Menemukan Passion

By Imawati A. Wardhani - Januari 21, 2020


Hari ini, tepat 29 tahun lalu aku dilahirkan. Satu tahun lagi menuju early 30! Tidak menyangka aku akan meninggalkan masa-masa usia 20-an tahun depan. Jika ditelusuri 9 tahun kebelakang, banyak sekali momen berharga yang telah kulewati. Beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, mengikuti berbagai kegiatan komunitas yang lebih menyenangkan dari kuliah, menemukan sahabat-sahabat yang sampai sekarang ku anggap seperti saudara, melewati masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) diLombok yang menjadi salah satu pulau favorite-ku, berjuang menyelesaikan penelitian dan skripsi, wisuda S1, kuliah Apoteker, wisuda Apoteker, bekerja, resign dan akhirnya menikah hingga memiliki peran baru sebagai ibu.

Waw! Jika di list seperti itu, terlihat bahwa time flies. Banyak sekali yang terjadi dalam hidupku 9 tahun belakangan. Menginjak usia yang ke-29 ini, aku ingin mencari dan menggali passionku. Apa sih passion itu? Dirangkum dari beberapa sumber yang kubaca, passion adalah antusiasme atau kegembiraan saat melakukan sesuatu. Jika sudah passionnya, maka kita akan dengan melakukan suatu hal dengan penuh semangat, selalu tertantang untuk melakukannya lebih baik lagi, terhanyut saat mengerjakannya dan merasa kehilangan/hampa saat kita tidak mengerjakannya dalam kurun waktu tertentu. Apa semua orang harus menemukan passionnya? Menurutku tidak, suka-suka aja kalian mau terus mencari dan menggali passion kalian atau hidup seperti air mengalir begitu saja. Bebas. Apa tidak terlambat baru mau mencari passion sekarang? Tidak ada kata terlambat, yang penting dimulai saja dulu.

Dari definisinya, aku punya beberapa kegiatan yang biasa kulakukan dengan senang dan antusias. Membaca buku, menonton film, berenang, travelling dan membaca webtoon. Apakah itu passionku? Aku melakukan kegiatan tersebut saat memiliki waktu luang, untuk melepas penat dan kulakukan hanya untuk bersenang-senang. Jadi, sepertinya kegiatan tersebut hanya sekedar hobi dan bukan passionku. Passion sendiri bisa berasal dari hobi, akan tetapi hobi belum tentu merupakan passion. Jika ingin mengetahuinya, maka hubungkan hobi kalian dengan definisi passion diatas.

Alasan mengapa aku ingin mencari dan menggali passionku adalah karena selama ini aku merasa tidak memiliki keahlian yang menonjol terhadap suatu hal, biasa-biasa saja dan tidak mempunyai kelebihan apa-apa. Terdengar seperti minder padahal tidak, memang begitu yang kurasakan. Maka dari itu, aku ingin menemukan suatu kegiatan yang benar-benar membuatku bersemangat untuk terus melakukannya dan menjadi yang terbaik tentang hal tersebut. Disamping itu, selain pekerjaan mengurus rumah dan keluarga, aku ingin melakukan suatu hal yang membuatku lebih 'hidup' dan bahagia.

Bagaimana cara kita menemukan passion hidup kita? Dirangkum dari psylife.id ada 4 cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menuntun kita menemukan passion :
1. Shortlisting
Tulis semua kegiatan yang kita senangi, dari situ akan terlihat mana kegiatan yang menurut kita paling menyenangkan untuk dilakukan.

2. Pairing
Selanjutnya membandingkan satu kegiatan dengan kegiatan lain dan memilih kegiatan mana yang lebih menyenangkan diantara kegiatan-kegiatan menyenangkan yang telah kita tulis dalam list.

3. Ranking
Memberi peringkat pada kegiatan terpilih tadi, mulai dari yang paling-paling-paling menyenangkan hingga yang level menyenangkannya paling kecil menurut kita.

4. Crossing Out
Mencoret beberapa opsi dari alternatif yang telah kita buat hingga kita tidak bisa mencoret satu kegiatan dari berbagai kegiatan yang menurut kita menyenangkan tersebut.

Mencari passion itu sendiri tidak semudah menulis 4 langkah diatas ya, perlu waktu untuk benar-benar mengetahui apakah itu benar passion kota atau hanya sekedar hobi. Jika benar itu passion kita, pasti akan kita tekuni terus dan tidak akan bosan melakukannya.

Jadi, kira-kira seperti itu resolusi umur baruku. Mencari dan menggali passion. Semoga bisa terealisasi sebelum umurku menginjak 30 tahun. Bagaimana dengan kalian, apa kalian sudah menemukan hal yang menjadi passion kalian?

Sukabumi, 22 Januari 2020

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar