 tahun. Dengan rutinitas sehari-hari bersama anak, aku tidak atau lebih tepatnya jarang merasa mati gaya di rumah. Apalagi saat ini anakku sedang berada di fase sensitif terhadap gerak, modal ngikut apa yang dia kerjakan saja tu sudah habis waktu loh! Lagi nggak bisa diam banget anaknya. Haha.

Kalau pun merasa bosan dan bingung mau melakukan apa lagi di rumah ya wajar, sekali-sekali butuh angin segar juga di luar rumah. Tapi, 2 minggu sepertinya bisa kita manfaatkan dengan sebaik mungkin tanpa harus mati gaya. Please guys, it's only 2 weeks not 2 years! Ada yang bilang baru 2 hari diam di rumah saja sudah tidak tahan, well daripada berkeliaran di luar rumah dan menjadi carrier virus atau sakit karena Covid-19, jauh lebih baik menikmati 'penderitaan' kalian selama 2 minggu di rumah.

Jadi gimana ni supaya tidak mati gaya selama 14 hari di rumah? Oke, ini tips versi aku ya silahkan modifikasi sesuai kondisi dan situasi masing-masing :
1. Buat Urutan Kegiatan Harian
Misalnya, bangun pagi - bermain sambil berjemur di halaman rumah - sarapan - mandi pagi - beres-beres rumah - dan seterusnya hingga tidur malam. Mengapa urutan dan bukan jadwal? Kalau menurutku, jadwal membuat kita terlalu saklek dan tertarget. Ini kurang cocok sih dengan aku yang terbiasa dengan ritme aktivitas bersama anak. Mungkin bagi kalian yang work from home bisa menerapkan sistem jadwal, jadi punya timeline kapan memulai pekerjaan dan kapan harus menyelesaikannya.

2. Memanfaatkan Waktu Luang
Waktu luang yang aku miliki adalah saat anakku tidur siang dan malam. Biasanya, waktu luang ini kugunakan semaksimal mungkin untuk melakukan kegiatan hanya bisa dikerjakan oleh diriku sendiri tanpa dibuntuti si kecil. Sebut saja mandi, ngepel rumah, memasak atau bisa untuk kesempatan melakukan me time seperti maskeran, main game, membaca buku atau komik, menulis (seperti yang aku lakukan saat ini), atau menonton serial kesukaan. Jika merasa tidak ingin melakukan apa pun, manfaatkanlah waktu luang kalian untuk melihat-lihat social media atau tidur untuk melepas lelah dan membunuh waktu.

3. Bermain Bersama Anak
Bagi yang sudah di percaya untuk menjadi orang tua, membersamai anak dengan mengajak atau menemaninya bermain bisa mempererat bonding antara anak dan orang tua. Mumpung lagi di rumah, manfaatkanlah waktu sebaik mungkin untuk bersenang-senang bersama anak. Kalian bisa mencoba membuat mainan anak sendiri dengan mencontoh tutorial yang bertaburan di Youtube atau Instagram. Bisa juga dengan membacakan buku, mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan bersih-bersih atau meminta bantuan mereka untuk memasak bersama. Dijamin kegiatan ini bisa membunuh mati gaya di rumah.

4. Quality Time Bersama Pasangan
Jika biasanya pasangan suami istri yang keduanya bekerja di ranag publik hanya bertemu pagi dan sore hari setelah pulang kerja, kali ini kalian punya waktu selama 14 hari untuk terus bersama. Ya di manfaatkan dong momen ini kan jadi punya waktu lebih banyak untuk ngobrol, main bersama anak, nonton film bareng, ngopi-ngopi bareng, masak dan makan bareng, rasanya tidak akan mati gaya kalau ada partner di rumah deh. Hehe.

Sepertinya itu tips yang bisa aku berikan untuk mematikan mati gaya selama 14 hari #dirumahaja. Lah, tips lo buat yang udah punya suami dan anak terus gimana buat yang masih single atau belum jadi orang tua? Weits! Kalem guys.

Buat adek-adek yang masih sekolah, manfaatkan waktu 14 hari ini untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah, jangan malah gatel mau pergi nonton atau ngumpul sama teman-teman. Kalau tugas sudah selesai bisa streaming film, membaca buku, mendengarkan lagu-lagu favorite, chit-chat dengan teman atau gebetan atau pacar, masak mie instan atau belajar bikin boba sendiri. Hehe.

Bagi yang sudah menikah tapi belum memiliki anak, ya work from home sesuai jadwal yang telah di buat setelah itu manfaatkan waktu luang bersama pasangan dengan sebaik-baiknya seperti poin 2 dan 4.

Aku yakin banyak kok aktivitas yang bisa membuat kita bertahan hidup tanpa mati gaya selama 14 hari stay at home. Jangan lupa berdo'a yang banyak supaya selalu terhindar dari virus-virus yang bertebaran dan dapat menginfeksi kita mau pun keluarga kita. Semoga wabah ini cepat berlalu dan tidak ada lagi korban berjatuhan karenanya. Aamiin!

Yogyakarta, 18 Maret 2020

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar